NovelToon NovelToon
Menjalani Cinta Terlarang

Menjalani Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Virgo kelabu

Seorang ayah angkat yang secara terpaksa menikahi putri angkat nya. Dia melakukan hal itu karena memenuhi janjinya kepada almarhumah sahabat nya untuk melindungi nya.
Sebenarnya dia telah gagal memenuhi janjinya karena nasib malang yang menimpa Artika. Ternyata masih memiliki hubungan darah dengan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgo kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MCT 15

" Lalu kenapa darling tidak memilih Tante Egi?"

"Jangan bercanda. Wanita tomboy itu tidak akan mungkin menyukaiku. Sebaliknya aku pun sama." keduanya pun tertawa. " Kami tumbuh bersama sejak kecil. Bagiku dia sama seperti saudara. Kami memiliki perbedaan dalam segala hal. Tapi satu hal yang pasti kami berdua sefrekuensi dalam hal mimpi."

Antika mengangguk. "Lalu...... bagaimana kita bisa menikah?"

Degh!

"Tika, apa kamu tidak marah atau benci dengan Papamu?" Aldri mencoba mengalihkan topik pembicaraan. Ia tak sanggup merangkai kata untuk menjelaskan semua peristiwa saat dirinya gagal menjaga Antika.

Antika menggeleng. "Untuk apa marah? Sedangkan Mama aja udah memaafkannya. Kenapa harus benci? Sementara wajahnya aja aku nggak tahu. Seandainya suatu hari nanti kita ketemu dan aku tahu alasannya.. Biarkan waktu yang menjawabnya." Aldri sama sekali tidak mengenal sosok Antika. Gadis kecil yang dulunya sangat manja kini tumbuh menjadi karakter yang kuat dalam waktu yang singkat.

"Aku tahu setiap apa yang terjadi pasti ada hikmahnya. Aku belajar semuanya dari ibu. Ibu selalu membuatku merasa aku harus belajar menerima diriku apa adanya. Entah lah, sejak sampai di rumah ini Ibu seperti mengatakan sesuatu yang membuatku berpikir dan merenung. Kata ibu aku harus legowo. Tapi kadang berat melakukannya. Aku nggak sesabar itu."

"Tika apa kamu tahu kenapa aku masih bimbang dengan semuanya?"

Antika menggeleng. "Makanya bilang aja terus terang apa yang ada dalam pikiran Darling. Aku bukan paranormal yang bisa baca pikiran orang."

"Sejujurnya.... aku takut." Aldri menjeda ucapannya. Ia menghelan nafas menguatkan diri. "Kalau suatu hari nanti ingatanmu kembali."

Antika tidak berusaha memotong. Gadis itu berusaha menjadi pendengar yang baik. Ia ingin mendengar semua tentang perasaan suaminya.

"Tika aku tidak ingin kamu membenciku karena kegagalanku menjaga kamu."

" Aku selalu dipenuhi perasaan bersalah karena menjadi penyebab kesedihanmu. Sejujurnya aku sama sekali tidak pantas menerima semua perhatian dan kasih sayangmu. Karena aku yang menyebabkan semua, ah!" Aldri mengusap kasar wajahnya.

Antika mencoba menghibur, tetapi urung ia lakukan. Tangan yang semula terjulur ia tarik kembali. Antika tidak bisa membayangkan apa yang sesungguhnya terjadi. ia memilih diam.

"Selain itu aku juga bukan pria yang tepat untukmu. Aku sangat mengkhawatirkanmu, Tika. Tentang pandangan orang terhadapmu. Aku....." Antika gegas memeluk suaminya sebelum ia dapat menyelesaikan kalimatnya.

"Tika."

"Aku nggak tahu apa yang terjadi di masa lalu. Aku sama sekali nggak ingat. Tapi hati kecilku yakin kalau kalian adalah orang-orang baik. Darling, seperti yang selalu Ibu bilang. Nggak ada manusia yang sempurna. Nggak nggak akan pernah ada. Yang ada hanyalah manusia yang saling melengkapi kekurangan maka kesempurnaan itu tercipta."

"Aku nggak peduli apa kata orang. Yang aku pedulikan hanya kamu dan ibu. Karena kalianlah satu-satunya keluarga yang aku miliki. Asalkan Darling cinta sama aku itu udah cukup buatku." Antika semakin mengeratkan pelukannya.

"Tika apa kamu yakin? Apakah Kamu tidak akan menyesalinya?"

"Aku yakin dengan perasaanku. Aku jatuh cinta padamu."

" Tika, aku selalu berpikir suatu saat nanti ketika ingatkanmu kembali kamu akan menyesali semuanya. Dan mungkin akan merasa bahwa aku memanfaatkanmu dengan kesempatan yang ada."

" Andai benar itu terjadi. Maka ingatkan aku lagi tentang rasa cinta yang aku miliki untukmu, Darling."

