Bu Rena adalah guru kelompok bermain (KB) Mentari, sosoknya yang ceria dan supel menjadikannya disukai banyak anak dan teman sejawatnya,
Berkisah tentang segala aktivitas kegiatan mengajarnya, kisah percintaannya, kegiatan dengan masyarakat sekitar dan kesabaran dia dalam menangani banyak anak yang berbeda karakter.
Hingga berakhir dengan kehilangan suami tercintanya yang menjadikan dia kuat harus dalam memulai hari barunya.
Akankah dia bertahan dengan keadaan yang ada? Menikmati kesendirian dan segala kesibukannya? Atau membuka lembaran baru dengan menerima seseorang yang mampu dijadikan sebagai Ayah pengganti untuk anak semata wayangnya Khayrullah Hizam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Widiawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pejuang Rupiah
Sayup-sayup Adzan Ashar terdengar,
Rena yang sejak pulang dari sekolah tertidur di kursi kayu ruang tamupun membuka matanya perlahan.
Jam menujukan pukul 15.07. Dia beranjak, menuju ke dapur, mengambil segelas air putih dan meminumnya sambil duduk.
Itu yang selalu dia ajarkan kepada muridnya. selalu mengingat sunah-sunah Rosul. Walaupun terlihat sepele bagi sebagian orang. Tapi itu merupakan ilmu yang baik dan Bermanfaat untuk orang banyak.
Makan dan minum dengan menggunakan tangan kanan dan sambil duduk. Minum dengan 3x tegukan tak boleh sekaligus. Makanan yang masih panas tidak boleh di tiup, cukup di kipas-kipas saja. Semua ada adab dan aturan tersendiri di agama Islam. Dan harus dibiasakan sedini mungkin.
Karena bila sudah dilakukan sebagai pembiasaan, nantinya tanpa diberi tahu lagipun anak-anak akan selalu melakukan apa yang sudah pernah diajarkan.
Terdengar klakson bersahut-sahut dari luar.
Sudah dipastikan kalau itu si iseng Tika
"Asalamualaikum, Yayu.. yayu haeloo haeloo"
Mengetuk-ngetuk pintu dan sang pemilik rumah bergegas untuk membuka pintu
"Acalamuaikum Ibu"
Tika ternyata membawa si gembul untuk pulang dan langsung saja, saat bertemu dia langsung memeluk kaki ibunya
"Walaikumsalam, MashaAllah anak ibu yang soleh" Rena menundukan badannya, untuk menyambut sikecil. "Sudah wangi emm" sambil menciumi kepala Hizam
"Udah mandi cama Bulik Tika" Hizam menjawab sambil meloloskan diri dari ciuman sang ibu, berjalan masuk ke dalam rumah
"Ini yu, Lauk dari uyut. Uyut tadi menyembelih jago 2" Tika menyerahkan bungkusan plastik.
"Hizam Bulik Tika pulang dulu yaa.. daaaa" Berteriak dari pintu dan langsung mendapat tonyoran di kepala oleh Rena.
"Kebiasaan deh kamu tik, cewe-cewe kok gaa ada anggun-anggunya sama sekali" Rena mendelik sambil melototkan matanya
Sedangakan Tika langsung pergi pura-pura takut sambil senyum dan melunjurkan lidah.
"Dadah yayu aku pulang dulu, Asalamualaikum" Menstater motor dan langsung mengilang tak terlihat..
Uyut Hizam berumur sekitar 78 tahun, jangan ditanya kondisi fisiknya. Masih sangat segar bugar. Keluhannya, hanya sering merasa lututa nyeri. Maklum lah, kebanyakan orang tua di usia senja bermasalah dengan sendi-sendinya. Uyut tipe orang yang sama sekali tidak bisa diam. Selalu ada saja yang dia pegang, ada saja kesibukan yang dilakukannya. Uyut mempunyai 6 anak, 20 cucu dan 5 cicit. Kebayang kan ramenya kaya apa kalau lebaran.
"Hizam sedang apa ya? " Rena sedikit mengeraskan suaranya sambil menutup pintu.
