Aku tidak menduga, Suami yang aku cintai selama ini ternyata bermain gila di belakang ku,
Rumah tangga ku yang kubangun dengan kokoh, harus hancur karena datangnya orang ke tiga dalam rumah tangga ku,
Dia berhasil merebut suami ku,
dan sampai dengan tega nya dia juga membuat ku harus berpisah,
penceraian yang tidak pernah aku fikirkan, tapi sekarang aku harus menerimanya.
Dan sayangnya..
Di saat aku ikhlas berdamai dengan keadaan, mencoba melepas semuanya, memulai hidup yang baru,
Cobaan datang kembali saat aku mengetahui aku hamil anak dari suamiku.
Haruskah aku menggugurkannya..???
Atau harus menerima semua ini dan melupakannya lagi..???
TIDAKKKK...!!!!
Aku bukan tuhan yang mempunyai sabar yang tinggi..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuQi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
"Halo.." suara lembut dan sedikit serak dari arah telfon terdengat saat seseorang disana mengangkat telefon,
"Dasar wanita pemalas, sudah siang seperti ini dia masih belum bangun," Davis bicara dalam hati,
Ya.. dia adalah Davis, dan yang sedang Davis telfon adalah Cerry, Cerry tidak tau bila yang menelfon ya adalah Davis, sampai saat semenit setelahnya Cerry tersadar karena suara berat yang Davis
"Datang kekantor saya sekarang, saya akan memberi penawaran lain untukmu," suara berat Davis membangunkan Cerry sedetik kemudian, Cerry langsung duduk dan menepuk pipinya, dia masih menganggap ini mimpi karena Davis menyuruhnya datang keperusahaan ya
"Tunggu.., dari mana kamu mendapatkan nomor telfon ku," tanya heran cerry, Cerry mengganti nomornya baru satu hari, bahkan belum ada yang dihubungi Cerry termasuk sahabat sahabatnya, kini baru Cerry tau, Davis bukan orang biasa, bahkan dia bisa mendapatkan nomornya yang sudah Cerry minta lindungi di bawah lindungan hukum,
"Bahkan aku bisa tau kamu sedang memakai baju apa saat ini..???" jawab Davis
Cerry melotot, bukan hanya kejam, ternyata Davis juga sangat mesum,
"Berhenti berfikir yang tidak tidak tentang ku, 30 menit tidak sampai, penawaran gagal.." ucap Davis sebelum menutup telfonnya
"Apa, 30 menit.." ucapan Cerry terhenti karena telfon sudah dimatikan oleh Davis
"SIALANNNN.." teriak Cerry langsung buru buru bersiap, bagaimana Davis menyuruhnya datang keperusahaan dengan waktu 30 menit,
Davis sudah berjanji pada maudi akan membawa Cerry kerumah, semalam saat Davis sedang ada meeting dengan salah satu kliennya dengan Leo, tiba tiba Leo mendapatkan telfon dari rumah, kepala pekerja mengabarkan bahwa maudi deman tinggi, Leo buru buru memberikan informasi ini pada Davis, Davis yang tau maudi sakit langsung meninggalkan ruang meeting itu dan bergegas pulang,
sesampainya dirumah, kepala pekerja yang bernama pak Hendra menyambut Davis di depan pintu,
"Apa sudah memanggil dokter," ucap Davis dan bergegas masuk
"Sudah tuan, dokter sudah memberi nona kecil obat, sekarang sudah beristirahat dikamarnya," pak Hendra berkata penuh hormat kepada Davis,
pak Hendra adalah pekerja lama dimansion Davis yang sudah bekerja lebih dari puluhan tahun, Davis sangat percaya kepada pak Hendra, walau umurnya sudah tua tapi pak Hendra tetap kompoten dalam bekerja,
Davis mengangguk dan langsung menuju kekamar anaknya, rasa khawatir Davis sangat tinggi, davis takut maudi akan pergi juga meninggalkannya, sudah cukup Davis kehilangan kakaknya, dia juga tidak mau kehilangan maudi yang sudah menjadi anaknya itu,
"Bahkan saat sakit saja kamu masih memanggil wanita itu," ucap Davis lirih, davis berfikir terlalu kejam pada maudi, satu satunya cara agar maudi sembuh adalah membawa wanita itu kesisi maudi,
****
"Mau kemana mbak.." tanya Melisa penasaran, Cerry baru saja keluar dari kamarnya dan sudah melihat Melisa, "Sungguh pagi yang siap.." ucap hati cerry
Cerry hanya cuek saat Melisa mengajaknya bicara, dia menganggap suara Melisa tidak ada, dan berjalan terus untuk munuju mobilnya
"Kita lihat saja, sampai kapan kamu bisa sombong sampai sekarang," ucap Melisa marah, Melisa sebenarnya sudah malas harus serumah dengan Cerry, entah kapan Angga bisa mengalihkan harta Cerry kenamanya, karena Melisa ingin cepat cepat mengusir Cerry dari sini,
Cerry sudah mengendarai mobilnya keluar dari pekarangan rumah menuju jalan raya, dengan hati was was karena kurang 10 menit dari waktu perjanjian, sepertinya walau Cerry berusaha untuk menaikkan laju mobil semua itu percuma, karena jarak dari rumah kekantor Davis membutuhkan 20 menit..
"Sialll... Kenapa harus macet di jam segini coba.." kesal Cerry, jalanan macet karena ada kendaraan besar sedang terperosok bannya di sela sela pembuangan air..
Cerry pasrah sudah bila Davis memarahinya lagi, karena Davis mempunyai temperamental yang buruk sepertinya, dia selalu marah dengan hal hal kecil yang dia tidak sukai.