Di Daejeon, dua polisi dengan masa lalu rumit dipertemukan kembali sebagai partner kerja. Kim Da Eun yang dingin dan tegas harus bekerja sama dengan Lee Hyejin yang ceroboh namun cerdas.
Di tengah hubungan mereka yang penuh pertengkaran dan rahasia masa lalu, muncul kasus pembunuhan berantai misterius dengan jejak sepatu pendaki bertanda api sebagai petunjuk utama. Saat penyelidikan semakin berbahaya, keduanya mulai kembali dekat dan menyadari bahwa perasaan lama belum benar-benar hilang.
PARTNER OF JUSTICE adalah novel kriminal romantis tentang misteri, kepercayaan, dan dua polisi yang harus menghadapi penjahat sekaligus perasaan mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eun_Byeol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JADI APAKAH ITU?
"Ini adalah sisa sianida yang telah diminum oleh mayat tersebut.." ucap dokter Yun.
"Sianida? Apakah dia dipaksa untuk meminum nya?" Da Eun penasaran.
"Saya belum bisa menyimpulkan kalau belum memeriksa kerongkongan mayatnya jadi mohon tunggu sebentar…" ucap dokter Yun pada Da Eun.
"Ya kami akan menunggu hasilnya…" ucap Kang Dae Hyun.
"Tapi dokter Yun, jika memang ada sisa sianida di tenggorokannya bukankah berarti ia dipaksa untuk meminum nya dan hanya sedikit yang ia minum bukankah begitu?" Hyun Woo melirik Hyejin karena takut salah akan tebakannya.
"Ya…sudah pasti dia dipaksa untuk minum sianida itu lalu ia ditikam bolak-balik agar dia dapat melihat bagaimana tersiksanya perempuan itu.." Hyejin berasumsi begitu.
"Kau benar Hyejin dia dipaksa untuk meminum sianida dan sebuah obat anti-depresan secara bersamaan sehingga ia merasa lemas dan terus ditikam berkali-kali dan membuatnya langsung meninggal di tempat." Dokter Yun telah selesai memeriksa kerongkongannya dan menemukan sebuah obat-obatan yang di duga nya sebagai obat anti-depresan.
"Wah kau seperti nya berpengalaman dalam hal ini nona Lee..." ucap Dae Hyun pada Hyejin.
"Engg dia sangat berpengalaman karena sebelumnya dia menangani kasus di pegunungan Gunpo tetapi langsung dikeluarkan oleh atasan karena masalah tertentu." Ucap Hyun Woo tanpa sadar dan membuat Hyejin kesal.
"Aishh kau Ingin mati? Jika kau ingin mati kesini akan ku bunuh kau menggunakan pisau otopsi itu.." Hyejin memaki Hyun Woo.
"Ah Sunbae maafkan saya jangan berbicara seperti itu ya?" Hyun Woo merasa sangat takut melihat Hyejin marah karena Hyejin jika marah emosinya tidak bisa terkontrol sehingga dia bisa saja bertindak sesuai dengan ucapannya.
"Kya kau takut dengan nya?" Tanya Da Eun pada Hyun Woo.
"Ya.. dia sangat mengerikan.." bisiknya pada Da Eun dan Dae Hyun.
Hyejin yang masih kesal melihat Hyun Woo langsung pergi untuk mendatangi dokter Yun.
"Dokter Yun.. berapa usia mayat itu? Bisakah anda mendapatkan informasi itu secepatnya?" Hyejin memohon kepada dokter Yun.
"Kya kenapa kau sangat peduli dengan mayat itu? Bahkan kau tidak mengenal nya secara langsung kenapa kau sangat emosional? Ha?" Dokter Yun merasa iri karena Hyejin lebih perhatian ke mayat itu ketimbang dirinya.
"Akh saya bukannya perhatian hanya saja saya kasihan pada mereka yang telah mati sia-sia tanpa melakukan dosa hanya karena baebah gila yang membunuh nya.." Hyejin merasa kasihan.
"Kya kau akan menangani kasus seperti ini lagi?" Tanya dokter Yun pada Hyejin.
"Engg kenapa?anda takut jika nantinya saya dikeluarkan lagi oleh atasan saya?" Hyejin menjawabnya dengan tersenyum.
"Tentu saja aku takut.. karena aku tidak akan mendapati temanku yang ku anggap seperti saudaraku sendiri memakai seragam polisi nya." Dokter Yun memanyunkan bibirnya sambil melirik Hyejin.
