NovelToon NovelToon
Jatuh Di Pelukan Dosen Killer

Jatuh Di Pelukan Dosen Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:48.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Alicia Harold hanya ingin menikmati malam terakhirnya sebelum menjadi mahasiswa.

Namun karena terlalu bosan di acara keluarga, gadis barbar itu diam-diam mabuk dan berakhir jatuh ke dalam pelukan seorang pria dingin yang paling ingin ia hindari.

Bryan Bright, calon kakak iparnya dan dosen di Imperial College University.

Sejak malam itu, kehidupan Alicia berubah menjadi mimpi buruk. Dosen killer itu seperti bayangan yang tak pernah bisa lepas darinya. Alicia terus berontak, menghindar, dan menjaga batas.

Namun bagaimana jika tanpa sadar batas itu perlahan berubah menjadi perasaan?

"Amit amit, aku tidak mungkin suka si Bryan mulut harimau itu!" kesal Alicia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JDPDK Bab 15 - Sesederhana Itu

Dion menyipitkan mata memperhatikan Alicia yang sejak tadi terlihat gelisah. Gadis itu terus melirik jam di pergelangan tangannya, bahkan beberapa kali terlihat menggigit bibir seolah sedang memikirkan sesuatu yang sangat penting.

Padahal sejak datang ke villa tadi, Alicia adalah orang yang paling bersemangat mengajak mereka bersenang-senang. Sekarang setelah baru beberapa jam menikmati suasana pantai, Alicia justru mendadak ingin pulang sendirian.

Tentu saja hal itu terasa sangat mencurigakan.

"Jujur saja, kamu membuat masalah, kan?" tanya Dion sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

Alicia yang sedang menunggu Leo mengambil kunci motor langsung tersentak. "Tidak!"

Jawabannya terdengar begitu keras sampai Leo yang baru beberapa langkah meninggalkan mereka spontan menoleh, begitu pula Prilly yang berdiri di samping Dion.

Alicia sendiri baru menyadari betapa mencurigakan reaksinya. Ia terdiam sesaat, lalu buru-buru mengubah ekspresinya. Alicia berdeham kecil, berusaha memasang wajah santai seperti biasanya, meskipun jantungnya masih berdebar kencang.

"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Alicia sambil mengibaskan tangan. "Aku hanya punya urusan mendadak. Memangnya salah kalau aku ingin pulang lebih dulu?"

Dion mengangkat sebelah alis. "Kalau memang tidak membuat masalah, kenapa reaksimu seperti orang yang baru saja ketahuan mencuri ayam?"

"APA HUBUNGANNYA DENGAN AYAM?!" Alicia langsung membentak.

Prilly spontan tertawa mendengar jawaban Alicia, sementara Dion justru semakin yakin bahwa sahabatnya itu memang sedang menyembunyikan sesuatu.

"Semakin kamu marah, semakin mencurigakan," komentar Dion lagi.

Alicia mendelik. "Kalian berdua memang menyebalkan! Aku cuma mau pergi, bukan mau kabur ke luar negeri. Kenapa harus diinterogasi seperti ini?"

Prilly menyilangkan tangan di depan dada, kemudian menatap Alicia dengan tatapan penuh selidik. "Tunggu dulu, jelas-jelas kamu yang punya ide kita datang ke sini. Sekarang kamu malah terburu-buru pulang, tidak mau diantar Leo, dan tidak mau memberitahukan tujuanmu. Menurutmu, apa yang harus kami pikirkan?"

Alicia membuka mulut, tetapi tidak langsung menemukan jawaban. 'Sial! Gara-gara ada Dion, Prilly jadi pintar bicara!'

"Aku hanya ada urusan sedikit, Pril. Itu saja!" jawab Alicia akhirnya.

Prilly masih menatapnya dengan curiga. "Kamu tidak sedang diancam seseorang, kan?" tanya Prilly, sikap gedebak gedebuk Alicia sekarang benar-benar membuatnya khawatir.

Dan Alicia langsung teringat wajah Bryan.

