Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tragedi Kampus...
Pagi hari di akhir musim gugur ini sejatinya disinari oleh mentari yang amat sangat cerah. Namun, kecerahan langit Tokyo sama sekali tidak memancar di wajah Yoona Alexander Uchiha.
Sang Ice Queen klan Uchiha itu sedang dalam mode bad mood tingkat dewa!
"Nuna... sudah jam tujuh lewat. Makanan di meja sarapan sudah siap," panggil Yamato pelan dari balik pintu kamar Yoona.
Tugas mengawal dan membangunkan Yoona pagi ini terpaksa dipegang oleh Yamato karena Kakashi sedang dalam penerbangan ke Tiongkok.
"BERISIK YAMATO! MASIH PAGIIIIIII WOYY!" semprot Yoona dari dalam kamar dengan suara melengking galaknya.
Yamato seketika tersentak mundur dua langkah, mengelus dadanya yang kaget. "Apes banget gue... Kakashi baru pergi berapa jam aja pawangnya udah kek singa betina begini," batin Yamato meringis pasrah.
Beberapa menit kemudian, pintu kamar terkuak. Yoona melangkah keluar dengan raut muka sepet maksimal, bibirnya dilipat cemberut.
Meskipun udara luar makin mendingin menusuk tulang menjelang musim dingin, Yoona dengan sangat nekat memamerkan gaya streetwear bernuansa crop top yang amat sangat bold dan menantang!
Yoona mengenakan kaos oblong cropped warna putih F.A.M.T (Usually T-shirt) yang terangkat tinggi, secara percaya diri memamerkan pinggang ramping dan perut mulusnya yang kencang. Di balik kaos cantiknya, terbayang Calvin Klein Cotton Bralette warna hitam yang kontras. Bawahannya dipadukan dengan celana kain longgar wide-leg warna hitam pekat berpinggang tinggi. Kakinya dibungkus sepatu kets Adidas Continental 80 warna putih bersih.
Pergelangan tangan cantiknya dihiasi ikatan Slip Scrunchies warna merah muda, sementara tangan kanannya menenteng tas kotak mungil CHANEL Vanity Case warna putih berantai perak.
REFERENSI OUTFIT by JENNIE BLACKPINK
Yoona berjalan menghentakkan kakinya menuju ruang makan utama. Di sana, si kadal gurun Sasuke sudah duduk rapi di atas kursi kayu tradisional. Meskipun tubuhnya sudah dibalut pakaian modis, Sasuke kagak berhenti nguap non-stop—efek matanya masih watt rendah gara-gara semalam molor kemalaman.
"Hoaaamm... Pagi, Na," sapa Sasuke dengan suara serak ngantuknya.
"Pagi...," sahut Yoona pendek, dan mendaratkan bokongnya di kursi.
Menu sarapan yang disiapkan oleh tim dapur internal klan Uchiha pagi ini sangat melimpah dan memanjakan mata:
Sepiring penuh Gyoza kukus hangat berbumbu yang kulitnya kenyal dan isian dagingnya juicy.
Semangkuk irisan daging sapi rebus (sliced beef) yang disajikan bersama mangkuk cocolan kecap cabai berempah dan daun ketumbar segar.
Sepiring ayam masak kecap pekat beraroma gurih manis.
Sepiring tumis kembang tahu cabai hijau, potongan buah nanas manis, serta poci berisi teh hangat yang menyegarkan.
REFERENSI MAKANAN cr. Pinterest
Sambil menyumpit gyoza kukusnya, Yoona mengoperasikan ponsel canggihnya dengan jemari lincah, sibuk mengetik pesan LINE khusus untuk Kakashi.
[Kakashi! Kamu udah sampai Tiongkok belum?!! Awas ya kalau telat pulang!]
Sasuke yang duduk di hadapannya sempat melirik ke arah baju Yoona. Sasuke kaget melihat Yoona nekat pakai crop top pamer perut di cuaca dingin begini. Normalnya, Sasuke pasti bakal meledek atau menegur gaya nekat adiknya itu. Tapi melihat aura bisa beracun yang memancar tebal dari muka Yoona pagi ini... Sasuke memilih tutup mulut rapat-rapat!
"Cari aman aja dah... kalau gue tegor soal bajunya, yang ada kepala gue dipukul mangkuk gyoza," batin Sasuke bergidik, memilih kembali mengunyah daging sapinya santai.
Selesai sarapan, Yamato sudah berdiri tegap di pelataran garasi membawa kunci mobil yang diminta Yoona.
Yamato memberikan remote mobil yang ingin Yoona pakai hari ini, dia hanya akan mengawasi di sekitar kampus, karena Yoona meminta menyetir mobil sendiri. Tentu hal ini sudah dia laporkan ke Kakashi.
