NovelToon NovelToon
Oh, My Rey

Oh, My Rey

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:334.9k
Nilai: 5
Nama Author: din din

Cerita ini hanyalah karangan fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat dan kejadian, berarti othor adalah cenayang yang hebat yang bisa menerawang. eyaaa ... canda kaleee.

Blurb:

"Eh ... asal loe tahu saja, mau ngambek mau nggak, gue tetep tampan kok!" kilah Rey.

"Kan kalau loe ngambek, loe nggak tampan Rey! Jadi jangan ngambek ya, biar tampan!" rayu Jihan lagi seraya mengerjapkan kedua matanya.

"Idih!! Loe bilang gue tampan juga nggak ikhlas buat apa?" timpal Rey.

"Ihh ... loe kok ngeselin sih! Kan gue udah nglakuin apa yang loe mau. Masa iya gara-gara gue salah sebut loe marah dan ga bantu gue, jahat loe!" rengek Jihan dengan mimik sedih dan kesal.


Rey yang di angkat adik oleh Julia sang mama dari Jihan, tidak pernah akur sedikitpun dengan gadis itu, bukan tak akur benci hanya tak akur karena belum saling mengerti.

Setting tempat bukan di indo ya, trus agama juga ga othor cantumin, takute nanti bertentangan dengan norma/ajaran yang ada, anggap aja ini cerita fiktif yang ada di dunia novel halu dan ga mungkin ada di dunia nyata.

Pict from Google, editing by Din Din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15- Dobel date tak disengaja.

Jason mengajak jalan Jihan sepulang kelas. Pacaran ala anakmuda jadi tidak semewah para Ceo jangan di sama'in ya, mereka hanya menghabiskan waktu bersama bergandengan tangan menyusuri jalanan yang ramai dengan hiruk pikuk pekerja yang berlalu lalang untuk kembali ke rumah masing-masing setelah seharian bekerja.

"Didepan ada kedai eskrim yang enak, mau nyoba nggak?" tanya Jason.

"Boleh," jawab Jihan mengiyakan.

Mereka pun berjalan menuju kedai eskrim yang dimaksud oleh Jason, hingga mereka lagi-lagi bertemu dengan pasangan yang tampak tidak asing bagi mereka.

"Rey!" panggil Jason ketika melihat Rey yang juga berjalan bersama Tisa ke arah kedai yang ia tuju.

Saling tatap, Rey menatap ke arah tangan Jihan yang bergandengan dengan Jason begitupula dengan jihan yang menatap rey yang bergandeng tangan dengan Tisa.

Tisa yang melihat tanda bahaya langsung memindahkan tangannya dari genggaman Rey ke lengan pemuda itu, baginya Jihan seperti sinyal bahaya. Jihan yang melihat sikap Tisa pun langsung merasa tidak senang.

"Loe disini juga, Jas?" tanya Rey.

"Iya, loe kok juga?" tanya Jason balik.

"Tisa pengen eskrim, jadi kita mau beli ke kedai itu," jawab Rey santai.

"Kebetulan, bareng yuk," ajak Jason.

Rey mengangguk tanda setuju, sedangkan Jihan dan Tisa hanya mengulas senyum. Akhirnya mereka berjalan bersama menuju kedai eskrim.

*

*

*

Sama -sama menatap menu eskrim, Jihan malah sibuk dengan ponselnya hingga Jason yang bertanya padanya pun tidak ia dengar.

"Je! Mau rasa apa? Coklat atau vanila?" tanya Jason yang tatapannya masih pada papan menu.

Rey yang menyadari jika Jihan tidak merespon khirnya dia yang menjawab.

"Dia suka strawbery," jawab Rey.

Mendengar jawaban Rey, tentu saja membuat Tisa maupun Jason langsung menatapnya. sedangkan si obyek pembicaraan malah masih asyik memainkan benda pipih di tangannya.

Sadar jika kedua orang yang disampingnya menatapnya dengan rasa curiga, Rey pun mau tidak mau harus membuat alasan.

"Itu, gue sering lihat dia di kantin pesan minuman rasa strawbery, gue pikir dia pasti suka rasa strawbery," kilah Rey.

