NovelToon NovelToon
TAHTA DARI PARA BUANGAN

TAHTA DARI PARA BUANGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi
Popularitas:681
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Di dunia kultivasi, kekuatan adalah segalanya.
Yang lemah diinjak. Yang gagal dibuang.
Ardan memahami itu sejak hari pertama ia terlempar ke dunia asing bersama satu-satunya orang yang selalu berada di sisinya—Revan.
Tidak memiliki bakat langit.
Tidak memiliki garis darah legendaris.
Bahkan tidak memiliki sekte untuk berlindung.
Namun Ardan memiliki sesuatu yang lebih berbahaya.
Cara berpikir seorang pemimpin.
Saat para kultivator mengejar kekuatan pribadi, Ardan mulai membangun sesuatu yang lebih besar—kekuasaan.
Ia mengumpulkan para buangan.
Orang-orang gagal.
Mereka yang dihancurkan dunia kultivasi.
Dan dari tangan orang-orang yang dianggap sampah itulah, sebuah kekuatan perlahan lahir.
Sebuah organisasi yang akan mengguncang sekte, kerajaan, bahkan seluruh dunia kultivasi.
Karena terkadang…
monster paling menakutkan bukanlah petarung terkuat.
Melainkan seseorang yang mampu membuat dunia bergerak sesuai keinginannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hadiah belati

setelah menghabiskan makanannya.

ardan dan revan di minta untuk beristirahat.

"ini kamar kalian untuk sementara kak" ucap anak itu.

ia mengantar revan dan ardan untuk beristirahat.

"oh ia, untuk kakak yang ini. kalok bisa jangan terjaga terlalu malam, tubuh kakak masih lemah"

ardan tersenyum mendapatkan perhatian ini, ia berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan anak itu.

ardan mengeluarkan belati dari saku senjatanya.

"ambilah ini, kakak hanya memiliki ini untuk berterima kasih. tapi kamu tenang kalo kakak sudah punya barang yang lebih bagus pasti kakak akan mengingat mu"

anak itu mengambil belati dari tangan ardan, ia membalik belati itu beberapa kali.

"ada apa? apa kamu tidak menyukainya" tanya ardan.

anak itu dengan cepat mengelengkan kepalanya.

"bukan itu kak, justru aku sangat suka belati ini. tapi. ini ukuran apa ya kak, apa ukuran mantra kuno" ucap bocah itu yang menunjuk ukuran di pinggir belati.

ardan mengelus sedikit kepala anak itu.

"ini tu ukuran nama kakak. ukuran ini di baca ardan vega"

"ardan vega?." bingung anak itu.

"ardan vega itu nama kakak" jelas ardan.

anak itu sontak senang mendengar ini.

"jadi nama kakak ardan vega ya"

"iya, sekarang kamu tau nama kakak. tapi apa kamu tidak mau ngasih tau namamu juga"

"oh iya, aku lupa kak" ucap anak itu malu.

"namaku han li, dan nama ayahku han Lou"lanjut anak itu.

"kalok begitu salam kenal ya han li, kalok nama kakak yang tampan ini revan ditra. kamu bisa memanggilku kak revan" ucap revan yang ikut berbicara.

"salam kenal juga kak revan"

han li, masih terus memperhatikan, belati pemberian ardan ini.

walau hanya sebuah belati, tapi han li sangat senang menerima ini.

bahkan dia sedikit memainkannya.

melihat han li yang suka dengan pemberiannya ardan kali ini benar benar tersenyum.

senyuman ini sangat berbeda dari sebelumnya, bahkan revan baru pertama kali melihat senyuman ardan yang setulus itu.

"han li coba kamu perhatikan juga benjolan di ujung pegangan belati"ucap ardan

anak itu menurut, dia melihat di pegangan belati itu memang ada sedikit tonjolan.

" coba kamu tekan itu"

ada embun air yang keluar cukup banyak dari sana.

"apa ini kak?"

"ini, adalah air yang menyembur dari gagang belati. ini bisa kamu isi dari sini, kamu bisa mengisinya menggunakan air cabai bahkan racun untuk melumpuhkan lawan. tapi ingat jangan di pakek sembarangan, ini untuk perlindunganMu" ucap ardan yang menunjukkan cara penggunaannya dan cara mengisi ulang.

"oh, ia. sekarang sudah malam, lebih baik kamu tidur"

han li hanya mengangguk, dia pergi sembari melambaikan tangannya ke arah ardan dan revan.

setelah kepergian han li, ardan dan revan masuk ke kamar.

mereka duduk di pinggir kasur.