Yoona menekan remot kontrol, menyalakan mesin monster McLaren 720S Satin Black miliknya!
Cr. Pinterest
BRUMMMMM-BLEARGH!
Deru gahar mesin V8 twin-turbo McLaren warna hitam doff milik Yoona menggelegar dahsyat, membelah keheningan garasi!
Tak mau kalah, Sasuke melangkah masuk ke dalam Ferrari Roma Red miliknya. Mesin V8 Ferrari warna merah menyala itu ikut meraung nyaring, menyusul McLaren milik Yoona keluar melintasi gerbang utama klan menuju jalanan kota Tokyo.
Cr. Pinterest
Kedua saudara kembar itu melaju kencang beriringan di atas jalan bebas hambatan. Baik Yoona maupun Sasuke sama sekali kagak tahu bahwa hari Senin di kampus ini bakal menghadirkan prahara "gang geng gong" raksasa yang bakal mengguncang seluruh civitas akademika!
Jam delapan lewat empat puluh lima menit...
Parkiran Universitas Tokyo mendadak heboh gara-gara kedatangan dua mobil super gahar bernilai puluhan miliar rupiah. McLaren Satin Black milik Yoona dan Ferrari Roma Red milik Sasuke terparkir sejajar dengan sangat anggun.
Sasuke keluar dari mobilnya, langsung mengibaskan rambut spiky-nya dan mulai tebar pesona ke arah gerombolan mahasiswi yang berbisik-bisik kagum di sudut lorong.
Sementara Yoona melangkah menuju area taman tengah dengan muka yang masih terlipat sepet. Dari jauh, sosok Lisa sudah melambaikan tangannya dengan ceria.
Penampilan Lisa pagi ini benar-benar memancarkan aura IT Girl High-Fashion yang amat sangat slay.
Lisa mengenakan CELINE Teddy Jacket warna hitam-krem berpotongan sporty elegan, dipadukan dengan celana jins CELINE Wide Leg Jeans warna biru klasik yang longgar dan santai. Kakinya dibungkus sepatu kets CELINE Mid Sneakers warna putih.
Untuk melengkapi kemewahannya, Lisa menyampirkan tas CELINE Romy Bag warna putih di bahunya, kacamata hitam CELINE Sunglasses yang bertengger di wajahnya, serta ikatan CELINE Silk Scarf di pinggangnya. Leher cantiknya diperindah ITZAVIBE Pearl Double Necklace, sementara jemari dan telinganya berkilau oleh gelang-cincin BVLGARI serta anting Chrome Hearts Stud Earrings.
REFERENSI OUTFIT by LISA BLACKPINK
"Woi, Na! Muka lu kenapa melengkung gitu kek kesemprot cuka dapur?" ledek Lisa tanpa dosa begitu Yoona mendarat di kursi taman.
Yoona mendengus kasar, meletakkan ransel Vetements-nya di meja. "Biasa... pawang gue lagi terbang ke Tiongkok. Rumah berasa sepi gajelas."
Bukannya menghibur atau prihatin, Lisa justru meledak tertawa puas di depan muka Yoona!
"AHAHAHA! Sumpah ya, kocak banget lu kek anak kecil anjir !! lagian tuh demi lu juga kan!" gelak Lisa cengengesan. "Lagian lu nekat amat pamer perut pamer crop top di cuaca mendingin gini? Mau nantangin angin dingin Tokyo lu?!"
"Biarin! Suka-suka gue!" sahut Yoona sambil mencebikkan bibirnya, tapi perlahan tawa kecil lolos juga dari bibirnya.
Interaksi dan ceng-cengan ceria dari Lisa inilah yang selalu berhasil mengembalikan keceriaan Yoona. Meskipun Kakashi kagak ada di sampingnya, kehadiran sohib IT Girl-nya membuat hari Yoona kembali berwarna.
Lalu... panggung utama prahara hari Senin pun dimulai tepat pada pertengahan hari, usai jam makan siang!
Suasana pelataran utama Universitas Tokyo yang tadinya ramai oleh mahasiswa mendadak mendadak hening dan tegang total.
Tiga unit mobil sedan mewah bertutup kaca gelap—di antaranya sebuah Rolls-Royce Phantom hitam pekat berlambang khusus korporat Uchiha Group—melaju perlahan dan berhenti tepat di depan lobby gedung rektorat!
Pintu Rolls-Royce terkuak.
Sesosok pria tinggi tegap dengan aura kepemimpinan yang amat sangat dingin, berwibawa, dan tidak tersentuh melangkah keluar. Itachi Uchiha—CEO Uchiha Group—tampil memukau mengenakan setelan jas bespoke warna abu-abu gelap, didampingi Haneda yang nenteng map dokumen tebal di sampingnya. Prahara Mas Arktik berjalan telah tiba!
