NovelToon NovelToon
Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Bara Pratama hanyalah seorang pemulung yang dihina dan dibuang oleh kekasihnya demi pria kaya. Namun, nasibnya berbalik total saat darah dari luka pukulannya tanpa sengaja mengaktifkan sebuah tungku berkarat yang terhubung dengan Sistem Daur Ulang Multiverse. Melalui sistem ini, Bara bisa memproses rongsokan tidak berharga menjadi pil kultivasi, material langka, dan barang pusaka bernilai tinggi dari dimensi Sekte Harmoni. Berbekal kekuatan dan kekayaan baru yang terus mengalir dari tumpukan sampah, Bara siap menghancurkan kesombongan orang-orang yang dulu menginjaknya dan memulai hidup baru sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Manajer pria paruh baya itu terlihat sangat panik melihat ada dua orang yang terkapar pingsan di lantai restorannya.

"Ada masalah apa ini Tuan-tuan? Tolong jangan membuat keributan fisik di dalam restoran kami," ucap manajer itu dengan sopan.

Namun saat manajer itu mengenali wajah Kevin, sikapnya langsung berubah menjadi sangat hormat dan sedikit menjilat.

"Ya ampun Tuan Kevin, apa ada hal yang membuat Anda merasa tidak nyaman malam ini?" sapa manajer itu sambil membungkuk dalam-dalam.

Kevin yang merasa mendapat dukungan langsung kembali menegakkan kepalanya dan menunjuk tepat ke wajah Bara.

"Manajer, pria kampungan ini baru saja menyerang pengawalku secara brutal di tempatmu!" lapor Kevin dengan nada memerintah.

"Aku perintahkan kau untuk memanggil polisi dan mengusir pria ini beserta wanita itu sekarang juga dari restoranmu."

Manajer itu menelan ludahnya dengan susah payah dan menatap Bara dengan pandangan serba salah.

Dia tahu kalau Bara adalah tamu yang memesan meja terbaik, tapi dia juga tidak berani melawan anak pejabat penting kota.

Izin usaha restorannya bisa dipersulit besok pagi kalau dia berani menyinggung perasaan Tuan Kevin malam ini.

"Maafkan saya Tuan Bara, tapi demi kenyamanan tamu yang lain, saya terpaksa harus meminta Anda untuk meninggalkan tempat ini," ucap manajer itu dengan nada menyesal.

Nadhira langsung berdiri dari kursinya dengan wajah marah mendengar keputusan sepihak dari manajer restoran tersebut.

"Ini sangat tidak adil, jelas-jelas pria sombong ini yang datang mengganggu meja kami lebih dulu!" protes Nadhira dengan suara keras.

Bara mengangkat sebelah tangannya untuk menenangkan Nadhira agar kembali duduk santai di kursinya.

"Tunggu sebentar Nadhira, biar aku yang mengurus manajer bermuka dua ini," ucap Bara dengan sangat tenang.

Bara kemudian menggunakan Kacamata Identifikasi Spiritualnya yang selalu terpasang di matanya secara diam-diam.

"Kacamata, berapa nilai estimasi dari seluruh restoran di lantai puncak gedung ini beserta hak kepemilikannya?" tanya Bara di dalam pikiran.

Deretan teks informasi berwarna putih langsung muncul melayang di depan pandangan Bara.

[Menjawab Tuan.]

[Hak sewa lantai dan kepemilikan merek Restoran Langit Malam ini bernilai sekitar lima miliar rupiah.]

[Pemilik asli dari restoran ini sedang mengalami krisis keuangan dan hutang di luar negeri, beliau sangat ingin menjual tempat ini secepatnya.]

Mendengar informasi yang sangat menguntungkan itu, Bara langsung tersenyum lebar layaknya seorang pemenang.

"Manajer, siapa nama pemilik asli dari restoran ini dan bisakah kau menghubunginya malam ini juga?" tanya Bara dengan nada berwibawa.

Manajer itu mengerutkan keningnya bingung mendengar pertanyaan aneh dari Bara yang tidak nyambung dengan situasi keributan.

"Pemilik restoran ini adalah Tuan Handoko, beliau sedang berada di luar negeri sekarang," jawab manajer itu jujur.

"Hubungi dia sekarang juga menggunakan panggilan video, katakan ada orang yang mau membeli restorannya secara tunai," perintah Bara dengan nada absolut.

Suara Bara barusan terdengar tidak terlalu keras, tapi cukup untuk membuat seluruh pengunjung restoran yang menguping menjadi terkejut setengah mati.

"Membeli restoran ini? Kau benar-benar sudah gila dan kebanyakan berkhayal ya!" tawa Kevin pecah memenuhi ruangan.

"Kau pikir restoran elit ini harganya seratus ribu rupiah yang bisa dibeli oleh gembel sepertimu kapan saja?"

