Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keberangkatan Menuju Sekte
Fajar baru saja muncul di Kota Qing.
Kabut tipis masih menyelimuti jalan-jalan batu ketika halaman keluarga Zhang mulai ramai oleh para murid dan pelayan.
Hari ini adalah hari keberangkatan Zhang Tian menuju Sekte Pedang Langit. Banyak orang datang menyaksikan dan meramaikan.
Sebagian datang karena penasaran, sebagian lagi karena ingin menjalin hubungan baik sejak awal dengan genius baru keluarga Zhang.
Di depan gerbang utama keluarga, beberapa kereta sudah disiapkan.
Bendera keluarga Zhang berkibar pelan tertiup angin, wajah-wajah orang keluarga Zhang di penuhi dengan tawa yang cerah. Karena dalam sejarah keluarga Zhang, ini adalah pertama kalinya anggota keluarga mereka di terima menjadi murid sekte pedang langit.
Sementara itu, Zhang Tian berdiri mengenakan jubah hitam sederhana dengan garis ungu tipis di bagian lengan.
Pedang pendek tergantung di pinggangnya.
Meski pakaiannya sederhana, aura yang keluar dari tubuhnya jauh berbeda dibanding beberapa hari lalu.
Tatapan matanya terlihat lebih tajam dan tubuhnya lebih kokoh dari sebelumnya.
Beberapa murid muda yang melihat itu langsung menelan ludah.
Karena mereka masih ingat jelas bagaimana kondisi Zhang Tian tiga tahun lalu, namun hanya dalam waktu sehari dia berubah total. Mengalahkan Zhang Lei yang menjadi jenius di keluarga Zhang selama tiga tahun, lalu Zhang Tian mengalahkan Luo Han yang menjadi murid Sekte pedang langit di arena keluarga Zhang.
Tidak jauh dari sana, Zhang Lei berdiri sambil mengepalkan tangan. Tatapannya dipenuhi kecemburuan dan benci.
Jika bukan karena Zhang Tian, saat ini mungkin dia yang akan menjadi murid sekte pedang langit.
Namun meskipun dia membenci Zhang Tian, dia tidak berani mencari masalah. Karena perbedaan mereka sekarang terlalu jauh.
Zhang Guocheng berjalan mendekati Zhang Tian sambil membawa sebuah kantong penyimpanan kecil.
“Keluarga Zhang kita tidak punya banyak barang yang bisa diberikan. Ini adalah sedikit bekal untuk perjalananmu. Gunakan sebaik mungkin. Jika kamu ada kamu sudah berkembang, jangan lupa untuk berkunjung ke keluarga Zhang jika ada waktu luang.”
“Baik, terimakasih.” Zhang Tian menerima kantong itu perlahan.
Dia melihat di dalamnya terdapat beberapa tiga batu spiritual dan lima pil penyembuh tingkat dasar.
Meski hadiah yang diberikan Zhang Guocheng tidak terlalu banyak, itu sudah termasuk berharga bagi keluarga kecil seperti mereka. Apalagi dia tidak menyangka ada tiga batu spiritual, padahal batu spiritual sangat langka bahkan di seluruh kota Qing tidak banyak yang punya.
“Terima kasih.” Zhang Tian sekali lagi mengucapkan terima kasih.
Zhang Guocheng mengangguk pelan, tatapannya terlihat tampak rumit.
Dia berkata, “Kota Qing terlalu kecil untukmu sekarang. Tapi jangan lupa, ini tetap rumahmu.”
Zhang Tian sedikit terdiam. Karena selama tiga tahun terakhir, dia mengalami banyak penghinaan di tempat ini.
Namun tidak bisa di pungkiri, Kota Qing adalah tempat dia tumbuh besar dan tempat ibunya dimakamkan, tempat dia di lahirkan. Jadi meskipun dia tidak begitu menyukai keluarga Zhang, tapi dia tidak membenci kota Qing.
“Aku akan kembali suatu hari nanti,” jawab Zhang Tian tenang.
Tidak jauh dari sana, beberapa tetua keluarga juga mulai mendekat. Sikap mereka kini jauh berbeda dibanding sebelumnya.
“Tian-er, jangan lupa menjaga nama keluarga Zhang!”
“Hahaha! Kalau kau berhasil menjadi murid inti sekte nanti, keluarga Zhang pasti akan bangkit!”
“Kami selalu percaya padamu!”
......................
Mendengar kata-kata itu, Zhang Tian hanya tersenyum tipis.
Karena dia tahu betapa cepat manusia berubah saat kekuatan ikut berubah. Sebelumnya semua orang menatapnya seperti wabah. Tapi kali ini, semua orang melihatnya seperti emas.
Tiba-tiba, langkah kaki cepat terdengar dari belakang. “Zhang Tian!”
Semua orang menoleh. Lin Xue berlari kecil menuju gerbang keluarga Zhang. Hari ini dia mengenakan pakaian biru muda sederhana.
Namun kecantikannya tetap membuat banyak orang diam-diam terpana. Terutama saat melihat kulitnya yang putih dan ukuran dadanya yang besar, banyak murid keluarga Zhang tak kuasa menelan air liur.
