NovelToon NovelToon
Takdir Semalam, Cinta Selamanya

Takdir Semalam, Cinta Selamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Satu jebakan di pesta sang adik tiri merenggut kesucian Aline.

Satu fitnah kejam membuat ayahnya tega mengusirnya dalam keadaan hamil.

​Diusir, dikhianati, dan tidak punya arah, Aline berada di ambang keputusasaan. Namun, tepat sebelum dia menyerah pada takdir, pria asing yang tidur bersamanya malam itu kembali datang dan mengajaknya pergi.

​Demi bayinya, Aline nekat ikut dengan pria yang bahkan tidak ia kenali itu. Akankah pria tersebut menjadi pelindung barunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 30 BERTEMU

Setibanya di depan tembok tinggi yang menjadi pembatas rumah tersebut. Erlangga menoleh sejenak ke arah istrinya tatapan matanya menyiratkan apakah ia benar-benar harus melakukan itu.

Di sisi lain, Aline terkekeh kecil sambil memberikan support untuk suaminya. "Semangat Mas! Kamu pasti bisa!" ucap Aline dari kejauhan.

Erlangga menarik napas dalam-dalam sebelum menaiki tembok itu, kakinya mulai berpijak satu demi satu sampai akhirnya ia berhasil dan mendarat dengan tepat.

Tantangan masih belum selesai ia harus memanjat pohon yang menjulang tinggi di hadapannya.

Saat kakinya hendak melangkah tiba-tiba sebuah suara menghentikannya.

"Hei! Siapa di sana?"

Seketika Erlangga membeku untuk sesaat sebelum akhirnya orang itu menghampirinya.

"Dokter Erlangga, anda sedang apa menerobos masuk ke dalam rumah saya?" tanyanya.

Erlangga menatap sejenak ke arah wanita di hadapannya, wajahnya kembali datar.

"Maaf Dokter Dina, karena saya sudah lancang menerobos kediaman anda! Saya benar-benar tidak tau bahwa ini tempat tinggal anda." ucap Erlangga.

Dina tersenyum manis seolah ia sama sekali tidak keberatan dengan hal itu. "Tidak apa-apa Dok! Memang apa yang membuat Dokter sampai memanjat tembok rumah saya?" tanya Dina dengan ramah.

"Kebetulan istri saya sedang hamil dan sangat menginginkan buah mangga yang berada di rumah anda, apakah saya boleh membelinya untuk istri saya?"

Dina semakin mengagumi sosok laki-laki yang berada di hadapannya, beruntung sekali wanita yang menjadi istrinya sampai laki-laki itu rela menerobos masuk kediaman orang lain hanya untuk mengikuti keinginannya.

Dina tertawa kecil. "Nggak perlu sampai membelinya Dok! Hanya buah mangga saja kan, kebetulan ada banyak di rumah saya. Silakan Dokter boleh mengambilnya sebanyak yang Dokter butuhkan."

Erlangga mengangguk singkat. "Terima kasih Dokter Dina, kebetulan saya hanya butuh satu mangga saja." jawabnya.

Lalu Erlangga memetik salah satu buah yang kebetulan ada salah satu pohon yang dahannya rendah. Setelah mendapatkan apa yang diingikan istrinya tanpa ingin berlama-lama dengan wanita itu Erlangga langsung pamit dari sana.

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih Dokter Dina, kalau begitu saya permisi."

Sebelum Erlangga melangkah hendak memanjat tembok kembali, suara Dina menghentikannya. "Tidak perlu memanjat seperti itu Dok! Kenapa tidak lewat depan saja?"

Erlangga tidak menjawab kalimat wanita itu. Ia langsung bergegas pergi dari sana menaiki tembok kembali.

Dina menatap punggung tegap laki-laki itu dengan pandangan sulit diartikan sampai menghilang di balik tembok.

*

*

*

Di sisi lain, Aline mulai cemas karena Erlangga belum kunjung kembali. "Apa... terjadi sesuatu sama Mas Erlangga, kenapa dia lama sekali!"