Hening tak ada suara
Jangan aneh-aneh dek
Rena berjalan mengendap, mengintip aktivitas anaknya,
Astaghfirullah, Lipstik kuuu
"Wah adek lagi mainan apa? " dengan muka lemasnya menghampiri sang anak.
"kayon, nii badus kan tembokna jadi badus" menunjuk-nunjuk bekas coretan lipstik.
"Hizam tau gak? ini namanya lipstik. Bukan crayon. Ini lipstik ibu. Dipakainya disini, begini nih lihat ibu pakai ya. " Rena mengolesi bibirnya dengan lipstik yang sudah tinggal 1cm itu. "Jadi ini bukan buat mainan ya? ini punya ibu, di pakai buat pergi-pergi" Jelasnya lagi.
"Izam mao pake boyeh? " Dengan polosnya anak itu menunjuk-nunjuk bibirnya, meminta untuk diolesi lipstik.
"Tidak donk, Lipstik itu untuk ibu, Bulik Tika, Bulik Zana. Untuk anak perempuan. Kalo Hizam kan laki-laki, jadi tidak boleh"
"Bapak juda ta boyeh? Bapak laki-laki" Menambahkan perkataan ibunya.
"Betul sekaliii" Jawab Rena sambil mengacak rambut anaknya "Sudah makan belum? yuk kita bersihkan tangan adek yang kotor" Ajak Rena.
"Izam syuda maem, tadii syama Bulik Tika pake ayam doleng" jawabnya sambil melangkah bersama ibunya untuk pergi ke kamar mandi..
Jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Hizam sudah ditidurkan oleh Rena selepas isya tadi. Karena seharian bermain terus mungkin jadi anak kecil itu kecapean sehingga tidur lebih awal tak seperti biasanya.
Rena duduk di ruang tamu, berhadapan dengan laptopnya membuka aplikasi Si*edi untuk mengerjakan laporan penilaian anak didiknya. HP tak pernah jauh dari laptop karena digunakan untuk tethering.
Ya, sekarang segalanya harus online, mengisi Data pokok siswa yang harus terus diperbarui, mengisi penilaian kerja anak, semuanya online. Mungkin bagi yang tidak mengetahui, memandang sepele guru KB.
Ahh hanya guru KB, mengajrnya hanya tepuk-tepuk, nyanyi-nyayi, anak pulang ikut pulang, gajinya banyak..
Hemmm
Hempaskan fikiran-fikiran seperti itu.
Mungkin juga banyak yang tidak tahu kalau guru KB selain bergaji sedikit juga pekerjaanya sama banyak seperti gurulainnya, sama-sama membuat kurikulum, penilaian, program tahunan, semester, RPPM, RPPH dan lainnya. Belum lagi yang dikerjakan secara online, jangan tanya dari mana datangnya kuota. Dari mana? dari kantong sendiri dong, uangnya dari mana? dari suami dong 😁
Ya, kata orang Jawa kalo bilang itu 'tombok'
atau bahasa Indonesianya itu rugi.
Dengan gaji 200 ribu satu bulan, dan itu jika uang spp dibayarkan oleh wali murid. Bila tidak ada? ya jangan mengharap akan gajian😂
Duh gitu amat yak
Sebetulnya mengapa si orang selalu bilang di KB itu belajarnya hanya nyanyi?
Betul banyak menyanyi, kenapa? karena untuk lebih memudahkan daya ingat anak.
Terkadang guru spontanitas membuat tepuk-tepuk aneka tema yang sedang diajarkan, bukankah itu juga dapat mengasah kreativitas berfikir guru?
Ya, betul sekali, guru dituntut agar dapat menciptakan sesuatu yang menarik minat anak, sehingga anak akan tertarik dan merasa kegiatan yang mereka lakukan itu menyenangkan. Mereka tidak merasa terbebani oleh project yang guru berikan.
Tujuan atau moto dari KB adalah bermain sambil belajar. Jadi guru menciptakan kegiatan bermain yang bermakna untuk anak. Mereka menyisipi kegiatan bermain itu dengan pembelajaran. Contoh kecil adalah menyanyi dengan bertepuk.
