Maura, seorang gadis yang terpaksa harus menikah dengan seorang pengusaha muda yang ternyata adalah bos tempat dimana dia mencari nafkah.
semua berawal dari minuman, Maura yang saat itu sedang memergoki ke kasihnya sedang berselingkuh dan bercinta dengan sahabatnya sendiri sungguh sangat frustasi dan memutuskan untuk pergi ke club dan meminum alkohol di sana.
tetapi sayangnya itu justru membawa pengaruh buruk untuknya, akibat mabuk dia salah masuk apartemen.
Bukannya melakukan hubungan terlarang, Maura justru menghajar pria tersebut hingga dia berakhir di penjara.
untuk bisa keluar dari sel tahanan tersebut, Jo memberikan syarat, yaitu harus menjadi kekasih sekaligus calon istri penggantinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon na4vR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part. 15. Calon istri & suami boongan.
Maura menarik napas panjang, beberapa detik kemudian menghembuskannya secara perlahan. Kini jantungnya sudah seperti berdisko saja di dalam sana, seolah yang akan ia temui di dalam sana adalah sejenis hantu.
Tok..tok...!!
"Masuk!!"
Maura segera masuk setelah mendapat sahutan dari dalam, begitu masuk. Wanita itu di manjakan matanya dengan dekorasi ruangan tersebut terlihat sangat manly sekali, dan di atas meja terdapat ukiran papan nama.
"Joe Kevin Alexander...oh jadi itu nama panjang Pak presdir."
Maura hanya bergumam dalam hati tapi membaca nama tersebut seperti sangat familiar. Tapi seberapa keras ia mengingat nama itu, tetap saja ia lupa.
Selama ini yang Maura tahu nama presdir di perusahaannya adalah Pak Joe, tetapi ia tidak tahu nama panjangnya. Karena ia bukanlah orang yang kepo.
"Permisi, Pak!! Ada perlu apa ya, Bapak memanggil saya?"
"Silahkan duduk!!"
Bukannya menjawab pertanyaan Maura, Joe justru meminta gadis itu untuk duduk terlebih dahulu. Saat ini posisi Joe memang membelakangi Maura, sehingga gadis itu tidak bisa melihat seperti apa wajah pemimpin perusahaan tersebut.
Dengan cepat Maura mendaratkan bokongnya di atas kursi yang berhadapan dengan Joe dan hanya terhalang meja kerja.
Mendengar suara tegas pria itu membuat Maura sedikit kesulitan bernapas.
"Maura, how are you?"
Maura terkejut setengah mati saat kursi yang ada di hadapannya berputar, sehingga memperlihatkan sosok pria yang sangat amat ia kenal.
"Lo? Nah lo ngapain ada disini?"
Joe yang melihat ekspresi gadis di depannya terkejut hanya menahan senyumnya.
"Sopanlah sedikit!! Kamu sedang bicara dengan bosmu!!"bentak Joe, membuat Maura sedikit menciut, dan ia pun kembali duduk karena saking kagetnya. Ia berdiri, dan kenapa tetiba aura pria di depannya sekarang malah mengerikan.
"Perkenalkan, saya adalah pemimpin perusahaan.. Joe Kevin Alexander, mulai detik ini Anda yang akan menjadi sekretaris pribadi saya."
"Ba-bagaimana mungkin?"
Maura masih menatap Joe seperti orang bodoh saja, kenapa akhir - akhir ini begitu banyak sekali kejutan di dalam hidupnya.
"Kenapa tidak mungkin?" Joe justru bertanya balik pada gadis yang ada di hadapannya.
"Saya pemilik perusahaan Alexander Group, pria yang dulu hampir kamu bunuh."
Sindiran Joe membuat Maura merasa tersentil, "Cih.. Padahal hanya luka ringan saja tapi kek luka parah aja."bathin Maura.
"Saya mengundurkan diri menjadi sekretaris Anda."
Joe yang mendengarnya terkekeh geli, ia sudah duga ini semua pasti akan terjadi.
Dengan santainya Joe menyodorkan surat perjanjian yang tadi sudah di tanda tangani oleh Muara.
"Jika kamu mengundurkan diri tanpa kesepakatan saya, maka kamu harus membayar denda sebesar 2 milyar, Nona."
Maura yang sedari tadi tidak bisa fokus langsung terbatuk, ia tidak menyangka jika denda yang di kenakan sebanyak itu.
Memangnya bisa dapat uang sebanyak itu dari mana? ngepet?
"Anda masih waras, Tuan?"
Ia sudah ngga peduli yang nama nya sopan santun, Maura sedikit meninggikan suaranya.
"Masih.."
"Terus kenapa Anda menyuruh saya, membayar denda sebanyak itu?"
"Loh? Bukannya kamu sudah menandatanganinya? Berarti sudah setuju, dong?"
Sebelum Maura membuka mulutnya, Joe sudah lebih dulu menyela. "terima saja, Nona.. Jika anda mau jadi sekretaris saya, maka saya akan menggaji Anda 20 juta perbulan."
Maura terdiam tanpa sadar ia meneguk salivanya dengan kasar, saat mendengar nominal gaji yang di sebutkan.
Karena selama ini ia hanya mendapat gaji sekitar 4-5 juta, lantas bagaimana bisa ia menolak jumlah yang sangat menggiurkan itu.
"20 juta?" cicit Maura
"Iya.."
"Saya kasih waktu kamu lima menit untuk berpikir!! Setelah itu tentukan pilihan mu."
"Ngga perlu pake nunggu lima menit!! Lagian mana ada duit saya harus bayar denda sebesar itu, jadi saya terima tawarannya."
(Aih!! Bodo amatlah..mau di bilang matre, kek!! Atau whateverlah, yang penting duit lancar)"gumamnya dalam hati.
"Good girl!! Saya suka calon istri yang penurut," sahut Joe, dengan tersenyum manis hingga menular ke Maura yang ikut tersenyum juga.
(kenapa kalau tersenyum, dia tampan sekali)"pikir Maura.
"Ini, gaun dan perlengkapan lainnya untuk malam ini.. berdandanlah secantik mungkin, saya tidak mau berpenampilan memalukan di pesta malam nanti."
Segera Maura menerima paperbag yang diberikan oleh Joe.
"Makasih banyak, Pak."
"Kamu bisa kembali sekarang dan untuk menjadi sekretaris mulai besok kamu sudah bisa bekerja."
Maura menganggukkan kepalanya dan menunduk hormat, ia mulai bergegas keluar dari ruangan Joe.
"Pak.."panggil Maura saat sudah memegang handle pintu.
Joe yang baru saja menatap layar laptop, menoleh ke arah suara Maura.
"Iya, ada apa?"
"Selamat ulang tahun ya, calon suami bohongan!! Semoga Bapak panjang umur, sehat dan selalu sukses.. Untuk kadonya menyusul, ya."ucap Maura dengan tulus.
Joe terdiam mendengarnya, padahal kekasihnya sendiri sama sekali belum memberikan ucapan selamat ulang tahun, justru malah keduluan wanita lain.
"Oh ya, terima kasih calon istri bohongan.. Saya tunggu hadiahnya."jawab Joe dengan sedikit candaan.