Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.
siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.
Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Di siram air
Purnama menatap mereka semua ketika dia sudah pulang dan mendengar cerita para member satu persatu, Arka juga telah hadir di hadapan dia untuk menceritakan apa yang telah terjadi pada Joko dan juga Tamrin, saat itu ratu ular baru menyadari bahwa desa mereka telah terkena masalah yang sangat besar sehingga dua orang sudah meninggal dunia.
Dua orang meninggal dunia dengan cara yang sama sehingga pasti mereka telah mengalami pembunuhan yang sama juga, tidak tahu harus bagaimana namun yang jelas Purnama akan bergerak secepat mungkin untuk mencari tahu tentang iblis yang sedang bersemayam di desa mereka ini sehingga tega membunuh banyak orang.
Mungkin untuk saat ini masih ada dua orang saja yang meninggal dunia, namun bila Purnama tak segera bertindak maka yang ada seluruh desa akan habis kena bantai oleh arwah tersebut, Nana dan Samuel juga melaporkan bahwa mereka sempat merasakan energi yang kuat dari arwah itu ketika sedang berusaha mencari keberadaan mereka.
Namun energi itu menghilang begitu saja sehingga Nana dan Samuel tidak berhasil menemukan arwah yang sedang gentayangan tersebut, mereka hanya meninggalkan energi tanpa jejak sama sekali sehingga para member tidak bisa menyelidiki lebih lanjut ke mana arwah ini pergi dan siapa dia lalu apa jenis kelamin arwah yang sedang menebar maut itu.
Motif dari arwah tersebut mereka juga belum mengetahui secara pasti sehingga mereka akan bekerja keras untuk mencari keberadaan arwah tersebut, dan yang paling penting saat ini Purnama sudah kembali sehingga dia akan mengatur strategi agar para member bekerja dan mencari tahu tentang keberadaan arwah yang sedang membunuh banyak orang itu.
Kini mereka masih terdiam dalam pikiran masing-masing dan berusaha mencari tahu sebenarnya apa yang telah terjadi sehingga arwah itu terus saja mencari urusan seperti ini, termasuk arwah yang berani juga karena dia pasti mengetahui seluk beluk tentang ratu ular namun dia tetap berani untuk mencari masalah.
"Cari kau terlebih dahulu siapa yang sudah bersama dengan Joko dan Tamrin sebelum mereka terbunuh." Purnama memberi perintah.
"Aku nanti akan bertanya ketika sudah kumpul di pos ronda." Arya langsung menerima tugas itu.
"Tanyakan dengan detail apa yang telah mereka katakan dan apa saja jangan sampai ada yang terlewat!" pesan Purnama kepada sang adik.
"Ya, nanti aku akan bertanya kepada mereka tentang pembicaraan itu! siapa tahu juga mereka telah melakukan sesuatu sehingga arwah itu merasa kesal." Arya juga menduga ke arah sana.
"Sebab terkadang arwah tidak akan mengganggu bila dia tidak kena ganggu duluan, bisa saja para manusia ini yang telah mengganggu mereka terlebih dahulu." ujar Purnama.
"Tapi bukankah selama ini Joko dan juga Tamrin sudah mengetahui tentang para arwah, jadi mana mungkin mereka bertindak gegabah." Arka masih berusaha membela kedua orang yang meninggal dunia itu.
"Kita tidak tahu karena malam itu kita juga tidak ada di sana." bantah Arya kepada sang anak.
Arka berdiam tidak berani lagi mengeluarkan suara karena mungkin memang benar bahwa dugaan Purnama itu para manusia telah membicarakan sesuatu atau bahkan telah melakukan hal buruk, jadi lebih baik Arya menyelidiki lebih lanjut apa yang telah terjadi dan apa saja yang mereka bicarakan ketika malam sebelum kematian datang.
"Tapi aku merasa desa ini sama sekali tidak ada perubahan walau ada arwah yang datang." Purnama membuka jendela untuk melihat keadaan yang ada di luar.
"Tadi aku juga sudah membicarakan itu di dalam hati, desa kita sama sekali tidak ada yang aneh dan Aura tentang arwah baru itu sama sekali tidak ada." Arya menjawab pelan.