Di sudut koridor, Yoona, Lisa dan Sasuke yang baru selesai makan siang mendadak menghentikan langkah mereka. Kedua mata mereka membelalak kaget!
"Lho... Bang Itachi?!" gumam Sasuke melongo. "Ngapain bos utama Uchiha Group datang ke kampus jam segini?!"
"Ngapain kakak lu kesini Na? ada dar der dor apa lagi nih?" Seru Lisa.
"Nggak tahu, bodoamat juga," panggil Yoona heran sekaligus bodoamat, menatap rombongan kakaknya dari jauh.
Tanpa memedulikan tatapan ratusan mahasiswa dan dosen yang kaget setengah mati, Itachi bersama Haneda dan empat orang pengawal berbadan tegap melangkah lurus tanpa basa-basi menuju lantai tiga—ruang kerja Sang Dekan Fakultas Bisnis!
SZZZT.
Pintu kayu jati ruang Dekan dibuka lebar oleh pengawal Itachi.
Di dalam ruangan mewah itu, Sang Dekan—pria tua bertambun yang selama ini terkenal sok berkuasa—sedang duduk santai sambil minum kopi. Begitu melihat sosok Itachi Uchiha melangkah masuk dengan aura membekukan, cangkir kopi di tangan Sang Dekan hampir saja terlepas!
"T-Tuan Itachi Uchiha?!" gagap Sang Dekan, langsung berdiri tergesa-gesa dengan wajah pucat. "Suatu kehormatan besar! Ada angin apa Anda berkenan hadir di kampus kami tanpa pemberitahuan sebelumnya?"
Itachi melangkah pelan, menyunggingkan senyuman tipis yang amat sangat dingin dan mematikan. Pria berusia 27 tahun itu mendaratkan bokongnya di kursi tamu, menyilangkan kakinya dengan anggun.
"Hanya kunjungan singkat, Pak Dekan," sahut Itachi dengan suara beratnya yang tenang namun menusuk sampai ke tulang. "Saya hanya ingin melakukan sedikit... Audit Dadakan atas dana hibah dan fasilitas kampus yang dinaungi oleh yayasan Uchiha."
Sang Dekan seketika menelan ludahnya yang berasa pahit. Keringat dingin mulai menetes di pelipisnya.
Tanpa memberi jeda, Itachi memberi isyarat mata pada Haneda. Haneda melangkah maju, melempar sebuah bundel dokumen tebal tepat di atas meja kayu Sang Dekan!
PLAK!
"Silakan diperiksa, Pak Dekan," ujar Haneda tegas di hadapan puluhan staf dan dosen senior yang mulai berkerumun di luar pintu. "Laporan arus kas mencatat adanya penggelapan dana hibah penelitian senilai ratusan juta yen selama empat semester berturut-turut yang dialirkan ke rekening perusahaan cangkang pribadi Anda."
"I-Ini fitnah! Ini pasti ada kesalahan sistem!" teriak Sang Dekan panik, tangannya gemetaran membuka lembaran dokumen.
"Kesalahan sistem?" potong Itachi tenang, menatap Sang Dekan bagaikan natap seekor serangga. "Termasuk rekaman kamera pengawas dan bukti transaksi pembayaran kamar suite hotel berbintang di Ginza setiap akhir pekan... apakah itu juga kesalahan sistem, Pak Dekan?"
BOM!
Seluruh staf dan dosen yang mendengarkan di luar ruangan seketika gempar dan kasak-kusuk histeris! Skandal penggelapan uang kampus dan perilaku bejat Sang Dekan yang suka main wanita di hotel mewah terbongkar habis secara transparan di depan mata mereka semua!
Fyi, dalam sidak ini Shisui memang tidak kelihatan sama sekali. Alasan resmi yang disampaikan pihak yayasan kepada staf kampus adalah Shisui sedang "izin sakit" di rumah. Padahal aslinya... Shisui sedang beraksi di daratan Tiongkok!
"Bawa dia," perintah Itachi dingin, melambaikan jarinya.
Dua pengawal berbadan tegap langsung maju, memiting kedua lengan Sang Dekan yang terkulai lemas tanpa perlawanan, lalu menyeret pejabat korup itu keluar dari gedung rektorat untuk diserahkan langsung ke kepolisian dan tim hukum Uchiha Group!
Sementara aksi amukan audit CEO Itachi berlangsung mengguncang kampus...
Di dalam ruang sekretariat VVIP menara Uchiha Group di daerah Marunouchi, Izumi sama sekali kagak tahu kalau bos tsundere-nya lagi bikin prahara raksasa di kampus Yoona!
