NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Penyelamat / Tamat
Popularitas:46.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Arif Wicaksono, pewaris ilmu medis kuno dan ketua organisasi rahasia Biro Akasa, turun gunung hanya untuk dihina dan ditolak mentah-mentah saat menagih janji perjodohan dari Keluarga Baskoro. Namun, nasib justru membawanya bertunangan dengan Shinta Liem, gadis bawel berenergi Yin murni penawar racun di tubuhnya, sekaligus memulai perjalanannya membuat orang-orang sombong yang meremehkannya berlutut menangis darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Duagh! Plak! Brak!

Setiap kali ada tangan atau tongkat yang mendekat, Arif menangkis dan membalasnya dalam hitungan kedipan mata.

Suara tulang retak dan rintihan kesakitan mulai mendominasi halaman depan Keluarga Liem yang asri itu.

Hanya butuh waktu kurang dari dua menit, puluhan pengawal elit itu sudah terkapar tak berdaya mengerang di tanah.

Rizki dan Hana melotot ngeri melihat pasukan andalan mereka dibantai dengan sangat mudah seperti lalat.

Lutut Rizki mulai bergetar hebat saat melihat Arif berjalan pelan menghampirinya.

"K-kau... kau monster apa sebenarnya?!" gagap Rizki mundur beberapa langkah ketakutan.

"Jangan mendekat! Aku ini pewaris Grup Mahakarya, aku bisa menghancurkan hidupmu dalam semalam!"

Plak!

Satu tamparan super keras langsung mendarat di pipi kiri Rizki tanpa ampun.

Kekuatan tamparan itu begitu besar hingga tubuh Rizki berputar di udara sebelum membentur tanah dengan keras.

Bruk!

"Arghhh!" jerit Rizki memegangi rahangnya yang terasa seperti remuk redam.

Darah segar mengalir dari sudut bibirnya, dan dua giginya copot jatuh ke atas rumput.

"Suamiku!" teriak Hana histeris dan langsung berlutut memeluk Rizki yang merintih kesakitan.

Hana mendongak dan menatap Arif dengan mata melotot penuh kebencian bercampur ketakutan yang luar biasa.

"Beraninya kau memukul suamiku! Aku akan menuntutmu ke penjara dasar gembel sialan!" ancam Hana menangis.

Arif menundukkan pandangannya menatap Hana dengan tatapan yang sangat merendahkan bagai melihat serangga.

"Kau masih belum paham juga ya, Nona Baskoro yang sombong," ucap Arif dengan nada sangat dingin.

Arif berjongkok sedikit agar wajahnya sejajar dengan Hana yang sedang bergetar ketakutan.

"Uangmu, kekuasaanmu, dan Grup Mahakarya milik suamimu itu tidak ada harganya sama sekali di mataku."

"Ayahmu sedang membusuk dari dalam, dan tidak ada satu pun dokter di dunia ini yang bisa menghentikannya selain aku."

"Hari ini adalah hari ketiga."

Hana menelan ludahnya dengan susah payah, ancaman kematian itu terasa sangat nyata dan mencekik lehernya sekarang.

"Sisa dua hari lagi, dan ayahmu akan berubah menjadi tumpukan daging busuk yang menyedihkan."

"Saat hari itu tiba, ingat baik-baik janjiku," bisik Arif dengan suara menyerupai bisikan iblis pencabut nyawa.

"Kau akan merangkak dari gerbang depan rumahmu sampai ke kakiku, memohon padaku sambil menangis darah."

Arif berdiri kembali dan menendang pelan koper berisi uang seratus miliar itu.

Brak!

Koper itu terbalik dan tumpukan uangnya berserakan tertiup angin di atas rumput basah.

"Bawa kembali kertas sampahmu ini dan pergi dari hadapanku sebelum aku mematahkan leher suamimu."

Rizki yang masih menahan sakit di rahangnya langsung merangkak mundur dengan panik.

"A-ayo pergi Hana! Pria ini orang gila! Dia benar-benar monster!" rintih Rizki menarik kasar tangan istrinya.

Hana sudah tidak peduli lagi dengan gengsinya, dia buru-buru membantu suaminya berdiri tertatih.

Tanpa mempedulikan pengawal mereka yang masih merintih di tanah, pasangan suami istri itu lari terbirit-birit masuk ke dalam mobil.

Brummm!

Mobil mewah mereka melesat pergi dengan kecepatan penuh meninggalkan halaman Keluarga Liem dengan ekor di antara kedua kaki.

Para pengawal yang tersisa juga segera memaksakan diri untuk bangun dan kabur mengikuti bos mereka yang pengecut.

Halaman rumah itu kembali sunyi dalam waktu singkat, menyisakan tumpukan uang seratus miliar yang dibiarkan berserakan.

Arif menepuk-nepuk tangannya seolah baru saja memegang barang yang sangat kotor dan menjijikkan.

Dia menoleh ke arah keluarga Liem yang sejak tadi berdiri mematung menyaksikan kejadian mendebarkan itu.

Surya Liem menelan ludahnya takjub, sementara Nana menatap Arif dengan kekaguman yang semakin dalam.

Sedangkan Shinta, gadis cerewet itu masih menutup mulutnya dengan kedua tangan karena sangat syok melihat kehebatan pemuda itu.

"Maaf membuat keributan di pagi hari, nanti biar aku yang membersihkan uang sampah ini," ucap Arif memecah keheningan.

"Ah! T-tidak perlu Tuan Arif, biar pelayan saja yang membersihkannya dan menyumbangkannya ke panti asuhan," jawab Surya Liem gelagapan sadar dari lamunannya.

