NovelToon NovelToon
Goresan Takdir

Goresan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:46.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Dikhianati oleh pria yang sangat ia cintai demi sebuah tahta, membuat Ningmas Danastri Kartawidjaja benar-benar terluka.
Dibawah aturan keluarga, Raden Dwipa Soeradiningrat, tak bisa berbuat apa-apa demi tahta sebagai pewaris dari Trah Soeradiningrat. Ia bahkan harus kehilangan Ningmas Danastri yang sangat ia cintai.
Namun, takdir justru membawa Ningmas Danastri ke arah yang tak disangka-sangka. Karena keterpurukannya, ia justru tanpa sadar menghabiskan malam dengan pria yang memiliki hubungan dekat dengan mantan kekasihnya.
Selain itu, satu persatu rahasia dua Trah (Trah Soeradiningrat dan Trah Kartawidjaja) yang tak pernah akur pun terbuka. Hal yang menyebabkan dua generasi terakhir selalu bersitegang itu, ternyata karena ada masa lalu yang masih belum selesai.
Bagaimanakah kelanjutan hidup Ningmas Danastri Kartawidjaja?
Akankah ia jatuh cinta pada orang yang tepat?
Apakah rahasia masa lalu dari dua keluarga yang masih belum tuntas?
Simak terus keseruan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Belenggu Kesedihan

"Kamu ndak mau ikut ke acara pertunangan Raden Dwipa dan Serayu, Nduk?" Tanya Ratri -Ibunda Astri.

Ratri Sriasih, menghampiri putrinya yang sedang berada di dalam kamar. Wanita yang masih tampak cantik di usianya yang hampir menginjak kepala lima itu, duduk di tepi ranjang tempat Astri merebahkan diri,

"Astri sedang tidak enak badan, Bu. Bapak dan Ibu saja yang datang." Jawab Astri yang kemudian duduk di sebelah Ibunya.

"Ada apa, Nduk? Apa ada masalah antara kamu dan Raden Dwipa sampai-sampai kalian mengakhiri kerjasama? Setau ibu, kalian berdua cukup dekat." tanya Ratri.

Ratri memang mengetahui kedekatan antara Astri dan Raden Dwipa karena pekerjaan mereka. Namun, kelurga mereka tetap tak ada yang mengetahui jika Astri dan Raden Dwipa memiliki hubungan yang lebih dari itu.

"Tidak, Ibu. Aku dan Raden Dwipa baik-baik saja. Masalah kerjasama juga, berakhir karena sudah waktunya dan aku tidak berniat untuk memperpanjang kontraknya. Aku hanya sedang tidak enak badan karena kelelahan." Jawab Astri yang tentu aja sedang berdusta.

Bagaimana bisa ia datang ke acara pertunangan pria yang masih memiliki tempat khusus di hatinya itu. Meskipun Astri berusaha untuk mengikhlaskan, namun tetap saja akan terasa sangat menyakitkan jika melihat Raden Dwipa akhirnya melamar gadis lain secara resmi.

"Yasudah, beristirahatlah, Nduk. Bapak dan Ibu akan datang bertiga dengan Tirta -Adik Astri." ujar Ratri.

"Iya, Bu. Hati-hati ya, Bu." Jawab Astri yang dengan susah payah menyunggingkan senyumannya.

"Jangan sungkan untuk cerita pada Ibu kalau ada masalah yang mengganggumu." Kata Ratri yang dijawab anggukan oleh Astri.

Sepeninggal Bapak, Ibu dan Adiknya, Astri berjalan keluar dari kamarnya. Ia duduk sendirian di kursi yang ada di Pendopo yang terletak di bagian samping rumahnya. Netranya menatap lurus kedepan, sementara pikirannya melayang pada sosok Raden Dwipa yang sedang melangsungkan pertunangannya dengan Serayu Manika Jayanegara, putri dari Gubernur yang sedang menjabat saat ini.

