NovelToon NovelToon
Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Romansa / Aksi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Peringatan Misi Kematian! Sisa waktu: 10 menit.

​Tugas: Hadapi Dewi Kuno, atau jantungmu meledak.

​Sebagai murid buangan yang tertindas, Lin Huang mendadak memiliki kekuasaan instan berkat "Tanda Batas Batil" di pergelangan tangannya. Tidak butuh waktu ratusan tahun, kultivasinya meningkat eksponensial dalam hitungan detik—tetapi harganya adalah risiko nyawa yang mengerikan!

​Setiap detik adalah pertarungan. Setiap misi adalah perjudian.

​Fast-Paced Xianxia | Kultivasi Ekstrem | Romansa Paksaan Dewi

​Rasakan adrenalin tanpa jeda di setiap bab!

​"Ini bukan tentang menjadi abadi, ini tentang bertahan hidup di detik berikutnya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aula Pengorbanan Darah dan Tarian Maut di Udara

​Lorong sempit di depan mereka tiba-tiba terputus, membuka jalan ke sebuah ruangan raksasa berbentuk lingkaran yang sangat luas. Hawa pengap bercampur belerang langsung menyengat hidung. Di bawah mereka, alih-alih lantai batu yang kokoh, sehamparan jurang sedalam puluhan meter membentang luas, dipenuhi oleh jutaan duri besi berkarat yang mencuat tajam bagai gigi monster purba.

​Di atas langit-langit aula yang setinggi tiga puluh meter, terlihat sebuah batu kristal berwarna hitam legam yang melayang statis, memancarkan pendaran cahaya ungu yang aneh—itulah Batu Inti Gravitasi.

​Cicit! Cicit! Cicit!

​Suara pekikan melengking yang memekakkan telinga seketika menggema dari cerah-celah dinding. Ribuan kelelawar berukuran sebesar elang dengan mata merah menyala dan taring panjang mulai keluar. Aura mereka memang hanya berada di Ranah Kondensasi Qi Tingkat 2, namun jumlah mereka yang mencapai ribuan membentuk awan hitam yang mengerikan.

​"Formasi Pembalik Gravitasi..." Ye Qingyue menghentikan langkahnya di tepi bibir jurang. Sambil menyipitkan mata peraknya, dia bisa merasakan bahwa medan energi di dalam aula ini sangat kacau. "Lin Huang, jika kau melangkah ke sana, berat tubuhmu akan dimanipulasi secara acak oleh energi ungu itu. Dan kelelawar-kelelawar itu... mereka adalah mahluk asli tempat ini yang kebal terhadap distorsi gravitasi."

​[00:09:15]

​[00:09:14]

​"Waktuku kurang dari sepuluh menit, Dewi. Dan taruhannya adalah tubuhku berubah menjadi bubur daging jika menyentuh dasar jurang," Lin Huang melepaskan dirinya dari bayangan Ye Qingyue, kembali mewujud sebagai sosok fisik di samping sang Dewi. Kulit perungnya yang telah berevolusi ke Fase 2 memancarkan pendaran cahaya keemasan yang samar di kegelapan.

​Meskipun Qi di dalam tubuhnya baru pulih sekitar empat puluh persen, matanya memancarkan kilatan kegilaan yang liar. "Lantai adalah area terlarang. Kalau begitu, aku hanya perlu menggunakan kelelawar-kelelawar sialan itu sebagai batu pijakanku di udara!"

​"Kau ingin menggunakan makhluk hidup yang bergerak cepat sebagai pijakan di tengah gravitasi yang kacau?" Ye Qingyue menatap Lin Huang dengan pandangan tak percaya. "Itu membutuhkan akurasi posisi dan kontrol momentum tubuh yang mutlak. Satu kesalahan kecil—"

​"Satu kesalahan kecil berarti kita mati bersama, istriku," Lin Huang memotong kalimat sang Dewi dengan seringai tebalnya. Sebelum Ye Qingyue sempat mengamuk karena sebutan lancang itu, Lin Huang sudah melompat nekat ke dalam aula.

​Boom!

​Begitu tubuhnya melewati batas udara aula, sebuah tekanan tak kasat mata yang teramat berat langsung menghantam punggungnya, mencoba menariknya jatuh lurus ke arah duri-duri besi di dasar jurang. Gravitasi di titik itu mendadak melonjak menjadi sepuluh kali lipat! Tubuh Lin Huang merosot cepat.

​"Langkah Bayangan Langit—Fase 1!" Lin Huang berteriak di dalam hati.

​Di tengah udara yang menekan, tubuh tegapnya mendadak bergeser secara tidak logis, meleleh dan menyatu dengan bayangan seekor Kelelawar Penghisap Jiwa yang sedang terbang di dekatnya. Detik berikutnya, Lin Huang muncul tepat di atas punggung kelelawar tersebut.

​Krek!

​Dengan kekuatan fisik murninya, Lin Huang menghentakkan kaki kanannya ke punggung makhluk itu, menggunakannya sebagai daya dorong untuk meluncur kembali ke udara. Tubuh kelelawar tersebut langsung hancur berkeping-keping akibat tekanan hentakan yang teramat brutal.

​[00:05:30]

​Melihat salah satu kawan mereka dibantai, ribuan kelelawar lainnya menjadi murka. Mereka membentuk pusaran awan hitam raksasa, menukik turun dari langit-langit untuk mengoyak daging Lin Huang dengan paruh dan cakar mereka.

​"Datanglah kalian semua!" Lin Huang meraung gila.

