NovelToon NovelToon
Janda Seksi Milik Duda Dingin

Janda Seksi Milik Duda Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Janda / Lari Saat Hamil
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Prettyies

Raisa Maureen ditinggal mati suaminya di dalam kondisi masih prawan, lalu ia melakukan hubungan satu malam dengan kakak iparnya karena pria itu mabuk berat dan kehilangan keperawanannya. setelah menikah dengan Evan ia baru mengetahui kenapa selama ini Aditya almarhum suaminya tidak pernah menyentuhnya. Apa yang sebenarnya terjadi? ikuti kelanjutan kisah nya hanya disini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prettyies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mandi bersama

Raisa terlihat serba salah, menunduk pelan.

"Dia tadi habis curhat… terus minta nginep. Aku iyain… aku nggak tahu bakal kejadian seperti ini…" ucapnya lirih.

Evan menghela napas.

"Kamu hati-hati aja sama dia. Dia itu… licik," katanya pelan.

Raisa langsung menatapnya.

"Gimana-gimana dia tetap mantan istri mas," balas Raisa.

Evan mengangkat bahu.

"Mas nggak pernah cinta sama dia. Udah, kamu turun aja. Mas mau mandi."

Raisa langsung mengernyit.

"Mas ngapain mandi di sini? Kan bisa pulang aja."

Evan santai menjawab,

"Tanggung. Lagian mas juga belum makan. Mending sekalian nginep."

Raisa langsung menatap tajam.

"Nginep? Mau tidur di mana? Di lantai? Sofa?" ucapnya. "Nggak mungkin di kamar tamu, kan ada Mona. Atau… mas mau tidur sama dia?"

Evan tersenyum tipis.

"Kamu ini pura-pura polos, ya. Semalam aja kita udah…" ia menggantung kalimatnya, lalu langsung masuk ke kamar mandi.

Raisa mendengus kesal.

"Dasar mas Evan…" gumamnya pelan.

Ia lalu turun ke bawah dan membuka pintu.

Di depan, Mona sudah berdiri sambil membawa kantong makanan.

"Sa, aku beliin makan malam," ucap Mona.

Raisa tersenyum tipis.

"Makasih… kebetulan aku lagi lapar, tadi mau pesan juga."

Mona masuk ke dalam, lalu menatap Raisa dengan penasaran.

"Aku boleh tidur sama kamu nggak malam ini?"

Raisa sedikit kaget.

"Tidur… di kamar aku?"

"Iya," jawab Mona santai. "Kita bisa ngobrol."

Raisa terlihat ragu.

"Kamu di kamar tamu aja ya… soalnya—"

Mona langsung menyipitkan mata.

"Jangan-jangan… pacar kamu lagi nginep, ya?"

"Pacar apaan sih… ayo, aku anterin ke kamar tamu," ucap Raisa berusaha santai.

Mona melirik ke arah luar, lalu menyipitkan mata.

"Aku lihat ada mobil di depan… sama sandal cowok juga di pintu," katanya curiga.

"Jangan-jangan itu pacar kamu?"

Raisa langsung menegang.

"Astaga… kenapa aku bisa lupa sih…" batinnya panik. "Jangan sampai Mona tahu kalau itu mas Evan…"

Ia cepat mengalihkan pembicaraan.

"Kamu istirahat aja ya… aku mau ke atas dulu. Makasih makanannya."

Mona mengangguk.

"Iya, Sa… sama-sama."

Raisa segera naik ke kamar, lalu menutup dan mengunci pintu.

"Aduh… deg-degan banget…" gumamnya sambil bersandar di pintu.

Ia melirik ke arah kamar mandi.

"Mas Evan belum selesai mandi apa ya…"

Raisa meletakkan kotak makanan di meja rias.

Tiba-tiba.

"Sa… ambilin handuk," suara Evan terdengar dari dalam kamar mandi, pintunya terbuka sedikit.

Raisa menoleh.

"Memangnya mas nggak bawa handuk tadi?" tanyanya.

"Lupa… tolong ambilin," jawab Evan santai.

Raisa menghela napas kecil.

"Bentar…"

Ia mengambil handuk dari lemari, lalu berjalan ke arah kamar mandi dan menyerahkannya.

Namun tiba-tiba.

Tangannya ditarik.

"Mas—!"