Pernikahan atara Raden Dwipa dan Serayu itu, tentu untuk memperkuat kedudukan Trah Soeradiningrat. Selain itu, Kamandanu Jayanegara juga membutuhkan dukungan dari Trah Soeradiningrat untuk maju ke pemilihan Gubernur tahun depan.

"Mereka memang cocok." Lirih Astri yang masih membayangkan Raden Dwipa bersanding dengan sosok Serayu.

"Pernikahan politik ini memang cocok untuk mereka yang haus akan tahta dan kekuasaan. Imbuhnya yang masih bermonolog.

Bayangan kebersamaannya dengan Raden Dwipa kembali berputar di benaknya. Semakin ia ingin melupakan Raden Dwipa, justru hatinya semakin terasa sakit. Kenangan bersama Raden Dwipa pun justru semakin banyak muncul diingatannya.

Hingga kedua orang tua dan adiknya kembali, Astri masih saja berada di tempatnya duduk. Namun, perhatiannya teralih ketika mendengar suara salah satu Asisten Rumah Tangga yang menghampirinya.

"Den Ayu, ada Raden Mas Dwipa." Ujarnya yang membuat Astri tersentak kaget.

Astri langsung menoleh ke arah sumber suara dan melihat Raden Dwipa ada di belakang ARTnya. Setelah menyampaikan hal itu, ART Astri pun pergi, membiarkan Raden Dwipa dan Den Ayunya berbicara di Pendopo.

"Kamu sudah gila, Raden Dwipa? Kenapa kamu malah kesini?" Tanya Astri dengan wajah yang masih saja terkejut.

"Aku rindu kamu, Astri. Sudah satu minggu Mas tidak menemui kamu. Kamu pun tidak pernah membalas pesan atau mengangkat panggilan telfon Mas." Jawab Raden Dwipa. Sorot matanya menunjukkan rasa sakit dan kerinduan yang bersamaan.

Perlahan, ia melangkah mendekati gadisnya yang masih mematung di tempat. Meskipun akhir-akhri ini ia selalu menolak saat Raden Dwipa ingin menemuinya, namun, Astri tak memungkiri jika masih menyimpan rindu yang sama pada pria di hadapannya ini.

"Jangan seperti ini, Sayang. Mas gak bisa jauh dari kamu. Rasanya Mas hampir gila satu minggu ini." Ujar Raden Dwipa yang melangkah untuk mendekati Astri.

"Berhenti disitu!" Kata Astri dengan tegas dan penuh penekanan. Ia mengacungkan jari telunjuknya ke arah Raden Dwipa.

"Kamu baru saja melakukan pertunangan, Raden. Gak pantas kalau kamu ada di sini sekarang. Apa lagi mendekatiku yang merupakan wanita lain." Ujar Astri yang dengan sekuat tenaga menahan emosinya agar suaranya tak bergetar.

Ia berusaha mati-matian untuk kuat di hadapan Raden Dwipa. Ia berusaha menunjukkan ketegasan dan tekadnya untu tak kembali pada Pria yang sudah menjadi milik wanita lain secara remi itu.

Tidak! Ia tak boleh goyah, meskipun merasa rindu. Ia harus tetap pada prinsip dan ketegasannya untuk tak lagi berhubungan dengan Raden Dwipa.

"Kamu bukan wanita lain, Astri. Kamu adalah wanitaku." Jawab Raden Dwipa.

"Bukan, Raden! Aku bukan lagi wanitamu!" Sergah Astri.

"Astri, cobalah mengerti posisi Mas. Tolong jangan seperti ini. Tetaplah menjadi Astri yang selalu mencintai Mas. Tak bisakah kamu menurunkan sedikit egomu dan melihat perjuanganku?" Tanya Raden Dwipa yang berusaha membujuk Astri.

"Menurunkan ego, katamu? Aku menurunkan egoku dengan memilih untuk melepaskanmu, Raden Mas Dwipa." Jawab Astri.

"Apa kamu tidak memikirkan perasaan Mas, Astri?" Tanya Raden Dwipa.

