Ini bukan sekadar cerita tentang cinta beda kasta. Ini adalah perjalanan tentang sebuah nama besar...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
uji mental
Bayu pun langsung menuruti perintah pertama dari sang bos baru. Dengan langkah cekatan, dia masuk ke dalam kamar mandi utama milik Mita yang berukuran hampir seluas kontrakan lamanya. Dia memutar keran, mengatur suhu yang pas, hingga uap air hangat perlahan memenuhi ruangan berdinding marmer putih tersebut.
Setelah memastikan bak mandi besar itu terisi penuh dengan air hangat yang pas, Bayu melangkah keluar ke area kamar tidur.
"Bos... airnya sudah siap," kata Bayu memberi tahu, berdiri dengan sikap sopan di dekat pintu penghubung.
Mita yang sedang duduk di tepi ranjang king size miliknya menoleh sekilas. "Ambilin minuman kaleng yang bersoda dan bawa kesini," perintah Mita dengan nada suara yang terdengar santai namun mutlak.
Bayu mengangguk patuh. Dia berbalik untuk mencari keberadaan minuman tersebut. Tak perlu ke dapur, di dalam kamar ini ternyata lengkap, kata Bayu dalam hati. Matanya menangkap sebuah kulkas kecil berdesain elegan yang terletak di sudut ruangan, bersebelahan dengan mini bar. Kamar tidur yang sangat luas ini memang memiliki fasilitas bintang lima, lengkap dengan kulkas dan langsung tersambung ke kamar mandi yang luas. Desain yang sangat bagus dan dipikirkan matang-matang untuk kenyamanan pemiliknya.
Bayu membuka pintu kulkas kecil itu, mengambil satu kaleng minuman bersoda yang masih dingin dan berembun, lalu berbalik untuk mengantarkannya.
Namun... hal yang tak disangka Bayu terjadi begitu cepat di depan matanya.Tepat saat dia berbalik, Mita mulai melepaskan pakaiannya satu per satu dengan gerakan yang sangat santai, seolah keberadaan Bayu di sana tidak mengganggunya sama sekali. Dalam hitungan detik, gaun modis yang seksi itu merosot ke lantai, menyisakan pakaian dalam saja yang membungkus lekuk tubuh indahnya dengan sempurna.
Bayu tentu saja kaget setengah mati. Jantungnya berdegup kencang berkejaran dengan adrenalin. Namun, sebagai pria yang berpendidikan dan memiliki harga diri tinggi, dia langsung menundukkan pandangannya ke arah lantai marmer, sama sekali tidak berani menatap lebih lama.
Mita tahu tindakan refleks pelayan pribadinya itu. Namun, bukannya marah atau risih, dia hanya tersenyum tipis yang penuh arti. Sambil melangkah santai, kakinya yang jenjang memasuki bak mandi yang mengepulkan uap hangat. Dia pun duduk di sana, membiarkan air hangat merendam sebagian tubuhnya.
"Bawa minuman itu kesini," kata Mita dari dalam bak mandi, suaranya menggema lembut di antara dinding kamar mandi.
Bayu hanya bisa patuh pada perintah bosnya. Dengan mengembuskan napas panjang untuk menenangkan detak jantungnya, dan dengan tangan yang sedikit gemetar, dia melangkah masuk ke kamar mandi itu sembari membawa kaleng bersoda dingin di tangannya.
Walau bagaimanapun, dengan posisi Mita yang berada di dalam bak mandi terbuka, pemandangan indah itu sudah terpampang di hadapan mata Bayu saat dia mendekat. Aroma sabun aromaterapi yang wangi bercampur uap air membuat atmosfer di dalam ruangan itu terasa sangat intim dan menjebak.
Mita menerima kaleng minuman dingin tersebut, lalu mendongak menatap wajah Bayu yang tampak kaku dan memerah karena salah tingkah.
"Kenapa, Bay...?" tanya Mita dengan nada menggoda, senyum usil terukur di bibirnya yang basah. "Apa belum pernah lihat cewek mandi?"
"Emm... anu... anu, Bos..." jawab Bayu terbata-bata, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil membuang muka ke arah dinding. Ini adalah pertama kalinya setelah setahun hidup menderita dia berada di posisi seintim ini dengan wanita asing, terlebih wanita itu adalah bosnya sendiri.
"Hahaha, sudah lah..." Tawa Mita pecah, merasa sangat terhibur melihat kepolosan dan ketegangan pelayan pribadinya yang bertubuh kekar itu. Dia meneguk minuman sodanya sedikit, lalu menunjuk ke sebuah sudut di dekat bak mandi. "Kamu ambil bangku dan duduk di sini.
"Bayu tertegun. Perintah untuk duduk di dalam kamar mandi saat bosnya sedang berendam adalah ujian mental tingkat tinggi berikutnya yang harus dia hadapi malam ini.