NovelToon NovelToon
MERTUA CEREWET, TETANGGA JULID, SUAMI PELIT

MERTUA CEREWET, TETANGGA JULID, SUAMI PELIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Anyara menikahi Juned, pria dari keluarga berkecukupan, tapi hidupnya jauh dari nyaman — suami pelit karena terlalu penurut pada ibunya, mertua cerewet tak henti mencela, tetangga sibuk menggosip. Di balik itu, Juned diam-diam membiayai wanita lain.
Takdir mempertemukan Anyara dengan Hans, pria kaya yang ia selamatkan dari preman dengan cara kocak yang justru membuat Hans jatuh hati diam-diam. Ketika Hans kelak balas menyelamatkan Anyara dari bahaya, kedekatan mereka tumbuh perlahan — hingga kebohongan Juned akhirnya terbongkar, dan Anyara harus memilih jalan hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPUTUSAN

Beberapa hari setelah pertemuan di taman itu, Anyara menghabiskan waktu lebih banyak untuk merenung sendirian. Ia tidak lagi seaktif dulu membalas pesan Hans, bukan karena menghindarinya, melainkan karena ia butuh ruang untuk memikirkan segalanya dengan kepala dingin, tanpa terburu-buru terbawa perasaan yang baru saja tumbuh di tengah kekacauan hidupnya.

Suatu pagi, saat sarapan bersama, Juned mencoba lagi mendekati Anyara dengan cara yang berbeda.

"Ra, aku udah mikir. Gimana kalau kita coba konseling pernikahan? Aku denger ada psikolog bagus deket kantor."

Anyara menatap suaminya, sedikit terkejut dengan usulan itu. "Mas serius mau coba itu?"

"Iya, Ra. Aku nggak mau nyerah gitu aja. Aku tau aku salah besar, tapi aku juga nggak mau kehilangan kamu tanpa usaha apa-apa."

Anyara terdiam sesaat, mempertimbangkan tawaran itu. Di satu sisi, ada bagian dari dirinya yang masih menghargai tiga tahun pernikahan mereka, meski penuh kekurangan. Tapi di sisi lain, ada suara yang lebih kuat, yang berkata bahwa kepercayaan yang sudah hancur sedalam ini tidak akan mudah dibangun kembali hanya dengan beberapa sesi konseling.

"Aku pikirin dulu, Mas," jawab Anyara akhirnya, tidak ingin memberikan jawaban yang terburu-buru.

Siang harinya, Ratih mengajak Anyara duduk berdua di teras, membawa dua cangkir teh hangat—sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya.

"Anyara, boleh Ibu tanya sesuatu?" ucap Ratih, duduk di sebelah menantunya.

"Boleh, Bu."

"Kalau misalnya kamu akhirnya milih pisah sama Juned, apa Ibu akan masih boleh dianggap keluarga sama kamu?"

Pertanyaan itu membuat Anyara terdiam, tidak menyangka Ratih akan menanyakan hal seperti itu. "Kenapa Ibu nanya gitu?"

"Karena Ibu sadar, selama ini Ibu yang bikin hidup kamu susah, bukan cuma Juned. Ibu takut, kalau kamu pisah sama Juned, otomatis kamu juga bakal ngejauh dari Ibu, padahal Ibu yang sebenernya harus paling minta maaf."

Anyara menatap Ratih, melihat kerapuhan yang jarang sekali ia lihat dari wanita yang selama ini terkesan begitu kuat dan tegas. "Bu, apa pun keputusan saya soal Mas Juned, itu nggak akan ngubah rasa hormat saya ke Ibu. Cuma... saya juga butuh mikirin apa yang terbaik buat diri saya sendiri."

Ratih mengangguk pelan, matanya berkaca-kaca. "Ibu ngerti, Nak. Apa pun keputusan kamu, Ibu bakal dukung."

Malam itu, Anyara akhirnya membuka kembali percakapan dengan Hans, yang sempat ia biarkan agak lama tanpa balasan panjang.

"Pak Hans, maaf beberapa hari ini saya jarang bales. Lagi banyak yang harus dipikirin."

"Nggak apa-apa, Mbak. Saya ngerti kok, nggak perlu buru-buru."

"Suami saya nawarin konseling pernikahan. Saya masih bingung harus gimana."

Ada jeda cukup lama sebelum balasan Hans datang.

"Mbak, saya nggak akan bilang jangan atau iya. Itu keputusan Mbak sepenuhnya. Tapi kalau boleh saya kasih pendapat jujur, konseling itu biasanya berhasil kalau dua-duanya emang masih punya keinginan yang sama buat memperbaiki. Kalau dari sisi Mbak sendiri udah nggak ada rasa itu lagi, konseling secanggih apa pun mungkin nggak akan banyak membantu."

Anyara membaca pesan itu berulang kali, merasakan kejujuran yang tidak dibungkus dengan kepentingan pribadi Hans sendiri—meski jelas, sebagai pihak yang menaruh hati padanya, Hans punya alasan untuk mendorong Anyara memilih berpisah dari Juned. Tapi nyatanya, ia tetap memberikan pandangan yang objektif, bukan yang menguntungkan dirinya sendiri.

"Terima kasih, Pak, udah jujur. Saya bakal coba pikirin lebih matang lagi."

"Apa pun keputusan Mbak, saya hormatin. Yang penting Mbak bahagia, entah itu sama saya atau bukan."

Kalimat terakhir itu membuat dada Anyara terasa hangat sekaligus perih di saat bersamaan. Ia menutup ponselnya, menatap langit-langit kamar yang kini terasa lebih sunyi dari biasanya, meski Juned tidur di sampingnya seperti biasa.

Keesokan harinya, sebuah pesan tak terduga masuk ke ponsel Anyara dari nomor yang tidak ia kenal.

"Anyara, ini Dinda. Saya minta maaf soal semuanya. Saya nggak tau Juned udah punya istri waktu awal deketan. Saya juga baru putus kontak sama dia beberapa hari lalu."

Anyara menatap pesan itu lama, emosinya campur aduk antara marah, terkejut, dan rasa penasaran yang tidak bisa ia tahan.

"Kamu tau dia udah nikah dari kapan?"

Balasan Dinda datang dengan jeda yang cukup lama, seolah ia sedang menimbang kata-katanya sendiri.

"Saya tau sejak bulan ketiga, tapi Juned bilang rumah tangganya udah nggak baik-baik aja, katanya cuma tinggal formalitas doang. Saya... saya salah juga percaya omongan itu tanpa cek langsung."

Anyara membaca pesan itu dengan perasaan pahit. Ternyata, kebohongan Juned tidak hanya ia rasakan sendiri, tapi juga digunakan untuk memanipulasi wanita lain yang kini sama-sama menjadi korban dari sifat asli suaminya yang selama ini tidak pernah benar-benar ia kenali sepenuhnya.

Ia tidak membalas pesan itu lagi, hanya menyimpannya sebagai bukti tambahan, dan menutup ponselnya dengan perasaan yang semakin mantap—bahwa keputusan yang selama ini ia timbang-timbang, perlahan mulai menemukan arahnya sendiri.

1
Heny
Apa anyana gk punya tlp orang kantor bisa di tanya kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!