NovelToon NovelToon
Dikira Satpam Rendahan Ternyata Raja Tentara Bayaran

Dikira Satpam Rendahan Ternyata Raja Tentara Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.

Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

CEO es itu baru saja selesai mandi dan dia belum menyadari kehadiran Lin Yuan di ujung lorong.

Pemandangan di depan mata Lin Yuan saat ini benar benar bisa membuat pria suci mana pun jatuh dalam dosa.

Shen Yuxuan hanya mengenakan sehelai handuk putih yang melilit tubuhnya dari dada hingga pertengahan paha.

Handuk itu terlihat sangat kewalahan menutupi lekuk tubuh proporsionalnya yang berbentuk jam pasir.

Rambut panjangnya yang basah dibiarkan tergerai menempel di pundak mulusnya, dengan tetesan air yang menetes perlahan ke leher jenjangnya.

Kulit putihnya terlihat sedikit kemerahan akibat suhu air hangat, menambah kesan sensual yang luar biasa.

Shen Yuxuan mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil sambil berjalan menyusuri lorong.

Dia tidak menyadari Lin Yuan yang berdiri mematung dalam bayangan, menikmati suguhan gratis yang tak ternilai harganya.

'Tuhan memang sangat adil, menciptakan wanita sedingin es tapi dengan tubuh sepanas api neraka, hot hot pop.'

Lin Yuan membatin sambil menelan ludah dengan susah payah.

Namun keberuntungan Lin Yuan tidak bertahan lama.

Shen Yuxuan tanpa sengaja menendang sebuah botol sampo kosong yang jatuh di lantai lorong.

Botol itu menggelinding tepat ke arah kaki Lin Yuan dan berhenti di ujung sepatu botnya.

Shen Yuxuan mendongak dan matanya langsung bertatapan dengan Lin Yuan yang sedang menatap tubuhnya dari atas ke bawah.

Hening sejenak menyelimuti lorong remang remang tersebut.

Waktu terasa berhenti saat otak Shen Yuxuan memproses apa yang sedang terjadi.

Pria menyebalkan itu sedang melihatnya, dengan tubuh yang nyaris tanpa busana, hanya tertutup handuk tipis.

Wajah tsundere Shen Yuxuan perlahan memerah padam seperti kepiting rebus, mulai dari leher hingga ujung telinganya.

"Kyaaa..... dasar mesum, tutup matamu."

Shen Yuxuan berteriak histeris dengan suara melengking sambil menyilangkan kedua tangannya menutupi dada.

Reaksinya sangat panik hingga dia kehilangan keseimbangan karena lantai lorong yang sedikit licin akibat uap air.

"Awaa-"

Tubuh indah Shen Yuxuan oleng ke belakang, siap menghantam lantai keramik yang keras.

Namun sebelum tubuhnya menyentuh lantai, bayangan Lin Yuan melesat maju dengan kecepatan luar biasa.

Lin Yuan merengkuh pinggang ramping Shen Yuxuan dengan lengan kanannya dan menarik wanita itu ke dalam pelukannya.

Bruk.

Tubuh mereka berdua berbenturan dengan lembut.

Shen Yuxuan memejamkan mata menanti rasa sakit, namun yang dia rasakan hanyalah dada bidang yang keras dan kehangatan tubuh seorang pria.

Aroma sabun lavender bercampur dengan wangi maskulin khas Lin Yuan menciptakan atmosfer yang sangat intim.

Lin Yuan menatap wajah cantik di pelukannya dengan senyum nakal yang tak bisa disembunyikan.

"Meskipun pemandangannya sangat indah, tapi lantai ini terlalu keras untuk kulit mulusmu, sayang."

Suara bariton Lin Yuan berbisik pelan tepat di telinga Shen Yuxuan.

Shen Yuxuan perlahan membuka matanya dan menyadari posisi mereka saat ini.

Tubuhnya menempel erat dengan tubuh Lin Yuan, bahkan dia bisa merasakan suhu panas dari dada pria itu menembus handuknya.

Tangan kokoh Lin Yuan masih memeluk pinggangnya dengan posesif.

Wajah Shen Yuxuan semakin merah hingga rasanya mau meledak.

"Le-lepaskan aku, dasar cabul mesum kurang ajar."

