NovelToon NovelToon
Kematian Tanpa Nama

Kematian Tanpa Nama

Status: tamat
Genre:Horor / Iblis / Rumahhantu / Tamat
Popularitas:176.9k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.

Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.

Apa yang terjadi dengan rumah itu?

Apa kah Zora bisa bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Alasan Nolan

Sroooooottt.

Zora masih terus memuntahkan apa yang ada di dalam tenggorokan dan bahkan kali ini bercampur dengan puluhan kelelawar kecil, Devano yang menyaksikan hal itu tentu saja ada rasa tidak percaya karena bagaimana mungkin hewan itu ada di dalam tubuh sang istri dan akan keluar saat ini juga bersama dengan campuran darah segar.

Tak lama kemudian Zora kembali tumbang karena dia merasakan tubuh ini terasa begitu lemah tidak berdaya, namun Felix tidak merasakan ketakutan lagi di dalam diri karena dia tahu bahwa sesuatu yang mengerikan itu telah keluar dari tubuh wanita ini sehingga dia tidak perlu merasakan kecemasan yang berlebihan lagi.

"Makan ini.'' Felix mengambil garam yang tadi sempat dibawa oleh Devano.

''Ga.. garam?'' Zora agak ragu ketika dia harus memakan garam kasar itu.

"Makan saja, hal yang menurutmu itu tidak penting namun ini sangat berguna untuk tubuhmu sendiri.'' Felix dengan cepat memasukkan garam itu ke dalam mulut Zora.

''Dia juga memiliki sifat Purnama yang tidak sabaran itu.'' Zayn kembali membatin.

Namun maki Felix memiliki sikap yang tidak sabar namun ketegasan yang ada di dalam diri dia itu begitu sulit ditemukan tubuh orang lain, hanya saja kecemasan mereka semua Mereka takut bila nanti Felix justru akan kebablasan dan dia akan mengikuti hawa nafsu yang ada di dalam diri, sebab mengendalikan darah iblis itu harus kuat hati.

Meski terkesan agak kasar namun setidaknya ketika garam itu telah masuk ke dalam mulut Zora, maka darah itu berhenti dan tubuh Zora juga perlahan kembali membaik seolah dia tidak pernah mengalami tragedi yang begitu mengerikan sekali.

''Ayo kita keatas.'' Felix mengajak Zayn.

''Apa Mama mertua Mas Devano ada di atas?'' Zayn menoleh kepada Devano yang masih syok.

''I.. iya.'' Devano mengangguk dan dia segera menghampiri sang istri.

''Aku lemas sekali.'' Zora mengeluh pelan karena tubuh ini terasa remuk semua.

''Kamu istirahat saja dulu di dalam kamar, Abang akan menemani mereka berdua untuk menuju kamar mama.'' Devano segera mengangkat tubuh sang istri.

''Jangan pernah keluar apa pun yang terjadi, bahkan ketika nanti ada yang memanggil nama kamu maka jangan pernah keluar juga.'' Felix sudah memberi pesan.

''Kecuali kamu mendengar suara orang mengaji di depan pintu maka baru bisa keluar.'' Zayn memberikan tambahan.

Zora mengangguk paham dengan hal itu Dan dia juga tidak ada niat untuk membantah, sebab wanita ini tahu ketika dia telah membantah ucapan itu maka nanti akan ada hal buruk yang menghampiri dirinya, bukan hanya sekali dua kali dia mengalami hal seperti itu namun sudah berulang kali sehingga membuat Zora sedikit merasa hafal.

Felix mengambil garam yang tadi dia pegang dan memberikan taburan itu tepat di depan pintu kamar, Devano menahan nafas karena dia tahu sepertinya ini akan terasa begitu mencekam, sesuatu yang buruk Mungkin saja akan terjadi malam ini sehingga tidak bisa bila dia bersikap gegabah.

''Kenapa yang di depan pintu tidak berwarna hitam?'' Devano Masih sempat bertanya.

Tapi Felix sama sekali tidak menjawab dan dia langsung menuju lantai atas dengan tergesa-gesa, sudah dapat dia rasakan sendiri bahwa getaran itu begitu kencang berasal dari atasan sehingga dia harus segera datang untuk melihat apa yang telah terjadi.

****************

''Kenapa cemas sekali seperti itu?'' Dinda menghampiri sang suami yang sedang duduk diam sendirian.

''Sayang.'' Nolan menoleh ketika melihat sang istri dengan perut buncit duduk di sebelah dia.

''Aku lihat sejak tadi sore kamu terlihat banyak pikiran sekali, apa gerangan yang telah terjadi?'' Dinda bertanya dengan lembut.

Nolan menarik nafas panjang Karena bingung juga, dia ingin bercerita namun bagaimana lagi karena sudah terasa begitu rumit dan memenuhi pikiran ini sehingga kebingungan untuk memulai dari mana tentang masalah yang telah terjadi antara dia dan juga Felix, Dinda sudah mengetahui tentang keberadaan anak tersebut namun dia tidak mengetahui secara pasti tentang perjalanan kisah mereka itu.

''Kamu terlalu tertutup sehingga aku sendiri mengira bahwa kamu juga tidak peduli kepada Felix.'' Dinda Berkata sambil tersenyum.

''Ha?''

''Sedikit banyak aku tahu bahwa kamu sedang cemas memikirkan Felix, mau bagaimana juga dia adalah darah daging kamu sendiri.'' ujar Dinda.

''Iya.'' Nolan mengangguk pelan.

''Dia bisa saja selama ini juga rindu kepada kamu, tapi aku lihat kamu memang jarang juga menemani dia.'' Dinda berkata serius.