Meski alasan Rey terdengar aneh, tapi Jason hanya tersenyum kemudian memesankan satu sekop esrkim rasa strawberyb untuk kekasihnya.

Duduk berempat, Jihan begitu menikmati eskrimnya ia tidak sadar bagaimana Jason bisa tahu rasa kesukaannya.

"Ini enak," ucap Jihan.

Rey yang menikmati eskrim di cup, menyendok kemudian memasukannya ke mulutnya dengan santai tanpa menggubris Jihan yang terlihat senang.

"Enak? Rey lho yang milihin rasa itu," sahut Jason.

Mendengar kata Jason, Jihan membulatkan matanya menatap Rey yang santai menikmati eskrimnya. Tisa lagi-lagi menyadari ekspresi berbeda dari jihan semakin merasa curiga.

"Rey! Cobain ini, enak lho!" kata Tisa yang ingin menyuapi Rey dengan eskrim rasa vanilla.

"Rey tidak suka rasa vanilla," sela Jihan tanpa sadar.

Lagi-lagi Jason dan Tisa keheranan, mereka bergantian menatap Jihan. Melipat bibirnya kedalam, Jihan mencari alasan agar kedua orang itu tidak curiga.

"Emm ... itu, aku pernah melihat dia membuang minuman rasa vanilla, jadi aku pikir dia tidak suka dengan rasa vanilla," ujar Jihan.

Rey melirik Jihan yang terlihat sedikit kebingungan memberi alasan pada kedua orang yang ada disana.

"Kamu nggak suka Vanilla ya, Rey?" tanya Tisa pada akhirnya.

Rey hanya tersenyum menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Tisa. Gadis itu sedikit menunduk, ia terlihat begitu menyesal.

"Maaf! Sebagai kekasihmu, aku malah tidak tahu apa yang tidak dan yang kamu suka," ucap Tisa.

"Tidak apa, tapi gue ngga nolak kalau loe mau nyuapin gue dengan rasa coklat," timpal Rey mengusap ujung kepala Tisa agar gadis itu tidak merasa sedih.

Jihan hanya mengulum sendok di mulutnya melihat sikap Rey yang begitu lembut pada Tisa. Mendengar perkataan Rey tentu saja membuat Tisa senang, ia langsung menyuapi Rey dengan senyum yang mengembang.

Pertemuan yang tidak disengaja, akhirnya mereka melanjutkan berjalan bersama menikmati sisa sore hari itu.

Berjalan bersama menyeberang jalan, Rey terkejut ketika melihat sebuah mobil melaju dengan sangat kencang ke arah mereka.

"Je!" teriak Rey memanggil.

Jihan dan Jason berjalan di depan Rey, tentu saja jika mereka tidak berhenti mobil itu akan menabrak kedua orang itu.

Jason yang pertama menyadari suara Rey, langung menarik mundur Jihan hingga kepelukannya membuat Jihan terkejut dan Rey membelalakan bola matanya.

Masih dalam posisi memeluk Jihan, Jason menatap Rey. Baginya Rey mengenal Jihan karena dirinya, tapi reaksi Rey seolah sudah mengenal Jihan lebih lama darinya, membuatnya bertanya-tanya apakah sebenarnya teman dan kekasihnya itu saling mengenal sebelumnya. Jason mengalihkan tatapannya kepada Jihan yang masih di dalam pelukannya.

Meski khawatir, tapi Rey hanya bisa menatap Jihan . Bagaimanapun dia sudah ada Jason yang melindunginya. Tisa yang sedari awal curiga dengan Rey dan Jihan pun hanya bisa memendam rasa penasaranya di dalam hati.

*

*

*

*

*

Rey mengantar tisa pulang, setelah pertemuan mereka dengan Jihan dan Jason membuat Tisa merasa ada yang mengganjal di hatinya. Bahkan sepanjang jalan Rey tidak berkata sepatah katapun.

Rey memperlambat laju mobilnya serta menepikan di bahu jalan ketika mereka sampai di depan gerbang rumah Tisa.

"Masuklah, hari sudah larut," ucap Rey.

Tisa hanya mengangguk, tapi sebelum itu ada sesuatu yang tertahan di kerongkongannya yang ingin ia ucapkan, ia merasa tidak bisa menunggu untuk bertanya.

