"Aku tidak pernah menyesal memilihmu untuk memiliki cintaku ,walaupun pada akhirnya kamu melupakan cintaku padamu",
Isvara.
Dexano menangis setelah melihat vidio yang ditinggalkan Isvara untuknya di hari pernikahan dexano .
"Maafkan aku Vara ,aku tidak pernah melupakan cintamu untukku ,cintamu selalu ada di dalam hatiku sampai jantungku berhenti berdetak ,aku hanya milikmu Vara,tunggu aku " .
Bagaimana kisah cinta Isvara dan dexano pada akhirnya........
HAPPY READING
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Isvara merengutkan bibirnya kesal melihat dexano yang membawa koper ke butiknya di pagi hari."Vara aku mohon jangan marah ok,aku janji akan kembali lebih cepat dan akan segera menikahimu" ucap dexano.
"Aku bukan marah karena mau kamu tinggal pergi tapi aku marah karena kamu tidak berkata dengan jujur padaku ,kenapa kemarin kamu bilang padaku jika ingin pergi Minggu depan terus tiba tiba kamu hari ini pagi buta ke butikku sambil mengeret kopermu ingin berangkat sekarang" ucap kesal Isvara.
" Maaf Vara ,aku hanya ingin menyelesaikannya lebih cepat dan aku juga bisa lebih cepat menikahimu" ucap dexano.Isvara melirik ke arah dexano,"Baiklah tapi kamu janji ya harus cepat pulang " ucap Isvara.
Dexano tertawa kecil ,"Baiklah ,kamu sudah tidak sabar mau menikah denganku ya" goda dexano.Isvara kaget ," enggak kok" ucap gagap Isvara.
"Aku berangkat dulu ya ,kamu hati hati di sini sendiri dan jangan lupa selalu hubungi aku ,angkat telepon dariku dan pesan dariku jangan lupa kamu balas " ucap dexano.Isvara mengangguk "Baiklah aku janji" ucap Isvara sambil tersenyum.
Dexano ikut tersenyum dan mengacak acak rambut Isvara."Sampai jumpa sayangku,aku akan segera pulang" ucap dexano dan mengecup dahi Isvara dengan tulus.
Dexano menatap Isvara yang wajahnya bersemu merah malu.Dexano tersenyum dan ingin pergi meninggalkan Isvara .
"Tunggu Dexano" ucap Isvara. Dexano pun menghentikan langkahnya dan menatap Isvara .Isvara langsung berlari ke arah kamar miliknya karena saat ini mereka berada di ruang kerja Isvara .
Tak lama Isvara sudah kembali dengan membawa sebuah kotak berwarna silver ,"Ini jas yang kamu pesan dulu,semoga sama seperti yang kamu inginkan " ucap Isvara.
Dexano menghela nafasnya kasar lalu mengengam tangan Isvara yang sedang memegang kotak ,"Vara jangan panggil aku dengan kata kamu atau memanggil namaku langsung" ucap dexano sambil menatap wajah Isvara.
"Terus aku harus memanggilmu apa ?" tanya Isvara.Dexano tersenyum "Kalau itu terserah padamu jika kamu ingin memanggilku sayang aku sama sekali tidak keberatan kok " ucap dexano.
Isvara kaget ,"emm gimana kalau aku panggil kakak aja ,biar lebih akrab " ucap Isvara antusias."Tapi aku bukan kakakmu Vara,bagaimana nanti jika kita sedang diluar dan kamu memanggilku kakak bukankah aku sama saja seperti kakakmu " gerutu dexano.
"Ya udah kalau gitu terserah kamu ,aku sudah malas" ucap Isvara. "Ya udah deh panggil kakak tidak apa apa " ucap dexano.Isvara tersenyum , dexano yang melihat Isvara tersenyum pun ikut tersenyum ,dexano lalu mengambil kotak di tangan Isvara dan mulai membukanya.
"wow ini indah sekali Vara ,kakak suka" ucap dexano. Isvara tersenyum ,"baguslah kalau begitu jika kakak menyukainya " ucap Isvara.
"Tapi kalau boleh tahu kenapa kakak memesan jas mirip seperti jas pengantin modelnya?" tanya Isvara. Dexano tersenyum ," aku membuat jas ini karena aku ingin menikahi wanita cinta pertamaku dan terakhirku ,dan ternyata takdir berpihak padaku bertahun tahun aku mencari cinta pertamaku yaitu penolongku yang sangat pemberani akhirnya aku bertemu dengannya setelah sekian lama dan ternyata orang itu yang membuatkan jas cantik ini untukku " jawab dexano sambil menatap wajah dexano.
Mata Isvara berkaca kaca , "Jadi kamu ingin menikahhi ku dengan jas ini ,kenapa kamu tidak berkata lebih awal" ucap Isvara.