Bara mengabaikan tawa ejekan Kevin dan langsung meletakkan ponselnya yang menyala di atas meja kaca.

Layar ponsel itu menampilkan saldo rekening perbankan miliknya yang berisi angka lebih dari enam miliar rupiah.

"Enam miliar itu cuma untuk uang muka, sisa uang operasionalnya akan aku transfer dari rekening bisnisku yang lain," ucap Bara berbohong dengan santai untuk mengintimidasi.

Manajer restoran itu membelalakkan matanya melihat deretan angka nol yang nyata di layar ponsel Bara.

Sikap manajer itu seketika berubah seratus delapan puluh derajat menjadi luar biasa patuh pada Bara.

Dia buru-buru mengeluarkan tablet kerjanya dan langsung menghubungi bos besarnya melalui panggilan video jarak jauh.

Hanya butuh waktu satu menit bagi Tuan Handoko untuk menjawab panggilan tersebut dari layar tablet.

"Ada apa manajer menelepon malam-malam begini?" suara seorang pria tua terdengar dari layar tablet tersebut.

"Maaf mengganggu Tuan Handoko, ada seorang tamu VIP di sini yang bersedia membeli seluruh hak kepemilikan restoran ini sekarang juga," lapor manajer itu dengan suara gemetar.

Bara langsung mengambil alih tablet tersebut dan menatap wajah Tuan Handoko di layar dengan percaya diri.

"Tuan Handoko, aku tahu Anda sedang butuh uang tunai secepatnya untuk membayar hutang di luar negeri sekarang."

"Aku akan membayar lima miliar rupiah tunai untuk restoran ini tanpa menawar harganya sama sekali."

"Transfernya akan aku lakukan malam ini juga asalkan surat kuasa penuh dikirimkan ke emailku sekarang."

Mendengar tawaran harga uang tunai yang sangat cepat itu, Tuan Handoko di layar langsung mengangguk tanpa berpikir dua kali.

"Sepakat Tuan! Saya akan menyuruh pengacara saya mengirimkan draf surat kuasanya ke email Anda dalam waktu lima menit!" jawab Handoko dengan wajah sangat girang.

Transaksi bisnis senilai miliaran rupiah itu diselesaikan semudah orang membeli kacang goreng di pinggir jalan raya.

Kevin yang berdiri di sana sejak tadi kini berubah menjadi patung batu dengan wajah sepucat mayat.

Dia tidak menyangka pria yang baru saja dia usir dengan uang sepuluh juta ternyata bisa membeli seluruh restoran ini dalam sekejap mata.

Ting!

Ponsel manajer berbunyi menandakan email dokumen peralihan kuasa dari bos lamanya sudah masuk secara resmi.

Manajer itu langsung membungkukkan badannya sangat dalam ke arah Bara dengan keringat dingin yang mengucur deras di dahinya.

"Selamat malam Tuan Bara, mulai detik ini Anda adalah pemilik sah dan tunggal dari Restoran Langit Malam ini," lapor manajer itu dengan suara lantang.

Semua pengunjung restoran langsung bertepuk tangan pelan karena merasa kagum melihat pertunjukan kekuasaan uang yang sangat luar biasa ini.

Bara menyerahkan kembali tablet itu pada manajernya dan menoleh menatap Kevin dengan tatapan seperti melihat kecoa.

"Manajer, apa kau tahu aturan pertama di restoran milikku ini mulai sekarang?" tanya Bara dengan nada dingin.

"T-tidak Tuan Bara, apa aturan pertama Anda?" tanya manajer itu menelan ludah.

"Aturan pertamanya adalah, pemuda bernama Kevin beserta anjing pengawalnya dilarang keras menginjakkan kakinya di tempat ini selamanya."

"Panggil satpam gedung dan seret anak pejabat korup ini keluar dari restoranku sekarang juga."

Manajer itu sama sekali tidak ragu lagi untuk melaksanakan perintah bos barunya yang memiliki uang miliaran ini.

Dia langsung memanggil beberapa satpam gedung melalui radio komunikasi dan mereka datang berlari dalam waktu singkat.

"Tuan Kevin, tolong segera tinggalkan tempat ini atau kami terpaksa harus menggunakan kekerasan untuk mengusir Anda," ancam manajer itu pada Kevin.

Kevin menggertakkan giginya dengan sangat keras menahan rasa malu yang benar-benar menghancurkan sisa harga dirinya di depan umum.

"Kau akan menyesal berurusan denganku, ayahku pasti akan mencabut izin restoran ini besok pagi!" ancam Kevin sambil berjalan mundur.

"Silakan cabut saja izinnya, aku bisa membeli gedung ini beserta ayahmu sekalian kalau kau mau repot-repot mencoba," balas Bara dengan tawa meremehkan yang sangat kejam.

