NovelToon NovelToon
Janji Om Jangan Ngomong

Janji Om Jangan Ngomong

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Beda Usia / Pelakor / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sisi Ryri

Terdesak masalah hidup, Rina Amelia terpaksa menjadi wanita simpanan Adrian Wibawa—tanpa sadar bahwa pria itu adalah suami dari Profesor Eliza, dosen paling ditakutinya. Merasa dibohongi, Rina ingin mengakhiri hubungan terlarang itu, namun rayuan dan janji manis Adrian berhasil meluluhkannya.

Kini ia terjebak di antara dua dunia yang berbahaya: kekasih rahasia sang pengusaha, sekaligus mahasiswi yang nasibnya ada di tangan istrinya sendiri. Mampukah Rina bertahan di tengah jerat kebohongan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisi Ryri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Angin Segar yang Semu

"Tapi janji jangan lama-lama, ya siapinnya." Rina kembali merengek demi kesenangannya.

"Iya, paling juga butuh waktu satu sampai dua minggu," janji Adrian.

"Sip kalau gitu!" Rina langsung mencium dan memeluk tubuh suaminya.

Setelah janji itu dengan sabar Rina menunggu terwujudnya janji om tampannya.

Sesekali dia memang bertanya tapi Adrian selalu bisa memberikan jawaban yang dia butuhkan.

Suatu pagi dengan senyuman yang lebar Adrian datang ke apartemen dengan amplop coklat yang sudah lama di tunggu oleh Rina.

“Rina,” panggil Adrian lembut.

“Apa itu, Om?” Rina mendekat sambil tersenyum manis. “Om mau kasih aku kejutan, ya?” tebaknya manja.

Adrian tersenyum simpul. “Akhirnya semua surat sudah selesai diurus dan keinginanmu yang satu ini bisa aku penuhi.”

“Keinginan apa?”

Adrian menyodorkan amplop di tangannya dan Rina segera membukanya.

“Hah! Liburan ke Jepang?”

“Yes, kamu suka?”

“Suka banget!” Rina menghujani Adrian dengan kecupan merasa begitu beruntung karena telah menikah dengan pria kaya ini.

"Ok, kalau gitu kamu siap-siap ya."

"Ok!"

Rina lalu mempersiapkan semua kebutuhan liburannya.

Kebetulan mereka datang di saat Jepang sedang musim gugur.

Saat tiba Jepang terasa begitu indah membuat Rina ingin mengabadikan setiap moment bersama Adrian selama liburannya. Hal yang tidak bisa dia lakukan di Indonesia.

"Om, ayo kita foto-foto di sini! Bagus banget latarnya!" seru Rina manja, menyodorkan ponselnya ke arah Adrian.

Adrian terkekeh lalu merangkul pinggang ramping istri mudanya dan mengecup pelipisnya sesaat sebelum kamera menangkap momen mesra mereka.

Mereka terus berfoto karena yakin tidak ada lagi mata-mata yang mengintai mereka sehingga tidak ada moment yang terlewat di kamera ponsel keduanya.

"Di sini juga bagus, Om!" Rina kembali mengambil foto dengan pose mengecup pipi Adrian yang langsung tersenyum ke arah kamera membuat foto kali ini terlihat begitu mesra.

"Wah, aku senang sekali!" seru Rina lalu memeluk Adrian dengan lembut. "Makasih, ya, Om."

"Iya, Sayang," ucap Adrian yang berhasil membuat istri sirinya ini bahagia.

Selama tiga hari pertama mereka benar-benar tenggelam dalam euforia kebebasan.

Mereka makan di restoran sushi mewah di Ginza, saling menyuapi dengan mesra, berbelanja barang-barang bermerek menggunakan kartu kredit Adrian, hingga bebas berpelukan di tengah ramainya Shibuya Crossing.

Rina merasa telah memenangkan segalanya. Di sini, dialah ratunya, bukan Eliza.

