NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dinginnya Selimut part 2

Senyum tipis itu terlihat seperti topeng yang setiap saat bisa retak dan terbelah menunjukkan wajah aslinya. Tutur kata yang lembut membelai halus telinga itu bagai pisau bermata dua yang siap menggores lehernya kapan saja saat tubuhnya bergerak meskipun hanya untuk sekedar bernafas.

Namun, bukalah topengmu Dania.

Perlihatkan semua yang kamu rasakan.

"Aku tidak butuh semua kepalsuan itu!"

"Palsu? Apa maksudmu palsu?" Tanya Dania mengerutkan keningnya. Ia merasa sudah sangat maksimal mengusahakan semuanya. Ia tekan emosinya sedemikian rupa agar bisa tersenyum di depan suaminya. Sampai tak tahu lagi, apakah yang ia susun kembali itu hatinya atau hanya luka yang tak pernah sembuh.

"Bilang saja, kalau kamu melakukan semua ini demi nenek. Ya kan?"

Tak disadarinya, Jax menaikkan nada bicaranya. Steik yang awalnya sangat terlihat menggiurkan. Kini berubah menjadi daging dingin yang terbuat dari lego. Sementara kepalanya dipenuhi dengan skenario dan prasangka buruk yang tidak pernah dikonfirmasi.

"Maksudmu apa? Aku tidak--"

"Jangan bohong! Kalau kamu benar mencintaiku, seharusnya kamu marah!!! Sudah aku bilang, aku akan menerimanya! Tapi kamu masih saja seperti itu. Apa yang lagi yang harus aku lakukan???!!! Apa aku harus membawa wanita lain dan menikahinya?"

"Kalau itu yang kamu--," Dania melirih.

"Apa? Kamu juga akan merestuiku? Begitu kah?"

Dania menunduk menatap kedua tangannya yang saling bertaut. Keringat yang membasahi telapak tangannya menjadi tanda jelas kalau dirinya saat ini sedang gusar dengan keputusannya.

"Kamu tahu yang aku rasakan saat menikah denganmu? Aku seperti menikah dengan tembok. Tembok besar yang tidak bisa ditembus."

Jax semakin hilang akal. Suaranya menjadi serak karena kerasnya teriakan yang ia keluarkan beruntun.

"Dari awal, sebenarnya apa alasanmu menikahiku?" Jax melirih dengan mata merah basah hampir mengeluarkan air mata.

"Apakah benar hanya karena perintah?" Tanya Jax.

"Kalau benar begitu, kamu nggak perlu repot. Tolak saja perintah itu!"

Jax menyandarkan punggungnya untuk mengurangi ketegangan di tubuhnya yang sudah dipenuhi amarah.

Tapi Dania hanya diam seperti yang biasa dia lakukan.

Hanya itu.

Membuat Jax tak tahan dengan keheningan yang selalu dihadirkan. Dia merasa hanya dirinya yang merasakan semua emosi di rumah ini, sedangkan Dania hanya duduk disana diam.

"Karena itu tak masalah."

Akhirnya Dania membuka mulutnya.

"Apa?" Jax melongo.

"Aku tidak keberatan menikah denganmu. Jadi aku iyakan perintah Nenek. Aku tidak masalah...."

"Hah?"

Jax tidak habis pikir dengan apa yang didengarkannya. Jadi kesimpulan yang ditariknya bukanlah hanya ilusi. Dari awal memang tidak ada cinta dalam pernikahan ini. Yang ada hanya kesepakatan dan kebaikan hati.

"Hutang apa kamu ke keluargaku sampai kamu merelakan hidupmu? He?"

Kakinya bergetar hebat, ingin sekali kabur dari situasi yang membuat hatinya terluka. Namun lagi-lagi Dania menundukkan kepalanya. Wajahnya yang layu penuh kesedihan menorehkan luka mendalam.

"Nyawa, aku berhutang nyawa." Ucap Dania, lirih. "Jadi aku tidak masalah. Ini tidak seberapa dibandingkan rasa syukurku. Aku....bahagia."

Dada Jax merosot, ucapan yang tidak masuk akal itu merusaknya.

"Gila... Kamu gila!"

Jax mendorong kursinya dengan tubuhnya lalu meloloskan dirinya dari jeratan situasi yang sudah di luar nalar. Berderap langkahnya keluar dari rumah boneka itu, membuat dania ikut kalang kabut.

"Jax, tunggu! Kamu mau kemana?"

"Yang penting, bukan disini," gerutu Jax.

"Jangan berbuat bodoh!!! Pulanglah, aku akan menunggumu."

Suara Dania perlahan menghilang bebarengan dengan langkah Jax yang semakin jauh.

.

.

.

Dania sendirian lagi. Steik dengan mashed potato tergeletak begitu saja di meja, dingin tak tersentuh. Kursi yang miring itu mempertegas kesendiriannya. Malam yang semakin petang melahirkan lubang besar di hatinya yang semakin menganga tak bertuan.

Ia tak menyangka semuanya menjadi berantakan.

"Haah...." Dania menghela napasnya.

