NovelToon NovelToon
Reruntuhan Para Dewa

Reruntuhan Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.

Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.

Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.

Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.

Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.

Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RPD: Chapter 15

Keberuntungan terus menghampiri Chen Xuan. Selain tiba-tiba akar spiritulnya yang pulih, memiliki tingkatan Ranah Lima Elemen, ia juga mendapatkan Roh Pedang setingkat Demigod. Namun, Roh Pedang itu berada dalam kondisi yang tersegel. Kebangkitan nya memerlukan waktu yang lama untuk memulihkan seluruh kekuatannya. Kini, Roh Pedang itu hanya bersemayam di dalam Alam Kesadaran milik Chen Xuan, menunggu pedang yang cocok dan kuat untuk menampung Roh Pedang seperti itu.

Keesokan harinya. Chen Xuan tak pernah sedikitpun mengendurkan masa-masa berlatihnya.

Saat itu, angin pagi menusuk tulang seperti pisau es, membawa kabut tebal yang menari di sekitar Tangga Langit kuno. Tujuh tingkatan, masing-masing seratus anak tangga, berdiri megah seolah menghubungkan dunia fana dengan kekuasaan para dewa. Ratusan murid dan tetua Sekte Embun Pagi berkumpul, wajah mereka penuh ejekan dan rasa tidak percaya.

"Hahaha! Jadi dia... Chen Xuan? Berani naik Tangga Langit? Dia mau mati konyol!" teriak seorang murid Sekte Embun Pagi sambil tertawa keras.

"Anak desa liar itu? Leluhur pendiri saja hanya sampai anak tangga ke 90 tingkat lima! Dia pasti roboh di tingkat pertama atay dua!" timpal murid lain dengan nada meremehkan.

Seorang tetua tengah tersenyum sinis. "Sepuluh tahun sekte berdiri, tak ada yang gila seperti ini. Hari ini kita akan lihat badut itu dihancurkan oleh tangga langit!"

Chen Xuan berdiri tegak di depan anak tangga pertama. Matanya menyala api amarah dan ambisi. "Ejekan kalian akan kuganti dengan jejak darahku di setiap anak tangga." gumamnya dingin.

Ia melangkah naik.

Tingkat Pertama, Angin yang Menekan.

Angin ganas langsung menyambar, bukan angin biasa, melainkan angin spiritual yang menekan setiap inci tubuh seperti ribuan tangan tak kasat mata. Chen Xuan merasakan tulang rusuknya berderit, napasnya tertahan. Setiap langkah terasa seperti berjalan melawan badai gunung.

"Masih bisa jalan? Hm... cuma angin tingkat satu saja sudah goyah begitu!" ejek seorang murid dari bawah.

Chen Xuan menggertakkan gigi, darah mulai merembes dari pori-porinya. Ia terus naik, seratus anak tangga dilewati dengan tubuh gemetar. Angin itu seolah ingin meremukkan jiwanya.

Hingga ia pun tiba di Tingkat Kedua, Api dan Angin.

Begitu kakinya menyentuh anak tangga pertama tingkat dua, angin semakin ganas dan api spiritual muncul entah dari mana. Lidah api biru menjilat tubuhnya, membakar kulit sekaligus meridian. Rasa sakit membakar luar dan dalam.

"Arrgghhh ...!!" raungnya. Kulit lengannya melepuh, tapi ia memaksa untuk terus melangkah ke tangga berikutnya.

Di bawah, kerumunan meledak tertawa.

"Lihat! Dia sudah berteriak! Api dan angin saja sudah tak tahan, dasar sampah!"

"Taruhan seribu keping emas, dia takkan lewat anak tangga ke 40 tingkat dua!"

Setiap anak tangga, api semakin ganas, angin semakin menusuk. Chen Xuan merasakan dagingnya terbakar, darah mendidih di pembuluh darah. Keringat bercampur darah menetes, tapi matanya semakin tajam. Ia melewati seratus anak tangga dengan napas tersengal, tubuhnya penuh luka bakar. Namun siapa sangka? Dia benar-benar berhasil mencapai anak tangga ke seratus pada tingkat ke dua ini. Bahkan membuat orang-orang tidak percaya, membuat banyak orang kehilangan keping emas karena meremehkan Chen Xuan.

Chen Xuan pun terus melanjutkan dan melangkah kakinya di anak tangga pertama tingkat ketiga. Tekanan berubah mengerikan. Sebuah gunung spiritual tak kasat mata menindih tubuhnya dari atas. Tulang punggungnya berderak keras, lututnya hampir patah. Setiap langkah terasa seperti mengangkat seluruh gunung di bahu, membuat tulang keringnya mengalami retakan.