"Malam ini memang terasa berbeda, untuk malam sebelumnya terasa sangat mencekam dan kemungkinan para manusia jauh lebih takut lagi." Maharani membuka suara setelah lama terdiam.
"Jadi Bibi ikut merasakan ketika malam itu terasa mencekam?" Arka menoleh kepada Maharani.
"Ya." Ratu burung hantu ini mengangguk.
"Lalu kenapa Bibi tidak keluar untuk patroli dan melihat keadaan yang ada di desa kita?" Arka jadi agak kesal kepada Maharani.
"Aku yang melarang mereka untuk melakukan tindakan apa saja karena aku tidak mau bila nanti terlibat masalah dan aku sedang ada di luar!" Purnama langsung menjawab pertanyaan Arka barusan.
Arka terdiam dan tidak berani lagi banyak protes karena para member memang hanya menuruti ucapan dari ketua agensi, sebab bila mereka terlibat masalah dan ketua agensi tidak ada di tempat maka yang ada para member harus kalang kabut untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah terjadi pada nasib agensi dan juga teman-teman yang lain.
"Aku pergi dulu." pamit Arya segera berlalu karena ingin mencari teman nya.
"Aku ikut juga ya, Yah." Arka tidak mau ketinggalan karena dia memang yang paling bersemangat.
"Hei yang tidak berguna diam saja di rumah sana!" Kiara membuka suara setelah lama terdiam.
"Astaga!" Arka memegang dada karena sangat kaget dengan ucapan sang adik.
"Cih anak Pangeran ular tidak berguna sama sekali." hina Kiara dengan sangat pedas.
Arka menatap Purnama karena mengharap pembelaan dari sang mama, tapi ratu ular hanya diam saja dan seolah tidak ada niat untuk membela Arka walau Dia barusan mendapat penghinaan dari adik sendiri, tahu sendiri bahwa Kiara ketika sudah mengeluarkan ucapan maka akan sangat pedas seperti Purnama juga.
"Ini serius tidak ada yang membela aku?" Arka bertanya seolah tidak percaya.
"Apa yang mau di bela karena apa yang dia katakan itu memang benar, kau anak Pangeran ular tidak ada guna sama sekali dan tidak bisa untuk di andalkan." ujar Purnama.
"Ya!" Arka tertegun karena langsung mendapat dua serangan telak.
"Andai saja kau berguna maka bisa menyelidiki kasus ini lebih awal dan mencari tahu siapa arwah yang sedang gentayangan itu." Kiara kembali menghujat.
"Ya kan aku dari awal sudah mengatakan bahwa aku ingin meninggalkan dunia gaib serta ingin fokus pada keluarga." Arka berusaha untuk membela diri.
"Meninggalkan bukan berarti untuk melupakan, terbukti kau memang tidak bisa lupa dan sekarang malah sok ingin ikut campur dalam urusan ini lalu sibuk ke sana kemari mencari orang yang bisa kau suruh!" Kiara malah terbawa emosi.
"Ini pilihan yang harus aku ambil bahwa aku ingin meninggalkan dunia gaib agar anak dan istriku tidak celaka!" Arka juga mulai emosi.
Byuuuuur.
Dua siraman Air langsung mengenai tubuh Kiara dan juga Arka, Arya adalah pelaku utama dan dia menatap kedua anak dengan tatapan begitu tajam sehingga Kiara dan Arka tidak berani mengeluarkan suara walau hanya sepatah kata, jangan pernah remehkan marah orang diam dan yang paling penting Arya adalah Ayah mereka berdua.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.
Apakah ada tokoh baru untuk jodoh Kiara,,,Digo kurang pas lah ..tapi semua ada di tangan othor sih 🤭🤭
ya berjuang lebih keras lagi memantaskan diri
Sekelas Kiara tentu butuh pendamping yang tangguh mental baja
jangan sedih go,ucapan dua setan bodoh itu harusnya jadi motifasi kamu buat tambah kekuatan dgn cara trs berlatih biar tambah kuat💪👍
Digo dibuat sedih atas ucapan zora dan koswara...
ga nyangka si pocong patah hati bs gelut jg👻