"Aku bahagia banget, Om. Rasanya aku nggak mau pulang ke Indonesia," bisik Rina malam itu, bersandar di dada bidang Adrian saat mereka menatap gemerlap lampu kota Tokyo dari jendela kamar hotel bintang lima mereka.

Adrian mengusap rambut Rina lembut. "Makanya, kamu jangan merajuk lagi, ya? Selama kita di luar negeri, aku akan turuti semua maumu."

"Iya, Om. Maaf, ya, kalau aku sering ngeluh. Aku gini karena ngak nyaman aja tinggal di dekat Profesor."

"Sabar, Sayang. Gimana lagi, rumahku di sana, kerjaanku di sana. Jadi kamu harus ngerti, ya."

Malam itu mereka lalui dengan penuh ke hangatan. Mereka meluapkan gairah mereka seperti dua sejoli yang tak terpisahkan.

Tapi keesokan paginya saat sinar matahari musim gugur yang hangat menerobos masuk lewat celah gorden mimpi buruk mereka kembali.

Ting!

Tong!

“Eh, ada tamu,” bisik Rina lalu melangkah menuju pintu hotel.

Dia mengintip lewat lubang intip pintu tetapi tidak ada siapapun di luar. Matanya menyipit curiga.

“Siapa, Sayang?” tanya Adrian yang melihat wanita cantik itu tidak bergeming dari balik pintu.

“Entahlah, nggak ada orang.”

“Nggak ada orang?” Adrian mendekati pintu, lalu ikut mengintip lewat lubang pintu dan menemukan lorong yang sepi tanpa ada siapa-siapa di sana.

Namun, karena masih merasa curiga Adrian membuka pintu lebar-lebar dan menemukan sesuatu di dekat keset.

“Apa itu?” tunjuk Rina sambil mengernyitkan dahi.

Tangannya meraih amplop itu dan perlahan membuka perekat amplopnya.

Begitu melihat apa yang ada di dalam jantung Rina rasanya seperti berhenti berdetak seketika.

"Apa ini?" desisnya ngeri.

Di dalam amplop itu terdapat foto-foto kebersamaan mereka selama di Jepang mulai dari mereka turun dari pesawat sampai saat mereka masuk kamar hotel kemarin malam.

Jantung Rina berdegup kencang lalu menatap suaminya yang juga tidak kalah kagetnya.

"Om... Adrian..." suara Rina tercekat di tenggorokan nyaris berupa bisikan yang bergetar.

"Siapa yang menguntit kita?" tanya Adrian dengan suaranya yang lirih.

"Om, gimana ini? Aku takut... aku takut banget..." tangis Rina pecah. Tubuhnya luruh ke lantai memeluk lututnya.

"Gila!“ kesalnya lalu memeluk istri sirinya yang ketakutan. "Sabar, Sayang. Inilah resiko nikah diam-diam. Tapi Om janji kamu akan tetap aman.”

"Gimana kalau foto ini sampai ke Profesor Eliza. Bisa habis kita."

"EH! Apa ini?" Adrian meraih secarik kertas yang ada di antara foto-foto itu dengan pesan yang seketika membuat jantungnya berdenyut kencang.

'Selamat siang waktu Indonesia. Foto ini sangat indah. Bagaimana kalau saya sampaikan ke Prof. Eliza. Jangan main-main, saya bisa berbuat apa saja dengan kalian!'

"Tuh, kan. Baru aja aku ngomong. Beneran mau dikasih ke Prof," tangis Rina semakin kencang saja.

1
Raudhatul Zannah
Rina Jangan sampai ketahuan ya kamu..
Cilia
Waduh, gimana tuh kalau ketauan si Rina??
mbak Shaka
mati aja
mbak Shaka
awal ceritanya bikin kasihan sama prof Eliza tp ternyata justru prof Eliza menunjukkan taringnya dia tidak lemah
Raudhatul Zannah
waduh jebakan..
Cilia
Sugar daddy ternyata si adrian wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!