Aldri tak mampu lagi mengucap kata. Ia membalas pelukan Atika seolah-olah beban berat telah lepas dari pundaknya. Hatinya merasa bersyukur dan lega. Apa pun yang terjadi ia berjanji akan menjaga cinta yang ada, kecuali Antika yang memilih pergi.

Tepat tengah malam mereka memasuki rumah dan kembali ke kamar masing-masing. Sebelum memasuki kamarnya Antika berjinjit dan mencium pipi suaminya. Ia bergegas masuk ke kamarnya dan menutup pintu. Jantung nya berdegup kencang.

Aldri yang masih terbengong di depan pintu kamar Antika tiba-tiba memegang pipinya. Ia berjalan menuju kamarnya.

Duh Gusti aku merasa seperti pemuda yang sedang kasmaran. Padahal hanya dengan sebuah ciuman di pipi bisa membuat jantungku seperti ini. Sadar Aldri, kamu bukan bocah lagi. Padahal dulu Tika juga sering melakukannya. Tapi kenapa sekarang bisa berbeda? Jadi aku benar-benar jatuh cinta.

Pagi hari di kantor.

Aldri senyum-senyum sendiri sejak pagi. Khayalan nya terus mengingat kejadian sebelum dirinya berangkat tadi pagi. Antika membantu merapikan dasinya, memeluknya erat dan mengecup keningnya. Antika mencium punggung tangan suaminya lebih lama dari biasanya. Lalu ia pun berbisik 'Aku cinta suamiku'. Hati Aldri dipenuhi bunga indah dan kupu-kupu berterbangan.

"Woy! Kerja - kerja, Mas Bro!" Teriakan Egi tepat di telinga Aldri membuat pria itu tersentak.

"Edan, Gi. Kamu itu ya bisa budeg telingaku."

" Lah lagian siapa suruh kamu senyum-senyum bodoh kayak wong edan. Ini kantor, Al menghayalnya nanti saja di rumah tepatnya di kamar. Hadeh!"

"Sesuka hati ku lah, Gi. Kantor ku juga."

"Nah, ini nih. Contoh yang tidak bagus. Nanti kalau karyawanmu begitu jangan salahkan mereka, lho ya! Aku tahu kamu sedang kasmaran, tapi tahu tempat napa. Tidak kasihan kah kamu pada jomblo ini." kali ini Aldri tertawa.

"Oalah. Ada yang sedang iri ya?" Aldri geleng-geleng kepala diikuti gelak tawa.

" Tidak juga, sih. Berita tentang kamu yang gendong cewek sudah menyebar ke seisi perusahaan. Mereka sangat penasaran siapa sebenarnya gadis itu? Bahkan ada spekulasi yang mengatakan gadis itu adalah kekasihmu karena mendengarnya memanggilmu 'Darling'. "Egi duduk di sofa bersilang kaki.

"Jujur saja, Al aku merasa tidak nyaman mereka ngomong soal kalian di belakangku. Tapi aku mau bagaimana lagi? Aku hanya bisa diam."

"Sudah lah biarkan saja dulu."

"Maka nya aku bilang hanya bisa diam. Lalu bagaimana kalian? Apa masih bertengkar? Eh. Tuny dulu pertanyaan macam apa itu? Melihat dari senyumanmu seperti wong edan itu sudah ketebak. Hemmm baiklah kalau begitu selamat untuk kalian."

"Terima kasih. kamu benar, Gi. Kami sudah membicarakan semua. Tinggal menunggu waktu saja. Apa yang akan terjadi setelah ingatannya kembali. Saat ini aku akan menikmati saat-saat indah bersama dengan Antika. Urusan nanti aku sama sekali tidak ingin memikirkannya."

"Terserah kau aja. Yang penting jangan sampai Antika ku celaka."

" itu pasti. Tanpa diminta pun aku akan menjaganya dengan nyawaku."

" that's very good. Okey betah ada rapat pukul 10.00 WIB nanti. Jadi hentikan dulu sikap edanmu itu."

"Iya aku tahu. Jangan mulai bawel."

"Dih! Tidak tahu terima kasih." mereka berdua berjalan keluar ruangan dengan senyum lebar.

Sepekan kemudian.

Bunyi pesan masuk ke ponsel Antika. Ya, Aldri membelikannya ponsel setelah kejadian di galeri foto itu.

[ Kamu sedang apa, Sayang?" ]

[ Aku lagi belajar bikin kue sama ibu, Darling. Kalau kamu? ]

[ Sedang menunggu rekan bisnis.]

[ Semangat kerjanya ya, Darling. 😘😘]

Aldri tersenyum membayangkan istrinya mencium kening atau pipinya.

[ Malam ini kita kencan. Kebetulan malam Minggu ini aku bebas. Siap-siap nanti jam 07.00 malam kita berangkat, Ya?]

Antika menyemburkan air dalam mulutnya setelah membaca pesan terakhir suaminya.

"Tika Kamu kenapa sayang?"

" Ibuuu.... gimana darling mau ngajak aku kencan. Aduh, Ibu aku harus gimana?"

1
Ar-Rasyid Fikri
semangat berkarya Thor 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!