NovelToon NovelToon
PEWARIS KEKUATAN SEJATI

PEWARIS KEKUATAN SEJATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

“Ketika aku masih menjadi Tuan Muda, kalian semua menghormatiku. Namun, setelah dantianku hancur, bahkan keluargaku sendiri menganggapku sampah.”

“Aku telah mengorbankan segalanya untuk kalian. Apakah penghinaan dan pengkhianatan ini balasan yang pantas kuterima?”

Dikhianati sekte, dihina keluarga, dan ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, Qin Xuan kehilangan segalanya.

Namun, ketika semua orang menganggapnya tidak berguna, sebuah pagoda misterius justru memilihnya sebagai penguasa.

Mereka telah menghancurkan hidupnya. Kini, Qin Xuan akan membuktikan bahwa mereka telah meremehkan orang yang salah.

🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Kekuatan Sembilan Puluh Sembilan Banteng

Enam prajurit batu kembali mengepung Qin Xuan. Senjata mereka bergerak hampir bersamaan, tidak memberinya kesempatan untuk mengatur serangan. Namun, setelah mengalami benturan sebelumnya, Qin Xuan justru semakin bersemangat.

Luka-luka di tubuhnya mulai menutup dengan kecepatan yang terlihat jelas. Tubuh Dewa Segala Hukum miliknya telah dibangkitkan, kemudian diperkuat oleh Darah Dao peninggalan Penguasa Menara terdahulu dan Darah Sejati Iblis Pedang. Ketangguhannya jauh melampaui pendekar lain pada tingkat kultivasi yang sama.

Seandainya pendekar Alam Bela Diri Sejati biasa menerima empat serangan seperti tadi secara bersamaan, kemungkinan besar ia sudah tewas.

Qin Xuan mengepalkan kedua tangannya. Energi darah mengalir deras, membangkitkan sembilan puluh sembilan bayangan banteng yang memenuhi udara di belakangnya.

Keenam prajurit batu menerjang.

Kali ini, Qin Xuan tidak menunggu mereka mendekat. Ia melangkah maju dan menghantam prajurit pembawa tombak dengan tinjunya. Tubuh batu itu terpental, tetapi prajurit lain segera menggantikannya.

Pertarungan berlangsung semakin sengit. Setiap kali senjata mengenai tubuh Qin Xuan, luka yang ditimbulkannya segera pulih. Sebaliknya, setiap pukulan Qin Xuan mampu melemparkan lawannya beberapa meter.

Di sisi lain aula, Nalan Qingcheng masih bertarung melawan enam prajurit batunya sendiri.

Dengan kekuatan delapan puluh satu gajah dan berbagai teknik bela diri tingkat Bumi, ia berhasil memperoleh sedikit keunggulan. Namun, keenam lawannya juga memiliki kekuatan yang hampir menyamai dirinya.

Nalan Qingcheng mengetahui asal-usul prajurit tersebut. Mereka bukan sekadar patung yang diberi kekuatan, melainkan perwujudan para jenius dari masa lalu yang pernah berhasil melewati Ujian Pengukuhan Raja.

Masing-masing memiliki kemampuan luar biasa pada tingkat kultivasinya.

Itulah sebabnya peserta hanya diwajibkan bertahan selama lima belas menit. Jika pertarungan berlangsung terlalu lama, bahkan seorang jenius yang telah memperoleh gelar Raja bisa tewas dikeroyok enam lawan sekaligus.

Nalan Qingcheng telah bertarung selama setengah jam tanpa menunjukkan tanda kehabisan energi. Fondasi kultivasinya sangat kuat sehingga ia masih mampu menggunakan berbagai teknik tingkat Bumi secara berulang.

Ketika memperoleh kesempatan, ia melirik ke arah Qin Xuan.

Awalnya, ia hanya ingin mengetahui apakah pemuda itu masih mampu bertahan. Namun, pemandangan di hadapannya membuat gerakan tombaknya hampir terhenti.

Dia masih berada di Alam Bela Diri Sejati?

Baru sekarang Nalan Qingcheng menyadari tingkat kultivasi Qin Xuan yang sebenarnya.

Yang lebih mengejutkan, pemuda itu mampu menghadapi keenam prajurit batu tanpa menggunakan teknik bela diri. Bahkan setelah menerima serangan bersama, luka-lukanya tidak bertahan lama.

Ketika melihat sembilan puluh sembilan bayangan banteng di belakang Qin Xuan, mata Nalan Qingcheng membelalak.