Raisa kaget saat tubuhnya tertarik mendekat.

Evan menatapnya dengan senyum tipis.

"Kamu belum mandi, kan?" ucapnya pelan. "Ayo mandi bersama sekalian... "

Raisa langsung salah tingkah, jantungnya berdegup kencang di tengah situasi yang makin rumit.

Evan menahan Raisa di sudut kamar mandi, tubuh mereka begitu dekat. Ia mencium bibir Raisa, lalu perlahan turun ke lehernya.

“Aku udah gak bisa nahan lagi, Sa…” bisik Evan pelan.

Raisa terdiam sejenak, napasnya mulai tak teratur.

“Mmmh… mas…” lirihnya, tanpa berusaha menolak, justru tenggelam dalam suasana yang semakin hangat.

Suara napas dan desahan memenuhi kamar mandi, hingga waktu berlalu tanpa terasa.

Satu jam kemudian…

Raisa keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit tubuhnya, rambutnya masih basah.

“Gara-gara kamu… aku sampai gemeteran gini, mas,” ucapnya setengah mengeluh.

Evan yang sudah duduk santai hanya tersenyum tipis.

“Kamu juga tadi gak nolak, kan?” balasnya santai.

Raisa memutar mata, lalu berjalan ke lemari.

“Tunggu sini, aku ambilin pakaian buat kamu.”

Evan menggeleng.

“Aku gak mau pakai yang bekas Aditya. Mending sekalian gak pakai pakaian aja tidurnya.”

Raisa menoleh cepat.

“Kamu ini… nanti masuk angin. Lagian itu cuma baju, apa salahnya? Dia kan adik kamu.”

Evan tetap keras kepala.

“Ada yang baru gak?”

Raisa berpikir sebentar, lalu mengambil satu set baju tidur dari dalam lemari.

“Ini ada, baru dibeli. Belum pernah dipakai sama Aditya.”

Evan menerimanya sambil tersenyum.

“Yaudah, ini boleh. Makasih, Sa.”

Raisa lalu berganti pakaian tidurnya sendiri. Setelah itu ia berdiri di depan cermin, mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.

Melihat itu, Evan bangkit dan mendekat, lalu mengambil alat itu dari tangan Raisa.

“Sini… biar aku aja yang bantu keringin,” ucapnya lembut.

Raisa menoleh, sedikit terkejut, tapi kemudian tersenyum tipis dan membiarkannya.

Setelah rambut Raisa setengah kering, Evan mematikan hair dryer dan meletakkannya di meja. Ia menatap Raisa dari belakang dengan senyum kecil.

“Sini, Sa… duduk dekat aku. Biar aku pijitin,” ucap Evan santai.

Raisa langsung menoleh, sedikit curiga.

“Gak ah… nanti kamu malah aneh-aneh. Pijitnya gak bener lagi.”

Evan terkekeh pelan.

“Ih, suuzon aja kamu. Aku niatnya baik, mau bikin kamu rileks.”

Raisa masih ragu, menyilangkan tangan di dada.

“Mas itu kalau udah mulai… suka kemana-mana.”

Tanpa banyak bicara lagi, Evan menarik tangan Raisa pelan hingga ia terduduk di pangkuannya.

“Udah sini aja… gak usah banyak alasan,” bisiknya.

Ia kemudian meletakkan dagunya di bahu Raisa, mendekapnya santai.

“Capek kan? Dari tadi juga kamu yang lebih banyak berdiri,” tambah Evan dengan nada lembut.

Raisa menghela napas, setengah pasrah.

“Iya sih… tapi kamu jangan macam-macam ya.”

Evan tersenyum tipis.

“Iya, cerewet… ini beneran cuma pijit.”

Tangannya mulai memijat pelan bahu Raisa, lebih lembut dari yang ia kira.

“Gimana? Enakan?” tanya Evan.

Raisa sedikit terdiam, lalu bersandar tipis ke arahnya.

“…Lumayan,” jawabnya pelan, meski ada senyum kecil yang tak bisa ia sembunyikan.

“Ayo tidur, mas… aku udah ngantuk,” ucap Raisa pelan.

Evan tersenyum, lalu menarik tangan Raisa dan membawanya naik ke ranjang. Ia langsung memeluknya dari samping, hangat dan tenang.

