NovelToon NovelToon
Kaisar Langit Abadi

Kaisar Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Chen Xuan

Saat Dewa Turun ke Dunia

"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."

Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.

Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.

Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 — Kematian Luo Yu

Li Tianxuan menutup kedua matanya.

Pikirannya kembali mengingat gerakan pedang pertama yang diperlihatkan Cang Xuan sebelumnya.

Setiap gerakan.

Setiap perubahan energi.

Semuanya terukir jelas di dalam pikirannya.

Li Tianxuan perlahan mengangkat tangannya, mencoba memperagakan gerakan tersebut.

Namun, sebelum dia sempat melanjutkan—

Suara Cang Xuan kembali terdengar di dalam pikirannya.

"Li Tianxuan... Giok Serpihan Jiwa Dewa-mu sepertinya akan segera hancur."

Li Tianxuan sedikit terkejut.

"Satu petunjuk untukmu."

Suara Cang Xuan terdengar tenang.

"Jika ingin menemukan jawabannya, cobalah untuk menjadi lebih kuat lagi!"

Begitu Cang Xuan selesai berkata seperti itu, dia mengibaskan tangannya.

Wussshhh!!!

Kesadaran Li Tianxuan seketika terlempar jauh.

Tubuh kesadarannya melesat mundur hingga akhirnya benar-benar keluar dari Lautan Jiwa.

"Cang..."

Li Tianxuan menggertakkan giginya.

"Cang Xuan, bajingan!!!"

 

Di Luar Lautan Jiwa

Waktu seakan masih berhenti.

Tubuh Li Tianxuan tetap berdiri dengan kedua mata terpejam, sementara seluruh serangan yang dilancarkan para murid masih membeku di udara.

Namun, ketika akhirnya Li Tianxuan membuka matanya...

Waktu mulai bergerak kembali.

Perlahan.

Sangat perlahan.

Li Tianxuan memanfaatkan waktu yang masih berjalan lambat tersebut untuk menghindari berbagai serangan yang mungkin akan mengenai tubuhnya.

Dia bergerak dengan tenang, menghindari satu demi satu serangan yang berada di sekelilingnya.

Tidak sampai lima detik kemudian—

Waktu kembali berjalan normal.

Swussshhh!!!

Seluruh serangan yang sebelumnya berhenti langsung bergerak dengan kecepatan tinggi.

BOOOOM!!!

Semua serangan tersebut menghantam tanah secara bersamaan, menciptakan ledakan besar yang mengguncangkan seluruh area.

Debu beterbangan ke segala arah.

Di tengah kekacauan itu, Li Tianxuan berdiri di atas langit.

Tatapannya menyapu seluruh murid yang berada di bawahnya.

"Kalian..."

Suaranya terdengar dingin.

"Majulah!"

Li Tianxuan berdiri di atas langit bagaikan seorang Dewa, menantang seluruh murid yang berada di bawahnya.

"Bocah!"

Sebuah suara terdengar dari kerumunan.

"Kau terlalu meninggikan kekuatanmu sendiri!"

Sosok itu melangkah maju.

"Biarkan aku memperlihatkan kepadamu seperti apa kekuatan sebenarnya dari Ranah Inti Roh!"

Orang yang berbicara adalah seorang murid jenius dari Sekte Pemusnah Jiwa.

Luo Yu!

Kekuatannya telah mencapai Ranah Inti Roh Tingkat 4.

Luo Yu mengeluarkan sebuah lonceng kecil dari kantong penyimpanannya.

Dia melemparkannya tepat ke arah Li Tianxuan.

Kemudian, kedua tangannya bergerak cepat membentuk sebuah segel.

Wussshhh!!!

Lonceng kecil itu seketika membesar.

Dalam sekejap, ukurannya berubah menjadi sangat besar dan langsung mengunLi Tianxuanci Li Tianxuan di dalamnya.

"Lonceng Penghisap Jiwa!"

"MATILAH!"

Wushhhh!!!

Lonceng tersebut bergetar dengan hebat.

Dunggg!!!

Suara lonceng yang memekakkan telinga bergema ke seluruh area.

Li Tianxuan langsung merasakan jiwanya seolah-olah sedang ditarik secara paksa oleh kekuatan tak kasatmata.

Arghhhh!!!

Rasa sakit yang luar biasa menjalar ke seluruh tubuh kesadarannya.

Namun, Li Tianxuan tidak mau berdiam diri.

Di tengah jiwanya yang terus bergetar, kedua tangannya bergerak cepat membentuk sebuah segel.

Wussshhh!!!

Awan-awan di atas langit mulai berkumpul.

Perlahan, awan tersebut membentuk sebuah pusaran besar.

Di tengah pusaran itu, sebuah pedang raksasa mulai muncul.

"Apa ini...?"

Luo Yu sedikit lengah ketika melihat pedang besar tersebut.

"SEMUA!"

"SEGERA MENGHINDAR!"

Namun, pada saat itu, Li Tianxuan merasakan sesuatu yang berbeda.

Energi pedang seakan mengalir di setiap bagian tubuhnya.

Darahnya terasa membara.

Jantungnya berdegup semakin kuat.

Perlahan...

Tubuh Li Tianxuan mulai berubah menjadi gumpalan cahaya spiritual.

Wussshhh!!!

Cahaya itu bergerak naik.