"van, ceritakan bagaimana cara mereka mengisi ulang tenagamu. padahal sebelumnya aku sudah tidak sanggup bergerak lagi"

revan menatap langit langit kamar.

"aku juga tidak tau, aku hanya melihat han li itu menempelkan tangannya ke tubuhmu. aku tidak bisa menjelaskan lagi apa yang terjadi, karena memang hanya itu yang ku lihat."

"van. bagaimana menurutmu tentang tempat ini"

"benar benar membingungkan, dan menakjubkan" jawab revan.

"hanya itu" tanya ardan lagi.

"ya. tempat kita berada ini seolah dalam sebuah novel fantasi. ada monster aneh, orang orang terbang menaiki pedang, dan lagi anak yang bisa menyembuhkanmu hanya dengan sentuhan saja" revan menjelaskan dengan antusiasnya.

"apa kau percaya, kalo aku mengatakan tempat ini memang seperti novel yang kau baca itu" ucap ardan.

"maksudmu"

"apa kau ingat saat aku baru saja bangun tadi, di situ aku hanya terdiam kan"

revan mengangguk.

"sebenarnya aku diam, karena aku merasa ada yang aneh dalam diriku. aku sadar karena saat han li menyembuhkanku, ada energi aneh yang masuk ke tubuhku, di dalam tubuhku juga ada energi berbeda yang merespon. jadi saat aku diam aku mencoba menganalisis tubuhku sendiri" jelas ardan.

"apa kau menemukan sesuatu." bukannya terkejut, ardan malah bersemangat mendengar ini.

"ya, saat aku mulai berkonsentrasi. entah dari mana, aku seolah bisa melihat energi yang ada di dalam tubuhku. di sana ada kolam besar yang terisi oleh energi, dan ada sebuah seperti saluran yang berujung di sana. tapi sayangnya itu masih tertutup, walaupun aku tidak tau itu sebenarnya apa"

"itu pasti meredian" jawab revan cepat.

"meredian?"

"iya, meredian. dari novel novel yang ku baca, meredian ini adalah sumber kekuatan. dan meredian ini di sebutkan kalo ada 12 yang berpusat di kolam energi, dan meredian ini adalah penyalur energi untuk menjadi kuat"

ardan terus memperhatikan revan berbicara.

"kenapa berhenti, lanjutkan apa yang kau katakan. dan apakah kau tau cara membukanya?"

"dan.... bukannya kau dulu tidak terlalu suka dengan cerita seperti ini, kau bilang apa yang ku baca adalah novel murahan"

"sudah lanjutkan saja, tidak usah pedulikan apa yang ku katakan dulu. lagi pula semua yang kau sebutkan itu sekarang masuk akal, apa lagi bisa jadi itu jalan untuk kita bertahan hidup di dunia ini"..

" baiklah, tapi untuk membukanya aku memang tidak tau. karena dari novel yang ku baca, membuka meredian bisa dari bakat atau guru misterius"

"ah sudahlah, memang tidak seharusnya aku berharap kepadamu. sekarang kita tidur saja aku perlu beristirahat untuk memulihkan energiku"

stelah mengatakan itu, ardan benar benar berbaring di kasur keras itu.

"dan... di novel memang seperti itu lo"

"sudah, tidur saja. besok aku akan bertanya kepada ayahnya han li, itupun jika dia mau memberi tahu ku" ucap ardan.

revan benar benar di buat tak berdaya, dengan lemas dia ikut terbaring di sebelah ardan.

karena kelelahan seharian ini, mereka benar benar sangat mudah terlelap.

bahkan hanya beberapa menit setelah mereka berbaring, dengkuran halus sudah terdengar.

di luar kamar mereka.

han luo, duduk dalam kebingungan.

"sebenarnya dari mana asal mereka, dari pakaian dan cara mereka berbicara sangat berbeda dengan orang orang yang pernah ku temui, bahkan mereka tidak mengerti cara membuka meredian." gumam han luo.

dia hanya diam sepanjang malam, bukan karena apa apa.

dia masih waspada dengan kedua orang yang tiba tiba tinggal bersamanya ini.

sela sela papan kayu, menyorot langsung ke mata ardan dan revan.

dengan perlahan mereka mulai menggeliat.

revan yang pertama membuka mata.

"jam berapa ini" paniknya.

namun saat memeperhatikan dinding kayu, dia menepuk keningnya sendiri.

"oh iya, aku sedang berada di dunia lain" ucapnya.

ia menoleh, menatap ardan yang hanya menatapnya dengan malas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!