NovelToon NovelToon
Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rey Nanda

Reynand, CEO dingin yang anti-cinta, terpaksa menikahi asisten pribadinya, Aira, demi meredam skandal kantor.

​Bagi Reynand, pernikahan ini hanyalah kontrak sementara. Namun, keteguhan hati Aira perlahan meruntuhkan pertahanan sang CEO.

​Saat intrik dan masa lalu mengancam, sanggupkah Reynand mengakui perasaannya sebelum kehilangan wanita yang telah menjerat hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13:Retakan di Antara Kita

Punggung tegap Reynand yang berdiri membisu di depan jendela kaca besar tampak bagaikan dinding es yang tak tembus. Bayangan kerlip lampu kota yang terpantul di kaca tidak mampu menyembunyikan ketegangan luar biasa yang melingkupi tubuhnya. Keheningan yang tercipta di dalam penthouse itu terasa begitu menyiksa, menekan dada Aira hingga rasanya sulit untuk sekadar menarik napas.

​Aira perlahan bangkit dari sofa. Kakinya melangkah mendekat, namun ada jarak tak kasat mata yang kini membentang di antara mereka—sebuah jarak yang diciptakan oleh rahasia dan ketakutan.

​"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku secara langsung, Reynand?" bisik Aira, suaranya bergetar menahan gejolak emosi. "Jika itu memang hanya omong kosong, kenapa reaksimu harus seperti ini? Kenapa kamu harus berbalik dan menjauh dariku?"

​Reynand memejamkan matanya rapat-rapat. Mengepalkan kedua tangan di dalam saku celananya, ia berusaha keras mengontrol gemuruh emosi yang mencengkeram dadanya. Rahasia yang telah ia kubur rapat-rapat selama sepuluh tahun—rahasia yang menjadi alasan utama mengapa ia bersumpah untuk melindungi Aira dengan taruhan nyawanya—kini mendadak mencuat ke permukaan di waktu yang paling salah.

​Reynand membalikkan badannya perlahan. Pandangan matanya yang tajam menatap Aira, namun kali ini ada kilat kepedihan dan kecemasan mendalam yang berusaha ia sembunyikan di balik raut wajah datarnya.

​"Aira, dengarkan aku," suara Reynand terdengar amat berat dan dalam. "Fokus kita saat ini adalah pesta pertunangan dan mengamankan posisi perusahaan dari sisa-sisa pengikut Devan. Ada banyak pihak yang ingin menghancurkan hubungan kita, dan mereka akan menggunakan cara kotor apa pun untuk memecah belah kita."

​"Tapi pesan ini..." Aira menarik napas panjang, lalu akhirnya mengeluarkan ponselnya dari saku. Dengan tangan yang gemetar, ia menyodorkan layar ponsel itu tepat di hadapan Reynand. "Pesan ini bukan sekadar ancaman kosong, Reynand. Pengirimnya tahu soal sepuluh tahun lalu. Dia tahu ada sesuatu antara keluargamu dan keluargaku!"

​Reynand menerima ponsel itu. Tatapannya mengunci baris demi baris pesan singkat yang tertera di layar sentuh tersebut. Seketika, rahang Reynand mengetat tajam. Aura membunuh yang sangat pekat berkilat di matanya. Ia mengenali pola gertakan ini. Ini bukan sekadar ulah musuh biasa, melainkan ancaman dari seseorang yang benar-benar mengetahui titik lemah terbesar dalam hidupnya.

​Kringgg...

​Sebelum Reynand sempat bersuara, ponsel pribadi miliknya sendiri di atas meja berdering nyaring. Nama Nyonya Rosalinda kembali menyala di layar.

​Reynand menahan napas sejenak, lalu meraih ponselnya dan mengangkat panggilan tersebut. Ia sengaja mengaktifkan mode speaker agar Aira juga bisa mendengar.

​"Reynand," suara Nyonya Rosalinda di ujung telepon terdengar tidak setenang biasanya. Ada nada ketegangan yang amat nyata dari sang ibu. "Ibu baru saja mendapat laporan dari kediaman lama. Seseorang telah membobol ruang arsip pribadi almarhum Ayahmu. Dokumen berkas kasus kecelakaan pabrik sepuluh tahun yang lalu... telah hilang."

​Deg.

​Jantung Aira seolah berhenti berdetak saat mendengar kata 'kasus kecelakaan pabrik sepuluh tahun lalu'. Memori kelam masa kecilnya yang selama ini terkubur mendadak mencuat kembali. Sepuluh tahun lalu, ayahnya—seorang pekerja buruh biasa—tewas tragis dalam sebuah insiden ledakan pabrik tekstil besar. Pabrik yang belakangan baru Aira ketahui merupakan salah satu anak perusahaan di bawah naungan Aristha Group.

​Aira menatap Reynand dengan tatapan tak percaya. Matanya berkaca-kaca, dipenuhi rasa syok yang teramat sangat. "Kecelakaan pabrik... sepuluh tahun yang lalu? Pabrik tempat ayahku bekerja?"

​Reynand mengepalkan tangannya rapat-rapat, mematikan sambungan telepon tanpa menjawab ibunya. Ia melangkah maju, meraih kedua bahu Aira dengan erat. "Aira, tatap mataku. Apapun yang kamu dengar, apapun yang nanti akan diungkapkan oleh orang di balik pesan ini, kamu harus percaya padaku. Aku tidak pernah berniat menyakitimu atau keluargamu!"

​Namun, Aira menepis cengkeraman tangan Reynand secara perlahan. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya menetes menyusuri pipinya.

​"Jadi benar..." bisik Aira dengan suara serak menahan tangis. "Kamu sudah tahu siapa aku sejak awal? Kamu tahu bahwa aku adalah anak dari korban kecelakaan pabrik perusahaanmu? Apakah rasa sayangmu, pertunangan ini... dan bantuan yang kamu berikan selama ini hanya bentuk rasa bersalah keluargamu padaku?"

​"Bukan seperti itu, Aira! Demi Tuhan, bukan!" pangkas Reynand tegas, matanya memerah menatap kesedihan gadis di depannya. "Aku mencintaimu tulus! Aku..."

​"Cukup, Reynand," potong Aira pelan, merapatkan blazer yang dikenakannya sembari melangkah mundur menjauhi pria itu. "Kepalaku sangat sakit saat ini. Aku butuh waktu untuk berpikir sendirian."

​Aira berbalik dan berjalan cepat menuju pintu keluar penthouse, meninggalkan Reynand yang berdiri mematung di tengah ruangan. Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, sang CEO dingin yang tak pernah gentar menghadapi musuh mana pun di dunia bisnis itu kini merasa benar-benar hancur dan kehilangan arah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!