"Dia... masih bergerak di tingkat tiga ...?!" teriak seorang murid dengan suara bergetar tak percaya.

Salah satu Tetua menyipitkan mata. "Tekanan gunung itu seharusnya meremukkan tubuhnya dalam sepuluh langkah. Bagaimana dia masih berdiri? Bahkan aku saja tidak bisa mendaki hingga ke tingkat itu!"

Chen Xuan merasakan setiap tulangnya seperti akan hancur. Darah mengalir dari mulut, hidung, dan telinga. Rasa sakitnya begitu nyata, begitu dalam, seolah jiwa dan raga ditekan hingga batas penghancuran. Namun ia terus melangkah, satu demi satu, dengan raungan tertahan di tenggorokan.

"Chen Xuan! Sudah cukup! Turunlah!" teriak seorang tetua khawatir. Biar bagaimanapun, dia adalah murid Ketua Sekte. Jika seorang tetua membiarkan Chen Xuan terluka di situ, lalu bagaimana dia akan menjelaskan nya kepada ketua sekte?

"Turun? Aku bahkan belum mulai!" jawab Chen Xuan parau, darah menyembur saat ia berteriak.

Anak tangga ke 90 tingkat tiga. Tubuhnya sudah seperti kain basah yang diperas. Tapi ia terus naik. Jubah hitamnya tidak bisa lagi dikatakan sebagai jubah hitam, melainkan jubah gelap yang basah dipenuhi oleh darah segar. Namun, lagi dan lagi ia berhasil melangkahkan kakinya di anak tangga ke seratus tingkat ke tiga. Bahkan, ia terus melangkah naik, memasuki tingkat ke empat Tangga Langit.

Kraakk!

Petir putih keunguan menyambar dari langit kosong, menghantam langsung ke tubuh Chen Xuan. Rasa sakit seperti ribuan jarum panas menusuk setiap sel. Meridiannya terbakar, tulangnya retak-retak.

"AAAAAARRRGGHHH!!!" jeritannya memecah langit pagi.

Darah menyembur deras dari mulutnya. Kulitnya hangus, asap mengepul dari tubuhnya. Setiap petir menyambar lebih kuat dari sebelumnya.

"Mustahil! Dia masih naik di bawah petir langit?!" Seorang Tetua berdiri tegak, suaranya penuh rasa terkejut.

Murid-murid yang tadi mengejek kini terdiam, wajah mereka pucat.

"Dia... monster... petir tingkat empat seharusnya membunuhnya seketika!"

Chen Xuan tertawa getir di tengah siksaan petir langit. "Ejekan yang kalian lontarkan terhadapku, belum sebanding dengan ejekan dan hinaan yang pernah aku terima saat itu ketika di keluarga Zhou." gumam Chen Xuan dengan nada yang berat.

Chen Xuan terus melangkah naik, tubuhnya penuh luka bakar dan darah bahkan beberapa kali tubuhnya ambruk, tetapi dia selalu bangkit kembali. Petir terus menyambar tanpa ampun. Di anak tangga ke 95, ia hampir roboh kembali, tapi tekadnya membawanya hingga akhir tingkat empat. Dan... ia pun berhasil mencapai tingkat ke lima.

Ketika Chen Xuan melangkah naik di tingkat ke lima, tekanan jiwa leluhur menyerang. Bayangan kakek berjubah putih muncul, suaranya bergema: "Anak muda... cukup. Bahkan aku hanya sampai anak tangga ke 90. Kau akan mati sia-sia."

Ilusi keluarga yang telah tiada menjerit, menyalahkan dirinya. Chen Xuan merangkak naik sambil menangis darah. Ia melewati ke 90, melebihi leluhur, dengan tulang patah dan organ dalam berdarah. Membuat semua orang terdiam, bahkan banyak orang yang menahan nafasnya.

Akhirnya, Chen Xuan pun berhasil mencapai tingkat ke enam.

Saat kakinya menyentuh tingkat enam, dunia berubah gelap. Iblis hati muncul dari dalam jiwanya sendiri.

"Kau Sampah! Tuan Muda yang tidak berguna! Kau tidak layak menyandang marga Zhou!"

"Kau lemah! Kau tak pantas hidup!"

"Kau hanyalah sampah yang berpura-pura menjadi harapan!"

Iblis berwujud dirinya sendiri yang lebih gelap, menyerang dengan pedang ilusi yang menusuk hati. Rasa sakit jiwa jauh lebih mengerikan daripada tubuh. Chen Xuan berteriak, darah menyembur dari tujuh lubang.

"Keluar dari kepalaku!!" raungnya sambil memukul dada sendiri hingga retak.

Di bawah, seluruh sekte gempar.

Shen Mu, Chen Dong, dan seorang wanita berusia delapan belas tahunan baru saja datang.

