NovelToon NovelToon
Warisan Kitab Inti Jagat

Warisan Kitab Inti Jagat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Mahesa seorang OB culun dan miskin mendapatkan kitab sakti dan merubah hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Pertolongan Alena

Malam itu juga, setelah menyaksikan sendiri bagaimana kondisi kesehatan Nenek yang begitu memprihatinkan di dalam rumah petak yang pengap, hati Alena bergejolak hebat. Rasa empati yang telah meningkat pesat di dalam dadanya tidak membiarkan dirinya tinggal diam begitu saja. Sebagai putri tunggal dari seorang triliuner, Alena tahu persis bahwa ia memiliki kekuatan finansial dan koneksi yang bisa mengubah nasib seseorang dalam sekejap mata.

Sambil tetap duduk bersimpuh di atas tikar pandan usang, Alena merogoh ponsel pintar berlogo apel tergigit dari saku hoodie-nya. Dengan cekatan, jemari lentiknya mendial sebuah nomor kontak VIP.

"Halo, Dokter taufik? Ini Alena Subroto," sapa Alena dengan nada suara yang sengaja dibuat berwibawa namun tetap santun. "Saya mau minta tolong, Dok. Malam ini juga, tolong siapkan satu kamar paviliun VVIP terbaik di Rumah Sakit Pusat Medika. Kirimkan satu unit ambulans beserta tim medis lengkap ke alamat gang yang akan saya kirimkan setelah ini. Iya, sekarang juga, Dok. Semua biaya administrasi dan penanganan medisnya langsung masukkan ke rekening pribadi saya."

Mahesa yang sejak tadi berdiri diam di dekat pintu tripleks langsung tersentak mendengar percakapan telepon tersebut. Indra pendengaran supernya yang disokong hawa murni Kitab Inti Jagat menangkap setiap kata dengan sangat jelas. Mahesa langsung bergeser maju, dan berlutut di samping Alena dengan raut wajah yang mendadak dipenuhi oleh gejolak rasa tidak enak yang teramat sangat.

"Nona Alena, mohon maaf sebelumnya, tapi tindakan Nona ini sudah terlalu jauh melampaui batasan hubungan kerja kita," bisik Mahesa dengan suara yang terdengar berat, tegas, namun sarat akan penolakan yang halus. "Saya tidak bisa menerima bantuan sebesar ini dari Nona. Merawat Nenek adalah tanggung jawab pribadi saya seutuhnya sebagai seorang cucu."

Alena menurunkan ponselnya, lalu menoleh menatap sepasang mata elang Mahesa dengan tatapan mata indahnya yang kini memancarkan ketegasan yang tak terbantahkan. "Mahesa, lu lihat sendiri kan kondisi Nenek lu kayak gimana? Beliau butuh penanganan medis secepatnya dari dokter spesialis, bukan cuma dikasih bubur ayam sama obat warung!" ketus Alena dengan sisa-sisa watak manjanya yang keras kepala, walau kali ini tujuannya murni demi kebaikan.

"Saya tahu kondisi Nenek saya, Nona. Dan saya sudah merencanakan untuk membawa beliau ke rumah sakit besar setelah gaji pertama saya dari Pak Subroto keluar minggu depan," balas Mahesa dengan intonasi suara yang sangat teratur, mencoba mempertahankan harga diri maskulinnya di depan sang nona besar. "Untuk saat ini, tabungan saya belum mencukupi untuk membayar uang muka rumah sakit swasta terbaik pilihan Nona."

Alena mendengus kencang, menatap Mahesa dengan pandangan kesal yang manja sekaligus gemas. "Minggu depan lu bilang?! Lu mau nunggu sampai kondisi Nenek lu makin parah baru lu mau bertindak, hah?! Lu beneran egois banget ya jadi orang, Mahesa!" omel Alena dengan kalimat yang sengaja ditinggikan untuk mematahkan argumen pria di depannya. "Gua nggak peduli soal gaji lu belum keluar atau apa! Sekarang gua nanya sama lu, harga diri lu yang kaku itu lebih penting daripada nyawa Nenek lu sendiri?!"

