NovelToon NovelToon
The Twentieth Concubine Wants To Survive

The Twentieth Concubine Wants To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Timur
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Ye Xinyue, mahasiswa hukum tingkat akhir, meninggal karena kelelahan mengerjakan skripsi. Namun, bukannya masuk surga, ia justru terbangun sebagai Selir ke-20 Kaisar Tianyu dalam webtoon *** yang sering dibacanya. Mengetahui bahwa tokoh ini akan mati di tengah perebutan kekuasaan, Xinyue bertekad mengubah takdir. Ia memilih hidup tenang, menjauhi kaisar, politik istana, dan para selir. Sayangnya, rencananya gagal ketika Kaisar Tianyu mulai memperhatikannya. Lebih buruk lagi, alur cerita perlahan berubah: tokoh yang seharusnya mati masih hidup dan kejadian baru bermunculan. Kini Xinyue harus bertahan hidup sambil mencari alasan mengapa kedatangannya telah mengubah seluruh takdir Tianyu dan rahasia besar di balik semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

This Is Not My Original Body

Suasana di bawah naungan pohon bambu di sudut Paviliun Anggrek menjadi sedingin es. Hawa ketegangan menembus lapisan kain gaun Ye Xinyue, membuat tenggorokannya terasa tersumbat. Kaisar Tianyu, Zhao Fengting, masih berdiri tegak di depannya, menatapkan sepasang mata kelam yang seolah sanggup menguliti rahasia tergelap siapa pun.

"Lakukan penghormatan dengan benar. Buka wajahmu," perintah Zhao Fengting. Suaranya rendah, tetapi memuat daya tekan yang mustahil untuk dibantah.

Sial! Ini benar-benar tidak ada di skenario webtoon! jerit Xinyue dalam hati, panik setengah mati.

Namun, naluri bertahan hidupnya yang telah teruji saat menghadapi dosen pembimbing paling galak di bangku kuliah langsung mengambil alih. Sebagai mahasiswa hukum, Xinyue tahu kapan harus bertindak defensif dan kapan harus menyembunyikan kartu AS. Ia paham betul bahwa panik secara visual hanya akan membongkar kebohongannya.

Dengan gerakan lambat dan penuh kehati-hatian, Xinyue perlahan menengadahkan kepalanya. Tangannya yang terlipat di depan dada bergetar halus sebagian memang sengaja ia dramatisasi untuk memperkuat kesan penakut, tetapi sebagian lagi adalah ketakutan murni. Ia menatap ke arah dada berhias sulaman naga emas milik Kaisar, dengan sengaja menurunkan pandangannya beberapa inci di bawah dagu pria itu demi menghindari kontak mata langsung yang menantang.

"Hamba... Ye Xinyue, Selir ke-20, memberi salam kepada Yang Mulia Kaisar," tutur Xinyue dengan suara lirih, tipis, dan penuh keraguan. Wajahnya dipasang sepucat dan selugu mungkin.

Zhao Fengting memicingkan matanya. Pria itu telah menghabiskan usianya di tengah medan perang dan intrik politik berdarah. Ia bisa mengenali kepalsuan, rasa takut, dan ambisi dalam sekali pandang. Selir-selir lain biasanya akan menggunakan kesempatan seperti ini untuk memamerkan kecantikan, menebar pesona, atau berpura-pura rapuh demi mendapatkan simpati. Namun, gadis di depannya ini... terasa berbeda.

Ada keanehan yang sangat halus pada sosok Ye Xinyue.

Dalam catatan intelijen istana yang pernah dibaca Zhao Fengting, Ye Xinyue dari klan Ye dikenal sebagai gadis bangsawan yang pemalu, manja, dan tidak berpendirian. Tetapi tatapan mata gadis ini meski ditundukkan dengan penuh ketakutan—memiliki kejelasan dan ketenangan yang terselubung. Di balik gelombang ketakutannya, tidak ada ambisi untuk mendekatinya. Yang ada justru... keengganan yang sangat mendalam. Seolah-olah berada di dekat sang Kaisar adalah sebuah musibah besar.

"Kenapa kamu bersembunyi di sini?" tanya Zhao Fengting tiba-tiba, matanya melirik ke arah piring kue beras yang setengah habis di samping Xinyue.

Xinyue meremas jarinya sendiri di balik lengan gaunnya yang lebar. Pikirkan alasan yang paling masuk akal! Alasan yang membuatku terlihat sangat menyedihkan dan tidak berguna!

"Menjawab Yang Mulia," bisik Xinyue dengan napas yang agak tertahan. "Hamba... hamba baru saja sembuh dari sakit setelah jatuh ke kolam beberapa hari lalu. Tubuh hamba masih sangat lemah dan mudah lelah. Hamba khawatir... kedatangan hamba di tengah-tengah Kakak Selir yang lain hanya akan merusak suasana dan mengganggu kenyamanan Yang Mulia. Oleh karena itu, hamba memilih duduk di sudut ini untuk menikmati teh dan tidak mengganggu siapa pun."

Jawaban itu diucapkan dengan sangat sempurna. Tidak ada nada menyalahkan orang lain, tidak ada keluhan tentang betapa dinginnya selir lain terhadapnya, dan yang paling penting, menegaskan bahwa ia sama sekali tidak berniat mengganggu Kaisar.

Zhao Fengting diam sejenak. Keheningan itu terasa bagaikan siksaan lambat bagi Xinyue.

