NovelToon NovelToon
DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:710
Nilai: 5
Nama Author: Naryati

Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17

Wang Xuan yang baru saja sampai pun langsung bertepuk tangan.

Dia tertawa melihat perubahan wajah Lin Chou.

"Bagaimana Lin Chou apa tidurmu masih nyenyak?"

Tanyanya setengah mengejek.

Tatapan Lin Chou tertuju lurus kearah laki-laki tampan yang memiliki kulit putih bersih. Dia masih memiliki darah Indonesia sehingga wajahnya sedikit berbeda..

"Banyak omong!! Apa yang sebenarnya kamu inginkan Wang Xuan? Kita tidak punya dendam pribadi tapi kenapa kamu selalu mengincar keluargaku?"

Suara Lin Chou terdengar berat dan berbobot. Ini kali pertamanya mereka bertemu dan bertatap muka.

Wang Xuan hanya tersenyum dia tak menjawab ucapan Lin Chou dia hanya meliriknya sekilas dan kemudian kembali membuang muka.

"Kasihan sekali Alesya.."

"Kenapa dia bisa mencintai laki-laki bo*oh seperti ini."

Mendengar nama Alesya membuat darah Lin Chou mendadak membeku. Apakah Wang Xuan tahu tentang Alesya.

"Apa kamu mengenal Alesya? Apa kamu mengenalnya?"

Pertanyaan itu tak dijawab oleh Wang Xuan dia hanya berbalik dan pergi.

"Aku akan membuatmu merasakan apa yang pernah aku rasakan."

"Dan aku akan pastikan kamu akan menyesalinya."

"Bahkan kamu sendiri tidak tahu apa yang terjadi setelah Alesya meninggalkanmu."

Mendengar kata Wang Xuan membuat tubuh Lin Chou mendadak mati rasa.

Dia terkejut mendengar kata-kata itu. Sebuah ancaman yang nyata..

"Apa hubunganmu dengan Alesya?"

Namun Wang Xuan telah pergi sehingga membuat Lin Chou semakin terpuruk.

Untuk pertama kalinya di menundukkan wajahnya menahan airmata dan rasa yang tak bisa dia jelaskan.

Lin Chou mengingat kembali tujuh tahun yang lalu disaat dia harus memilih. Antara keluarga atau pasangan..

Dan pada saat itu tanpa sengaja Lin Chou yang mendorong Alesya untuk pergi dan hal itu menjadi penyesalan terdalamnya.

"Alesya.. Kamu dimana apa kamu baik-baik saja." ucapnya dalam hati.

Lin Chou menghapus airmatanya dan kemudian menghubungi anak buahnya.

"Cari tahu tentang Mr. Wang apapun itu. Selidiki juga masa lalunya apa dia pernah mengenal Nyonya."

"Alesya aku pasti akan menemukan dimanapun kamu berada. Aku punya uang,aku punya kekuasaan dan aku akan menggunakan itu semua untuk mencari kamu. Dan setelah itu kita akan hidup bersama seperti dulu..

***

Dari kejauhan tatapan Wang Xuan masih tertuju pada Lin Chou.

Dia tersenyum melihat penderitaan yang kini dialami oleh Lin Chou.

"Lin Chou jika saja tidak ada Xioyi mungkin aku sudah membuatmu meminta maaf langsung pada Alesya. Tapi anak itu masih membutuhkan kamu sebagai Ayahnya dan aku tidak akan pernah menyakiti hati Xioyi. Karena itu sama saja aku menyakiti Alesya.."

"Alesya.. Lihatlah dia yang menyakitimu akhirnya akan tersakiti oleh rasa sakit yang pernah dia tanam."

"Lin Chou.. Kamu ingin mancari tahu tentang aku,kamu tak akan sanggup."

Wang Xuan pun berbalik dan pergi dari gudang terbengkalai tempat mereka bertemu..

""Aku mungkin terkesan jahat tapi aku hanya tak mampu keluar dari rasa sakit yang aku alami.""

Lin Chou kembali ke rumahnya namun selama dalam perjalanan dia selalu memikirkan ucapan Wang Xuan.

"Apa sebenarnya yang Wang Xuan katakan? Apa yang tidak aku tahu setelah Alesya pergi apa?"

Lin Chou menjadi sangat gelisah. Untuk pertama kalinya setelah tujuh tahun dia benar-benar merasa takut.

Takut jika ternyata Alesya memiliki hubungan dengan Wang Xuan?

Takut jika kenyataannya Alesya telah menikah lagi di Indonesia?

Lalu bagaimana dengan dirinya? Bagaimana dengan Xioyi?

Lin Chou menutup wajahnya dengan kedua tangan dan merasakan sakit yang tak pernah dia bayangkan.

"Alesya.. Kamu dan Xioyi adalah alasan aku tetap bertahan dengan kehidupan yang seperti ini. Dan jika nanti kenyataannya kamu sudah bahagia dengan orang lain aku juga akan ikut bahagia."