"Tenang saja dia adalah kepala ku di kantor dan juga temanku saat di luar kantor jadi anda tidak perlu khawatir akan hal itu.. karena kami memang ingin sekali menangkap gaejasik itu.." Hyejin semangat dalam menyebut gaejasik.
"Kya jangan terlalu bersemangat.." dokter Yun menggandeng tangan Hyejin.
"Ayo kita makan siang bersama habis ini.." lanjut nya.
"Oke setuju,..." Hyejin menjawabnya dengan tersenyum lebar.
Mereka bertiga yang memperhatikan Hyejin dan dokter Yun dari jauh merasa bahwa Hyejin melupakan mereka semua.
"Kya Lee Hyejin.." teriak Da Eun dari kejauhan.
"Ohhh Kya anda tidak diperbolehkan untuk berteriak di sini…" Hyejin langsung menoleh dan segera mendatangi Da Eun untuk memberitahukan hal tersebut.
"Ah maaf aku lupa… kau ini kita berempat kesini bersama kenapa kau melupakan kita bertiga?" Ucap Da Eun dengan nada agak tinggi.
"Maaf kalian bertiga boleh pergi jika sudah selesai kan tujuan utama kita hari ini adalah melihat proses otopsi jadi sudah selesai kan.. nah silahkan kalian pergi!" Hyejin mempersilahkan mereka semua pergi.
"Ya? Anda menyuruh saya langsung pergi? Sunbae? Yang benar saja?" Ucap Hyun Woo.
"Engg silahkan pergi karena aku akan makan bersama dokter Yun.. "ucap Hyejin dengan tersenyum tipis.
"Wah yang benar saja?" Dae Hyun tidak percaya akan semua ini.
"Bukankah kita berempat akan pergi bersama setelah ini?" Da Eun mengucapkan itu tetapi Hyejin tidak memperdulikannya
"Oh benar lantas kenapa anda meninggalkan kami nona Lee?"Dae Hyun protes.
"Aishh kenapa kalian terus menggerutu? Oke mari ikut bersama ku dan dokter Yun untuk makan bersama.. apa kalian puas ha?" Hyejin kesal dan akhirnya mengalah pada mereka semua.
Walau mereka semua awalnya marah tapi akhirnya senang karena ini makan bersama mereka untuk pertama kalinya dan digunakan untuk merayakan bersatunya mereka sebagai partner untuk menangkap pria pembunuh itu.
Setelah dokter Yun bersiap-siap pergi dokter Yun terkejut karena Da Eun bertanya,
"Nah sekarang kita akan makan dimana?" Tanya Da Eun tiba-tiba.
"Ya? Ah anda ikut?" Tanya dokter Yun pada Da Eun.
Da Eun mengangguk kan kepalanya tanda mengiyakan pertanyaan nya.
"Tetapi bukan hanya dia yang ikut dokter Yun, tetapi kami berdua juga ikut dengan anda dan juga Sunbae." Ucap Hyun Woo pada dokter Yun.
"Ah benarkah? Oh oke semakin banyak orang pasti akan semakin menyenangkan." Ucap dokter Yun Ji Yoon.
"Benar sekali… kalau begitu bagaimana kalau kita pergi ke restoran Vesta Buffett?" Hyejin menyarankannya.
"Oh kedengarannya bagus..aku setuju" ucap Dae Hyun dengan semangat.
"Oke aku juga setuju bagaimana dengan anda kepala Kim?" Tanya Hyun Woo pada Da Eun.
"Oke aku setuju juga.." ucapan dengan tersenyum lebar.
"Kalau begitu siapa yang mentraktir?" Tanya Hyun Woo pada semua nya.
"Ah aku yang saja yang mentraktir kalian makan karena aku yang sudah menyuruh kalian berkumpul walau kalian datang dari jauh-jauh.." ucap Hyejin dengan merasa bersalah.
"Ah Sunbae kau yang terbaik.." Hyun Woo mengacungkan jempol nya untuk Hyejin.
Hyejin yang melihat sikap junior nya hanya bisa memakluminya karena sudah terbiasa dengan itu.
Mereka membawa 4 mobil untuk pergi ke restoran karena mereka tadi membawa mobil masing-masing kecuali Hyejin yang pergi dengan Kim Da Eun dan setelah mereka selesai makan siang mereka memutuskan untuk langsung kembali ke kantor mereka masing-masing.
Sesampai di restoran mereka memesan makanan masing-masing dan menikmatinya dengan senang.
Beberapa menit berlalu dan sebelum kepulangan mereka dari restauran ini dokter Yun bertanya pada Hyejin.