Menembus Lonceng Penghisap Jiwa.

Hingga akhirnya—

Li Tianxuan benar-benar menyatu dengan pedang raksasa yang berada di atas langit.

Pada saat itu, dia seakan telah berubah menjadi sebuah Jiwa Pedang.

Dia dapat menggerakkan pedang tersebut sesuka hatinya.

Li Tianxuan menatap seluruh musuh yang berada di bawah.

Tanpa ragu sedikit pun—

Dia bergerak secepat mungkin.

SWUSHHHH!!!

WUSHHH!!!

SLASSSS!!!

Pedang raksasa tersebut menebas dengan ganas.

Satu demi satu murid yang berada di tahap awal Ranah Inti Roh langsung terkena tebasannya.

Tidak ada kesempatan untuk melawan.

Tidak ada waktu untuk menghindar.

Dalam beberapa serangan saja, seluruh murid di tahap awal Ranah Inti Roh telah tumbang.

Kini...

Hanya tersisa satu orang.

Luo Yu.

"Bajingan!"

Wajah Luo Yu dipenuhi amarah.

"Aku akan membunuhmu!"

Dia benar-benar kehilangan kendali.

Luo Yu kembali mengeluarkan sebuah benda dari kantong penyimpanannya.

Sebuah tombak panjang.

Ujung tombak tersebut memiliki bentuk seperti penyangga yang tajam.

Luo Yu menggenggam tombak itu erat.

Kemudian, tubuhnya berputar dengan cepat sebelum melompat tinggi ke udara.

Dengan seluruh kekuatannya, dia melemparkan tombak tersebut ke arah Li Tianxuan yang telah berubah menjadi pedang.

"Tombak Pengukir Jiwa!"

"MATILAH!"

SWUSHHHH!!!

Tombak itu melesat dengan kecepatan luar biasa.

Namun, Li Tianxuan tidak menghindar.

Sebaliknya...

Dia justru bergerak maju.

TINGGG!!!

Pedang dan tombak bertabrakan.

DUARRRR!!!

Gelombang energi yang sangat kuat meledak dari titik benturan.

Pufttt!!

Luo Yu memuntahkan beberapa teguk darah segar.

Suara benturan pedang dan tombak menciptakan riak energi yang menyapu hampir seluruh wilayah.

Bahkan...

Pertarungan antara Jian Wushuang, Liu'er, dan Yang Hu ikut terhenti.

Tubuh Li Tianxuan terpisah dari pedang itu, hingga pedang itu menghilang dihadapannya. Dia merasakannya, energi spiritualnya sudah tidak mampu lagi disalurkan dengan sempurna kedalam pedang.

Pufttt!!

Dia memuntahkan seteguk darah segar.

Namun, meskipun dirinya kekurangan energi spiritual, Li Tianxuan tidak berniat berhenti.

Bahkan untuk sesaat.

Dia melihat Luo Yu juga berada dalam kondisi kewalahan.

Ini adalah kesempatan yang sangat bagus.

Tanpa ragu, Li Tianxuan kembali mengeluarkan pedangnya.

Swushhhh!!!

Tubuhnya melesat menuju Luo Yu.

"MATILAH!"

DUARRRR!!!

Sebuah dinding perisai tiba-tiba muncul dan benar-benar menahan pedang Li Tianxuan.

Di balik perisai tersebut, Luo Yu menunjukkan ekspresi dingin.

"Kau..."

Tatapannya menatap Li Tianxuan dengan penuh kemarahan.

"Apa kau tahu siapa aku?"

Li Tianxuan tidak menjawab.

"Bahkan jika kau adalah seorang Dewa..."

Tatapan Li Tianxuan menjadi semakin tajam.

"Aku juga akan membunuhmu!"

"Hiakkkkk!!!"

WUSHHH!!!

Pedang Li Tianxuan kembali menebas.

DUARRRR!!!

Perisai Luo Yu hancur berkeping-keping.

Pada saat yang sama, tubuh Luo Yu terkena sayatan pedang Li Tianxuan.

"Kau cari mati!"

Seolah-olah tidak terjadi apa-apa, Luo Yu mengumpat dengan kesal.

Namun, detik berikutnya—

Pufttt!!!

Darah segar dalam jumlah banyak menyembur dari mulutnya.

Pupil mata Luo Yu mengecil.

Tubuhnya bergetar.

Kemudian—

Tubuh Luo Yu terpisah menjadi dua bagian.

Li Tianxuan perlahan menyimpan kembali pedangnya.

Tatapannya tetap tenang.

"Jalan kultivasi..."

Dia berkata pelan.

"Bukanlah sesuatu yang mudah."

1
Ilham Yono
👻👻👻👻⚔️
Nandan Waluya
Mampir mampir 🔥
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Slight/
Ilham Yono
cerdas..mengakui keunggulan lawan..
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Determined//Curse/
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
hem/Proud//Proud//Proud//Chuckle/
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
good jobs
Ilham Yono
beuh orang sombong mah gosong
Ilham Yono
beuh☠️⚔️☠️⚔️☠️⚔️👻
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
banyak cakap..kemampuan senyap
Kadai Kecil
Lanjut lu woi thor/Curse/
Kadai Kecil
Kok habis /Curse/
Kadai Kecil
lanjut terus
Kadai Kecil
Tidak ada jeda nih
Kadai Kecil
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!