Di sudut lain Paviliun Anggrek, para selir senior menatap pemandangan itu dengan napas tertahan. Selir Liang mengepalkan tangannya rapat-rapat hingga kuku-kukunya yang terawat menancap ke telapak tangan. Cemburu dan amarah membakar dadanya. Kenapa wanita tidak berguna itu malah diajak bicara oleh Yang Mulia?! Kenapa Yang Mulia mengabaikanku dan justru mendatangi sampah dari klan Ye itu?!

Tanpa ada yang menyadari, Zhao Fengting melangkah setengah inci lebih dekat. Ia mengulurkan tangannya yang bertulang tegas, jari-jarinya yang kasar akibat memegang pedang secara mengejutkan menyentuh dagu Xinyue, memaksa wajah cantik gadis itu terangkat sepenuhnya.

Xinyue menahan napasnya seketika. Kontak fisik ini mengejutkannya luar biasa.

Mata mereka akhirnya bertemu. Sepasang mata merah-kelam milik Zhao Fengting menatap lurus ke dalam iris mata hitam milik Xinyue. Di jarak sedekat ini, Xinyue bisa melihat ketampanan pria itu yang sangat berbahaya kulitnya yang agak pucat, garis rahangnya yang tajam, dan tatapan matanya yang sangat dingin bagaikan serigala yang sedang mengamati mangsanya.

Tangan ini... tubuh ini... batin Xinyue, ketakutannya kini bercampur dengan kesadaran yang teramat asing. Ini benar-benar bukan tubuhku yang asli. Di dunia nyataku, tanganku penuh dengan bekas kapalan akibat mengetik puluhan lembar skripsi. Wajahku selalu kusam karena begadang. Tapi tubuh Ye Xinyue ini begitu halus, begitu rentan... Tubuh ini bisa hancur kapan saja hanya dengan satu remasan dari tangan Kaisar ini.

Rasa asing itu menghantam Xinyue dengan keras. Ia bukan lagi seorang mahasiswa hukum yang bisa berlindung di balik hukum pidana atau perdata. Di dunia Tianyu ini, hukum tertinggi adalah kata-kata pria yang sedang memegang dagunya. Jika pria ini memerintahkan eksekusi mati detik ini juga, tidak ada pengacara atau banding yang bisa menyelamatkannya.

"Tubuhmu memang terasa dingin dan lemah," gumam Zhao Fengting, ibu jarinya mengusap pelan garis rahang Xinyue sebelum melepaskannya begitu saja. "Tetapi matamu... tidak terlihat seperti mata orang yang baru saja lolos dari maut."

Jantung Xinyue serasa berhenti berdetak. Apakah dia curiga?! Apakah tiran ini bisa menyadari kalau jiwa di dalam tubuh ini sudah berganti?!

Sebelum Xinyue sempat menyusun argumen pembelaan di dalam kepalanya, Zhao Fengting sudah berbalik membelakanginya. Kibasan jubah hitam berhias benang emas itu menciptakan angin kecil yang menerpa wajah Xinyue.

"Kasim Zhang," panggil Zhao Fengting seraya melangkah pergi meninggalkan sudut pohon bambu.

"Hamba hadir, Yang Mulia!" Kasim Agung segera membungkuk patuh.

"Kirimkan beberapa bahan obat langka dan ginseng salju dari gudang kekaisaran ke Kediaman Fenghua. Pastikan Selir ke-20 pulih sepenuhnya," titah Zhao Fengting datar, tanpa menoleh lagi saat ia berjalan meninggalkan Paviliun Anggrek bersama rombongan pengawalnya.

"Baik, Yang Mulia! Titah Anda akan segera dilaksanakan!"

Seluruh orang di Paviliun Anggrek membeku dalam keheningan yang jauh lebih pekat dari sebelumnya. Begitu rombongan Kaisar benar-benar menghilang dari balik gerbang kayu merah, puluhan pasang mata langsung tertuju pada Ye Xinyue.

Pandangan yang tadinya berisi acuh tak acuh dan hinaan kini berubah menjadi tatapan penuh kecemburuaan, ketakutan, dan kedengkian yang mematikan. Hadiah ginseng salju dari gudang kekaisaran bukanlah hal sepele. Itu adalah simbol perhatian dari Kaisar—sesuatu yang sangat langka dan paling diperebutkan di seluruh istana belakang.

Xinyue terduduk lemas di atas tanah batu. Keringat dingin membasahi punggungnya.

Bagus sekali, Ye Xinyue... luar biasa, ratap Xinyue dalam hati seraya menepuk dahinya pelan. Maksud hati ingin jadi selir transparan yang aman dari konflik, tapi dalam sehari aku malah dapat perhatian khusus dari sang Tiran dan jadi musuh bersama seluruh selir di istana ini! Ini benar-benar bencana hukum tingkat tinggi!

Ia menatap tangannya yang halus, lalu menatap pandangan tajam Selir Liang yang seolah siap mengulitinya hidup-hidup dari kejauhan. Kesadaran itu kini menancap makin dalam: tubuh ini memang bukan tubuh aslinya, dunia ini sangat berbahaya, dan perjuangannya untuk sekadar bertahan hidup baru saja dimulai dengan cara yang paling buruk.

1
Raizel_0511
crazy up kk,semangat,sehat selalu💪💪💪😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!