​Berada di udara dengan gravitasi yang terus berubah secara acak—terkadang membuatnya terasa ringan seperti kapas hingga melayang ke atas, terkadang seberat gunung hingga menjatuhkannya—Lin Huang menari di antara maut. Menggunakan Langkah Bayangan Langit, dia melompat dari satu bayangan kelelawar ke bayangan kelelawar lainnya. Setiap kali kakinya mendarat, seekor kelelawar tewas menjadi korban runtuhnya tekanan fisiknya.

​Brak! Slas! Brak!

​Dari tepi jurang, Ye Qingyue menyaksikan pemandangan itu dengan napas tertahan. Gerakan Lin Huang di udara sangat ekstrem dan liar, namun entah bagaimana, pemuda itu selalu berhasil menemukan titik keseimbangan di tengah medan gravitasi yang kacau. Pemahaman pedang dan fisiknya yang luar biasa menyatu secara harmonis, menciptakan sebuah tarian pembantaian yang mengerikan sekaligus indah di atas jurang maut.

​Cicit!

​Tiba-tiba, lima ekor kelelawar berukuran lebih besar—pemimpin kawanan tingkat 3—menghadang jalur Lin Huang tepat saat gravitasi di sekitarnya mendadak berbalik, mendorong tubuhnya ke samping dengan kecepatan tinggi. Perubahan mendadak ini membuat momentum lompatan Lin Huang sedikit terganggu. Dia terlempar menjauh dari langit-langit.

​"Sialan!" Lin Huang menyipitkan mata saat melihat jaraknya dengan kristal ungu di langit-langit masih tersisa sepuluh meter, sementara waktu di kepalanya sudah menunjukkan angka [00:01:15].

​"Teknik Pedang Pembelah Langit—Tebasan Pemutus Fana!"

​Lin Huang menyatukan jarinya di tengah udara, melepaskan gelombang energi pedang perak horizontal yang langsung memotong kelima kelelawar besar itu menjadi dua bagian. Menggunakan momentum ledakan energi pedangnya sendiri sebagai daya dorong tambahan, Lin Huang membalikkan tubuhnya dan melesat lurus ke arah langit-langit aula, tepat di mana Batu Inti Gravitasi berada.

​[00:00:15]

​[00:00:14]

​"Hancur kau, Batu Keparat!" Lin Huang meraung, memusatkan seluruh sisa kekuatan fisik Fase 2 ke tinju kanannya yang berkilau emas pekat. Dia menghantamkan tinjunya langsung ke pusat kristal hitam yang melayang di langit-langit.

​BOOOOOOMMMM!!!

​Ledakan energi yang teramat dahsyat pecah saat tinju Lin Huang menghancurkan Batu Inti Gravitasi menjadi jutaan serpihan debu ungu. Bersamaan dengan hancurnya batu tersebut, medan gravitasi yang kacau di seluruh aula seketika lenyap, kembali menjadi normal. Ribuan kelelawar yang tersisa langsung terbang panik melarikan diri ke dalam kegelapan akibat hancurnya inti sarang mereka.

​[Tugas Berantai Kedua Selesai Sempurna!]

[Keberhasilan 100%. Anda telah melewati Aula Pengorbanan Darah tanpa menyentuh lantai.]

[Sinkronisasi Hadiah Berhasil: 'Pil Pemulih Qi Sembilan Transformasi (Tingkat Bumi)' telah dimasukkan ke dalam inventaris jiwa Anda!]

​Lin Huang yang kehilangan daya dorong di langit-langit mulai jatuh bebas ke arah jurang. Namun, kali ini wajahnya dipenuhi oleh senyuman puas. Sebelum tubuhnya menyentuh duri besi di bawah, sebuah bayangan biru langit melesat cepat dari tepi jurang.

​Wusss!

​Ye Qingyue menangkap tubuh Lin Huang di udara dengan anggun, lalu membawa mereka berdua melayang mendarat dengan aman di koridor seberang aula yang kini telah tenang.

​"Kerja bagus, Lin Huang," Ye Qingyue berkata pelan, menurunkan Lin Huang dengan hati-hati.

​Lin Huang langsung terduduk, mengeluarkan pil emas berkilau dari inventaris jiwanya dan menelannya langsung. Begitu pil itu masuk, aliran Qi yang teramat masif dan murni langsung memenuhi Dantian-nya yang kering dalam hitungan detik, memulihkan energinya hingga seratus persen penuh.

​Namun, sebelum Lin Huang sempat merayakan pemulihan instannya, teks digital hitam di kepalanya kembali berkedip dengan kejam, memulai hitungan mundur baru.

​[00:59:59]

​[00:59:58]

​[Memulai Tugas Berantai Ketiga...]

[Deskripsi: Sisa energi dari Batu Inti Gravitasi yang hancur telah membuka segel 'Gerbang Api Pencahar Jiwa' di depan Anda.]

[Tugas: Berjalanlah menembus koridor api setinggi 100 meter di depan tanpa menggunakan pelindung Qi murni. Hanya kekuatan fisik mentah yang diizinkan!]

​Lin Huang bangkit berdiri, merasakan kekuatan puncaknya yang telah kembali, lalu menatap ke dalam lorong gelap yang mulai memancarkan cahaya merah membara di depan mereka. Kegilaan di matanya tidak memudar, melainkan semakin membara. "Ayo, Dewi. Jam ketiga sudah menunggu, mari kita bakar tempat ini!"

1
Luthfi Aamiin
👰👰👰👰👰5🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👰🤔💪👰🐉🐉👰💪💪💪💪🐉👰🐉👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉👰💪💪💪
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉7
Luthfi Aamiin
9🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉👰
Luthfi Aamiin
8👰👰👰👰👰👰🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉🐉🐉👰👰👰👰👰👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰
Tanto Casper
bagus sekali...lanjut thor
Danzo28: "Terima kasih banyak ya dukungannya! Pasti lanjut terus, pantengin terus ya!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!