Izumi sedang sibuk menempel di depan layar laptop mewahnya, dikelilingi oleh draf dokumen korporat yang menumpuk se-ambrekan di atas meja kerjanya.
Penampilan Izumi hari ini memancarkan gaya sweet-professional yang amat sangat cantik dan berkelas!
Izumi mengenakan gaun mini rajut Half Zip Up Dress Ivory warna hitam berkerah dan berlengan panjang warna putih dari KAAI. Kakinya dibungkus sepatu boots tinggi bahan kulit TDN STUDIO Maas Long Boots warna hitam pekat yang memamerkan kaki mulusnya.
Di mejanya ada tas ransel mini DIOR Mini Backpack warna hitam bertekstur quilted. Pergelangan tangannya diperindah jam tangan mewah CARTIER Tank Francaise Watch, dipadukan dengan gelang CARTIER Juste Un Clou Bracelet serta cincin CARTIER Trinity Ring yang berkilau mahal.
REFERENSI OUTFIT by JISOO BLACKPINK
"Aduh... berkas kuartal ini kok kagak kelar-kelar sih," desah Izumi pelan, membetulkan posisi duduknya sambil mengusap tengkuknya yang pegal.
Izumi menyedot minuman dinginnya, sama sekali nggak menyadari kalau bosnya—Itachi—sedang menjadi pahlawan dingin yang meratakan pejabat korup di kampus adiknya.
Kembali ke lingkungan kampus...
Di sudut lorong gedung fakultas bisnis, suasana hati Mahira telah hancur berkeping-keping!
Cewek pick-me dan social climber itu berdiri menyandar di dinding dengan muka yang pucat pasi bagaikan mayat. Tubuhnya gemetaran hebat menyaksikan Sang Dekan—pria tua bejat yang selama ini menjadi tameng utama, penyedia jabatan dosen, serta pelindungnya—diseret keluar dengan borgol di tangan oleh para pengawal Itachi!
"N-Nggak mungkin... Gimana bisa Tuan Itachi Uchiha turun tangan langsung?!" bisik Mahira dengan napas memburu panik.
Mahira tahu betul, jika Sang Dekan tumbang dan diperiksa polisi, seluruh borok sertifikasi fiktif, rekam jejak palsu, dan transaksi ilegal yang melibatkan dirinya pasti akan ikut terseret terbongkar!
Dengan jemari yang gemetaran parah, Mahira merogoh ponsel dari dalam tasnya. Dia mencoba menghubungi satu-satunya tameng rahasia lain yang tersisa: kelompok peretas (hacker) Tiongkok yang selama ini memberinya dokumen dan akses data instan!
Mahira menekan tombol panggil ke nomor terenkripsi Shanghai, menempelkan ponsel ke telinganya dengan jantung berdebar kencang.
"Ayo angkat... angkat goblok!" maki Mahira dalam hati, memukuli kakinya panik.
Namun... drama kebusukan Mahira belum berakhir di sini. Boroknya yang jauh lebih kotor masih tersimpan rapi untuk dihancurkan di waktu yang tepat.
Karena di saat yang bersamaan... ribuan kilometer dari kota Tokyo...
Di dalam sebuah gudang tua bernuansa remang-remang di pinggiran kota Shanghai, Tiongkok...
Ponsel milik sang ketua hacker terus berdering dan bergetar di atas meja kayu yang bernoda darah.
Sang ketua hacker tergeletak berlutut di lantai dengan tubuh penuh luka memar. Di sekelilingnya, belasan anggota geng peretas klan musuh sudah tergeletak pingsan dan tewas tak berdaya di atas lantai beton.
Di balik asap tipis yang membumbung di ruangan itu, dua sosok pria dewasa berdiri tegap bagaikan malaikat pencabut nyawa.
Shisui Uchiha menyunggingkan senyuman dinginnya sambil membersihkan noda darah di buku jarinya, sementara Hatake Kakashi berdiri tegap di sampingnya, memegang pistol berperedam suara dengan pendaran mata serigala yang amat sangat tajam.
Kakashi melangkah mendekati meja, melirik layar ponsel sang hacker yang menampilkan nama pemanggil: [MAHIRA].
Kakashi menarik turun masker hitamnya sedikit, lalu menginjak ponsel tersebut hingga hancur berkeping-keping di bawah sol sepatu militernya.
KREEEKKK!
"Umpan di Tokyo sudah kehilangan induknya," bisik Kakashi dengan suara serak beratnya yang sangat dingin. "Sekarang... giliran kita meratakan sisa klan musuh di sini sampai tidak berbekas."
...----------------...
FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.
Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.