NovelToon NovelToon
Karena Kamu Jodohku

Karena Kamu Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Ketos
Popularitas:889
Nilai: 5
Nama Author: Witan Alfariski

bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

"Trus,gua pakai apaan dong" Ujar Lisa sambil menatap Roy.

"Ya,lo pakai lagi seragam lo yang robek itu"

"Sialan lo"

"Roy,pliss ya,bantuin gua,gua pinjam almet lo sehari ini aja" Lanjut Lisa memohon kepada Roy.

"Apa untung nya gua,nolongin lo" Ujar Roy dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Entar gua bayar deh"

"Gua gak kekurangan duit kali" Jawab Roy masih dengan tenang nya.

"Bodoamat,mau setuju atau gak,gua tetap pinjem" Kesal Lisa dan hendak pergi dari sana.

Langkah Lisa terhenti dan lagi lagi Lisa harus menabrak dada bidang Roy,karena laki laki itu menarik tangan Lisa dengan kuat.

"Roy,lepasin gua,kalau ada yang lihat,gimana" Panik Lisa sambil memperhatikan kanan kirinya takut ada yang melihat.

"Bisakah bilang Terima kasih,kalau sudah di tolongin"

"Gak,gua gak mau,lagian siapa juga yang nyuruh bantuin gua"

Dengan sekali putar,kini tubuh Lisa sudah bersandar di tembok,dengan Roy yang mengukung tubuh nya.

"Oke,kalau lo gak mau,sekarang jawab gua,kenapa mata lo sembab kemarin malam" Tanya Roy.

"Bukan urusan lo,lepasin gua" Jawab Lisa sambil mendorong dada bidang Roy.

"Gak akan,sebelum lo jawab pertanyaan gua,oh gua tahu atau karena perjodohan ini ya,yang membuat lo mewo seperti ini" Tebak laki laki itu.

"Kalau dah tahu,gak usah tanya,tuman tahu lo,soal takut sama lo,sorry nih, seorang Lisa Wijaya tidak pernah takut kepada Roy" Ujar Lisa sambil mendelikkan matanya kesal.

"Ok,gua paham,Gua bisa aja nolak perjodohan ini,tapi...."ujar Roy terputus sambil tersenyum sinis.

" Tapi apa" Tanya Lisa penuh penasaran.

"Ada syaratnya" Kata Roy sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Apapun syarat nya pasti akan kupenuhi"

"Yakin lo,bisa" Ujar Roy tidak percaya dengan Lisa,gadis itu bisa memenuhi syarat yang dia berikan.

"Udah buruan ngomong,gak usah bertele-tele" Kesal Lisa.

"Gimana kalau gua minta tubuh lo" Ujar laki laki itu dengan senyum nakalnya.

"Sialan lo, jangan harap" Tolak Lisa kesal dengan Roy.

"Canda kali,gak minat gua,sama cewek bar bar kayak lo"jawab Roy dengan senyum mengejek sambil memandang tubuh Lisa.

" Ngapain lo ngelihatin gua seperti itu" Ujar Lisa dan segera menyilangkan tangannya didadanya,sambil melotot kearah Roy.

"Gak,cuma memastikan ukuran nya doang" Jawab Roy santai,dan sanggup membuat wajah Lisa memerah kayak udang rebus.

"Awas lo,ya"

"Ok,kita kembali ke pembahasan"

"Gua gak mau lo terlambat selama 1 bulan kedepan,gimana,mudahkan" Ujar Roy sambil terus mengungkung tubuh Lisa dalam dekapannya.

"Ok,gua setuju"

"Dan gua gak mau denger lo nyari keributan dengan Clara,selain itu lo harus nurut semua perkataan gua,gimana,deal" Sambung Roy,lalu dia melepaskan kukungannya dan sedikit menjauh dari Lisa,lalu mengulurkan tangannya.

Lisa berfikir sejenak dan segera membalas uluran tangan Roy.

"Ok,deal"jawab Lisa dan pergi dari sana.

Tanpa mereka berdua sadari,sejak tadi ada orang yang melihat kejadian itu,tapi tidak mendengar karena jaraknya yang lumayan jauh,ya dia adalah Desi teman masa kecil Roy.

******

Lisa kini sedang berjalan menuju kelasnya.

"Aduh,Lisa,lo dari mana ajaaja sih,dari tadi kita nyariin lo tahu,lo dimana lagi sama pangeran gua" Cerocos Sinta.

