NovelToon NovelToon
LANGIT Dan BUMI

LANGIT Dan BUMI

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:36.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Apa yang akan terjadi jika Dua dunia di pertemukan dalam sebuah keputusan penting?, dan ini terjadi pada Dua manusia yang di pertemukan secara tidak sengaja, LANGIT Wanita dengan semua kendali penuh dan kekuasaannya, sedangkan BUMI laki-laki sederhana dengan semua kelebihannya.

Yuk ikuti ceritanya, di jamin seru, menggemaskan dan juga menegangkan.

Salam Author Sinho, jangan lupa Bahagia ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Setelah makan malam yang melelahkan itu, Langit dan Bumi kembali ke penthouse.

Langit segera melepas blazernya dan duduk di depan meja kerja yang dipenuhi oleh tiga layar monitor besar.

Rian, kepala tim IT internalnya, sudah terhubung melalui sambungan video terenkripsi.

Bumi berjalan mendekat, melepas jas dan dasinya, menggulung kemeja putihnya hingga ke siku, kembali menampilkan jalinan tatonya yang kontras dengan kemewahan ruangan tersebut.

Ia membawakan secangkir teh hangat untuk Langit.

"Minum mumpung masih hangat, baik untuk tubuhmu, setidaknya bisa merilekskan pikiran mu" ucap Bumi setelah meletakkan secangkir teh itu dengan pelan.

"Terima kasih" ucap Langit.

"Untuk?" Tanya Bumi.

"Teh ini"

"Hem, aku mungkin akan sering membuatkan mu" ucap Bumi dan kemudian mendapati senyuman dari langit.

"Dan juga untuk yang tadi di restoran," kata Langit lagi tanpa menoleh dari layar.

"Kamu membuat Galang hampir mengompol di celananya." Sambungnya.

"Lain kali mungkin dia akan pingsan seketika"

"Jangan memberikan perlawanan yang nyata, kita bisa terseret kasus hukum jika sampai terjadi, mereka sangat pandai membolak balikkan fakta dalam hal itu" Langit mengingatkan Bumi agar tidak sampai salah langkah di kemudian hari.

"Pria seperti dia hanya berani menggertak jika memegang kartu AS," sahut Bumi sambil bersandar di tepi meja.

"Hem, aku tau, karena aku sudah beberapa tahun bersamanya"

"Dan kau bahagia?" Tanya Bumi.

"Jika bahagia, aku tidak akan disini bersamamu Bumi"

Bumi tersenyum tipis, dan Langit hanya menghela nafasnya sesaat saja, mungkin teringat akan sakit hatinya saat Galang mengkhianati nya, bahkan dengan sektretaris pribadinya sendiri.

"Begitu dia melihat ada orang yang tidak takut dengan ancamannya, dia akan ciut. Sekarang, mari kita bicara tentang pekerjaan aslimu. Bagaimana kita bisa menjatuhkan pria itu?"

Bumi segera mengalihkan perbincangan saat melihat raut wajah sedih dari langit sesaat tadi.

Langit mengetuk layar monitor. "Rian, silakan jelaskan apa yang kita temukan malam ini." Perintah jelas dari CEO wanita Dewanta group.

Di layar, Rian menampilkan sebuah diagram jaringan keuangan yang rumit.

"Bu Langit, setelah mendapat petunjuk dari pengakuan Sarah tentang utang judi Pak Galang, kami melakukan pelacakan siber yang lebih dalam ke beberapa akun rekening samaran yang diduga milik Pak Galang di luar negeri"

"Benarkah, lalu?"

"Kami menemukan aliran dana masuk yang sangat besar, sekitar dua hari sebelum peretasan Starlight terjadi."

"Apa?!" Langit terkejut mendengarnya.

"Dari mana dana itu berasal?" tanya Bumi, lali kemudian mendekat dan berada tepat di belakang Langit, matanya fokus meneliti angka-angka di layar dengan penuh konsentrasi.

"Dana itu ditransfer melalui beberapa bank cangkang di negara suaka pajak, namun ujung tombak pencairannya mengarah pada satu nama korporasi, Utama Company, milik Baroto Utama," jelas Rian.

"Kurangan ajar!" Gumam Langit tanpa disadari, "lanjutkan informasimu Rian" perintah langit.

"Jumlahnya pas dengan nilai transaksi untuk membeli cetak biru Starlight, tapi ada satu temuan baru yang sangat mengejutkan Bu langit"

"Apa itu?" Tanya langit.

Rian menekan tombol lain, menampilkan sebuah dokumen transfer domestik yang terenkripsi.

"Sebagian dari dana yang diterima Galang dari Baroto"

"What?, jadi mereka benar-benar merencanakan ini semua?"

"Bukan hanya itu Bu" ucap Rian, terdiam sesaat sebelum akhirnya melanjutkan kejutan berikutnya.

"Apa lagi?" Sahut Bumi.

"Dana itu dialirkan kembali ke sebuah rekening yayasan fiktif di dalam negeri, dan pemilik manfaat akhir dari yayasan fiktif tersebut, adalah_"

"SIAPA?!" kali ini bukan hanya Langit, Bumi juga bertanya hal yang sama.

"Pak Hendra Dewanta."

Langit menarik napas tajam. Tangannya bergetar.

"Paman Hendra, dia ikut terlibat?"

"Bukan cuma terlibat, Langit," sahut Bumi dengan nada suara yang dalam.

"Aku benar-benar tidak menduga, mereka semua Baji-ngan!" Nampak sekali wajah marah dari langit yang sudah menahan sesak di dadanya dari tadi.