Dengan gerakan yang sangat lamban hampir tidak bergerak, dania merapikan meja makan. Ia ambil semua sisa makanan dan ia simpan di kontainer, berharap suaminya akan pulang dan dia tinggal memanaskannya saja.

Namun tangannya sangat lemas, tak bisa dikendalikan. Semua pertikaian itu telah menghabiskan tenaganya. Lalu sekarang suaminya pergi tanpa usahanya untuk menahannya. Atau mungkin sebenarnya ini yang dia harapkan?

Tidak, tentu saja tidak.

Jax adalah segalanya untuk Dania. Satu-satunya yang ada di dunia, tidak ada yang lain.

Sedikit lagi ia bertahan, sedikit lagi. Suara itu malah menuntunnya pada lembah kehancuran. Semua senyum yang ia bungkus rapi sudah tidak ada artinya. Semua terhapus oleh tetesan-tetasan air mata yang menderu tak berhenti.

Dadanya sesak seperti tak bisa menopang perasaan kuat akan kehilangan Jax.

Kalau bukan cinta lalu apa lagi?

"Kenapa aku tidak bisa mengatakannya?"

Seolah terkunci rapat dan digembok, kata itu sangat sulit sekali diutarakan.

Kenapa?

Apa Dania belum yakin dengan perasaannya?

Apakah itu karena berbaur dengan rasa syukurnya? Atau malah rasa bersalah?

"Aku tidak pantas mengatakannya. Bagaimana bisa aku berani mencintaimu? Bersamamu saja aku sudah sangat bahagia."

Dania kembali terduduk karena tubuh lemasnya. Tapi tangisnya tak bisa surut.

Darimana salahnya?

Tentu dari awal sudah salah. Saat ia menyetujui kesepakatannya dengan Nenek Jax, ia merasa sangat berlebihan. Hanya dengan melihatnya dari jauh saja sudah cukup. Tapi menjadi istrinya? Betapa bahagianya Dania mendengarnya.

Setelah semua renungan yang ia lakukan, akhirnya ia bisa bertemu langsung dengan Jax. Bukankah itu sebuah anugerah?

Namun bertemu dengan Jax yang rapuh, ternyata bukan suatu yang mudah.

Dania mencoba bersabar menemaninya, menunjukkan bahwa Jax sangat pantas dicintai dan dikasihi itu sangat sulit setelah apa yang dilalui Jax sebelumnya.

Lalu setelah kesabaran dan ketabahan itu, munculah dua orang yang menghancurkan semuanya. Mimpi yang Dania rajut sedemikian rupa seketika hancur hanya dengan kalimat yang terlontar seenaknya.

"Istrimu itu suruhan Ibu, pantas saja dia mau menikah denganmu. Dasar anak pembawa sial!!!"

Malam pertama yang seharusnya hangat penuh cinta, berubah menjadi dingin, sepi, dan sunyi. Tidak ada mimpi yang indah itu lagi. Semua hilang diterpa perasaan curiga dan tidak percaya. Hanya menyisakan selimut yang dingin.

.

.

.

.

1
Wednesday
widiwww
lu sama aja kayak mas Aris, main perempuan di rumah yang ada istrinya
Miu.Nuha
kalo ada yg lihat kalo ada yg lihat terus ya 😭 makany go public gih, biar gk bimbang...
Xlyzy
kemarin kamu tidak menginginkan nya kenapa sekarang malah mencoba mendekat
Xlyzy
james bisa di bilang diary hidup nya Jason
Miu.Nuha
masa laluuu masa kecil 🤔
[AB] Candra Buwana
mungkin perlu konseling bersama deh agar baik kembali semuanya
[AB] Candra Buwana
dania.sudah tulus sejak awal
mama Al
udh di tunggu ternyata gagal maning
sabar jax 🤭
naws
kok digaplok? emang jax lagi ngapain itu?
naws
kapan kelarnya kalo semuanya di gerebek daniaa? 😖
naws
makanya pisah aja.
buang2 waktu doang sama si jax. masih labil dia.
naws
gak terlalu buruk sampe kami lihat si jax macarin cewek sekampus 😭
naws
ada trauma dilecehkan kah dia?
naws
si bowo udah mupeng begituu 😖
kalo gak ada suamimu bisa2 udah digrepe kamu dan 😖
Arni Arlinawati Pratiwi💃
emmm.. si set ... an jax kumat!!! /Skull/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
emmm.. udah di rumah aja tu cewe, 🗿😭
Arni Arlinawati Pratiwi💃
mampus jax mampus.. istri lu mo ke rumah, an ... ing!!! 😭
Arni Arlinawati Pratiwi💃
nah itu juga yang jadi pertanyaan emak.. tapi emak tau lu punya perasaan hanya saja lu nya gak peka.. lu tuh pengen di cintai dania, dengan gak berhuhungan aja sama istri lu.. udah ngebukti in kalian tuh hanya butuh komunikasi.. dania juga salah di sini, inti nya ya gitu deh.. 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
🗿... bener ya, jangan pas di tikung temen lu mewek! emak tampol teplon juga lu.. 🤯
Prayy
mulai nih perang panas panas nya🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!