NovelToon NovelToon
MANISNYA SI BOS NARSIS

MANISNYA SI BOS NARSIS

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nina Sani

Kalau kamu butuh novel yang ceritanya manis, menggemaskan, dan ringan, untuk menemani waktu istirahat dan mengusir penat, kisah tentang Anaya dan Bos narsisnya adalah pilihan terbaik.


Setelah lima tahun bertahan menghadapi Bima—CEO muda genius, tajir melintir, dan narsisnya selangit—Anaya sang sekretaris kompeten memutuskan resign demi mengejar mimpi membuka toko kue dan toko buku kecil.

Beban finansialnya tuntas sejak adiknya sukses menjadi atlet nasional.

Namun, rencana resign itu buyar saat Mama Bima justru menjebaknya untuk menjadi menantu. Bagaimana kelanjutan nasib Anaya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina Sani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: "KAMU CANTIK, TAPI MENYEBALKAN"

Suasana di dalam kamar mandi marmer hitam itu mendadak terasa seperti oven raksasa yang siap memanggang kewarasan Anaya. Panas, dan menyesakkan.

Nama belakangnya yang disebut Bima dengan intonasi rendah dan penuh penekanan itu entah kenapa terdengar jauh lebih intim daripada biasanya. Anaya bisa merasakan punggungnya semakin terdesak kaku ke pinggiran wastafel yang dingin, menciptakan kontras yang gila dengan dada bidang Bima yang memancarkan hawa panas tepat di depannya.

Bima tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Anaya untuk bernapas lega. Jemari panjang pria itu masih betah bermain di dekat anak rambut Anaya, turun perlahan menyusuri garis rahang sekretarisnya yang kini mengetat menahan emosi sekaligus degupan jantung yang kian tak karuan.

"Pak Bima, saya serius ya, mundur satu langkah atau kemeja mahal Bapak ini saya cemplungin lagi ke lubang wastafel," ancam Anaya dengan suara yang sayangnya agak bergetar. Dia mencoba menegakkan punggungnya, menatap lurus ke dalam manik mata elang yang biasanya memancarkan arogansi kerja, namun kini penuh dengan binar posesif yang pekat.

Bima justru terkekeh kecil. Suara tawa rendah itu bergetar tepat di depan wajah Anaya, membawa embusan napas beraroma mint yang berpadu dengan sisa kafein kopi tadi sore. Bukannya mundur, Bima malah memajukan wajahnya beberapa sentimeter lagi. Jarak mereka sekarang benar-benar terkikis habis sampai-sampai Anaya bisa menghitung jumlah bulu mata bosnya yang sialnya tebal dan lentik alami tanpa bantuan maskara.

"Kamu mau mengancam saya pakai kemeja saya sendiri, Anaya?" bisik Bima, nada suaranya santai namun sarat akan dominasi absolut. "Silakan saja. Kalau kemeja ini basah lagi, artinya kamu harus tetap di sini menemani saya sampai kemeja ini kering sempurna. Saya gak keberatan sama sekali terjebak di ruangan sempit ini semalaman sama kamu."

Anaya mendengus sebal, matanya memutar malas meski pipinya sudah sewarna tomat matang. "Gusti... tingkat kenarsisan Bapak ini beneran sudah stadium akhir ya. Gak ada obatnya."

"Ada obatnya kok. Dan obatnya cuma ada di kamu, tapi kamunya malah sibuk mau tebar pesona di acara reuni," balas Bima cepat, nadanya mendadak berubah agak ketus saat memikirkan potensi cowok-cowok lain yang akan mengelilingi Anaya malam ini.

Tatapan mata Bima kembali turun\, menatap leher jenjang Anaya tempat denyut nadi wanita itu berdetak dengan sangat cepat*—sebuah bukti otentik kalau pertahanan sang sekretaris sebenarnya sudah runtuh berantakan akibat kedekatan fisik ini.* Aroma Black Opium yang menguar dari sana seolah menjelma menjadi tali tak kasat mata yang mencekik akal sehat Bima, memaksa insting liarnya untuk mengklaim apa yang dia anggap sebagai miliknya.

Bima mendekatkan bibirnya ke dekat daun telinga Anaya, berbisik dengan suara parau yang begitu seksi hingga membuat seluruh bulu kuduk Anaya berdiri tegak seketika.

"Saya gak suka berbagi, Anaya. Dan saya paling benci kalau ada orang lain yang mencium aroma ini dari tubuh kamu. Jadi... jangan pernah pakai parfum ini lagi kalau bukan buat saya. Mengerti?"

Deg.