Kevin akhirnya berbalik badan dan lari terbirit-birit masuk ke dalam lift meninggalkan kedua pengawalnya yang masih pingsan di lantai.

Para satpam gedung kemudian menyeret tubuh kedua pengawal itu keluar dari area restoran agar tidak mengganggu pemandangan tamu lain.

Suasana restoran kembali menjadi tenang dan alunan musik klasik mulai dimainkan lagi oleh pemain piano di sudut ruangan.

Bara duduk kembali di kursinya dan menatap Nadhira yang masih memandanginya dengan tatapan tidak percaya.

"Kamu benar-benar pria paling gila yang pernah aku temui Bara, kamu baru saja menghamburkan lima miliar hanya untuk mengusir satu orang pengganggu?" tanya Nadhira sambil menggelengkan kepalanya.

"Itu bukan menghamburkan uang Nadhira, itu namanya investasi jangka panjang untuk melindungi kenyamanan kencan makan malam kita berdua," gombal Bara dengan senyum menawan.

Pipi Nadhira langsung memerah kembali dan wanita cantik itu hanya bisa menundukkan wajahnya menyembunyikan senyum salah tingkah.

"Terima kasih Bara, kamu selalu tahu cara membuat malamku menjadi sangat luar biasa dan tidak terlupakan," bisik Nadhira dengan tulus.

Bara mengangkat gelas anggur merahnya dan mereka berdua kembali bersulang melanjutkan sisa malam yang panjang.

Malam ini Bara kembali membuktikan bahwa tidak ada satu pun manusia sombong yang bisa merendahkannya lagi.

Uang dan kekuatan fisik yang dia miliki sekarang adalah kombinasi paling mematikan yang akan menghancurkan siapa pun yang berani menghalangi jalannya.

Babak baru dalam kehidupan Bara sebagai penguasa dunia bisnis yang sesungguhnya telah resmi dimulai dari puncak gedung ini.

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Was pray
pengusaha yg punya produk yg sama jadikan kompetitor bersaing secara sehat dengan kualitas, menang tanpa menjatuhkan lawan, untung tanpa menimbulkan musuh
Was pray
sembuhkan Gideon dan dijadikan anak buah yg setia aja bara dia bisa dijadikan mata mata didunia bawah tanah
kiyoe: heheh tunggu update selanjutnya yaa kak 🤣
total 1 replies
Was pray
emang bisa langsung beroperasi tuh pabrik? kan butuh penyesuaian peralatan dan tenaga ahli? kayak sulap dong ... bim salabim langsung muncul... tuh krim kosmetiknya 🤭🤭🤣
Was pray
betul.... tembak kepala bara dia pasti mati Krn perlindungan kaos oblong yg dipakai hanya melindungi tubuhnya doang
Was pray
ntar Nadhira posisi berubah dari teman jadii pacar, terus dari rekamn bisnis menjadi rekan ranjang nih..... terus Nadhira jad adik iparnya Adit Pratama.... 🤣🤣
Was pray
beli rumah dulu bara, ntar jadi lelucon naik mobil sultan tapi rumah kontrakan... masih mending mobil sewaan tapi rumah idaman
Was pray: biar bisa pamer dan nunjukin ke orang2 Nuh gue kaya.... tapi rumah masih nyewa.... mobil kredit... 🤣🤣
total 5 replies
Was pray
utang nyawa Nadhira pada bara dibayar dengan secangkir kopi, amat sepadan buat bara.... 🤣
Was pray
untung yg kram bukan gigi nya.... 🤣🤣
Was pray
mau main sepakbola dong .. sis....
Was pray
daging panggang mewah. daging pasti daging hewan langka nih ... bisa daging rusa bertanduk gading atau sapi berbulu emas... 🤭🤭
Was pray
yg tadi nya rata seperti kayu sekarang kotak kotak kayak papan catur .... 🤭🤣
Was pray: kwk. ... kwk... kwk.. gak biliard aja... kan lebih menantang.... 🤣🤣
total 4 replies
Was pray
kalau sama dadanya mbak -mbak tebal nih dadanya bara? 🤭🤭
kiyoe: heheh
total 1 replies
Was pray
waduh bahaya nih.... ntar bisa terbang tertiup angin.... dan tersangkut di ranting pohon.... gak bisa turun... kan seringan kapas... 🤭🤭🤭🤣
Was pray
bara ini saudaranya Adit ya Thor? karena sama2 memakai nama pratama
kiyoe: Bara gelap gulita 🤣
total 3 replies
Was pray
moga aja alur cerita per bab nyambung dan sistem gak berubah fungsi kayak sistem peternak dan berkebun berubah arah jadi sistem kultivator
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!