“Sembilan puluh sembilan banteng?”

Ia hampir tidak mempercayai penglihatannya.

Pada masa ketika masih berada di Alam Bela Diri Sejati, Nalan Qingcheng sendiri hanya mencapai sembilan puluh banteng. Pencapaian itu sudah membuatnya termasuk jenius terbaik di Ibu Kota Tanah Tandus.

Namun, Qin Xuan telah mencapai batas Sebelas-Sembilan, tingkat kekuatan kesebelas yang setara dengan sembilan puluh sembilan banteng.

Dari mana sebenarnya pemuda ini berasal?

Nalan Qingcheng semakin terkejut ketika melihat Qin Xuan mulai menekan keenam lawannya.

Dengan satu tendangan, Qin Xuan menjatuhkan seorang prajurit batu. Ia kemudian menginjak tubuh prajurit itu hingga tidak mampu bangkit, sementara kedua tangannya masing-masing mencengkeram seorang prajurit lain.

Tanpa ragu, Qin Xuan mengangkat kedua tubuh batu tersebut dan mengayunkannya seperti senjata.

Benturan keras mengguncang aula ketika tiga prajurit yang tersisa dihantam oleh rekan mereka sendiri.

Nalan Qingcheng terdiam.

Ia sebelumnya menganggap kemampuan Qin Xuan sangat tinggi. Namun, melihat pemuda itu menggunakan prajurit batu sebagai senjata membuatnya menyadari bahwa penilaiannya masih terlalu rendah.

Jika tidak sedang bertarung, ia ingin segera menanyakan asal-usul Qin Xuan.

Namun, tepat ketika pemikiran itu muncul, aura keenam prajurit di hadapannya tiba-tiba meningkat tajam.

Senjata mereka memancarkan cahaya menyilaukan. Energi alam di sekitar aula mengalir deras menuju tubuh masing-masing prajurit.

Wajah Nalan Qingcheng langsung berubah.

Teknik bela diri tingkat Bumi!

Keenam prajurit itu akhirnya mulai menggunakan teknik mereka.

Nalan Qingcheng segera mengerahkan teknik pertahanan, serangan, dan gerakan secara bersamaan. Ia tidak berani lagi menerima serangan secara langsung karena kekuatan lawan-lawannya kini meningkat hampir dua kali lipat.

Pada saat yang sama, Qin Xuan menghadapi perubahan serupa.

Tiga prajurit yang sebelumnya berhasil ditekan melepaskan diri. Keenamnya kemudian mengerahkan teknik bela diri tingkat Bumi, membuat energi alam di sekeliling mereka bergolak hebat.

Qin Xuan menyipitkan mata.

Jika hanya mengandalkan kekuatan tubuh, ia masih yakin mampu menghadapi mereka. Namun, serangan enam teknik tingkat Bumi secara bersamaan dapat menimbulkan luka serius, bahkan pada Tubuh Dewa Segala Hukum miliknya.

Ia segera menggunakan Langkah Bintang Ilusi, teknik gerakan tingkat Mendalam kelas menengah milik Sekte Bintang Langit.

Tubuh Qin Xuan berkelebat, lalu menghilang dari posisi semula.

Teknik itu memungkinkannya bergerak cepat dalam garis lurus sekaligus mengubah arah berkali-kali dalam ruang sempit. Dahulu, Qin Xuan mengandalkannya untuk menyelesaikan berbagai misi pembunuhan.

Sayangnya, keenam prajurit batu juga memiliki teknik gerakan yang lebih tinggi.

Mereka terus mengejarnya, sementara serangan masing-masing tetap mengarah tepat ke tubuh Qin Xuan.

Setelah beberapa kali menghindar, Qin Xuan menyadari bahwa ia tidak bisa terus mengandalkan kecepatan.

Ia segera mengeluarkan Pedang Iblis Hitam dari Pagoda Pemakaman Langit.

“Teknik Pedang Gelombang Api, Jurus Pertama!”

Energi alam di seluruh aula tiba-tiba bergolak.

Sebelumnya, sebagian besar energi di sekitar Qin Xuan telah ditarik oleh keenam prajurit batu. Namun, ketika ia mengerahkan jurus pedangnya, hampir sepertiga energi tersebut berbalik mengalir menuju Pedang Iblis Hitam.

Api hitam menyala di sepanjang bilah pedang, lalu membesar menjadi kobaran dahsyat. Panasnya membuat udara di sekeliling Qin Xuan tampak bergetar.

