Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?
Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.
apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?
guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Ex¹
Air hujan turun perlahan membasahi permukaan bumi.
Matahari mulai tertutup oleh segumpal awan hitam yang menurunkan air hujan.
Suara petir samar-samar terdengar setiap beberapa menit.
Seorang wanita tengah duduk disebuah pondok kayu sederhana dekat danau yang airnya begitu tenang.
Tatapannya menatap kosong kearah danau dengan perasaan campur aduk.
tak lama, sebuah mobil hitam berhenti dipinggiran. Hingga seorang pria muda berparas tampan keluar dari sana dan mendekati pondok kayu tersebut menggunakan sebuah payung.
"sudah dari tadi disini?" suara lembut yang terdengar menenangkan hati itu kini berdiri didepannya.
"aku baru saja berada disini..." wanita tersebut tersenyum lembut menatap kekasihnya yang sangat ia cintai itu.
"aku baru ingat, jika kita membuat sebuah janji untuk bertemu disini. Tadi saat aku akan pergi tidur, aku teringat padamu jadi aku cepat-cepat kesini"
"tak apa, semua manusia memang suka lupa"
Pria itu tersenyum manis, kemudian duduk disampingnya. ia membuang pandangannya sejenak kearah lain sebelum akhirnya menatap lagi pujaan hatinya dan menggenggam erat kedua tangan lembut itu.
"sudah makan?"
"sudah tadi dirumah"
Pria tersebut mencium lembut kedua punggung tangan kekasihnya itu sembari mengusap pelan pucuk rambutnya dengan satu tangannya yang lain.
"aku sangat mencintaimu"
"Ada yang ingin aku katakan padamu" ucap wanita itu dengan berat.
"katakan"
Wanita itu terdiam sejenak, dadanya terasa sesak saat ingin mengucapkan sebuah kata-kata yang seharusnya tidak pernah ia ucap.
Tapi demi kepentingannya, ia rela mengungkapkan nya.
"Aku mau putus"
Sontak wajah pria tersebut muram, tatapannya berubah menjadi tajam dan genggaman tangannya menjadi lebih erat, hingga menyakiti wanita itu.
"apa yang baru saja kamu katakan? bagaimana mungkin kekasih yang begitu aku cintai mencampakkan aku seperti ini?"
"maafkan aku, tapi aku harus melakukan ini untuk kebaikan kita bersama"
"tidak! apapun kebaikan itu, aku tidak mengizinkanmu pergi dari hidupku!" bentak pria itu tertahan.
"Aku tidak bisa" jawab wanita itu melepaskan genggaman tangan kekasihnya darinya.
"Serena Calista!" bentak pria itu lalu menggenggam kembali kedua tangan Serena, kali ini lebih kuat hingga membuat pergelangan tangan Serena memerah.
"Dirga....aku mohon lepaskan, ini sakit..." Serena menitikkan air matanya sebab merasakan rasa sakit dipergelangan tangannya.
"kau pikir kau bisa lari dariku?" suara Dirga terdengar posesif.
"Serena kau milikku! hanya milikku"
"Dirga aku mohon mengerti aku, ini semua demi kebaikan kita"
"tidak Serena, selamanya aku tidak akan pernah melepaskanmu"
"jangan egois, kalau bukan karena mu aku tidak akan pernah merasa tertekan setiap hari"
"apa maksudmu? kau tiba-tiba minta putus tanpa sebab, tentu saja aku marah"
"Itu bukan urusanmu, yang jelas aku ingin kita putus"
"mengapa kamu begitu bersikeras untuk berpisah denganku?" tanya Dirga dipenuhi rasa frustasi.
"karena aku bosan padamu, aku ingin mencari pria lain" ucap Serena begitu lantang.
*apakah tak apa-apa aku mengatakan ini padanya? bukankah ini keterlaluan?* batin Serena kini menatap takut kearah kekasihnya yang semakin menatapnya begitu tajam.
"katakan sekali lagi" gumam Dirga terdengar lebih rendah.
pria itu melangkah semakin dekat kearah Serena membuat wanita itu cemas dan memundurkan tubuhnya kebelakang.
Dirga semakin melangkah maju hingga membuat Serena kini terhimpit antara pohon dan juga dirinya.
"Serena, kau akan menyesal dengan perkataan mu itu"
"a-aku...aku mengatakan isi hatiku"
Dirga mengepalkan tangannya kuat-kuat lalu pandangan yang semula lembut kini menjadi tatapan benci.
"baik, jika itu yang kau inginkan maka aku setuju untuk putus denganmu, tapi jangan lupa aku siapa Serena. Suatu saat kau akan menyesal dan merangkak kearahku untuk meminta maaf padaku"
Dirga berbalik dan kemudian meninggalkan Serena begitu saja dibawah pohon rindang.
Setelah menahan cukup lama, akhirnya Serena menangis menahan rasa sakit dihatinya.
Ia tidak berharap ini semua terjadi, ia ingin hidup bahagia bersama Dirga.
"Jika aku tidak melakukan ini, maka aku sama saja akan kehilangan mu dan juga kedua orang tuaku" tangis Serena pecah begitu saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
Bersambung.....
Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