Mendengar hantaman kalimat lurus dan menusuk dari mulut Alena, Mahesa mendadak bungkam seribu bahasa. Lidahnya terasa kelu, dan aliran hawa murni di dalam rongga dadanya seolah berputar melambat. Kata-kata Alena barusan laksana sebuah tamparan realitas yang telak menghancurkan benteng pertahanan egonya. Pria tegap sekeras baja karang itu akhirnya menundukkan kepalanya perlahan, menatap lantai semen dengan perasaan yang berkecamuk hebat.

Melihat Mahesa yang terdiam pasrah, kelembutan batin Alena kembali mendominasi. Ia mengulurkan tangannya, menyentuh lengan kekar Mahesa yang dibalut kemeja hitam gulung secara perlahan, memberikan sebuah sentuhan emosional yang sangat menenangkan.

"Mahesa... dengerin gua," tutur Alena dengan nada suara yang melembut, kehilangan seluruh aksen galaknya yang tadi. "Gua ngelakuin ini bukan karena gua mau pamer kekayaan atau mau ngerendahin lu. Gua ngelakuin ini karena gua bener-bener peduli sama Nenek lu, dan gua pengen lu bisa fokus jagain gua tanpa harus kepikiran kondisi rumah setiap saat. Anggap aja ini investasi gua buat pengawal pribadi terbaik yang pernah gua punya, oke?"

Mahesa mendongakkan kepalanya perlahan, menatap lekat-lekat ke arah wajah cantik Alena yang berada dalam jarak begitu dekat di bawah temaram lampu bohlam lima watt rumah petaknya. Di dalam lubuk hati yang paling dalam, Mahesa merasakan getaran terharu yang teramat sangat merayap masuk ke dalam jiwanya. Belum pernah ada satu pun orang asing, apalagi seorang majikan dari kalangan borjuis, yang sudi mengulurkan tangan dengan ketulusan semurni ini untuk menolong keluarganya yang miskin.

Detik itu juga, di balik keteguhan jiwanya yang biasa sedingin es, Mahesa mulai merasakan adanya sepercik perasaan lain yang tumbuh terselubung terhadap sang nona besar—sebuah rasa kagum bercampur getaran hangat yang melampaui batas profesionalisme kerja seorang bodyguard. Namun, Mahesa yang memiliki kedewasaan berpikir tingkat tinggi segera menepis jauh-jauh pikiran tersebut dari benaknya.

Jangan berpikir terlalu jauh, Mahesa. Status kalian berdua laksana langit dan bumi yang takkan pernah bisa bersatu, batin Mahesa mengingatkan dirinya sendiri dengan sangat disiplin, mengunci perasaan aneh itu rapat-rapat di sudut hatinya demi menjaga kehormatan tugas.

"Terima kasih... Terima kasih banyak, Nona Alena. Kebaikan batin Nona malam ini tidak akan pernah bisa saya lupakan seumur hidup saya," ucap Mahesa akhirnya dengan nada suara berat yang bergetar emosional, sepasang mata elangnya menatap Alena dengan rasa hormat yang kini telah bertransformasi menjadi sebuah kesetiaan mutlak.

Alena tersenyum sangat manis hingga kedua matanya menyipit indah. "Nah, gitu dong dari tadi! Nurut apa kata gua kan nggak bikin lu rugi!" sahut Alena dengan gaya manja khasnya yang renyah, membuat suasana tegang di dalam rumah petak itu seketika mencair sepenuhnya.

Tidak kurang dari tiga puluh menit kemudian, suara sirine ambulans premium dari Rumah Sakit Pusat Medika terdengar memecah keheningan gang sempit tersebut. Beberapa petugas medis dengan seragam lengkap dan peralatan darurat profesional segera masuk ke dalam rumah petak dengan sigap berkat koordinasi cepat dari Dokter Taufik.