Namun Alicia segera menggeleng kuat-kuat, sekaligus membuang bayangan Bryan dari kepalanya. "Tidak! Aku tidak diancam siapa pun!"

"Kalau begitu, kenapa kamu terlihat panik?" Dion kembali bertanya.

"Karena kalian terus bertanya!"

Keduanya terdiam sesaat.

Kemudian Prilly dan Dion saling berpandangan.

"Mencurigakan," ucap Prilly.

"Sangat mencurigakan," sambung Dion.

Alicia hampir menjerit mendengar kekompakan mereka. "Astaga! Kalian berdua ini memang cocok menjadi pasangan tukang gosip!"

"Terima kasih," jawab Dion santai.

"Siapa yang memuji kalian?!" Alicia mendelik kesal.

Dari arah lintasan bowling, Leo akhirnya kembali sambil membawa kunci motor. Ia berhenti di hadapan mereka dan memandangi wajah Alicia yang terlihat kesal, lalu beralih kepada Prilly dan Dion yang justru tampak semakin penasaran.

"Ada apa lagi ini?" tanya Leo.

"Temanmu mencurigakan," jawab Prilly tanpa ragu.

Leo menoleh kepada Alicia. "Mencurigakan bagaimana?"

"Jangan dengarkan mereka!" Alicia langsung menyambar sebelum kedua sahabatnya sempat berbicara lagi. Ia mengulurkan tangan ke arah Leo. "Pokoknya, aku pinjam motormu dulu. Aku benar-benar harus pergi sekarang!"

Leo menatapnya beberapa saat, kembali mempertimbangkan apakah perlu bertanya lebih jauh. Namun melihat Alicia yang sudah hampir kehilangan kesabaran, ia akhirnya menghela napas kecil dan menyerahkan kunci motor Ducati miliknya.

"Baiklah. Tapi hati-hati di jalan, Al. Jangan ngebut, apalagi kalau jalanan sedang ramai. Kalau ada apa-apa, langsung telepon aku," ucap Leo.

Alicia segera menerima kunci itu dengan wajah berbinar. "Siap, Bos! Tenang saja, aku akan menjaga motormu seperti menjaga nyawaku sendiri!"

Dion terkekeh. "Kalimat yang sangat meyakinkan dari orang yang bahkan kesulitan menjaga dirinya sendiri."

Alicia langsung menoleh tajam. "Dion, kalau kamu masih ingin hidup tenang, sebaiknya tutup mulutmu!"

Dion mengangkat kedua tangan sambil tertawa. "Baik, Nona Harold. Saya diam."

Prilly menggelengkan kepala melihat tingkah mereka, kemudian kembali menatap Alicia dengan wajah serius. "Al, kamu benar-benar tidak mau memberitahuku mau ke mana?"

"Tidak, aku pergi sekarang," jawab Alicia dengan cepat.

Prilly mendesah pasrah. "Benar-benar tidak berperasaan."

Alicia tersenyum tipis dan hendak segera pergi. "Jaketmu kupinjam juga, ya!" serunya pada Leo seraya langsung mengenakannya.

Leo hanya bisa menggeleng melihat tingkah Alicia. "Ambil saja. Tapi jangan sampai hilang."

"Tenang! Aku akan mengembalikannya dalam keadaan utuh!"

Setelah berpamitan, Alicia segera berjalan menuju area parkir. Suara langkahnya terdengar cepat, sebab ia sedang berlomba dengan waktu. Begitu melihat Ducati milik Leo terparkir di sana, senyum kecil langsung muncul di wajahnya.

Alicia mengenakan helm, memastikan jaket Leo menutupi tubuhnya dengan nyaman, kemudian duduk di atas motor besar tersebut.

"Baiklah, Ducati kesayangan. Kita berangkat menemui siluman harimau!"

Alicia memutar gas perlahan, lalu membawa motor itu keluar dari halaman villa.

Setelah beberapa puluh menit, akhirnya gedung apartemen Bryan mulai terlihat dari kejauhan. Alicia memperlambat laju motor, lalu mengembuskan napas panjang.

