NovelToon NovelToon
DOKTER ITU AYAH ANAKKU

DOKTER ITU AYAH ANAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Anak Genius
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Aline gadis cantik yang berusia 23 tahun, tidak pernah menyangka saat ia menghadiri pesta adik tirinya menjadi sebuah bencana yang membuatnya harus kehilangan keperawanannya.

Puncak dunia Aline hancur saat ayahnya yang seharusnya mendukung dan melindunginya, dengan teganya mengusirnya dari rumah setelah mengetahui bahwa dia sedang hamil dan lebih memilih percaya pada istri dan adik tirinya.

Tidak berselang lama Aline akhirnya bertemu dengan pria yang tidur dengannya, akankah hidup Aline bahagia setelah memilih ikut dengan pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 30 BERTEMU

Setibanya di depan tembok tinggi yang menjadi pembatas rumah tersebut. Erlangga menoleh sejenak ke arah istrinya tatapan matanya menyiratkan apakah ia benar-benar harus melakukan itu.

Di sisi lain, Aline terkekeh kecil sambil memberikan support untuk suaminya. "Semangat Mas! Kamu pasti bisa!" ucap Aline dari kejauhan.

Erlangga menarik napas dalam-dalam sebelum menaiki tembok itu, kakinya mulai berpijak satu demi satu sampai akhirnya ia berhasil dan mendarat dengan tepat.

Tantangan masih belum selesai ia harus memanjat pohon yang menjulang tinggi di hadapannya.

Saat kakinya hendak melangkah tiba-tiba sebuah suara menghentikannya.

"Hei! Siapa di sana?"

Seketika Erlangga membeku untuk sesaat sebelum akhirnya orang itu menghampirinya.

"Dokter Erlangga, anda sedang apa menerobos masuk ke dalam rumah saya?" tanyanya.

Erlangga menatap sejenak ke arah wanita di hadapannya, wajahnya kembali datar.

"Maaf Dokter Dina, karena saya sudah lancang menerobos kediaman anda! Saya benar-benar tidak tau bahwa ini tempat tinggal anda." ucap Erlangga.

Dina tersenyum manis seolah ia sama sekali tidak keberatan dengan hal itu. "Tidak apa-apa Dok! Memang apa yang membuat Dokter sampai memanjat tembok rumah saya?" tanya Dina dengan ramah.

"Kebetulan istri saya sedang hamil dan sangat menginginkan buah mangga yang berada di rumah anda, apakah saya boleh membelinya untuk istri saya?"

Dina semakin mengagumi sosok laki-laki yang berada di hadapannya, beruntung sekali wanita yang menjadi istrinya sampai laki-laki itu rela menerobos masuk kediaman orang lain hanya untuk mengikuti keinginannya.

Dina tertawa kecil. "Nggak perlu sampai membelinya Dok! Hanya buah mangga saja kan, kebetulan ada banyak di rumah saya. Silakan Dokter boleh mengambilnya sebanyak yang Dokter butuhkan."

Erlangga mengangguk singkat. "Terima kasih Dokter Dina, kebetulan saya hanya butuh satu mangga saja." jawabnya.

Lalu Erlangga memetik salah satu buah yang kebetulan ada salah satu pohon yang dahannya rendah. Setelah mendapatkan apa yang diingikan istrinya tanpa ingin berlama-lama dengan wanita itu Erlangga langsung pamit dari sana.

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih Dokter Dina, kalau begitu saya permisi."

Sebelum Erlangga melangkah hendak memanjat tembok kembali, suara Dina menghentikannya. "Tidak perlu memanjat seperti itu Dok! Kenapa tidak lewat depan saja?"

Erlangga tidak menjawab kalimat wanita itu. Ia langsung bergegas pergi dari sana menaiki tembok kembali.

Dina menatap punggung tegap laki-laki itu dengan pandangan sulit diartikan sampai menghilang di balik tembok.

*

*

*

Di sisi lain, Aline mulai cemas karena Erlangga belum kunjung kembali. "Apa... terjadi sesuatu sama Mas Erlangga, kenapa dia lama sekali!"