“Good night, Sa…” bisiknya, lalu mengecup kening Raisa dengan lembut.

Raisa terdiam dalam pelukan itu, pikirannya melayang.

Gini ya rasanya punya suami… tiap malam ada yang merhatiin, ada yang mijitin… beda banget sama Mas Aditya dulu... batinnya.

Mas Aditya selalu sibuk… bahkan dia gak mau nyentuh aku… sampai aku berpikir apa aku bau badan atau yang lainnya sehingga dia jijik sama aku.

Evan yang menyadari tatapan Raisa menatapnya balik dengan alis terangkat.

“Kok malah bengong liatin aku gitu? Hmm… pengen lagi, ya?” godanya.

Raisa langsung memukul pelan lengan Evan.

“Ih, dasar mesum!”

Evan tertawa kecil, tak melepaskan pelukannya.

“Tapi kamu suka, kan?”

Raisa terdiam, tak menjawab, hanya memalingkan wajahnya.

Melihat itu, nada Evan berubah lebih lembut.

“Udah… gak usah dipikirin. Aku juga gak minta apa-apa lagi kok. Kamu capek, aku ngerti.”

Beberapa detik hening, lalu Raisa berbicara pelan namun serius.

“Aku mau menikah sama kamu, mas.”

Evan sedikit terkejut, menatapnya lebih dalam.

“Kamu yakin ngomong begitu? Nikah itu bukan hal main-main, Sa…”

Raisa mengangguk mantap.

“Aku serius. Tapi… aku mau kamu jujur dulu.”

Evan mengernyit.

“Jujur soal apa?"

Raisa menatapnya lekat.

“Semua yang kamu tahu tentang mas Aditya… dan kenapa selama 5 menikah sama aku, dia… gak pernah memberikan ku nafkah batin.”

Evan terdiam sesaat, ekspresinya berubah lebih serius.

“Aku bakal cerita… tapi setelah kita menikah.”

Raisa langsung menatapnya heran.

“Kenapa harus nunggu? Kenapa gak sekarang aja?”

Evan menarik napas pelan.

“Karena aku takut… setelah kamu tahu semuanya, kamu malah berubah pikiran… dan gak jadi nikah sama aku.”

1
Felycia R. Fernandez
udah deh Sa,gak usah bolak balik menyangkal...
udah tau juga belang Aditya..
udah dengerin aja,jangan jadi orang yang sok tau gimana Aditya
Prettyies: Dia gak normal kak😂
total 3 replies
Felycia R. Fernandez
ya bodoh kalau gak jadi nikah.
udah di obok obok tiap hari msak gak mau dinikahi..
ada2 aja,kemana harga diri Mu Sa
Prettyies: ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
pak David tukang kibul malah dikibulin...
anak sendiri pula pelakunya 🤣🤣🤣🤣
Prettyies: Haha emang nakal evan
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
cukup sekali ini doank
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
dasar ular...🤬
Prettyies: ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Usir aja gih 🤬🤬🤬
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
lha 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Prettyies: betul kak
total 5 replies
Felycia R. Fernandez
Ternyata mau balikan karena ada baby yang butuh seorang ayah.laaah kenapa harus Evan
Prettyies: Karena dia kaya raya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
kurang asem 😆😆😆
Prettyies: Betul sekali😊
total 3 replies
Felycia R. Fernandez
kenapa gtu?? karena Raisa hanya sebagai alat untuk kesembuhan aditya
Prettyies: ditunggu kelanjutannya☺
total 1 replies
vita
suka
vita
gmn kabar mona di kamar tamu
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya☺
total 1 replies
Yulisna Yulisna
suka
Prettyies: Terima kasih☺
total 1 replies
Scarlett Rose
lnjt
Felycia R. Fernandez
ternyata oh ternyata...
Cuma Raisa yang disini gak tau kelakuan Aditya
Felycia R. Fernandez: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Mita Paramita
jangan jangan Aditya hompipa🤣🤣🤣 ketahuan rahasianya
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Aditya menjadikan Raisa tameng dari penyimpanan nya...
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Raisa sebenarnya ada rasa ma Evan,cuma terpendam karena Mak nya yang gila kasta...
Mita Paramita
lanjut 🔥🔥🔥
Prettyies: Ditunggu kelanjutan nya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
gay ya???
Felycia R. Fernandez: selalu kk Thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!