NovelToon NovelToon
Terbangun Jadi Istri Pei

Terbangun Jadi Istri Pei

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: AnaDww

Sebuah kecelakaan membuat Alya terbangun di Dinasti Shue, ratusan tahun sebelum zamannya, dalam tubuh Shen Yueli, seorang putri bangsawan yang telah menikah dengan Pei Chanqing, jenderal dari kediaman militer.

Sebagai mahasiswi Sastra China, Alya memang mengenal sejarah negeri itu. Namun hidup di dalamnya adalah perkara berbeda.

Terlebih, pernikahan mereka bukan karena cinta, melainkan sebuah pernikahan politik antara dua kediaman militer.

Kini Alya harus belajar menjadi pengantin dari zaman kuno, sementara sang suami sama sekali tidak berniat mencintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnaDww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lima Belas — Surat Kontrak

"Apakah adik ingin membeli sesuatu?" tanya Shen Yueli sambil melangkah mendekat ke arah adiknya. Gadis itu tersenyum kikuk.

"Iya, Kak. Kami juga berencana membeli pakaian," jawab Xuer canggung.

"Oh, kalau begitu kami harus berpamitan lebih dulu," ujar Shen Yueli, melangkah keluar sembari menggandeng erat lengan Pei Chanqing.

Begitu mereka keluar dari toko, kereta kuda kepunyaan mereka telah siap di halaman. Akan tetapi, secara mengejutkan Yueli justru menggeleng dan menolak untuk langsung naik. "Kita harus pergi ke tempat lain dulu."

Pei Chanqing langsung menoleh dengan alis bertaut heran. "Ke mana?"

"Membeli makanan..." Gadis itu langsung memasang wajah cemberut. Bibirnya mengerucut ke depan, sementara matanya menyipit karena terik matahari yang menyengat kulit. "Makanan di kediaman benar-benar tidak terlalu enak di lidahku," keluhnya blak-blakan tanpa ragu.

Tidak lama kemudian, mereka tiba di sebuah rumah makan sederhana beratap kain. Aroma kaldu daging babi yang gurih dan menggugah selera langsung menyambut indra penciuman mereka, berpadu dengan pemandangan adonan tepung yang tengah digiling secara manual di dekat pintu masuk.

"Namanya apa?" tanya Yueli pelan, matanya mengedar ke sekeliling kedai yang lengang.

"Mie pipih," jawab Pei Chanqing singkat.

Tanpa membuang waktu, Yueli memanggil penjual yang sibuk di balik meja dapur. "Pak, mie pipih dua."

"Siap!"

Begitu suara dentang wajan dan alat masak mulai bersahutan diiringi pemandangan sang juru masak yang terampil mengulen dan memotong adonan. Shen Yueli mengalihkan perhatiannya. Ia menatap calon suaminya lekat-lekat dengan sebelah alis terangkat. "Apakah sesedih itu ditinggal menikah?"

Pei Chanqing mengernyitkan dahinya, terkejut dengan arah pembicaraan itu. "Maksudmu?"

"Xuer..." Yueli menghela napas pelan, nada suaranya berubah menyindir halus. "Meski aku sendiri pernah ditinggal menikah oleh tunanganku."

"Siapa?" desak Pei Chanqing cepat.

"A..." Yueli seketika bungkam, buru-buru menutup rapat mulutnya begitu sadar ia hampir keceplosan.

"Yueli, berhenti omong kosong. Aku sudah berjanji padamu semalam," tegur Pei Chanqing dengan suara rendah penuh peringatan.

"Tapi..." Yueli terdiam sejenak, menatap lurus ke mata sang jenderal sebelum melanjutkan dengan senyum penuh perhitungan. "Sepertinya jika hanya janji lisan, rasanya akan terasa kurang."

"Apalagi maumu?"

"Kontrak pernikahan."

"Kontrak pernikahan?" Pei Chanqing mengulang ucapan itu dengan nada tidak percaya. Pria itu menyipitkan mata, menatap calon istrinya lekat-lekat di balik uap panas yang mengepul dari mangkuk mie yang baru saja diantarkan oleh sang penjual. "Untuk apa kita butuh kontrak pernikahan? Kita sudah sepakat dengan ikatan ini."

Yueli mendengkus kecil. Ia mengambil sepasang sumpit kayu dan mengaduk-aduk mie pipih di depannya dengan santai. "Tentu saja untuk keamanan masing-masing. Hidup di tengah intrik bangsawan dan bayang-bayang ketidakamanan membuatku tidak bisa mempercayai janji lisan begitu saja, Tuan Jenderal."

Sebelum Pei Chanqing sempat mendebat atau memberikan pembelaan, suara dentingan mangkuk dari meja sebelah serta hiruk-pikuk kecil jalanan kota menginterupsi percakapan mereka. Yueli mengabaikannya, memilih menyuap sesumpit mie hangat ke mulutnya. Rasa kaldu gurih yang pekat seketika memanjakan lidahnya—jauh lebih berasa daripada hidangan kediaman yang hambar.

Di tengah kunyahannya, mata Yueli melirik tajam, menguji reaksi pria di hadapannya. "Bagaimana? Setuju dengan syaratku, atau kau justru takut terikat aturan tertulis dariku?"

