Zayyan Mahendra membawa Lolly ke Swiss untuk merayakan kelulusannya sekaligus melamar wanita itu. Namun di saat Zayyan berharap cinta mereka berakhir bahagia, Lolly justru memilih pria lain.
Dengan hati hancur, Zayyan memutuskan pulang ke Indonesia. Tak disangka, di bandara ia bertemu kembali dengan teman lamanya dan membuat keputusan gila. Dia menikah Alin, teman lamanya itu.
Pernikahan tanpa cinta itu awalnya hanya pelarian. Tapi siapa sangka, takdir justru mempertemukan mereka pada cinta yang sebenarnya. Namun, keberadaan Lolly selalu mengganggu rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Waktu berjalan begitu cepat, seolah tidak memberi kesempatan siapa pun untuk benar-benar mencerna semua perubahan yang terjadi. Baru kemarin rasanya Zayyan masih sibuk merasa galau karena putus dari Lolly, namun kini kabar pernikahan dia dan Alin sudah tersebar ke mana-mana.
Tidak ada acara lamaran mewah, tidak ada pesta tunangan, tidak ada sesi pamer cincin atau foto prewedding yang dipenuhi bunga-bunga mahal seperti pasangan lain pada umumnya. Semuanya berlangsung sederhana, cepat, dan nyaris mendadak.
Namun justru karena itulah semua orang dibuat terkejut. Termasuk teman-teman mereka sendiri, terutama Lolly mantan Zayyan.
Pagi itu grup pertemanan mereka mendadak heboh setelah Zayyan mengirimkan sebuah foto. Dalam foto itu terlihat dirinya dan Alin duduk berdampingan mengenakan pakaian pengantin sederhana berwarna putih. Alin tampak menunduk malu sambil memegang buku nikah, sedangkan Zayyan tersenyum lebar ke arah kamera seperti orang paling bahagia di dunia.
Pesan singkat di bawah foto itu sukses membuat grup langsung meledak.
"Resmi halal, doain ya"
Beberapa detik grup mendadak sunyi.
Lalu...Puluhan pesan langsung masuk tanpa henti.
“HAAAAH?!”
“INI BENERAN?!”
“KALIAN NIKAH?!”
“ZAYYAN GILA!”
“LAMARANNYA MANA WOI?!”
“ALIN KAMU DICULIK YA?!”
Suasana grup langsung ricuh. Notifikasi berbunyi tanpa henti sampai membuat ponsel Alin terus bergetar di atas meja.
Alin yang saat itu sedang duduk di kamar pengantin hanya bisa melongo sambil membaca pesan demi pesan yang masuk. Wajahnya memerah karena malu.
“Ya ampun... mereka heboh banget,” gumamnya pelan.
Di sampingnya, Zayyan malah terlihat santai sambil tiduran di kasur.“Biarin aja. Memang sengaja aku kasih kejutan,” ucapnya enteng.
Alin menoleh tidak percaya.“Kejutan apanya? Mereka hampir kena serangan jantung begini.”
Zayyan tertawa kecil. “Lucu lihat reaksinya.”
Alin menghela napas panjang. Kadang dirinya benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya itu. Bahkan sampai sekarang Alin masih belum terbiasa dengan kenyataan bahwa dirinya sudah resmi menjadi istri Zayyan.
Semua terasa seperti mimpi.
Pernikahan itu memang terjadi begitu cepat. Setelah pertemuan keluarga beberapa waktu lalu, Zayyan benar-benar bergerak tanpa banyak basa-basi. Begitu Adam dan Kiandra menyetujui hubungan mereka, pria itu langsung meminta tanggal pernikahan dipercepat.
Katanya takut Alin berubah pikiran, takut ada yang merebut calon istrinya. Zayyan masih trauma dengan kisah dia di masa lalu.
Kiandra bahkan sempat geleng-geleng kepala melihat tingkah putranya. “Kamu ini menikah atau lomba lari? Cepat sekali semuanya,” omelnya waktu itu.
Namun di balik omelan itu, Kiandra sebenarnya bahagia melihat perubahan putranya. Putranya menjadi lebih ceria dari sebelumnya.
Bukan sekadar main-main, bukan hubungan sesaat. Tatapan mata Zayyan terhadap Alin berbeda. Dan seorang ibu pasti bisa melihat itu.
