NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. la dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa, hingga keluarga nya enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Tatapan nanar Maureen masih tertuju pada point-point kontrak yang harus dia patuhi dan tidak boleh di langgar. Di mulai dari dia tidak boleh membuat Arik dan keluarga nya malu.

Bahkan ada larangan untuk nya agar tidak mencampuri urusan pribadi dan tidak menyentuh barang-barang pribadi Arik sebagai pihak A.

Sedangkan untuk nya sebagai pihak B, begitu banyak tekanan dan hal yang tidak menguntungkan membuat Maureen sangat sedih.

Dan satu lagi dengan ketikan yang tebal, Arik mengingatkan jika Maureen jangan pernah bermimpi jika dia akan memberikan nafkah batin nya.

"Kenapa bengong? Apa kau tidak bisa membaca?" Sindir Arik dengan arogan nya.

Maureen menarik nafas dalam-dalam, lalu mengangkat wajah dan menatap suami nya dan menyahut. "A-aku sudah baca semua mas, sekarang aku akan menanda tangani nya." ucap Maureen gugup.

"Bagus! Segera." ucap datar Arik.

Dengan tangan yang gemetar Maureen terpaksa menggoreskan nama di atas kertas dengan tinta hitam, meskipun ini sangat membuat ia sedih.

Tapi berharap masih ada waktu setahun untuk menggapai hati seorang Alarick, agar sang ayah dan keluarga nya tetap aman.

Kedua alis tebal Arik mengerut, saat dia tak sengaja melihat sebuah desain gaun wanita dengan model para bangsawan yang terlihat sangat unik dan indah.

"Aku sudah menandatangani-nya mas, "Lirih Maureen seraya menyodorkan kembali kontrak pernikahan yang sengaja Arik buat tadi siang.

Arik mengambil kasar dokumen kontrak pernikahan mereka, tak bosan lagi mengingatkan Maureen agar dia tidak membuat nama dir inya dan keluarga besar malu jika berani melanggar, maka Maureen harus menanggung konsekuensi nya.

Bahkan satu lagi dia menyuruh Maureen untuk membuang selembar kertas lukisan yang telah Maureen buat, karena sangat menganggu pemandangan nya.

Maureen menggelengkan kepala nya, dengan cepat nya ia menjelaskan jika itu adalah desain hasil nya dan segera mengambil agar tidak menggangu Arik.

Baru saja Arik ingin memanggil kepala pelayan kepercayaan nya, untuk mengantarkan Maureen ke kamar sebelah agar tidak satu ruangan dengan nya.

Tiba-tiba saja ponsel nya berdering melihat id penelpon sang ayah, membuat lelaki berperawakan tinggi dan berwajah misterius itu berdecak kesal.

Dengan langkah lebar Arik mengangkat telpon sembari berjalan ke luar balkon. "Papi ada apa?" Tanya nya dengan nada bariton yang khas dan menggema seraya menempelkan benda persegi pipih itu tepat di sebelah daun telinga nya.

Maureen menatap nanar punggung Arik yang perlahan mulai menjauh dari pandangan nya, sungguh dia tidak pernah menyangka jika mengantikan posisi sang kakak sebagai mempelai pengantin wanita, kini ia malah menjadi masalah baru dalam hidup nya.

"Takdir macam apa ini ya tuhan? Kenapa aku harus menanggung semua kebencian ini," ucap Maureen bertanya-tanya dalam hati, kedua pupil mata nya berkaca-kaca.

Tapi secercah harapan masih terlintas di hati Maureen, waktu satu tahun masih cukup panjang. Dan ia masih bisa berusaha untuk menggapai hati Arik. " Aku tidak boleh cengeng," Tegas Maureen mengumpat diri sendiri.

Arik menghela nafas jengah, saat mendengar nasihat sang ayah. Agar besok lusa dia bersiap membawa istri nya ke kediaman lama. Karena akan ada acara makan bersama dengan keluarga besar mereka.

Terlebih lagi, nenek nya yang masih di luar negeri akan segera kembali. Hal itu membuat kepala Arik semakin pusing.