"Apa saja yang akan di dapat?"

"Kau boleh menuliskan syarat, aku juga. Setelah itu kita setujui pasal-pasal yang dibutuhkan."

Pei Chanqing menghentikan gerakan sumpitnya, menatap lurus ke arah Yueli dengan sorot mata yang menyiratkan ketertarikan sekaligus kewaspadaan. Tawaran itu rasanya terlalu rasional untuk ukuran seorang putri bangsawan yang biasanya mengandalkan emosi atau gengsi.

"Kau serius ingin membuat dokumen hitam di atas putih untuk pernikahan kita?" tanya Pei Chanqing memastikan, suaranya sedikit merendah di tengah bisingnya kedai mie tersebut.

Yueli menelan kunyahannya, lalu meletakkan sumpitnya dengan tenang. Ia menatap sang jenderal tanpa gentar. "Tentu saja. Sebuah aliansi politik atau pernikahan perlindungan tidak akan bertahan hanya dengan dasar kepercayaan buta, Pei Gege. Jika kita terikat dalam satu perahu, maka aturan mainnya harus jelas agar tidak ada pihak yang dirugikan atau ditikam dari belakang."

Pei Chanqing terdiam sejenak. Pria itu menyandarkan punggungnya pada kursi kayu, membiarkan pikirannya menimbang-nimbang keuntungan dari usulan tersebut. Di tengah ancaman dan intrik yang kian rumit, memiliki perjanjian tertulis yang mengatur batasan, hak, serta perlindungan timbal balik sebenarnya bukan ide yang buruk. Itu bisa menjadi perisai ganda bagi kedudukan mereka.

"Baiklah," ucap Pei Chanqing akhirnya dengan nada tegas. "Malam ini, kita akan menyiapkan syarat pertamanya. Kau bisa memasukkan semua syarat dan jaminan yang kau inginkan."

Yueli tersenyum tipis, merasa puas karena negosiasi kecil ini berjalan sesuai dengan rencananya. Ia kembali mengambil sumpitnya dan melanjutkan makan. "Bagus. Kuharap Tuan Jenderal tidak keberatan jika syaratku nanti sedikit merepotkan."

...----------------...

1
Biyan Narendra
jangan jangan ada kaitannya dgn Xuer..
udah susah makin susah ini mah
Quinza Azalea
terimakasih othor💪
Biyan Narendra
Karma yg tak salah tempat
Ana Dww: Karena bawa alamat asli kak
total 1 replies
Biyan Narendra
Ketika takdir berpihak dengan benar
Ana Dww: 👻 takdir selalu menemukan jalan pulang
total 1 replies
Quinza Azalea
next
Ana Dww: Cuss update kak, sabar lagi direview❣️
total 1 replies
Quinza Azalea
bagus
Quinza Azalea
di tunggu upnya thor💪
Ana Dww: Hai kak ❣️ Harap bersabar malam ini aku up yaa
total 1 replies
Biyan Narendra
Xuer kurang cerdas
Akhirnya terjebak ambisi sendiri
Ana Dww: Orang tamak memang harus dihajar
total 1 replies
Biyan Narendra
Insting tajam seorang Yueli
Ana Dww: harus donggg,
total 1 replies
Biyan Narendra
cinta yg tumbuh karena saling memanfaatkan
Ana Dww: Kita butuh simbiosis mutualisme
total 1 replies
Biyan Narendra
Xuer..
Berharap jadi selir atau gimana..
etdaaah
Ana Dww: dia mau jadi.......
total 1 replies
Biyan Narendra
Bikin kontrak perjanjian pernikahan segala
🤭🤭🤭🤭
Ana Dww: Biar gak rugi" amat nikah sama orang dengan masa depan 10 selir 🤣🤣🤣
total 1 replies
Biyan Narendra
Udah kayak artis kita ga sih
🤣🤣
Ana Dww: Siapa oiii
total 1 replies
Biyan Narendra
Banyak pertunjukkan drama dari dua wanita saingan Yueli
Ana Dww: Cusss kak, baca selanjutnyaaaa😂 Meski perjalanan kapal ini seperti belum lepas landas. Semoga kalian yang bacakuat buat slowburnnya yaaa...
total 1 replies
Biyan Narendra
bonus vote
Ana Dww: ❣️ Terimakasih banyak atas dukungannya
total 1 replies
Biyan Narendra
Author mau lgi
🤭🤭🤭
Ana Dww: Sabar kakkkk👻👻👻 Ntar aku update pantengin yaaa
total 1 replies
Biyan Narendra
next thor
seruuu
Ana Dww: Siappp kakkk
total 1 replies
Biyan Narendra
next thor
Ana Dww: Hai kak, selamat mampir lagi ke cerita baruku❣️Siappp gass
total 1 replies
Pa Muhsid
uget uget dan ulat burik mulai menampakan wujud nyata untuk berubah jadi siluman rubah
Ana Dww: 🤣Betul Juga
total 3 replies
Arix Zhufa
wanita cerdas...persetan dengan cinta yg penting duit😄
Ana Dww: Pokoknya duiiitttt
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!