NovelToon NovelToon
Cincin Pengkhianatan

Cincin Pengkhianatan

Status: tamat
Genre:Mafia / Action / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Its Efa

Vincent Lawson rela meletakkan pistolnya demi menggenggam tangan wanita yang ia cintai. Ia percaya, cincin itu akan menjadi awal dari selamanya. Namun pada malam yang sama, wanita itu mengganti janjinya dengan sepasang borgol.

Di tengah raungan sirene dan hancurnya seluruh impian, Vincent tak lagi mempertanyakan mengapa ia ditangkap. Ia hanya ingin tahu...

“Di antara ribuan senyum yang kau berikan selama dua tahun... adakah satu saja yang lahir karena cinta, bukan karena tugas?” 💔

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Efa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

[ Cincin yang Telah Dipilih ]

Seminggu berlalu sejak Vincent membawa Rhea ke rumah masa kecilnya. Hubungan mereka semakin dekat, sementara waktu yang dimiliki Rhea terasa semakin sempit.

Setiap hari ia mengirim laporan kepada kepolisian.

Namun setiap laporan yang dikirim terasa seperti sedang mengkhianati seseorang yang telah memberikan seluruh kepercayaannya.

Pagi itu, Vincent memanggil Damian ke ruang kerjanya.

"Ada yang ingin kubicarakan."

Damian mengangguk.

"Apa, Bos?"

Vincent membuka laci meja, lalu mengeluarkan kotak beludru hitam.

Damian langsung tersenyum.

"Jadi... akhirnya."

Vincent membuka kotak itu perlahan.

Di dalamnya, sepasang cincin berlian sederhana memantulkan cahaya matahari yang masuk melalui jendela.

"Aku akan melamarnya."

Damian tertawa pelan.

"Syukurlah."

"Aku sudah menunggu hari ini sejak lama."

Vincent menatap cincin itu tanpa berkedip.

"Menurutmu..."

"...dia akan menerimanya?"

Damian tersenyum yakin.

"Kalau melihat cara Nona Rhea memandang Bos..."

"...aku rasa jawabannya sudah jelas."

Vincent ikut tersenyum.

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun...

Ia benar-benar merasa gugup.

Sementara itu, di toko bunga, Rhea sedang merangkai buket mawar putih.

Bel pintu berbunyi.

Vincent masuk dengan senyum yang tidak bisa disembunyikannya.

"Ada apa?" tanya Rhea.

"Kau terlihat sangat bahagia."

Vincent menggeleng pelan.

"Tidak ada."

"Kau berbohong."

"Aku tidak pandai berbohong."

"Makanya wajahmu mudah ditebak."

Vincent terkekeh pelan.

"Kalau begitu..."

"...anggap saja aku sedang merencanakan sesuatu."

Rhea mengangkat alis.

"Sesuatu yang baik?"

"Sangat baik."

Rhea ikut tersenyum.

Tanpa sadar, ia mulai membayangkan masa depan bersama Vincent.

Bayangan yang seharusnya tidak pernah ia miliki.

Sore harinya, Vincent mengajak Rhea ke panti asuhan.

Begitu mereka datang, anak-anak langsung berlari menyambut.

"Kak Rhea!"

"Om Vincent!"

Seorang anak laki-laki menarik tangan Vincent.

"Om, kapan Kak Rhea tinggal sama Om?"

Semua orang langsung tertawa.

Rhea langsung menundukkan wajahnya yang memerah.

Vincent hanya mengusap kepala anak itu.

"Doakan saja."

"Kalau kami doa setiap hari, Om bakal nikah cepat?"

Vincent melirik Rhea yang masih salah tingkah.

"Lihat nanti."

Anak-anak bersorak gembira.

Menjelang pulang, seorang anak perempuan kecil menghampiri Rhea.

"Kak."

"Iya?"

Anak itu menyodorkan sebuah gambar.

"Itu buat Kakak."

Rhea menerimanya.

Di atas kertas itu tergambar tiga orang yang sedang bergandengan tangan.

Seorang pria.

Seorang wanita.

Dan seorang anak kecil.

"Itu siapa?" tanya Rhea pelan.

Anak itu tersenyum polos.

"Itu Om Vincent."

"Itu Kak Rhea."

"Yang kecil..."

"...aku."

Rhea membeku.

Anak itu tertawa riang.

"Aku mau punya keluarga seperti itu."

Air mata hampir jatuh dari mata Rhea.

Ia memeluk anak kecil itu erat.

"Terima kasih..."

Namun dalam hatinya...

Ia hanya mampu meminta maaf.

Malam harinya, Rhea dipanggil ke markas rahasia kepolisian.

Komandan langsung membuka rapat.

"Zhava."

"Ya, Komandan."

"Kami berhasil mendapatkan informasi."

"Vincent akan mengadakan acara besar dalam waktu dekat."

Rhea menatap layar di depan.

"Itulah saat terbaik untuk melakukan penangkapan."

Salah satu anggota bertanya,

"Apakah Zhava sudah mendapatkan kepercayaan penuh dari target?"

Komandan menjawab tanpa ragu.

"Ya."

"Target bahkan mulai merencanakan masa depan bersama Zhava."

Ruangan mendadak sunyi.

Semua orang memahami satu hal.

Semakin besar kepercayaan Vincent...

Semakin mudah operasi itu berhasil.

"Zhava."

Komandan menatapnya.

"Pastikan hari itu..."

"...Vincent Lawson tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri."

Rhea mengepalkan tangannya di bawah meja.

"Siap."

Jawabannya terdengar tegas.

Namun begitu rapat selesai, ia langsung berjalan keluar.

Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya jatuh.

Ia bersandar di dinding lorong yang sepi.

"Maaf..." bisiknya lirih.

"Aku tidak tahu harus menyelamatkan siapa..."

"Tugasku..."

"...atau hatiku."

Di sisi lain kota, Vincent berdiri di balkon rumah masa kecilnya.

Kotak cincin masih berada di tangannya.

Ia tersenyum sambil menatap langit malam.

"Sebentar lagi..."

"Aku akan mengakhiri semua ini."

"Lalu memulai hidup yang baru bersamamu."

Ia tidak tahu...

Di waktu yang sama, wanita yang ingin ia jadikan istri sedang menangis sendirian.

Dan takdir...

Diam-diam sedang menyiapkan malam paling menyakitkan dalam hidup mereka berdua. 💔

1
Anne Soraya
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!