Belum lagi dia harus mengadakan acara jumpa pers di hadapan para wartawan media. Karena isu pernikahan nya semakin liar dengan mempelai pengantin wanita yang berbeda.

"Arik! Apakah kamu masih mendengarkan Papi? Ingat, meskipun Maureen bukan pilihan mu. Setidak nya kalian bisa bersandiwara sementara di depan nenek mu," Perintah Tuan Hans penuh penekanan.

Arik yang kesal, hanya mematikan panggilan itu tanpa ingin terlalu lama mendengar semua permintaan ayah nya.

"Aaakh! Sial," Geram nya, dengan kedua tangan besar terkepal menahan amarah.

Berharap pernikahan ini bisa menghapus isu lama diri nya, namun yang ada malah membuat beban baru untuk nya. Yang membuat Arik semakin pusing.

\*\*\*

Kediaman Keluarga Carlson.

"Bagaimana Pi? Arik sudah di beritahukan?" Tanya Nyonya Marisa menatap pada suami nya yang masih memandangi layar ponsel dengan mimik wajah muram.

Hans memutar badan nya dan menjawab, jika dia sudah mewanti-wanti putra sulung mereka agar tetap menjaga hubungan pernikahan nya di depan semua anggota keluarga besar mereka nanti.

"Syukurlah kalau Papi sudah mengingatkan nya, ibu hanya tidak ingin nanti nenek kecewa kalau tahu Arik menikahi wanita yang tidak di cintai," Nyonya Marisa cemas.

"Ini semua karena Herman, benar-benar keterlaluan. Jika bukan karena nama baik keluarga kita, Papi pasti sudah menjebloskan nya ke penjara, orang itu tidak tahu di untung," Umpat Hans yang merasa tak terima karena sudah di permainkan.

Tak ingin menjadi sebuah gosip lelucon di media, Sekilas nyonya Marisa pun memiliki sebuah ide untuk memberi perintah pada manager butik dan manager salon langgan nya, agar nanti mereka pergi dan merubah penampilan Maureen bisa seperti Maura.

Mendengar ide sang istri, tuan Hans pun ikut setuju. Berharap Arik bisa sedikit menyukai Maureen juga.

Setelah kedua nya sepakat, nyonya Marisa tanpa membuang waktu mengirim pesan beberapa perintah pada orang-orang kepercayaan nya.

"Papi, tidak usah cemas. Sekarang beristirahat jangan marah-marah terus semoga cara ini berhasil." ucap Marisa meyakinkan.

"Hmm, Mami benar. Padahal Papi sangat berharap pernikahan ini membuat Arik segera memberikan kita cucu, karena Papi tidak ingin rekan-rekan bisnis kita berpikir yang tidak-tidak pada Arik." Hans kecewa, perlahan dia membaringkan diri, beristirahat sejenak mengingat banyak hal yang harus di urus beberapa hari ke depan.

Di sisi lain, Herman terduduk sembari memijat kening. Dia sangat kecewa atas keputusan Hans yang tidak jadi melunaskan hutang jutaan dolar nya. Yang arti nya perusahaan sewaktu-waktu bisa di ambil alih.

"Aaakh! Sial. Kenapa jadi seperti ini? Harus nya Maura yang menikah, jadi tidak akan seperti ini." ucap Herman. Seketika Susan mendelik, saat melihat suami nya marah-marah.

"Papa! Apa Papa tega melihat Maura menikahi pria kejam yang seperti monster itu? Ingat mama tidak rela, lagi pula masih ada cara lain lagi ke depan untuk membujuk tuan Hans, agar mau menghapuskan hutang kita." Bentak Susan menghasut sang suami, dengan penuh keyakinan.

Herman menatap tajam istri nya, lalu dia berkata jika Hans dan keluarga nya tidak mudah untuk di manipulasi. Mengingat mereka yang sudah bekerja sama cukup lama.

"Tidak semudah itu Ma, Arik sangat kejam. Dia tidak mudah memberi ampun pada orang-orang yang sudah mengkhianati nya!" ucap Herman kemudian.

\*

Bersambung...............

1
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
Ariany Sudjana
jangan-jangan nanti calon istrinya Brian tergoda sama Arik lagi 😂😂🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!