"Alesya kembalilah aku mohon."

****

Sementara Aisyah masih duduk diam. Dia masih syok melihat kedatangan anak buah Mr. Wang dan juga Lin Chou yang tiba-tiba muncul.

"Aisyah.. Apa yang sedang kamu pikirkan?"

Pertanyaan Lin Zhao langsung membuat Aisyah menghilangkan kepalanya.

"Tidak ada Kak Lin. Aku hanya tiba-tiba merindukan Kakaku yang telah meninggal dan juga aku merindukan orang tuaku."

"Kakak yang saat dia pergi aku tak pernah mempunyai kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal."

Aisyah menundukkan kepalanya dan bulir airmatanya jatuh tanpa diminta.

Lin Zhao hanya melihatnya saja,ia tidak menghibur atau memarahinya. Mungkin yang dibutuhkan Aisyah saat ini adalah melepaskan semua perasannya itu.

"Menangislah.. Keluarkan semua hal yang kamu pikirkan. Jangan ditahan atau dipendam lagi."

"Di depanku kamu bebas melakukan apapun. Bahkan jika kamu ingin menangis kamu bisa menangis."

Lin Zhao memberikan kotak tisu kepada Aisyah dan disana Aisyah benar-benar mengeluarkan semua isi hatinya.

Semua kerinduannya.

Semua ketakutannya.

Dan semua kemungkinan yang membuatnya selalu takut.

Takut pada ancaman Mr.Wang.

Takut pada kekuasaan Lin Chou.

Dan takut pada perasaanya terhadap Lin Zhao.

Lin Zhao hanya duduk menunggu Aisyah mengeluarkan semua isi hatinya didalam tangisannya.

"Kalau hatimu sudah merasa tenang. Ikut aku keluar kita jalan-jalan bagaimana?"

Aisyah menggelengkan kepalanya dia menolak dengan halus.

"Kak Lin maaf aku tidak mau pergi kemanapun. Aku ingin disini saja."

"Aku ingin mengaji mengirimkan doa untuk kakakku yang sudah tenang disana." Aisyah pun menatap Lin Zhao dengan tatapan yang teduh.

"Mengaji? Apakah kalau mengaji bisa membuat orang yang sudah meninggal merasa tenang?"

Pertanyaan polos Lin Zhao membuat Aisyah sedikit tersenyum. Dia tidak menyangka jika laki-laki itu ingin tahu banyak tentang Islam.

"Tentu saja itu akan membuat orang yang kita kasih doa merasakan ketenangan diatas sana." jawaban Aisyah membuat Lin Zhao mengangguk.

"Kalau begitu apakah boleh aku minta kamu doakan Papa dan Mama yang sudah pergi. Aku ingin mereka tenang disana."

Mendengar itu Aisyah sedikit ragu,namun dengan cepat dia mengangguk.

"Baik Kak Lin. Aku akan mengaji untuk mereka juga."

Lin Zhao Lin duduk sedikit lebih jauh dari Aisyah. Dia memperhatikan setiap lafaz yang terucap.

Dan Lin Zhao ikut merasakan ketenangan..

Suara merdu Aisyah membuat Lin Zhao tak bisa berpaling lagi. Wanita Solehah nan cantik yang mampu memberikan cinta yang besar kepadanya.

"Aisyah.. Semoga sesuatu saat nanti aku dan kamu bisa menjadi kita. Dan pada saat itu akan ku jadikan kamu satu-satunya ratu didalam hidupku selamanya."

Lin Zhao tersenyum penuh arti. Dia juga terus mendengarkan Aisyah mengaji hingga selesai.

"Aisyah.. Suatu saat nanti aku juga akan bisa mengirimkan doa untuk kakakmu dan juga untuk orang tuaku sendiri."

Lin Zhao berbicara pada hatinya sendiri bahwa dia juga akan melakukan hal yang sama suatu hari nanti.

"Kak Lin. Kamu baik-baik saja?"

suara lembut Aisyah membuyarkan lamunan Lin Zhao. Laki-laki itu tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.

"Aku baik-baik saja. Dan aku sangat senang dan tenang mendengar kamu mengaji."

1
Muhamad Yati
Nah loh. Lin Chou berani banget.
Ihda Rozi
lanjut 💪
Naryati: sudah ada kelanjutannya ya.
total 1 replies
Naryati
semangat untuk aku.
Muhamad Yati
😭😭 alurnya mulai sedih.
Muhamad Yati
Lin Chou ternyata?😭
Muhamad Yati
semangat author. aku suka ceritanya.
Muhamad Yati
suka.
Yatiee Selawase
Thor mana ada muslim makan 🐷 tapi lucu si Lin Zhao ini. 🤣🤣
Yatiee Selawase
Wah Lin Zhao baik juga ya.
Yatiee Selawase
Wah,kok aku deg-degan dengan Aisyah ya. apa dia akan selamat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!