Aline memilin-milin kain bajunya tampak khawatir. Namun, beberapa saat kemudian ia melihat suaminya yang baru saja mendarat dari atas tembok.

Aline langsung berlari kecil menghampiri suaminya. "Mas, kamu lama sekali, apa terjadi sesuatu?" tanya Aline dengan wajah cemas.

"Aku tidak kenapa-napa, Sayang. Kebetulan tadi bertemu dengan pemilik rumahnya." jawab Erlangga dengan nada lembut.

"Apa dia memarahi kamu karena mencuri mangganya! Aku minta maaf Mas, gara-gara keinginanku sampai kamu harus nekat seperti ini." Aline merasa bersalah.

"Tidak sama sekali, aku sudah memintanya dan dia memberikannya." Erlangga lalu menyerahkan buah mangga itu kepada Aline.

"Wahh! Terima kasih, Mas!" Terlampau bahagia karena mendapatkan buah yang ia inginkan. Ia langsung memeluk suaminya.

Seketika, Erlangga mematung mendapatkan serangan mendadak dari istrinya. Jika seperti ini terus ia rela melakukan apapun asal istrinya bisa memeluknya atau bahkan lebih dari ini. Pikirnya.

Waktu menunjukkan sudah pukul 06:00 pagi hari. Beberapa pejalan kaki sudah menampakkan diri di area kawasan itu.

"Ya ampun! pagi-pagi begini sudah liat yang manis-manis, romantis sekali pasangan itu. Tidak seperti saya mau ajak suami saja banyak alasannya." ucap seorang ibu muda yang kebetulan juga sedang lari pagi.

"Iya, betul banget Jeng, apalagi suami saya... dari pada nemenin saya, dia mendingan tidur katanya. Bikin greget kan." sahut temannya dengan nada sinis.

Aline yang mendengar percakapan itu, langsung menyadari posisinya yang masih memeluk suaminya. Ia buru-buru melepaskan pelukkan nya sambil tersenyum canggung ke arah suaminya.

"Kita pulang sekarang, Mas!" ucap Aline, lalu melangkah pergi lebih dulu mencoba menghindar dari suaminya.

Erlangga mengulum senyum saat melihat tingkah istrinya, kemudian ia melangkah pergi meninggalkan tempat itu mengikuti langkah kecil istrinya.

Beberapa menit kemudian...

Setibanya di kediaman Dewangga tampaknya orang-orang sudah sibuk dengan rutinitas mereka masing-masing.

Saat tiba di dalam rumah pandangan Aline mulai menyapu pada setiap anggota rumah itu. kakak iparnya Bram dan ayah mertuanya sudah rapih dengan jas kantornya.

Di sisi lain, ibu mertuanya tampak sedang sibuk membantu mbok Inah di dapur. Hanya kakak iparnya Rara yang tidak kelihatan. Kemana dia, kenapa tidak ikut berkumpul? pikir Aline.

Saat Aline tengah sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba saja seseorang menepuk bahunya. Ia menoleh dan ternyata suaminya.

"Kenapa? Melamun di sini?" tanyanya heran.

"Eh-eh, nggak kok Mas... Ini mau langsung ke kamar."

Erlangga mengangguk sambil mengikuti langkah istrinya menuju kamar mereka.

Saat mereka masuk ke dalam kamar, tampaknya Aline masih canggung dengan kejadian tadi. Ia berpura-pura menyibukkan diri dengan merapikan tempat tidur mereka yang sama sekali tidak berantakan karena sudah di bereskan mbok Inah.

Erlangga yang tampaknya biasa saja, ia meraih handuk dan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.

Setelah beberapa menit kemudian akhirnya Erlangga keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk di atas pinggang.

Seketika kedua mata Aline membelalak saat melihat pemandangan yang menampilkan otot-otot perut suaminya, postur tubuh yang gagah dan dada bidang yang kekar. Ia susah payah menelan air liurnya. Sialnya matanya tidak bisa lepas dari pemandangan itu.