"Kya Lee Hyejin awas jika kau jatuh cinta dengan rekan mu sendiri.. aku pergi.. dan terimakasih untuk makanannya" dokter Yun langsung meninggalkan mereka semua.
"Engg., Kya dokter Yun apa maksudmu?" Hyejin kesal dan marah padanya.
Da Eun yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum dan berpura-pura bahwa tidak terjadi apa-apa.
"Hyejin Sunbae terimakasih makanannya dan aku akan melaksanakan tugas ku dengan baik disana jadi jangan pernah mengkhawatirkan aku di Badan kepolisian Incheon dan yang harusnya kau khawatirkan adalah dirimu sendiri yang tidak pernah makan tepat waktu dan tak perlu istirahat saat menangani kasus seperti ini.. aku akan pergi terima kasih sekali lagi untuk makanannya ." Hyun Woo pergi dengan membungkuk kan badannya untuk memberikan hormat pada yang lainnya.
"Kya jaga dirimu.." Hyejin berteriak.
Hyun Woo hanya melambaikan tangannya dari kejauhan.
"Ah benar Da Eun Sunbae aku pamit.. semoga hari anda menyenangkan begitu juga dengan anda nona Lee.." Dae Hyun pergi dengan tersenyum.
"Engg sampai jumpa.."Da Eun melambaikan tangan nya.
"Nah...mari kita kembali ke kantor Sunbae.." ajak Hyejin pada Da Eun.
"Engg ayo.." Da Eun menuju mobilnya bersama Hyejin.
Didalam perjalanan menuju kantor kepolisian Daejeon,
"Kya Lee Hyejin… kau memiliki hubungan apa dengan Hyun Woo?ehem jangan salah paham aku hanya bertanya karena penasaran bukan karena hal lain.." Da Eun penasaran hubungan apa yang dijalin oleh Hyejin dan Hyun Woo.
"Emm Hyun Woo bagi saya adalah segalanya disaat saya berada di Badan kepolisian Incheon dan itu berlaku Sampai sekarang, karena dia adalah rekan yang sangat peduli pada saya dan rekan yang selalu ada untuk saya disaat saya butuh walaupun itu dimanapun saya berada dia pasti akan datang dan bersikap manja di depan semua orang tetapi ia tidak akan bersikap manja jika hanya ada saya dan dia, karena dia merasa bahwa saya adalah tempat yang paling nyaman untuknya dalam bercerita apapun itu.dia dan saya memiliki nasib yang sama yaitu ditinggalkan oleh orang tua kita saat kita masih kecil sehingga kita bisa mengerti satu sama lain. Sebelum dia menjadi seorang polisi sampai sekarang ini dia adalah anak yang nakal tetapi saat dia bertemu dengan saya di jalanan saya bertanya kepada nya, " Kya kau benar kau apakah kau ingin menjadi seorang pecundang selamanya? Apakah kau tidak ingin berubah untuk menjadi lebih baik lagi? Jika kau ingin mari kita belajar bersama.." saya mengajaknya untuk belajar bersama saya dan Saya memberikan biaya untuk kebutuhan sekolah nya dulu sampai ia akhirnya menjadi polisi sampai sekarang ini. Dan hal itulah yang membuat kami menjadi dekat sampai sekarang ini. Mungkin semua orang akan berfikir kalau saya hanya memanjakan anak itu secara cuma-cuma tetapi semua orang tidak pernah bertanya pada saya kenapa saya melakukan itu? Padahal saya melakukannya karena saya merasa jika melihat Hyun Woo sama seperti saat saya melihat cermin. Dia hanya sosok yang membutuhkan kasih sayang dan saya ada untuk menjadi teman dan juga kakak baginya." Jelas Hyejin sembari mata yang berkaca-kaca.
"Oh maaf aku tidak menyadari hal itu.." Da Eun merasa tidak enak pada Hyejin karena salah mengira bahwa mereka memiliki hubungan.
"Tidak apa-apa Sunbae itu wajar.." Hyejin hanya bisa tersenyum untuk menanggapi permintaan maaf Da Eun.
"Sunbae… maaf jika saya lancang, saya ingin sekali bertanya pada anda."
Da Eun yang mendengar ucapan Hyejin langsung melirik Hyejin dan bertanya,
"Kenapa? Tanyakan saja apapun itu…" ucap Da Eun pada Hyejin.
"Apakah anda pernah kesepian?" Tiba-tiba Hyejin bertanya hal tersebut.
"Tiba-tiba?kenapa kau menanyakan hal itu?" Ucapnya sembari tertawa kecil.
"Aku…" ucapan Da Eun terpotong.