Aline memilin-milin kain bajunya tampak khawatir. Namun, beberapa saat kemudian ia melihat suaminya yang baru saja mendarat dari atas tembok.

Aline langsung berlari kecil menghampiri suaminya. "Mas, kamu lama sekali, apa terjadi sesuatu?" tanya Aline dengan wajah cemas.

"Aku tidak kenapa-napa, Sayang. Kebetulan tadi bertemu dengan pemilik rumahnya." jawab Erlangga dengan nada lembut.

"Apa dia memarahi kamu karena mencuri mangganya! Aku minta maaf Mas, gara-gara keinginanku sampai kamu harus nekat seperti ini." Aline merasa bersalah.

"Tidak sama sekali, aku sudah memintanya dan dia memberikannya." Erlangga lalu menyerahkan buah mangga itu kepada Aline.

"Wahh! Terima kasih, Mas!" Terlampau bahagia karena mendapatkan buah yang ia inginkan. Ia langsung memeluk suaminya.

Seketika, Erlangga mematung mendapatkan serangan mendadak dari istrinya. Jika seperti ini terus ia rela melakukan apapun asal istrinya bisa memeluknya atau bahkan lebih dari ini. Pikirnya.

Waktu menunjukkan sudah pukul 06:00 pagi hari. Beberapa pejalan kaki sudah menampakkan diri di area kawasan itu.

"Ya ampun! pagi-pagi begini sudah liat yang manis-manis, romantis sekali pasangan itu. Tidak seperti saya mau ajak suami saja banyak alasannya." ucap seorang ibu muda yang kebetulan juga sedang lari pagi.

"Iya, betul banget Jeng, apalagi suami saya... dari pada nemenin saya, dia mendingan tidur katanya. Bikin greget kan." sahut temannya dengan nada sinis.

Aline yang mendengar percakapan itu, langsung menyadari posisinya yang masih memeluk suaminya. Ia buru-buru melepaskan pelukkan nya sambil tersenyum canggung ke arah suaminya.

"Kita pulang sekarang, Mas!" ucap Aline, lalu melangkah pergi lebih dulu mencoba menghindar dari suaminya.

Erlangga mengulum senyum saat melihat tingkah istrinya, kemudian ia melangkah pergi meninggalkan tempat itu mengikuti langkah kecil istrinya.

Beberapa menit kemudian...

Setibanya di kediaman Dewangga tampaknya orang-orang sudah sibuk dengan rutinitas mereka masing-masing.

Saat tiba di dalam rumah pandangan Aline mulai menyapu pada setiap anggota rumah itu. kakak iparnya Bram dan ayah mertuanya sudah rapih dengan jas kantornya.

Di sisi lain, ibu mertuanya tampak sedang sibuk membantu mbok Inah di dapur. Hanya kakak iparnya Rara yang tidak kelihatan. Kemana dia, kenapa tidak ikut berkumpul? pikir Aline.

Saat Aline tengah sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba saja seseorang menepuk bahunya. Ia menoleh dan ternyata suaminya.

"Kenapa? Melamun di sini?" tanyanya heran.

"Eh-eh, nggak kok Mas... Ini mau langsung ke kamar."

Erlangga mengangguk sambil mengikuti langkah istrinya menuju kamar mereka.

Saat mereka masuk ke dalam kamar, tampaknya Aline masih canggung dengan kejadian tadi. Ia berpura-pura menyibukkan diri dengan merapikan tempat tidur mereka yang sama sekali tidak berantakan karena sudah di bereskan mbok Inah.

Erlangga yang tampaknya biasa saja, ia meraih handuk dan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.

Setelah beberapa menit kemudian akhirnya Erlangga keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk di atas pinggang.

Seketika kedua mata Aline membelalak saat melihat pemandangan yang menampilkan otot-otot perut suaminya, postur tubuh yang gagah dan dada bidang yang kekar. Ia susah payah menelan air liurnya. Sialnya matanya tidak bisa lepas dari pemandangan itu.

"Kamu, tidak mandi, Sayang?" tanya Erlangga santai.