"Paman mu tidak sedang mencoba menyelamatkan perusahaan karena kelalaianmu, Dia sengaja bekerja sama dengan Galang dan Baroto untuk merekayasa peretasan ini agar saham perusahaan anjlok" ucap Bima.

"Aku benar-benar tidak menyangka hal ini"

"Dan begitu saham hancur, kamu didepak, Hendra bisa membeli kembali saham-saham itu dengan harga murah melalui pihak ketiga, menguasai perusahaan secara mutlak, dan kemudian merilis kembali Proyek Starlight dengan nama baru bersama Baroto"

"Sempurna, rencana mereka untuk menghancurkan ku benar-benar sempurna" sahut Langit.

Kesadaran itu menghantam Langit seperti godam besar.

Pengkhianatan ini jauh lebih besar dan lebih kotor daripada yang ia bayangkan.

Keluarga kandungnya sendiri bersengkongkol dengan mantan kekasihnya untuk menghancurkan hidup dan kariernya.

Langit memejamkan mata sejenak, merasakan setitik air mata kemarahan hampir jatuh.

Namun, sebelum air mata itu sempat mengalir, sebuah tangan besar yang kasar namun hangat menggenggam jemarinya yang dingin.

Langit membuka mata dan menatap Bumi.

"Jangan menangis, Langit," kata Bumi lembut namun sarat akan kekuatan.

"Mereka ingin melihatmu hancur. Kita tidak akan memberikan kemewahan itu pada mereka. Kamu punya waktu 30 hari untuk membawa investor baru, bukan? Dan kita punya bukti digital ini. Sekarang, kita ubah permainan ini menjadi perburuan."

Langit menatap tangan Bumi yang menggenggamnya, lalu menatap mata pria itu. Rasa hangat menjalar ke seluruh tubuhnya, mengusir rasa dingin dari pengkhianatan keluarganya.

"Kamu benar," kata Langit, suaranya kembali mengeras bagai baja.

"Rian, kunci semua bukti ini. Jangan sampai ada kebocoran sekecil apa pun, Kita akan memancing para serigala itu masuk ke dalam perangkap yang mereka buat sendiri."

Rian pamit untuk beristirahat setelah hampir 24 jam mencari semua bukti.

Sedangkan Bumi masih berdiri di tempatnya, hampir tengah malam dan dia bingung harus beristirahat di mana.

"Berada di bawah satu atap terus-menerus sepertinya tidak baik untuk kita, aku takut nama baikmu akan tercoreng media" ucap Bumi.

Langit menoleh, menatap Bumi dalam, laki-laki ini, laki-laki yang beberapa hari lalu bahkan tak terlihat oleh dunia, bahkan memikirkan hal sekecil itu, batin Langit.

"Aku tau, tapi di sini, semua aman, tidak sembarang orang bisa berlalu lalang, aku sudah memikirkan hal itu, dan keberadaan mu juga sudah di ketahui publik Bumi"

"Hem, Langit dan Bumi, mungkin berita itu akan menjadi urutan paling tinggi besok pagi" ucap Bumi.

Langit hanya menunjukan senyumnya, lalu meminta Bumi untuk beristirahat di kamar yang sudah di tempati sebelumnya.

Di luar, hujan badai mengguyur Jakarta dengan lebatnya, namun di dalam ruangan itu, di bawah pendar cahaya monitor, sepasang manusia dari dua dunia yang berbeda telah sepenuhnya menyatu dalam satu visi.

Membalikkan keadaan dan menghancurkan para musuh hingga tidak ada lagi yang tersisa.

Langit tidak lagi berdiri sendirian, Bumi, singa jalanan di sampingnya siap mengawal setiap langkahnya menuju kemenangan.

Jangan lupa Komen, LIKE dan HADIAH nya ya.

1
Novita Sari
lanjut thor...
Novita Sari
cerita bagus tidak berbelit
Novita Sari
asli tegang bacanya thor..
Novita Sari
hadir baru dapat cerita kak sinyo.. semangat thor....
Mundri Astuti
cepet launching langit dan bumi junior ini mah 😛
Akhila Davina
pagi yg🔥🔥🔥🔥
Akhila Davina
ampun dah🤭
Siti Aisah
bumi semakin ganas.. sarapan pagi tidak butuh roti tapi di ganti dgn langit.. yang lebih nikmat luar dan dalam🤣🤣
Kaa
woow bumi cari sensasi dimeja makan kagak malu sama roti😄
Siti Aisah
puasa beberapa minggu terasa amat lama ya bumi.. apalagi bagi pengantin baru gasken sampai pagi😂😂
Akhila Davina
🤣🤣🤣
Kaa
gas ajalah bumi kalau udah ga tahan jangan di tahan langit juga ketagihan nantinya
Mutia
Di bab sebelumnya disebut Bumi 26 th, tp disini dah 24 th..yg mana yg benar
Sinho: maaf kak typo ya..yg bener 26 tahun, makasih komennya kak
total 1 replies
Mutia
Selisih umur 6 th, klo dilanjutkan ke pernikahan beneran Langit dpt brondong nih..😄
Akhila Davina
🤣🤣🤣🤣🤣 apa apaan ini
Siti Aisah
langit sudah terkontaminasi virus " cinta jalanan dari bumi jadi sudah tidak malu" lagi😂😂
Mundri Astuti
bisa lempeng juga si langit klo dah urusan ....😄
Mundri Astuti
aki" bay tanah bukannya nebar budi, ni malah nebar jahat ..
Siti Aisah
ibu ceo bela"in kerja dari rumah demi menjaga bumi supaya cepat sembuh, ayo bumi lebih cepat lgi pulih dan sehat karena di rawat istri cantik🤗
Siti Aisah
kenapa tidak di hajar dulu thor sm teman " jalanan bumi sampai babak belur😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!