Kelu sekali lidah Nolan untuk menjawab ucapan sang istri karena benar apa yang telah dikatakan oleh semua orang, Kenapa dia bisa sejauh itu dengan Felix karena Nolan beranggapan bahwa anak itu pasti membenci dirinya setelah menyaksikan semua hal buruk yang dia lakukan kepada ibu kandung Felix.

Meski Felix tidak mengatakan secara langsung namun Nolan sudah menebak sendiri bahwa hal itu bisa saja terjadi, Sebab Dia tahu sendiri bahwa banyak tragedi yang menimpa para orang tua seperti itu setelah anak mereka menyaksikan kekejaman yang ayah mereka lakukan.

''Aku membunuh Nirma di depan mata Felix itu sendiri ketika dia masih kecil dulu.'' Nolan berkata nyaris tidak terdengar.

''Ha?!'' Dinda yang gantian kaget karena dia tidak tahu versi yang ini.

''Nirma adalah manusia yang memuja diriku untuk pesugihan, kamu saat kejadian itu berlangsung dia justru hamil dan mengandung Felix.'' kenang Nolan ketika menceritakan masa lalu dia.

''Lalu kenapa kau harus membunuh dia di depan mata Felix itu sendiri?'' Dinda sampai gemetar karena dia berpikir Nolan sengaja melakukan hal seperti itu.

''Aku awalnya tidak tahu bahwa dia berdiri di dekat pintu, Namun ternyata meski aku tahu dia ada di sana Aku tetap saja melanjutkan penyiksaan itu.'' Nolan tertunduk.

Dinda menutup mulut dia dengan tangan bergetar karena dia membayangkan sendiri bagaimana perasaan Felix saat itu, Pantas aja Purnama kerap mengatakan kepada Nolan bahwa Felix jauh lebih memilih tinggal bersama dengan Ustaz Zayn dan Bahkan dia tidak pernah datang kemari untuk menemui Nolan.

''Aku jarang datang ke sana karena Felix sangat dingin ketika bertemu dengan diriku, aku tahu dia pasti sangat marah.'' ucap Nolan.

''Kau.. astaga, Kau sangat kejam sekali kepada anak tidak bersalah itu.'' Dinda meneteskan air mata karena ikut merasa pilu.

''Oleh sebab itu aku jarang menemui dia karena aku merasa malu.'' Nolan berkata agak keras.

Plaaaaaak.

Sebuah tamparan keras langsung mendarat di kepala Nolan ketika dia baru saja selesai berbicara, Purnama berdiri dengan tatapan yang begitu marah karena jujur saja dia tidak terima dengan alasan yang keluar dari mulut adik bungsu dia itu.

Selamat malam besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook biar tambah semangat ya.

1
V3
aku tunggu kisah yg lain nya kak 🤗
V3
ini rumah nya kn sdh di BAKAR sama Purnama , trs knp bisa orang-orang pada melayat kerumah Susi ❓🤔❓🤔
aneeeeh bgt yaaaa 🫣❓
Fiyan Ayu
mungkin mak othor lg kurang konsen y maakk..kan rumahnya udh dibakar sama Ratu Ular..tp gpp q tetep penggemar karya²mu thor😘😘😘..ditunggu kisah selanjutnya
༶•┈┈⛧┈♛ 𝑅𝑖𝑠𝑘𝑎𝑎𝑎 ♛┈⛧┈┈•༶
seperti biasa kak karyamu luar biasaa, aku gak akan pernah bosan dengan ceritamu, semangat kak aku tunggu ceritamu lagii lope-lopee sekebonnn...
Siti Sarifah
selamat siang author....karya author membuat kami pembaca semangat.... terima kasih author,sehat selalu dan semangat berkarya untuk menghibur kami semua 🙏🙏🙏
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
pokoknya masih bnyak² ya mak othor dgn memanjakan para penggemarmu dgn kisah yg keren²,sukses selalu Aamiin
putri wahyu
pagi jg Bess..
mksh atas cerita2 yg sudah othor buat yg selalu bikin sedih,ketawa,deg degan aah pokoknya campur aduk,di tunggu karya2 selanjutnya,, semangat 💪💪👍
Nindiana Anasya
akhirnya berakhir juga pertempuran d Ngan iblis darah ini. semoga aja kedepannya jngan da iblis yg memfitnah para member
Ayuk Witanto
rumahnya kan udah di bakar ya Mak...apa masih bisa di tempati.atau cuma di taruh di depan
Ayuk Witanto
Alhamdulillah....tapi nanti bisa balik lagi gak
Betri Betmawati
bukannya rumah Sucipto udh dibakar purnama kok tiba-tiba rumah ada lg
membingungkan
MiilaaManurung
ga akan pernah bosan💪💪
Nurr Tika
💪 untuk berkarya tho
ismi
maaf ni thor bukannya rumahnya keluarga sucipto sudah dibakar oleh purnama,,lah ini kok masih berdiri megah ...ini aurhorbya typo apa ada rumah yg lain👃👃👃👃👃
Laila Amalia
sangat bagus ...
Laila Amalia
akhirnya tamat...
makasih bnyk Thor..
Di tunggu cerita selanjutnya
Eli Rahma
pagiiii othorrr
udah tamat aja nih..mksh..
Myeesha Deva
rumahnya kan udah dibakar ama purnama thor,,,,sampai sucipto keluar dari rumah.
FiaNasa
baguslah klau Zoya mau jadi member di agensi purnama
neni nuraeni
akhirnya tamaaatttt....diriku ini tak kan pernah bosan lah kak,, mlh sllu menunggu cerita2 drimu yg lebih seru,,,, sukses sllu kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!