NovelToon NovelToon
Mengasuh Bos Gila!

Mengasuh Bos Gila!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.

Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.

Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.

Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.

Rayan - si culun yang pemalu.

Bram - Ketua Geng motor rahasia.

Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Kembalinya sang ketua

Bram kembali melajukan motornya, kali ini tak secepat sebelumnya, “kita mau kemana sebenarnya?” tanya Riana sedikit mengeraskan suaranya.

“Nanti juga kamu tahu sendiri,” tanggapnya santai.

‘Si Bram ini rada ngeselin ternyata, gak kaya Dewa sama Ares, terutama Ares,’ wajah Riana tiba-tiba menjadi panas saat membayangkan sikap Ares, plak... Dia menampar pipinya sendiri, ‘eling Riana eling. Entah itu Zayn, Dewa, Ares atau Bram sekalipun mereka tuh sama aja satu orang yang sama. Kamu jangan sampai terpengaruh hanya karena sedikit kata-kata manis yang keluar dari mulut mereka.’

Bram melirik Riana dari kaca spion, ‘tuh cewek gak waras apa, ngapain dia nampar mukanya sendiri?’ keningnya berkerut, namun senyum tipis muncul di bibirnya.

Tak berselang lama motor yang dikendarai Bram pun berhenti di dekat rel kereta api.

“Ngapain kita ke tempat seperti ini?” tanya Riana, dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, jelas ini bukan tempat yang akan dikunjungi orang normal di malam hari.

Bram melepas helm nya, “kenapa nona sekertaris, apa kau takut?” senyumnya sedikit tersamar karena membelakangi cahaya lampu.

“Takut? Haha, tidak ada kata takut dalam hidupku selain saat isi dompetku tinggal seribu,” jawabnya asal, padahal sebenarnya dia itu takut juga.

Bram mendengus kasar, “bener gak takut? Terus kenapa lutut kamu gemeteran?”

“Ini tuh karena dingin, kamu gak liat aku cuma pake kardigan doang,” protes Riana.

Bram melirik malas, dia lantas turun dari kuda besinya pun dengan Riana. Dia bersandar di badan motornya sambil melipat tangan di dada, seperti sedang menunggu seseorang.

“Kita lagi nungguin siapa?”

“Nanti juga kamu tahu sendiri,” sahutnya, dia menyipitkan mata. Di kejauhan tampak cahaya lampu perlahan mendekat, Bram menarik penutup wajah di lehernya hingga menutupi area hidung dan mulut.

Dia menoleh, “sembunyi. Jangan keluar sampai aku yang memerintahkan,” ujarnya sorot matanya berubah tajam, gambar corak putih seperti tengkorak yang ada di penutup wajahnya nampak berkilau di terpa cahaya lampu.

Riana mengangguk pelan, dia mundur dan bersembunyi di balik batang pohon. Cahaya lampu yang semula jauh kini mendekat, ternyata itu lampu motor, sekitar tiga unit sepeda motor berhenti tak jauh dari posisi Bram.

“Akhirnya lu muncul juga. Kalau sampai besok lu gak muncul-muncul anak buah lu semua gua habisin,” kekeh seorang pemuda berperawakan jangkung berambut cepak tersenyum miring kearah Bram.

“Bacot!” hanya satu kata yang keluar dari mulut Bram, namun itu sukses menyulut emosi ketiga orang itu, total ada lima orang dengan dua orang terikat, mungkin anak buah yang dimaksud oleh mereka adalah dua orang pria terikat dengan wajah lebam-lebam yang kini duduk bersimpuh dengan mulut di tutupi lakban hitam di bawah.

Bram meraih tongkat bisbol yang dia bawa di motornya, menyeretnya hingga menghasilkan bunyi besi di geret.

Hmph... Hmph...

Dua orang itu berseru dengan suara tertahan. Bram hanya melirik anak buahnya itu sekilas tanpa suara.

“Ayo kita beri dia pelajaran, agar dia tahu siapa yang lebih berkuasa diantara kita,” temannya mengangguk setuju, mereka berdua menyerang lebih dulu, namun tak lama setelahnya mereka berdua tumbang ke aspal oleh pukulan-pukulan dari tongkat besi Bram.

Bhuk... Duak...

Ugh...

“Brengsek,” serunya dengan nada geram, ia ikut menyerang namun dengan tangan kosong, tak seimbang memang, namun justru itu yang menguntungkan, dalam pertarungan semuanya adil bukan.

Hyuk... Dhuak...

Arghhhh... Tubuhnya terhempas jauh akibat tendangan kaki panjang Bram, dengan bokong terlebih dahulu menghantam aspal.

“Ugh pasti ngilu tuh,” komentar Riana.

“Brengsek, kalau berani lawan kita dengan tangan kosong,” racaunya, ternyata mereka masih sanggup bangkit meski sudah di hajar habis-habisan oleh Bram.

“Siapa takut,” ujarnya dengan suara berat. Bram melempar tongkat bisbolnya sembarang arah, sambil melakukan peregangan kecil-kecilan.

Satu orang menyerang. Syut... Bram melakukan satu tendangan memutar hingga telapak sepatunya mendarat mulus di pipi lawan. Bugh.... Darah segar menyembur keluar dari mulut orang itu bahkan disertai dua atau tiga giginya yang patah.

Argh... Jeritnya.

“Sialan. Hati-hati, dia tidak bisa di remehkan,” serunya.

Satu orang lagi kembali menyerang, namun Riana menangkap gelagat aneh dari orang yang satunya lagi, dia bergeser sedikit demi sedikit, arahnya menuju tongkat bisbol!

1
Susi Akbarini
gak aneh..
riana kan pawang zayn..

🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
Susi Akbarini
lanjutttt...
❤❤❤😍😍😍
Susi Akbarini
waaahhh..
itu bukan ketergantungan..
tapi ..

cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
Susi Akbarini
lanjuttttttt..

😍😍❤❤💪💪💪
Susi Akbarini
cie3..
zayn cemburuuuu..

😄😄😍❤💪💪
Susi Akbarini
waduhhh..
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..

😍😍❤❤💪💪💪
Susi Akbarini
cie2..
jadi senyum2 bacanya..

😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
Susi Akbarini
waaahhhh..
zayn mulai ada rasa..

mereka berdua deh..

😄😄😍😍❤💪💪💪
Susi Akbarini
lanjutttt..

😍😍❤💪💪
Susi Akbarini
waahhhh..
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
Susi Akbarini
Apakah zayn takut melepas gelar anak org kaya nya...
klai gk takut..
minggat aj azayn..

😄😄❤❤💪💪
Susi Akbarini
swtelah sekian laa rayyan baru muncul ..
❤😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
lanjuttttt...
❤❤😍💪💪💪
Susi Akbarini
waaaahhhh..

spesies baru lagi ini..

😄😄😄😄❤❤😍💪1
Susi Akbarini
lanjuttttt...

❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
akankah rara membocorkan rahasia riana dan zayn..

🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
Susi Akbarini
kasihan zayn...
❤❤😍😍💪
Susi Akbarini
tak kirimi kopi biar gk ngantuk...

🤣🤣😄❤❤😍💪
Whidie Arista 🦋: maacih, author emang lagi ngantuk, auto seger langsung ✌️🤣
total 1 replies
Susi Akbarini
kok aurin..

bukan aruna ya kak..

😄❤😍💪
Whidie Arista 🦋: typo kayanya kak, wkwk 🙏 otw benerin makasih dah kasih tahu😆
total 1 replies
Susi Akbarini
mingkin gk suka ama aruna...

😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!