Mungkin bagi orang awam menyanyi itu adalah kegiatan sepele, hanya menyanyi, tapi sebenarnya tidak hanya itu. Dalam bernyanyi anak akan mengetahui sebuah konsep dan meningkatkan beberapa kemampuan berfikir anak. Contoh menyanyi balonku. Di lagu balonku ada pengetahuan tentang warna. Yaitu menyebut nama-nama warna (hijau, kuning, kelabu, merah muda, biru). Tentang konsep matematika. 5 balon, meletus 1 jadi tinggal 4. dan konsep seni, anak mengenal lirik dan nada yang guru ajarkan. Apakah anak akan betah? Nyaman dan Happy? tentu iya, mereka akan sangat gembira. Satu lagu yang anak-anak hafalkan dan nyanyikan, sudah dapat mengembangkan beberapa kemampuan berfikir anak.
Bayangkan jika guru langsung menjelaskan 5 warna tersebut dan langsung bermain konsep matematika, apakah anak akan mengerti? tentu saja tidak!! konsentrasi anak usia dini itu sangat sedikit. Jadi guru harus pandai dalam mengolah ilmu/informasi agar mudah dipahami oleh anak.
Anak akan mudah mencerna dan menerima materi bila kondisi mereka sedang senang, mood mereka sedang bagus, itu adalah kuncinya.
Selain itu memberlakukan kebiasan-kebiasaan baik dalam program pembiasaan anak juga sangat efektif. Semisal contoh, anak di ajarkan cuci tangan dan berdoa setiap hari disekolah, 3 sampai 5 kali pertemuan mungkin masih saja diingatkan, tapi lambat laun itu akan menjadi sebuah kebiasaan. Tanpa disuruh untuk melakukannya, pasti otak mereka sudah merespon apa yang seharusnya dilakukan. hal sepele mungkin, tapi sangat penting untuk diperkenalkan pada anak. Walaupun pastinya masih akan ada saja anak yang tidak melakukan kegiatan tersebut dengan baik. Setidaknya mereka sudah diperkenalkan untuk melakukan hal-hal baik.
Maka kembali lagi pada poin bahwa setiap anak itu berbeda, mereka mempunyai karakter masing-masing dan tidak bisa disamakan, semua anak istimewa. Tergantung dari bagaimana orang tua menyikapinya.
Suara Suprayitno yang sudah Rena patri di hatinya menghentikan gerakan tangannya saat sedang mengisi indikator perkembangan anak. Rena membuka pintu menyambut sang suami pulang.
"Asalamualaikum, kok belum tidur bu?" Banyak mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Rena.
"Belum, sengaja nungguin bapak sambil ngisi penilaian" Rena mengikuti langkah kaki suaminya masuk ke dalam, tak lupa menutup pintu kemudian mengincinya.
"Langsung mandi aja lh bu, gak usah nyiapin makanan, kebetulan sudah makan tadi" Banu beranjak meninggalkan Rena. " Ibu udah makankan? " memberhentikan langkahnya dan menengok ke arah istrinya.
"Ya jelas sudah, kan tahu kalau pak suami pulang malam" Berlalu kembali ke ruang tamu untuk membereskan pekerjaannya. Kemudian menyusul suaminya kedalam kamar.
Tak lupa membawa secangkir teh jahe untuk sang suami. Secangkir teh jahe sangat ampuh untuk menenangkan fikiran. Atau merilekskan tubuh ya penat setelah seharian berkutat dengan tagihan dan dikejar target.
Suami pejuang rupiah, semoga sehat selalu dan dilindungi Allah SWT
🍂🍂🍂🍂🍂
seharusnya cerita2 gini nih yg banyak peminatnya bukan hanya tentang CEO aja
aku suka menceritakan kehidupan dan kesederhanaan hidup ,natural ceritanya
makasih y thor
sehat selalu
semangat dan semoga selalu sukses
😍😘🤗
ehhh,,,atau jangan2 emang kisah nyata yaaa
jempol banyak2 dech pokoknya
pinginnya ada bonchap 😁😁😁😁😁😁
terima kasih thor....sukses selalu...
kapan malam pertamanya udah hamil aja😅😅😅nunggin part MP nyaa,,malah udah end,,makasiih tor