"Kamu, tidak mandi, Sayang?" tanya Erlangga santai.

"Ee-eh, ini aku mau mandi, kok." jawab Aline gugup sambil mengalihkan pandangannya dari suaminya.

Namun, tanpa aba-aba Erlangga mendekat ke arahnya yang hanya menggunakan handuk di atas pinggang.

"Kamu kelihatannya gugup kenapa? Hmm?" goda Erlangga yang justru semakin mendekat ke arah istrinya.

Aline langsung menggeleng. "A-aku hanya sedikit terkejut." jawab Aline sambil melangkah mundur dari suaminya.

"Terkejut karena apa? Karena pemandangan ini?" Erlangga semakin menggoda istrinya sambil menunjuk ke arah otot-otot perutnya.

"Bu-ukan begitu." elak Aline tergagap. Namun, matanya tetap berdusta ia menatap setiap lekukkan tubuh suaminya.

"Lalu karena apa, Sayang? Aku ingin tau?" bisik Erlangga tepat di depan bibir istrinya. Napasnya hangatnya menyapu wajah istrinya yang membuat wanita itu semakin gugup.

Aline semakin terdesak dengan pertanyaan suaminya, kini mereka hanya berjarak satu inci saja membuatnya bisa mencium aroma maskulin bercampur sabun dari tubuh suaminya yang membuat jantungnya semakin tidak karuan.

1
Ariany Sudjana
hahahaha Dimas Dimas kamu bodohnya kebangetan, perempuan dan anak sambung yang kamu bela, sampai mengusir anak kandung kamu sendiri, ga lebih daripada pelacur murahan 🤣🤣😂😂 begitu kamu bangkrut, mereka tertawa puas dan pergi mencari mangsa baru 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
jangan sampai Dina ini jadi pelacur murahan yang mencoba menghancurkan rumah tangga Erlangga sama Aline
Black Swan
Inget ya Genks cowok ijo neon kaya erlangga sama Bram cuma ada di dalam novel🤭🤭🤭kalau aja ada di dunia nyata
Black Swan
Ngapain datang tuh orang, usir aja
mawar merah
Benar, Ra. Yang penting suami kamu ra. jangan berbuat kejahatan kamu sendiri yang rugi
mawar merah
Dih si profokator datang, serakah lagi serakah lagi. Kamu jangan menuruti ide konyol mama kamu , Ra
Key
Bram suami idaman banget, saat istri dilanda gundah gulana dia bisa menentramkan sekaligus memberi pengarahan yang baik. Sekaligus memberi rasa tentram untuk Rara.
Semoga si Iblis bernama Anita itu, binasa aja🤣
Key
o ow, muncullah iblis berwujud manusia bernama Anita😬 Weh provokasinya bukan lagi😬😬😬
Black Swan
Kayanya kalau cowok udah di dapur kaya gini semua deh🤭
Black Swan
Katanya banyak yang bilang bawaan anak🤭
Key
Ngebayangin betapa randomnya dapur ketika Daddy masak🤭 Pasti setelah itu dapur berubah jadi kapal pecah.
Key
Ibu hamil dilanda badai hormon ya. Siap² Erlangga, bentar lagi Aline bakal minta macem². Mulai dari mangga muda sampe Balenciaga 🤣
mawar merah
Ya Allah pingin ngakak yang keras dech🤣🤣🤣🤣
mawar merah
Duh menggemaskan sekali kamu, Aline
Black Swan
🫠🫠Erlangga coba belajar sabar
Black Swan
Waduh kok ga bilang-bilang sih mau nikah, masa aku ga diundang🤭
mawar merah
Sabar Erlangga, kasian bumil nanti kelamaan berdiri di kamar mandi🤭🤭🤭
mawar merah
Kasian Reno ya..tapi mau bagaimana lagi Aline sudah di Unboxing sama Erlangga duluan🤭🤭🤭
Black Swan
🤭🤭gemas dah sama Erlangga
Black Swan
Didikan militer ini mah, memang kalau ama anak cowok kaya gini. Jangan kaya Andreas dibelain mulu sama emaknya🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!