Mahesa dengan cekatan membantu mengangkat tubuh ringkih neneknya ke atas tandu dorong ambulans, sementara Alena memastikan seluruh jalur keluar gang steril dari hambatan warga sekitar. Proses pemindahan medis berjalan dengan sangat lancar dan profesional tanpa ada sedikit pun kegaduhan yang berarti.

Hingga menjelang larut malam, Nenek akhirnya berhasil dipindahkan ke kamar paviliun VVIP yang sangat mewah dan berfasilitas lengkap di lantai teratas rumah sakit. Setelah tim dokter spesialis memberikan suntikan suplemen dan memastikan kondisi Nenek telah stabil dalam fase pemulihan yang aman, barulah Alena dan Mahesa bisa bernapas lega di ruang tunggu paviliun yang dilengkapi sofa kulit premium tersebut.

Alena tampak duduk bersandar di sofa sembari memejamkan matanya yang kelelahan setelah seharian penuh menghadapi drama emosional. Sementara Mahesa tetap berdiri tegak dua langkah di samping sofa, bertindak sebagai perisai hidup yang konsisten menjaga ketenangan malam sang putri mahkota.

Hubungan di antara keduanya kini telah resmi melangkah jauh lebih dekat, merajut seutas benang kepercayaan yang sangat kokoh di atas retakan dinding keangkuhan masa lalu, bersiap menghadapi segala badai intrik dari Wijaya Group yang masih terus mengintai di hari-hari esok.

1
anggita
ikut dukung like👍aja.
Dewa Naga 🐲🐉
pandai Mahesa bermain kata..kata...👍
Dewa Naga 🐲🐉
mantap..seru...👍👍👍
Dewa Naga 🐲🐉
seru...
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp....👍
Agus Susilo
💪💪💪💪
Agus Susilo
makin terkenal musuh makin banyak dan kuat Thor MC nya harusnya dibekali ilmu beladiri serta kekuatan magis untuk pengobatan kronis dan jaga diri dari musuh yg mengancam
Gege
kaaan...kaaan... ketebak Thor jalan ceritamu..🤣🤭..ulur teroos sampai ratusan episode Thor..💪
Gege
ceritanya menghibur mirip sinetron ikan terbang
Gege
aku ga kepancing Thor sama narasimu.. paling juga Alena mabok di club trus terjadilah adegan dewasa tanpa disengaja.. trus ada plot wanita lain menyukai Mahesa dan Alena cemburu.. tarik teruus sampe episode berjilid Thor..🤣🤣🤭
Gege
yaah gaji OB 4jt All in, dikalikan 20 baru 80jt Thor.. pikir ditawari gaji 200jt gitu si Sasa Mahesa...🤭🤣
Paksu82: sisanya buat author boskyu... 🤭🤭🙏
total 1 replies
Gege
apakah MC bakalan dapat gaji ratusan juta? yoooklah gass updatenya 10k kata thor
Paksu82: di bayar pakai cinta boskyu...🤭🙏
total 1 replies
Gege
pikir Mahesa mau jadi tukang pijet dengan keahlian kita warisan kuno, eeeh malah mau jadi tukang kawal a.k.a bodyguard...🤭🤣
Paksu82: 🤭 idenya tadinya dari film jetli boskyu, kemren lihat filemnya jadi aja keluar ide ini, semoga suka boskyu...
total 1 replies
Gege
bahas padi ada pepatah Thor dijaman sekarang. ilmunya seperti padi tapi berasnya import...🤣
Paksu82: beras lokal mahal boskyu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Hentri Gunawan
lanjut kn thor
Gege
Yoo gass lagi Thor..ide ceritanya keren ini... bikin enteng saja, yang penting ngalir Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!