Dari balik kabut pagi yang pekat, muncul sosok seorang dewi yang memikat hati siapa pun yang melihatnya. Wajahnya begitu sempurna, dengan kulit putih mulus yang bersinar lembut, mata besar yang tajam dan penuh godaan, alis melengkung indah, serta bibir merah ranum yang seolah mengundang untuk dicium. Aksesoris emas yang bertengger di atas kepalanya semakin menegaskan keanggunan dan kekuasaan yang dimilikinya, sementara rambut merahnya yang panjang tergerai liar, mengalir seperti sungai api yang hidup, ditiup angin dan menyapu udara dengan keindahan yang memabukkan.

Tubuhnya yang ramping namun menggoda, dihiasi gaun merah menyala yang mewah dan seksi. Pakaian itu memeluk tubuhnya dengan sempurna, kain sutra tipis yang dihiasi ornamen emas rumit menonjolkan lekuk tubuhnya. Buah dadanya yang montok dan penuh terpampang indah, terangkat dengan anggun oleh potongan dada rendah yang hampir tak mampu menahan kebulatan sempurna itu, seolah siap meluap setiap kali ia bergerak.

Gaunnya memiliki belahan tinggi di sisi kaki, memperlihatkan paha yang ramping, panjang, dan mulus yang berkilauan. Setiap langkah yang diambil membuat belahan itu terbuka lebih lebar, memperlihatkan garis kaki yang indah dan menggoda, seolah mengundang semua mata untuk terus menatap dan membayangkan bagaimana rasanya menyusuri kulit tersebut dengan tangan atau bibir. Keindahan belahan kaki yang ramping itu membuat siapa saja yang melihatnya merasa haus, ingin sekali mencicipi, menyentuh, dan memiliki setiap jengkal kelembutan yang tersembunyi di balik kain merah itu.

"Dia naik ke tingkat enam?! Iblis hati tingkat enam! Itu bunuh diri!!" ujar Chen Dong.

"Tidak mungkin... tidak mungkin manusia biasa bertahan di sana!" sahut Shen Mu.

'Jadi dia... murid baru yang dikatakan oleh Senior Shen dan juga Senior Chen.' gumam Xiao Ling'er di dalam hatinya.

Chen Xuan merangkak, merayap, menyeret tubuh yang sudah tak berdaya, bahkan kedua kakinya patah. Darah mengguyur tangga seperti sungai merah. Setiap langkah melawan iblis dalam hatinya sendiri.

Anak tangga ke 50... ke 70... ke 85... ke 95... hingga anak tangga keb99, ia terkapar lemas. Tubuhnya tak mampu untuk lagi di gerakan, darah menetes tanpa henti. Iblis hati menjerit terakhir kali di telinganya.

Suara kuno megah bergema di seluruh gunung:

"Pendaki Tangga Langit, Chen Xuan. Mencapai anak tangga ke 99 tingkat enam. Rekor baru! Leluhur telah dilampaui. Sejarah yang ditulis dengan darah!"

Chen Xuan tersenyum lemah, bibir retaknya bergetar sebelum akhirnya kesadarannya pun menghilang.

Ribuan murid terdiam. Murid yang paling keras mengejek tadi jatuh berlutut.

"Dia... bukan manusia lagi!"

Kabut pagi bergeser, seolah langit membungkuk mengakui kelahiran seorang legenda berdarah di Sekte Embun Pagi.

1
Putera Saaban
kenapa.bila cerita seseorang begitu detail itu tak perlu.saya selalu skip
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
pasti keinget sama Chen Dong yang mengintip 🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sok dingin banget nih si Luo Bing Li'er😑
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm/ lucu banget larinya🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut👍
APRILAH
Untuk mendukung karya ini, jangan lupa like, comment, share, & follow ya guys.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏
APRILAH
Chapter 33, sabar ya
teguh andriyanto
sekte spesialis tukang intip wanita istana es
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
teguh andriyanto
cih
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut
APRILAH: asyiappp
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
sudah waktunya bagi Chen Xuan menunjukan kemampuannya kepada keluarga Zhou /Determined//Determined//Determined/
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
ternyata Kekaisaran Bintang Biru masih memiliki kultivator yang lebih kuat dari Zhou Tianxuan 💪
Wang Chen
seru Thor, lanjut /Determined//Determined//Determined/
APRILAH: Asyiappp 😁
total 1 replies
Wang Chen
njirrr, pencuri celana dalam gak tuh 🤣🤣🤣
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
Wang Chen
dua sahabat kembali bertemu
Wang Chen
Mantap
Wang Chen
/Kiss//Rose//Rose/
Wang Chen
/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
👍/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
/Shy//Shy//Shy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!