Sementara itu di tempat lain, seseorang justru sedang menatap layar ponselnya dengan wajah pucat.
Lolly berdiri diam di dalam kamar apartemennya sambil membaca ulang foto yang dikirim salah satu temannya. Foto pernikahan Zayyan dan Alin.
Tangannya sampai gemetar. “Ini... bercanda kan?” bisiknya pelan.
Namun semakin lama menatap foto itu, dadanya justru terasa semakin sesak. Zayyan benar-benar menikah. Dan perempuan yang menjadi istrinya bukan dirinya.
Lolly menggigit bibirnya kuat-kuat menahan emosi yang bercampur menjadi satu. Kaget. Marah. Tidak percaya. Dan... sakit hati.
Selama ini dia berpikir Zayyan masih sakit hati dengannya. Dia yakin laki-laki itu tidak mungkin benar-benar move on secepat itu. Namun kenyataannya justru jauh lebih menyakitkan. Zayyan bahkan langsung menikahi perempuan lain.
Tanpa ragu, Tmtanpa menoleh lagi padanya.
BRAK!
Lolly membanting ponselnya ke atas kasur dengan kasar.“Cepat banget...” ucapnya lirih dengan mata mulai memanas.
Bayangan masa lalunya bersama Zayyan tiba-tiba bermunculan di kepalanya. Semua perhatian laki-laki itu dulu, semua perjuangan Zayyan yang pernah begitu mencintainya.
Namun kini semuanya sudah hilang. Dan yang paling membuat Lolly terpukul adalah satu kenyataan pahit, Zayyan terlihat bahagia.
Sementara dirinya masih terjebak dalam rasa ego dan penyesalan.
*
Di sisi lain, rumah keluarga Kiandra justru sedang ramai sejak pagi. Banyak kerabat dan teman dekat datang untuk memberikan selamat kepada pengantin baru itu.
Zayyan tampak sibuk mondar-mandir sambil terus tersenyum seperti orang yang memenangkan dunia.
“Mulut kamu bisa minggir tidak sih? Dari tadi senyum terus bikin silau,” protes Zelia sambil melirik kakaknya jijik.
Zayyan malah makin lebar menyeringai.
“Iri bilang.”
“Ih siapa juga yang iri.”
“Kamu jomblo soalnya.”
“BANG!”
Zelia langsung melempar bantal ke arah kakaknya hingga membuat ruang keluarga dipenuhi suara tawa.
Alin yang melihat keributan itu hanya bisa tertawa kecil sambil menggeleng pelan. Perlahan dirinya mulai merasa nyaman berada di tengah keluarga besar itu.
Hangat, ramai. Dan penuh kasih sayang.
Kiandra yang duduk di dekatnya memperhatikan wajah Alin dengan lembut. Wanita itu kemudian menggenggam tangan menantunya pelan.
“Kamu jangan sungkan tinggal di sini. Anggap rumah ini rumahmu juga.”
Alin langsung menunduk haru.
“Iya, Mom.”
Kiandra tersenyum tipis. Entah kenapa hatinya terasa tenang melihat Alin. Gadis itu sederhana, lembut, dan sabar menghadapi sifat absurd putranya.
Sementara di sudut ruangan, Adam menatap putranya sambil menghela napas kecil.
“Tidak nyangka anak tengil seperti dia akhirnya nikah juga,” gumamnya.
Kiandra terkekeh pelan.
“Tengil begitu juga pernah galau" seru Zelia
“Kasihan kak Alin.” ucap Zevanya.
“Setuju.”
Mereka berdua tertawa kecil bersamaan.
Sedangkan Zayyan yang mendengar itu langsung protes tidak terima. “Vanya, Zelia Kok malah kompak menghina kakak sendiri?!”
“Karena itu fakta,” jawab Adam santai.
Ruangan kembali dipenuhi tawa. Dan di tengah semua kebahagiaan itu, tidak ada yang menyadari bahwa di luar sana seseorang sedang menatap foto pernikahan mereka dengan hati penuh iri dan penyesalan.
Lolly belum benar-benar pergi dari kehidupan Zayyan. Dan mungkin...masalah mereka baru saja dimulai.
lanjut Thor 💪💪💪
lanjut Thor 🔥🔥🔥