"Raden sendiri bagaimana? Apa Raden memikirkan aku di saat mengambil keputusan untuk menikahi wanita lain yang dipilih oleh kedua orang tua Raden?" Tanya Astri yang berhasil membungkam Raden Dwipa.

"Ini semua demi kita, Astri. Disaat posisi Mas sudah stabil, Mas akan lakukan apapun dan memberikan apapun untukmu." Sergah Raden Dwipa lagi.

"Bukan untukku, Raden. Ini semua untukmu dan keluargamu. Aku tidak memiliki keuntungan sama sekali pada masalah ini. Aku tak haus tahta seperti kamu." Sahut Astri.

Sejenak, suasana disana begitu hening. Namun, emosi yang membalut suasana, masih kental terasa. Raden Dwipa masih berdiri di tempatnya, menatap punggung Astri yang baru saja berbalik dan memunggunginya.

"Pulang lah, Raden, ini sudah malam. Aku tidak mau Pakde Broto dan Bude Marini salah paham denganku jika mengetahui Raden ada di sini setelah bertunangan dengan Serayu." Ujar Astri dengan suara yang mulai stabil.

"Mereka semua tau jika kita bekerjasama dalam bisnis, Astri." Jawab Raden Dwipa.

"Tidak, Raden. Kerjasama kita sudah resmi berakhir kemarin." Kata Astri yang kembali mengingatkan Raden Dwipa jika kerja sama mereka sudah resmi berakhir.

"Maka dari itu, aku mohon pulanglah. Aku tidak ingin Trah Soeradiningrat dan Trah Kartawidjaja kembali bersitegang." Pinta Astri dengan penuh permohonan.

Meskipun berat, pada akhirnya Raden Dwipa meninggalkan Pendopo setelah berpamitan singkat dengan Cintanya yang masih berada di Pendopo itu.

Astri kembali terduduk di kursi. Air matanya kembali mengalir deras setelah Raden Dwipa pergi. Hatinya sangat sakit, ia benar-benar rapuh saat ini.

Raden Dwipa yang terus memohon padanya seperti itu, sempat membuat keyakinannya goyah. Namun, Astri harus tetap berpegang pada apa yang sudah ia putuskan.

"Jangan pernah temui aku lagi, Raden Mas Dwipa. Aku mohon..." Lirih Astri di tengah isak tangisnya.

1
Santi Seminar
panas membara
Fisca vis vis
novel ini bnyak adegan mantap2nya 🤣, mngkin karna raden daksa pak duda sndiri di bnding tokoh novel yg lain jdi dibuat beda 🤣🤣🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
novel yang ini lebih byk adetan mantap2nya dr yang sebelum nya. pasangan hp mereka.
Rahmawati
hareudang hareudang
Nyai Aksara 👩‍🦯
Ealah, kenapa gini terus adrgannya
This Is Me
Jadi kepikiran, apakah Yg dikandung istrinya itu anak Dwipa?
🤔🤔
ika
Peh ...
othor kie...🤣😄
Sukarti Wijaya
cuaca sudah panas tambah panas...🤭😄🤣
Intan Nurwulan
Hareudang gini ka othor,,jdi pengen honeymoon lg😂😍
citraalief
fanasss oeyyyy.... fanasss...🤣🤣🤣 maternuwun Kak sampun up seng puanass... puanassss🥰🙏
Reni Setia
hot hot haredang 😄😄
citraalief
😘 Semangat Up Kakk👍🙏💪
Nur Wakidah
pasangan teruwuuuuu😍😍😍😄😄😄
Rahmawati
itulah rasa iri timbul karna ketidakadilan, , tambah lope lope deh sama raden daksa
This Is Me
Astri & Daksa pasti jadi pasangan ortu idaman 🩷🩷
Rahmawati
astri. harus rajin olahraga biar bisa ngimbangi raden Daksa yg sll on fire😂
This Is Me
Terlalu lama puasa nih🤣
Reni Setia
raden Daksa lagi maruk,,, maklum duda lama 😄😄
🟢Rafifah
bsk sblm honeymoon terakhir mantap2 ny di kolam renang nich pasti seru
ika
wadowwww🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!