Musim telah berganti dengan begitu cepat. Denting waktu membawa kita pada detik ini. Musim pertama telah usai meninggalkan bait-bait kenangan yang begitu indah.
Mereka telah bersama setelah melewati rintik sendu. Kini saatnya berbahagia. Namun adakah waktu yang tidak terbatas untuk merasa bahagia?
Bagaimana cinta akan menjawabnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.A queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15_Godaan Malam 2
“Sayang, kau sangat cantik dan luar biasa malam ini.” Bisiknya dengan desah nafas yang begitu hangat.
Yuna merapatkan kedua matanya. Ia berjanji dalam hati untuk tidak membuat kekonyolan itu lagi. Ia malu setengah mati hingga membuatnya frustasi memikirkan kejadian itu.
Tangan Leo membuka satu kancing baju tidur Yuna paling bawah kemudian bergerak naik keatas untuk membuka satu lagi kancing baju itu. Ia membuat kecupan halus dan terasa dingin di sisi leher Yuna. Yuna bergidik, ia sedikit menjauhkan kepalanya dari Leo tangannya juga segera menangkap tangan Leo saat tangan itu hampir berhasil
membuka seluruh kancing baju.
“Sayang, aku ngantuk. Bisakah kita tidak melakukannya sekarang?” Yuna berujar rendah. Ia membuka matanya dan menatap sayu pada dinding putih dan lampu tidur di depannya. Leo mengangguk pelan, ia menarik tangannya dan menarik mundur dirinya. Ia tidur telentang dan tidak memeluk Yuna. Terdengar tarikan nafas yang panjang darinya.
“Aku minta maaf, membuatmu kecewa,” ucap Yuna lagi menyadari jika Leo kecewa padanya. Leo menoleh kearahnya dan kembali memeluknya. Ia menarik selimut dan menyelimuti Yuna dengan hangat.
“Tidak apa-apa,” jawabnya rendah. Dia meninggalkan kecupan kasih setelahnya. Kemudian ia beranjank dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi. Membasuh dirinya dibawah guuran shower yang dingin. Ya, dia tidak memutar shower itu kesuhu yang hangat tetapi memilih suhu yang dingin.
Sementara disana, Yuna masih terjaga. Ia berkedip dengan lambat. Ia menolak saat Leo menginginkannya. Bukankah itu sebuah dosa? Apakah malaikat di langit dan di bumi akan mengutuknya setelah ini. Namun ini bukan tentang itu … hati Yuna meleleh dan mengharu saat Leo mengucapkan ‘tidak apa-apa’ dan tidak menuntutnya untuk melakukan apa yang tidak dia inginkan. Padahal Yuna tahu jika Leo tengah berhasrat saat ini.
Yuna membalik badan dan memperhatikan pintu kamar mandi yang tertutup. Ia mengigit bibirnya dan menenangkan hatinya. Mengambil nafasnya berkali-kali. Pelan, ia membuka selimut dan berjalan menyusul Leo.
“Bisakah aku masuk kedalam?” tanyanya setelah mengetuk pintu pelan. Tanpa menunggu jawaban, ia segera membuka pintu dan masuk kedalam. Leo menyambutnya dengan senyum, ia berpikir jika Yuna ingin buang air kecil.
Yuna menatapnya, menatap laki-laki yang berdiri di bawah guyuran shower yang begitu deras. Ia melangkah dan langsung memeluknya, membenamkan wajahnya di dada Leo. Itu membuatnya sadar jika saat ini … tuan suami mandi dengan air dingin. Ini semakin membuat hatinya tersentuh.
Tanpa melepaskan pelukannya, tangan kanan Yuna mengulur untuk memutar pengatur suhu. Peralahan air itu menjadi hangat, sehangat saat dua tubuh saling mendekap.
Yuna mendongak untuk menatapnya, mempertemukan pandangan indah mereka. Menyampaikan Hasrat yang sempat tertahan. Tangannya terangkat dan mengusap bibir seksi Leo dengan halus. Leo menikmatinya, menikamti sentuhan jemari Yuna pada bibirnya. Tak lama, Leo menunduk dengan anggun lalu memiringkan kepalanya agar lebih mudah untuk mengambil ciuman dari bibir Yuna.
Dua bibir bertemu, saling melekat dan terpaut dengan mendayu. Guyuran shower membuat kecapan terdengar lebih romantis dan menggoda.
Tidak ada kata, tidak juga pujian hanya ada deru nafas yang semakin memberat dan semakin berkarat. Baju tidur panjang itu tidak lagi berada di tubuhnya. Ia seolah hanyut terbawa aliran sungai dan meninggalkan pemiliknya.
Leo lebih menurunkan kepalanya, menjelajahi apa yang ia mau. Menikmati apa yang ia inginkan. Bibirnya yang basah terus menggoda dan berkelana. Setelah membuat Yuna telihat begitu pasrah, ia berhenti dan menatap mata indah istrinya.
“Apa kau menginginkanku, Sayang?” tanyanya dengan senyum penuh godaan
“Sangat menginginkanmu.”
Dan Leo langsung mengangkat tubuh Yuna. Membuat mereka menjadi satu dalam degup jantung yang begitu menggema, dalam hasrat yang begitu menggebu, dalam cinta yang luar biasa.
______
Catatan Penulis.
Panass ... es teh manis es teh manis. 😅😅
Up bonus untuk kalian yang luar biasa. Aku nunggu 100 komentar sebelum jam 4 dan itu terpenuhiiii.
Yukk ah, kasih like dan komentar Up bonusnya.
Luv Luv.
Eh, adek-adek yang masih unyu-unyu tadi skip kan? Awas aja ya aku jewer kalau tetep nakal intip-intip.