Arif mengangguk pelan lalu berjalan kembali menuju teras samping untuk melanjutkan minum tehnya yang tertunda.

Saat dia melewati Shinta, pemuda itu sengaja menghentikan langkahnya sejenak.

"Kenapa kau diam saja Nona cerewet? Tumben sekali mulutmu tidak berkicau menyindirku hari ini," goda Arif menyeringai tipis.

Shinta langsung gelagapan dan wajahnya seketika merona merah padam tertangkap basah sedang terpesona.

Jantung gadis itu berdegup sangat kencang, bayangan Arif yang menghajar puluhan pria tadi terus berputar di otaknya seperti film aksi.

"S-siapa yang diam?! Aku cuma kaget melihat ada orang yang bertingkah lebih buas dari kera gunung!" bantah Shinta membuang muka menyembunyikan malunya.

"Lagi pula, gaya bertarungmu tadi itu jelek sekali! Tidak ada estetikanya sama sekali seperti di film!"

Arif tertawa pelan mendengar alasan bodoh dan gengsi selangit dari gadis tsundere itu.

"Terserah kau saja, yang penting kera buas ini adalah calon suamimu," bisik Arif tepat di telinga Shinta sebelum berlalu pergi.

Blush!

Wajah Shinta langsung memanas hebat hingga merambat ke daun telinganya.

"D-dasar udik mesum gila! Siapa juga yang mau jadi istrimu!" jerit Shinta sambil menghentakkan kakinya kesal ke lantai teras.

Namun, saat melihat punggung tegap Arif yang perlahan menjauh, Shinta tidak bisa berbohong pada dirinya sendiri.

Pemuda lusuh yang dia benci di awal pertemuan itu, ternyata memiliki pesona luar biasa yang pelan-pelan mulai membuat hatinya bergetar.

Nana yang berdiri di dekatnya hanya bisa tersenyum penuh arti melihat tingkah adiknya yang salah tingkah.

"Sepertinya dinding es di hati adik kecilku mulai meleleh," batin Nana menggoda adiknya dalam hati.

Sementara itu, waktu untuk Keluarga Baskoro terus berjalan mendekati ujung jurang kehancuran tanpa ampun.

Kutukan lima hari itu perlahan tapi pasti mulai merenggut kewarasan dan kekayaan mereka.

1
brajamusti
pertanyaan yg sama yg ga bisa dijawab.. asuuuuu
Utuh Gelapung
shinta mati cari pacar baru.gitu aja repot.repot aja gk gitu.
kiyoe: kan Shinta yang punya energi yin murni kak
total 1 replies
Was pray
gak bisa apa-apa ngeyelan lagi, cewek begini kok dipiara
Was pray
alur cerita mengupas tuntas kecerobohan dan dampak percaya diri yg berlebihan dari Arif dan kebohongan tingkat dewa shinta
Abady Ehm
kalo sudah perempuan ikut campur, hancurlah semuanya, dasar cerita sampah,.....
Night Watcher
kan didepan matamu arya... kok "kudengar"?... haddduhhhh.. ni cerita minta diapain ya...?
hapus ajalah.. cerita asal tulis ini mah..🤦
Night Watcher
ini lagi... macan putih dan naga hitam kan suruhan reyhan bambang...
Night Watcher
kata suster "jangan kena air dulu dua hari", tapi mau dikompres...🤦
Night Watcher
yg mahasiswa baru kan arya, kok malah dia ngatain arif mhsw baru?🤦
Night Watcher
lah.. jelas² duduk di kursi sampingnya, masih ditanya "teman sekelas?"
ini di kantin atau di mana?
Night Watcher
gelar master itu apa gak S2 atau ditempuh setelah lulus S1 ya?
kok kembali ke...
duh bingung aku... gak pernah makan bangku kuliah sih...🤭🤭
Night Watcher
cerita dunia bawah tanah...
menyerahkan musuhnya ke pihak berwajib??? khaaahhhh..!!!
Night Watcher
ada ya jalan tol macet?😇
Night Watcher
perasaan sebelumnya reyhan dkk br muncul dr pintu kantin, tau² udah ada makanan yg penuh saus...
Was pray
kok lama lama bosan ya baca cerita ini.....
Abady Ehm
lama lama kok seperti cerita sampah ini, mana pasukan bayangan malam pelindung keluarga?....
Abady Ehm
mantap ceritanya, lanjut Thor, aku suka kata kata yg sebenarnya, gak dibuat buat,...
Risman Caniago
sekolah aja nggak pernah.....tau2 kuliah.....halu cerita nya lebih mirip dongeng bobok balita..... nggak ada bobot nih cerita.....
Adelina Lin
Saya gk suka dengan sifat Sinta yang selalu memanggil arif, dengan udik, ganti panggilan Sinta ke si arif, jangan dipanggil udik si arifnya
Was pray: Arif dan Shinta cocok jadi pasangan... yg laki laki bermulut pedas dan sering tertipu oleh truk murahan musuh2 nya, sedangkan yg wanita gak menghargai calon suaminya.... masak manggil calon suami udik. .dibilang bodoh kok statusnya mahasiswi tapi mau bilang cerdas tapi pemikirannya kayak bukan mahasiswa. ..... 😄😄
total 2 replies
kiyoe
iyaa kak biar cerita nya menantang hehe tapi next nya udah clear kok pasti
Was pray: bukan bikin cerita lebih menantang Thor, tapi menunjukan kelemahan fatal Arif yang katanya agoan tapi kenyataan nol besar... dan itu jadi alur cerita yg membosankan, segala sepak terjangnya cuma bikin orang2 terdekatnya jadi kurban
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!