Ia mengayunkan pedangnya ke depan.

Gelombang api hitam sepanjang sekitar lima belas meter melesat dan menghantam keenam serangan lawannya.

Ledakan mengerikan mengguncang aula.

Energi penghancur menyebar hingga ratusan meter, jauh melampaui benturan pendekar Alam Bintang Langit biasa. Namun, aula kuno tersebut tetap utuh karena dilindungi kekuatan misterius.

Ketika cahaya ledakan menghilang, Qin Xuan masih berdiri.

Tubuhnya dipenuhi bekas terbakar, tetapi luka-luka itu hanya berada di permukaan kulit dan mulai pulih dengan cepat.

Sebaliknya, keenam prajurit batu telah terpental ke berbagai arah.

“Bagus!”

Mata Qin Xuan berbinar. Sudah lama ia tidak merasakan pertarungan yang membuatnya begitu bersemangat.

Ia bersiap menyerang kembali, tetapi keenam prajurit itu justru berhenti bergerak.

Qin Xuan mengerutkan kening.

Sebelum ia sempat memahami keadaan, suara dingin kembali bergema dari seluruh penjuru aula.

“Selamat, peserta. Kau berhasil melewati Ujian Pengukuhan Raja.”

Qin Xuan tertegun sesaat.

Lima belas menit sudah berlalu?

Ia menghela napas dengan sedikit penyesalan. Keenam prajurit batu telah mundur dan kembali berubah menjadi patung raksasa.

Ketika menoleh ke arah Nalan Qingcheng, Qin Xuan melihat gadis itu juga telah menyelesaikan ujiannya.

Namun, keadaannya jauh lebih buruk.

Nalan Qingcheng berlutut dengan satu kaki sambil bertumpu pada tombak peraknya. Zirah merahnya berlumuran darah, sementara darah segar masih mengalir dari sudut bibirnya.

Ia mengeluarkan sebuah pil penyembuh dari botol kecil. Begitu tutupnya dibuka, aroma obat yang sangat kuat menyebar ke seluruh aula.

Qin Xuan yang berdiri cukup jauh bahkan merasakan energinya sedikit meningkat setelah menghirup aroma tersebut.

Pil sebagus itu pasti sangat berharga.

Tiba-tiba, ia teringat Ling'er.

Kalau Ling'er meminum pil seperti itu, apakah kondisinya bisa pulih tanpa Pil Pemulih Roh?

Sementara Qin Xuan memikirkannya, Nalan Qingcheng telah menelan pil tersebut. Wajahnya yang pucat perlahan kembali berwarna, dan luka-lukanya pulih dengan cepat.

Setelah memulihkan sebagian besar kekuatannya, ia bangkit dan berjalan menghampiri Qin Xuan.

Ketika melihat pemuda itu hampir tidak memiliki luka, sorot matanya menunjukkan kekaguman sekaligus perasaan yang sulit dijelaskan.

“Kau jauh lebih kuat daripada yang kubayangkan,” katanya dengan tulus.

“Aku tidak menyangka ada pendekar Alam Bela Diri Sejati yang mampu mencapai batas Sebelas-Sembilan.”

Qin Xuan tersenyum tipis. “Kau juga luar biasa. Pada usia yang tidak jauh berbeda denganku, kau sudah mencapai Alam Bintang Langit dengan kekuatan delapan puluh satu gajah.”

Nalan Qingcheng menggeleng pelan.

Baginya, tingkat kultivasi yang lebih tinggi belum tentu membuktikan bakat yang lebih besar. Para jenius sejati justru berusaha memperkuat setiap alam hingga mencapai batas tertingginya sebelum menerobos ke alam berikutnya.

Ia hanya menyayangkan bahwa Qin Xuan masih berada di Alam Bela Diri Sejati.

Seandainya mereka berada pada alam yang sama, Nalan Qingcheng sungguh ingin mengujinya dalam pertarungan.

......................

Bersambung...

1
ibarumbung
karya yang bagus
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Jujun Adnin
lagi
syarif ibrahim
lanjut menjadi kuat dan bisa buat pil tingkatan tertinggi💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Maju terus 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees boos 🌽🔥
Gege Mas
gasss Thor..10k kata sekali update...
Otna Forever: Asiaaaaap, bentar bosku 🙏
total 1 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🌽🔥
Adek Darmansyah
Gasss up ny thor
Otna Forever: Asiaaaaap nti bntar aku up lagi 🙏
total 1 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Taktik jitu🌽🔥
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!