"Ee-eh, ini aku mau mandi, kok." jawab Aline gugup sambil mengalihkan pandangannya dari suaminya.

Namun, tanpa aba-aba Erlangga mendekat ke arahnya yang hanya menggunakan handuk di atas pinggang.

"Kamu kelihatannya gugup kenapa? Hmm?" goda Erlangga yang justru semakin mendekat ke arah istrinya.

Aline langsung menggeleng. "A-aku hanya sedikit terkejut." jawab Aline sambil melangkah mundur dari suaminya.

"Terkejut karena apa? Karena pemandangan ini?" Erlangga semakin menggoda istrinya sambil menunjuk ke arah otot-otot perutnya.

"Bu-ukan begitu." elak Aline tergagap. Namun, matanya tetap berdusta ia menatap setiap lekukkan tubuh suaminya.

"Lalu karena apa, Sayang? Aku ingin tau?" bisik Erlangga tepat di depan bibir istrinya. Napasnya hangatnya menyapu wajah istrinya yang membuat wanita itu semakin gugup.

Aline semakin terdesak dengan pertanyaan suaminya, kini mereka hanya berjarak satu inci saja membuatnya bisa mencium aroma maskulin bercampur sabun dari tubuh suaminya yang membuat jantungnya semakin tidak karuan.

1
Key
salfok sama Dady. Saking paniknya, sampe bawa Vas bunga. OMAYGAT diluar prediksi BMKG
Key
Erlangga hebat juga ya, bisa bertahan 1 Minggu tanpa asupan infus atau apapun. Kalau orang normal biasanya sudah good by🥲
mawar merah
Semoga cepat ketemu keluarga ya Erlangga
mawar merah
Astagfitullah ya Allah bantulah Erlangga ya Allah. Itu pasti jebakan jika khansa masuk akan diteriaki kumpul kebo...
aira_kayla
makasih kak....
yah gantung🤭🤭🤭
semangat kak💪💪💪💪💪
aira_kayla
kak cepat pertemukan erlangga dg kluarganya kasian kak🙏🙏
Jing_Jing22: hehehe siap Kak Aira_ izin tag namanya ya kak🙏
total 1 replies
Key
Suami istri sama-sama nggak sadar apa jangan-jangan mereka janjian di alam lain ya🤭, semoga cepat sadar Erlangga, jangan sampe kamu jadi ubi😭
Key
Ada juga kok yg bikin laporan kehilangan tapi dimintai uang🤣 kocak emang🤭 tapi d negara lain deh kayanya🫣
mawar merah
Aku doakan kamu menjadi wapres yang akan datang nazar 🙏🙏🙏
mawar merah
Selamat Aline telah lahirnya baby Twins dengan selamat dan sehat 🙏🙏
mawar merah
Semoga semua sehat dan Baby twinnya lahir dengan sempurna dan sehay
mawar merah
Alhamdulillah Erlangga sudah sadar,, tapi lumpuh total semoga ada keajaiban ya Allah
aira_kayla
lanjut💪💪💪
Jing_Jing22: Siap kak Aira cantik. semoga berkenan untuk singgah🤭🫶
total 1 replies
Key
Sad banget, pas Aline sadar 😭 bawang banget sih thor
Key
ini kelopak maksudnya ya thor🤭
Jing_Jing22: hihihi salah tulis🤧
total 1 replies
Key
Bram marahnya serem banget, khodam ekor sembilanya keluar😭
mawar merah
Kadang anak-anak nakal itu punya bakat tersembunyi. Tapi karena keadaan dia memilih untuk jadi anak nakal
Jing_Jing22: hihihi🤭 iya kak mawar
total 1 replies
mawar merah
Ya begitulah kalau orang yang nggak punya akan di pandang sebelah mata..kalau ada uang minum pun disiapkan🤭🤭🙏🙏🙏
aira_kayla
yah jangan kejam" lok kak🤭🤭🤭
lumpuh nya sebentar saja woke🤭🤭🤭
Jing_Jing22: hihihi🤭 siap kak aira🫶
total 1 replies
mawar merah
Kasian kamu aline..kamu harus kuat demi si kembar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!