Shen Yuxuan memukul dada Lin Yuan dengan tangan kecilnya, meskipun pukulannya itu tidak lebih dari sekadar sentuhan ringan karena dia terlalu gugup.

"Kalau aku lepaskan, kau akan jatuh ke lantai, Yuxuan."

Lin Yuan malah mempererat pelukannya dan menundukkan wajahnya sedikit.

"Dan kau tahu, handukmu itu sepertinya sedikit melorot ke bawah."

Mendengar kalimat itu, Shen Yuxuan langsung panik dan menunduk melihat dadanya.

Handuknya memang sedikit bergeser karena gerakannya tadi, nyaris memperlihatkan area terlarang yang selama ini dia jaga.

"Jangan dilihat, dasar cabul."

Shen Yuxuan membenamkan wajahnya ke dada Lin Yuan karena terlalu malu, lupa bahwa dia sedang marah pada pria ini.

Sikap tsunderenya benar benar hancur lebur di hadapan situasi canggung dan memalukan ini.

Lin Yuan tertawa pelan, menikmati momen kemenangannya menggoda bos yang selalu bersikap dingin padanya.

Namun suara derap langkah kaki dari arah ruang tengah membuat suasana intim itu seketika hancur.

"Kak Yuxuan, kenapa kau berteriak? Ada a-"

Shen Mengyao berlari mendekati lorong dan langsung menghentikan langkahnya saat melihat pemandangan di depannya.

Gadis genit itu membelalakkan matanya melihat kakak perempuannya yang hanya memakai handuk sedang berada di pelukan Lin Yuan.

"Kakak ipar, kau selingkuh di belakangku?"

Mengyao melontarkan tuduhan konyol dengan wajah cemberut.

"Padahal aku jauh lebih manis, kenapa kau malah memeluk bongkahan es batu ini di lorong gelap?"

Mendengar suara adiknya, Shen Yuxuan langsung tersadar dari kepanikannya dan mengerahkan seluruh tenaganya untuk mendorong dada Lin Yuan.

Kali ini dorongannya berhasil membuat Lin Yuan melepaskan pelukannya.

"Ini bukan seperti yang kau lihat, bocah nakal."

Shen Yuxuan menahan handuknya dengan erat dan berlari secepat kilat menuju kamarnya di lantai dua, meninggalkan Lin Yuan dan Mengyao berdua di lorong.

Blam.

Suara pintu kamar yang dibanting keras terdengar menggema ke seluruh penjuru rumah.

Lin Yuan menghela napas panjang dan mengusap bagian belakang lehernya.

"Sepertinya besok aku akan dibunuh oleh bosku sendiri."

Lin Yuan bergumam pelan sambil melirik ke arah Mengyao yang masih berdiri mematung.

"Kau berhutang penjelasan padaku, Kakak ipar."

Mengyao menyilangkan tangan di depan dada sambil memanyunkan bibirnya.

Kehidupan di kediaman keluarga Shen benar benar jauh lebih berbahaya daripada medan pertempuran bagi jantung seorang pria.

1
Reed
Wah /Hunger/, cepat up-nya Thor /Curse/
Kak Seto Kangen Band
coba lebih gede lagi cleavage nya kak👍
Reed
Lingtiang /Drool//Drool//Drool/
Reed
Hore, sepuluh Bab /Determined/. Jadikan 20 Bab Thor updatenya /Curse//Curse//Curse/
Reed
Sangat bombastis /Drool/, mana 10 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Reed
/Hunger//Hunger//Hunger/, Up Lagi Kak /Drool//Drool//Drool/
Reed
/Drool//Awkward//Awkward/, Ditunggu 8 Babnya /Curse//Curse//Curse/
Reed
Wah /Hunger//Hunger//Hunger/, langsung 10 Bab Thor /Curse//Curse/
Reed: Kamu pasti bisa Kak /Determined/
total 2 replies
Gege
lempar semua Thor 10k kata..gasss
Gege
mendadak MC ditabrak truk tronton Daan...Ding...😄🤣🤭
Tri Wahyuni: Gege berulah lagi🤭😅😅
total 2 replies
Gege
ada suara dingg...engga ini Thor...😄🤣
Yui: ehehehe, bukan system inih/Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!