"Lo dari mana,sih,untung saja guru baru masuk" Ujar Wanda menanyakan.

"Gua dari toilet,minjem ini"kata Lisa sambil menunjuk almameter yang dia pakai sekarang.

"What,gua sampai gak sadar,kalau almameter ini punya pangeran gua" Ujar Sinta sambil memegang almet yang Lisa pakai.

"Lebay lo kumat" Kesal Wanda.

"Sudah sudah lo berdua berdebat apaan sih,nohh,lihat siapa yang datang" Ujar Lisa sambil menunjuk ke arah pintu,yang dimana seorang guru sedang masuk kelas mereka.

******

Menit demi menit telah berlalu, pelajaran kini telah usai dan sekarang waktu pulang sekolah, teman teman Lisa sudah pulang dari tadi, sedangkan Lisa sekarang sedang menunggu jemputan karena tadi pagi Rina yang mengantarkan dia kesekolah.

Lisa berjalan kearah parkiran untuk menunggu jemputan.

Langkah Lisa terhenti dan terkejut ketika ada seseorang yang berbicara setengah berbisik ditelinga nya.

"Jangan lupa cuci almameter gua sampai bersih,soalnya gua gak mau ada bau bau cewek bar bar kayak lo"

Sebenarnya Lisa ingin sekali menonjok muka Roy sekarang,kalau dia tidak butuh almameter milik laki laki itu.

"Ya" Jawab Lisa singkat,lalu melanjutkan langkah nya diikuti Roy di belakang nya.

Kini Roy sudah siap menjalankan motor moge nya.

"Mau gua anter gak,tapi gak gratis,ya" Kata Roy sambil memakai helmnya.

"Gak usah,makasih kalau gak ikhlas,mah" Jawab Lisa ketus sambil berjalan menuju sopirnya yang baru datang.

Sedangkan Roy tersenyum dibalik helm yang dia pakai ketika melihat kepergian Lisa,Lalu dia menjalankan sepeda motor nya menuju sebuah kedai,yang dimana kedai itu miliknya dan dia urus sendiri.

Kedai tersebut adalah hadiah ulang tahun dari sang ayah,itu semua itu permintaan Roy agar dirinya bisa belajar menjalankan bisnis,serta tidak selalu memakai uang kedua orang tua nya. Sebelum tanggung jawab perusahaan diberikan kepada nya.

*****

Lisa yang baru sampai di halaman rumah,bergegas masuk kedalam rumah.

" Assalamu'alaikum " Salam Lisa

Namun lagi dan pagi kepulangan Lisa kali ini disambut dengan tatapan tajam dari sang ayah.

Lisa berjalan mendekati sang ayah untuk bersalaman.

"Lisa kapan kamu akan berubah, kamu selalu saja bikin masalah" 

"Maksud ayah,apa" Tanya Lisa yang dia tahu hari ini dia tidak melakukan kesalahan,walau hanya berantem sama Clara,bahkan Clara duluan yang memulainya.

"Tadi pihak sekolah menelpon bunda mu,Kamu bikin keributan lagi di sekolah" Jelas Wijaya.

"Lisa minta maaf,yah" Jawab Lisa memelas,karena dia tidak ingin berdebat dengan sang ayah,karena dia sangat lelah.

"Kamu itu sudah punya tunangan,Lisa,mau ditaruh dimana muka kami sebagai orang tua,didepan keluarga Roy"

Belum sempat Lisa menjawab,Rina datang dengan membawa dua gelas susu.

"Eh,anak bunda sudah pulang,ayo diminum dulu,sayang" Ujar Rina sambil menyuruh Lisa mengambil gelas susu yang dia bawa.

Lisa mencium punggung tangan Rina,lalu mengambil satu gelas susu.

"Terima kasih,Bun" Ujar Lisa dan akan meminum susunya,tapi dia urungkan ketika mendengar Wijaya berbicara.

"Ayah sudah mengambil keputusan dan tidak bisa dirubah lagi" 

Lisa terus menyimak apa keputusan yang diambil Wijaya.

"Keputusan apa,Yah"Rina tampak bingung dengan suaminya.

"Ayah sudah memutuskan kalau pernikahan Lisa akan dipercepat" Terang Wijaya sontak membuat Lisa membulat kan matanya tidak percaya dengan keputusan Wijaya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!