Anaya membeku di tempatnya. Seluruh sel saraf di otaknya mendadak mogok kerja massal. Perintah posesif yang baru saja meluncur dari bibir Bima terdengar begitu egois, begitu tidak masuk akal untuk hubungan antara atasan dan bawahan, namun sialnya... terdengar sangat mematikan bagi pertahanan hati Anaya yang sudah dia rawat selama lima tahun ini. Ada sengatan listrik aneh yang merambat dari lehernya, membuat dadanya terasa sesak oleh debaran yang kian menggila.

"Pak Bima... Bapak gak punya hak buat ngatur aroma tubuh saya," cicit Anaya setelah berhasil mengumpulkan sisa-sisa suaranya yang sempat tercekat di tenggorokan.

"Saya punya semua hak atas apa yang ada di dalam ruangan ini, termasuk kamu yang masih berstatus sekretaris saya," sahut Bima angkuh, matanya kembali mengunci pandangan Anaya.

Pria itu menatap wajah merona Anaya dengan pandangan yang sulit diartikan. Ada kekesalan karena wanita ini begitu keras kepala dan bersikeras ingin pergi, namun di sisi lain, Bima juga tidak bisa membohongi matanya sendiri. Dengan riasan mata yang sedikit lebih tegas dan pulasan lip cream merah bata di bibirnya, Anaya malam ini terlihat luar biasa memikat.

"Kamu tahu, Anaya?" Bima menghela napas berat, jemarinya beralih mengusap pelan pipi Anaya yang terasa hangat. "Malam ini... kamu cantik banget. Tapi sialnya, sifat keras kepala kamu itu bener-bener menyebalkan."

Anaya yang mendengar pujian frontal yang terselip di antara ejekan itu langsung melotot sebal, mencoba menutupi rasa salah tingkahnya yang sudah berada di level maksimal. "Oh, makasih banyak atas pujian setengah matangnya ya, Pak Bos! Bapak juga malam ini kelihatan ganteng banget, tapi sayang kelakuannya mirip drakula purba kelaparan!"

Bima tidak marah, dia justru tertawa lepas—sebuah tawa tulus yang jarang sekali dia tunjukkan di depan staf kantor lainnya. Senyuman lebar itu membuat wajah tegas sang CEO terlihat beberapa tahun lebih muda dan berkali-kali lipat lebih menawan, membuat Anaya diam-diam harus mengutuk ketampanan bosnya itu di dalam hati untuk kesekian kalinya.

"Drakula?" Bima menaikkan sebelah alisnya, senyuman jahil kini terpatri di sudut bibirnya. "Kalau saya drakula, saya sudah pasti bakal menggigit leher kamu dari tadi, Anaya. Biar kamu gak bisa ke mana-mana dan aroma parfum berdosa ini cuma saya yang bisa nikmatin."

"Hih! Bapak mesum!" Anaya langsung menggunakan kemeja setengah basah di tangannya untuk memukul dada bidang Bima dengan gemas. "Udah ah! Mundur, Pak! Kemeja Bapak udah lumayan kering nih. Saya mau keluar, gerah banget di sini!"

Melihat Anaya yang sudah benar-benar berada di ambang batas kepanikan romantisnya, Bima akhirnya mengalah. Dia menarik kembali tangannya dari pipi Anaya, lalu melangkah mundur satu pijakan, memberikan ruang bagi sekretarisnya untuk kembali menghirup udara dengan normal.

Bima memutar kunci pintu kamar mandi dengan gerakan santai. "Oke, kita keluar. Tapi ingat... draf laporan fisik itu tetap harus selesai malam ini. Saya gak menerima alasan amnesia atau pura-pura pingsan."

Begitu pintu terbuka, Anaya langsung melesat keluar seperti anak panah yang lepas dari busurnya, meninggalkan kamar mandi dan Bima yang masih berdiri di sana sambil menatap telapak tangannya sendiri, masih bisa merasakan sisa kehangatan kulit Anaya yang tertinggal di sana.

"Dasar bos purba posesif," umpat Anaya pelan sambil membanting tubuhnya ke atas sofa ruang kerja, siap menghadapi tumpukan dokumen raksasa yang akan menyita malam minggunya, sekaligus menyita sisa-sisa kewarasan hatinya yang kini sudah mulai goyah sepenuhnya.

Tunggu kelanjutannya besok, bakal rilis 2 bab tiap harinya jam 08.00 dan 11.00. Stay tune ya kakak, boleh juga kasih hadiah dan dukungannya juga kalau berkenan. Thank uuu

-

-

1
English Lesson
semangat 💪🏻
English Lesson
Bagus👍🏻
Mar lina
Kirain mau kiss
ternyata pada masih
malu" kucing...
lanjut Thor ceritanya
di tunggu updatenya
Mar lina
Di tunggu
cerita kelanjutannya, Thor
mungkin Anya belum merasakan benih" cinta pak...
pak Bima juga seperti itu
kerjaan melulu yg di fikirkan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!