"Rey! Bolehkah aku menanyakan sesuatu?" tanya Tisa.

"Apa?" tanya Rey balik.

"Kau dan Jihan, apa kalian sebelumnya saling mengenal? Aku merasa kalau kalian saling kenal bahkan sepertinya kalian dekat," ujar Tisa.

Rey terkejut mendengar pertanyaan Tisa, tapi ia tetap saja terlihat tenang menanggapi segala situasi dan pertanyaan yang di lontarkan padanya.

"Ya, aku kenal dia!" jawab Rey.

Tentu saja jawaban Rey membuat Tisa terkejut, karena setahu dia Jihan hanyalah anak semester pertama dan di kampus mereka jarang berinteraksi.

"Tapi kenal karena dulu waktu sekolah dasar dia adik kelasku," imbuh Rey ketika melihat ekspresi terkejut Tika.

Mendengar kata Rey, Tisa tersenyum lega. Jawaban Rey menepis segala kecurigaannya terhadap hubungan antara Rey dan Jihan.

"Sudah masuk sana," perintah Rey.

Sudah merasa lega, Tisa pun keluar dari mobil dengan perasaan senang, memandang mobil Rey berlalu pergi dari halaman rumahnya.

*

*

*

*

*

*

Disisi lain, mobil Jason sudah terhenti di depan gerbang rumah Jihan. Melepas seat belt, Jihan terhenti ketika tangan Jason memegang tangannya.

Jihan menatap bingung pada Jason karena dia menahan tanganya.

"Apa?" tanya Jihan dengan sedikit senyum.

Mendekatkan wajahnya, Jihan merasa jantungnya berdegup dengan kencang. Seakan tahu apa yang akan di lakukan pemuda itu, Jihan memalingkan wajahnya. Entah kenapa dia enggan untuk di cium terutama di bagian bibirnya.

*

*

*

*

*

*

...Bantu Like dong😓😓😓 serius othor pengen di like ma koment. pengen ngrasain dapat like berjibun kek apa. serius kalau like komennya berjibun, othor bakal rajin creejiiii up meski dobel, oceh😎😎...

...Udah Crejii up, kalau ga like koment tiap bab othor ogah crejii crejiii😒😒...

...Baca Novel Author yang lain juga ya .......

...Thank u...

1
Ney ѕ⍣⃝✰
Rey jd cwo hrs cool,, jgn tp tp, sm php
🔵Ney Maniez
jgn galak galak nnt bucin 🤭🤭
🔵Ney Maniez
aku mampir
Raffi
thorr iih gokil bgt u asli gua ngakak 🤭🙈🙈🤭 setdaaah..
Nurwana
jgn marah marah Jason, jgn sampai Thu jodohmu.🤭🤭🤭🤭🤭
retno prabandari
Rey. romantis.......jadi pingin muda lagi. 😁😁
retno prabandari
Wee Rey cemburu akut ..😁😁
retno prabandari
salut buat Jason.....bisa melepas orang yg dicintai
Just Rara
akhirnya happy jg mereka☺️☺️
Just Rara
lah idah tamat,blm tau kehidupan mereka setelah menikah 🥺🥺
Just Rara
akhir mereka menemukan pasangan masing2 walaupun chika hrs LDR'an☺️☺️
Just Rara
akhirnya jeje dilamar juga sm rey😍😍
Just Rara
sepertinya selly berjodoh dgn sam ni,tp baguslah jadi rey gak bakalan cemburu lg sm dia😄😄
Just Rara
nah benarkan si chika mau pi dah ke australia ikut ayahnya😔
Just Rara
pasti si chika disuruh milih ikut ibu atau ayahnya deh
Just Rara
untung aja si jeje jujur sama sam,klu gak bisa berabe urusannya😜😜
Just Rara
nah si chika dapat brondong tu😄😄
Just Rara
walah si rey diduluin sama jason ni nikahnya😬
Just Rara
😄😄😄chika....ni lucu ya,mudah2an ntar km ketemu lg ya sm tu cwok chik
Just Rara
waduh ternyata si sam masih blm nyerah juga buat ngedapatinbcinta dari jihan😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!