"Astaga, akhirnya sampai juga!"

Ia memasuki area parkir dan mencari tempat yang aman untuk memarkirkan Ducati milik Leo. Motor yang akan ia jaga seperti menjaga nyawanya sendiri. Setelah memastikan motor tersebut terkunci dengan benar, Alicia melepaskan helm dan merapikan rambut.

Saat ini waktu sudah menunjukkan jam 8 malam, entah telat atau tidak Alicia tak ingin peduli. Yang jelas ia benar-benar datang sesuai perintah sang dosen.

Begitu memasuki lobi, seorang petugas keamanan yang berjaga di meja resepsionis langsung menyambutnya dengan sopan. "Selamat malam, Nona. Ada yang bisa saya bantu?"

Alicia berusaha tersenyum ramah, meskipun pikirannya masih dipenuhi kekesalan.

"Saya ingin bertemu dengan Tuan Bryan Bright," jawab Alicia.

"Apakah Nona sudah membuat janji?"

"Sudah."

Petugas keamanan kemudian memeriksa data Alicia sebelum mengizinkannya masuk.

Dan setelah mendapatkan izin itu, Alicia pun berjalan cepat menuju lantai 7.

"Tenang, Alicia. Kamu hanya perlu datang, mendengarkan apa yang ingin dia katakan, lalu pulang. Sesederhana itu," ucap Alicia pada dirinya sendiri.

Ting! Pintu lift terbuka.

Alicia segera melangkah keluar. Koridor lantai tujuh tampak tenang, Ia mencari nomor unit milik Bryan dan akhirnya ketemu.

Tanpa pikir panjang Alicia pun menekan bel apartemen tersebut.

Ting tong!

1
*Septi*
yakin ? 🤭
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍💪💪💪👍👍👍👍👍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍💪💪💪👍👍👍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍💪💪👍👍👍👍👍
Margaretha Indrayani
apa yang bakal diterima alivia ya karena telat datang meapartemen bryan?
Margaretha Indrayani
bukan masalah dion, tapi takut bryan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tika
emang mencurigakan...
dia harus masuk ke kandang harimau 🤣🤣🤣
Ass Yfa
ya nggk mngkin jujur kan mau ketemu pak dosen Bryan🤣
Tika
ini termasuk masalah gak?
kalo pak bry tau bisa mulai cemburu dalih disiplin?🤭🤭🤭
isni afif
😍😍🤩🥰😘🥰🤩🤩
isni afif
lanjut kak.
Sri Rahayu
kena marah ga ya Alicia 😇😇😇...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
betul kt Dion... Alicia emang sering bikin masalah...skrg masalahnya ma Dosen Bryant 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Eka ELissa
nah...loh ...di hukum lngsung kmu Al....ma siluman harimau 🤣🤣🤦
Eka ELissa
Al kmu bikin orang suka bingung dan bikin syok tau GK....sbntar ke cini sbntar ke cono 🤣🤦
Secret Admire
seneng banget ya punya circle horang kayah semua 🤣
Kar Genjreng
ting tong masukkkk 🤣 deg degan ya ketemu siluman harimau ya gituu deh kan. janji kalau memang sudah janji harus tepati lo ga usah takut Siluman Bryan juga manusia masih bersifat manusia ,,,,di tekan dadanya untuk bernafas pelan pelan
ehh siluman sudah berwajah garamg waduhh ,,,,ambyar seolah dunia nya runtuh 💪 sangat pastinya ,,,
Syavira Vira
lanjut
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Deg2gan banget Alicia ...kira2 akan ada apa lagi? 😂 kira2 kamu kena omel lagi enggak? setiap kali mau bertemu siluman Harimau pasti Ada saja masalah yang di bahas dan takutnya tuh siluman melihat kamu bawa motor nya Leo 🤣 alamat kena omell panjang kali lebar kali tinggi lagi ..persiapkan dirimu Alicia 😂
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
yaa karena reaksi kamu macam orang nyuri ayam 🤣🤣 tuhh lihat kamu macam takut di massa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!