Tatapan beberapa murid pria langsung berubah iri saat melihatnya mendekati Zhang Tian.
Wajah Zhang Tian tampak berkerut, jelas dia tidak menyukai wanita ini yang seolah tak memiliki rasa malu, dia sekarang justru masih datang.
Lin Xue berhenti beberapa langkah di depan Zhang Tian. Napasnya sedikit tidak teratur.
“Aku datang terlambat, aku ingin mengucapkan perpisahan.”
Zhang Tian memandangnya acuh tak acuh, lalu dia hanya mengangguk kecil.
Lin Xue lalu mengeluarkan sebuah liontin kecil berwarna hijau dari lengan bajunya.
“Ini adalah jimat pelindung, ayahku tidak tahu aku memberimu ini. Kalau kamu dalam bahaya, tinggal hancurkan jimat ini, itu bisa menahan satu serangan Pengumpulan Qi tingkat puncak.”
Mata beberapa tetua langsung berubah menjadi cerah, bahkan ada yang terlihat serakah.
Karena benda seperti itu tidak murah, belum lagi ini bisa melindungi nyawa.
“Tidak perlu,” Zhang Tian menggelengkan kepala, “Itu adalah harta keluarga Lin kalian, jadi sebaiknya kembalikan pada ayahmu.”
Namun Lin Xie tetap memberikan itu pada Zhang Tian, lalu dia berkata, “Di Sekte Pedang Langit nanti hati-hati pada Luo Han. Karena dia tipikal orang yang sangat pendendam.”
Zhang Tian mau tidak mau menerima liontin itu, karena harus di akui, jimat pelindung nyawa dia memang membutuhkan itu. “Terima kasih.” Zhang Tian berkata datar.
Dia tahu Luo Han tidak akan melupakan masalah di antara mereka begitu saja, namun dia juga tidak merasa takut.
Meskipun dia belum pernah bergabung dengan sekte pedang langit, bukan berarti dia tidak tahu apapun tentang keadaan disana.
Di sana, pembunuhan biasa terjadi, jadi orang bisa mati hanya karena konflik kecil.
Tiba-tiba, semua orang langsung mendongak. Karena diatas langit ada suara gemuruh yang membawa tekanan yang sangat kuat.
Diatas langit, seekor burung besar berwarna hitam turun perlahan dari udara, sayapnya selebar belasan meter. Tepat di atasnya berdiri seorang pria paruh baya berwajah datar.
“Burung Falcon Hitam…” Salah satu tetua di penuhi rasa kagum.
Zhang Tian juga melihat ke atas tepat di punggung burung Falcon Hitam, Di atas burung raksasa itu berdiri seorang pria paruh baya berjubah biru.
Di dadanya terdapat simbol Sekte Pedang Langit yang sangat mencolok.
“Siapa Zhang Tian?” tanyanya singkat.
Zhang Tian langsung melangkah maju, “Saya adalah Zhang Tian.”
Pria itu menatap Zhang Tian beberapa detik, lalu berkata, “Perlihatkan token yang diberikan tetua Xu.”
Zhang Tian mengeluarkan token.
Pria paruh baya itu mengangguk, “Naik, kita akan berangkat sekarang.”
Zhang Tian tidak membuang waktu, dia langsung melompat ke atas Burung Falcon Hitam.
Burung raksasa itu mengepakkan sayap membuat debu bertebaran dimana-mana, kemudian burung raksasa itu membawa Zhang Tian terbang di udara.
Dari bawah, banyak yang menatap kepergian Zhang Tian dengan ekspresi berharap dan tekad yang kuat. Mereka berharap suatu saat juga bisa menjadi murid sekte pedang langit.
Dari atas, Zhang Tian melihat ke arah Kota Qing yang semakin lama mulai terlihat semakin kecil. Matanya tampak sedikit kosong.
Karena dalam benaknya, dia tidak pernah berpikir akan mengalami hal seperti ini. Dia tidak pernah membayangkan dalam hidupnya akan menjadi murid sekte pedang langit apalagi terbang di atas Falcon Hitam.
Semakin tinggi, kecepatan burung Falcon semakin cepat, ini membuat Zhang Tian harus mengerahkan kekuatan untuk menahan tekanan yang ada di udara. Jika dia tidak melakukan hal ini, dia aja terlempar terbang.
Semakin lama, rumah-rumah terlihat semakin kecil, Pegunungan yang awalnya besar juga mulai terlihat semakin kecil.
Zhang Tian perlahan mengepalkan tangan. Begitu meninggalkan Kota Qing, kehidupan yang sebenarnya baru saja dimulai.
......................
Perjalanan berlangsung selama berjam-jam.
Mereka melewati hutan besar, sungai panjang, dan beberapa kota kecil.
Semakin jauh mereka pergi semakin kuat Qi spiritual yang bisa dia rasakan.
Bahkan Zhang Tian bisa merasakan energi alam jauh lebih murni dibanding Kota Qing.
Namun pada saat ini, Roh Kaisar Naga Petir tiba-tiba berbicara serius, “Ada yang mengikuti kita.”
Mata Zhang Tian langsung menyipit.
...----------------...
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?