Ribuan tahun setelah Kaisar Primordial Wang Tian menghilang ke dalam keheningan dimensi untuk menjaga keseimbangan alam, silsilah darahnya telah bercabang menjadi klan-klan besar yang menguasai berbagai penjuru dunia.
Istri pertama, Lin Xuelan, melahirkan garis keturunan Penjaga Samudra. Istri ketiga, Mora, melahirkan klan Bayangan Langit. Istri keempat, Lin Xia (setelah menjadi manusia sepenuhnya), melahirkan garis Pedang Dewa. Namun, cerita kita kali ini bermula dari garis keturunan istri kedua, Sui Ren, Sang Permaisuri Angin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35: Infiltrasi Jantung Besi
Kehampaan di sekitar **The Harvester** bergetar hebat. Sinyal peringatan dari **Azrael** bukan sekadar gertakan; Meriam Penghancur Planet di moncong kapal induk itu mulai berpendar dengan warna merah darah yang mengerikan, menyedot energi dari bintang-bintang di sekitarnya. **Wang Jian** mendarat kembali di geladak luar **Bahtera Naga Surgawi**, kakinya menciptakan percikan listrik saat ia menyelaraskan kembali gravitasinya.
"Pintu masuk tercepat adalah lubang ventilasi pembuangan panas di sektor sayap kiri!" teriak Azrael melalui interkom. "Jika meriam itu menembak, planet kita akan menguap dalam hitungan detik. Kita harus menghancurkan reaktor utamanya dari dalam!"
"Han, bawa kita ke sana!" perintah Jian.
**Wang Han** memusatkan seluruh sisa *Qi* ruangnya. Bahtera Naga Surgawi melesat, bermanuver di antara hujan peluru laser yang ditembakkan dari menara pertahanan kapal induk. Dengan satu sentakan ruang yang ekstrem, Bahtera itu seolah-olah 'melompat' melewati barisan pertahanan terakhir dan berhenti tepat di depan lubang pembuangan raksasa yang masih membara.
"Lei, Chen, Meiling, ikut aku! Azrael, jaga kapal ini tetap terbang!"
### **Menembus Labirin Logam**
Jian memimpin tim masuk ke dalam lorong pembuangan. Suhu di dalam sini mencapai ribuan derajat Celsius, cukup untuk melelehkan baja paling keras, namun **Wang Lei** melangkah maju, melepaskan **Api Putih Pemurni**-nya untuk menciptakan koridor pelindung yang mendinginkan suhu bagi rekan-rekannya.
"Lorong ini menuju ke pusat navigasi dan ruang reaktor," bisik Jian.
Baru beberapa langkah, dinding logam di sekeliling mereka bergeser. Ribuan sensor laser merah muncul, menyilangkan cahaya yang mematikan. Bersamaan dengan itu, pintu otomatis terbuka, melepaskan ratusan **Klon Tempur Federasi**—prajurit hasil rekayasa genetika yang tidak memiliki rasa takut dan dilengkapi dengan perisai energi personal.
"Jangan biarkan mereka mendekat!" teriak **Wang Chen**. Ia mengayunkan tangannya, menciptakan **Vakum Samudra** di dalam lorong sempit itu. Air yang terkumpul dari kelembapan udara kapal berubah menjadi peluru-peluru es yang melesat secepat peluru, menembus kaca helm para klon.
Pertarungan pecah dalam ruang sempit. Jian bergerak seperti bayangan. Setiap pukulan tangannya menghancurkan zirah klon tempur, sementara **Wang Lei** membakar setiap senjata laser yang diarahkan kepada mereka. Namun, jumlah musuh seolah tak terbatas.
### **Pertarungan Melawan Sistem Keamanan: Robot Jagal X-1**
Di persimpangan menuju reaktor, langkah mereka terhenti oleh sebuah mesin raksasa yang merangkak di langit-langit lorong. Itu adalah **Robot Jagal X-1**, mesin pemotong yang memiliki delapan lengan gergaji laser.
"Kalian teruslah maju ke reaktor! Biar aku yang mengurus kaleng rombeng ini!" seru Wang Lei. Ia menghantamkan tinjunya ke lantai, menciptakan pilar api putih yang menghalangi jalan para klon tempur lainnya agar Jian bisa lewat.
"Berhati-hatilah, Lei!" Jian mengangguk dan melesat bersama Meiling dan Han menuju pintu reaktor utama.
Di belakang, Lei terlibat dalam duel maut. Robot X-1 menyerang dengan kecepatan yang mustahil bagi mesin sebesar itu. Gergaji lasernya memotong pipa-pipa besar di sekeliling mereka, menyemburkan gas beracun. Lei menghindar dengan salto di udara, kakinya yang berapi menghantam wajah sensor robot tersebut.
"Kau hanya mesin, tapi aku adalah api yang lahir dari kemarahan!" Lei mengaktifkan **Mode Overdrive Api Putih**. Seluruh tubuhnya menjadi putih menyilaukan. Ia menerjang jantung robot tersebut, melelehkan sirkuit intinya dalam satu pelukan maut yang membara.
### **Ruang Reaktor: Pertemuan dengan Sang Arsitek**
Sementara itu, Jian, Meiling, dan Han tiba di ruang reaktor. Ruangan itu sangat luas, didominasi oleh bola energi setinggi gedung sepuluh lantai yang berputar dengan kecepatan gila. Di depan konsol utama, berdiri seorang pria dengan pakaian jubah putih yang rapi. Ia tidak memiliki senjata, namun auranya sangat tenang dan berbahaya.
"Selamat datang, Wang Jian. Saya adalah **The Architect**, otak di balik Federasi ini," ucap pria itu dengan senyum tipis. "Sangat mengesankan melihat mahluk organik mampu mencapai titik ini. Namun, kau terlambat. Meriam akan menembak dalam 60 detik."
"Batalkan serangan itu, atau aku akan menghancurkan tempat ini!" Jian menghunus tombak hitamnya, Qi Kehampaan mulai meluap.
"Menghancurkan reaktor ini berarti menghancurkan dirimu sendiri, Jian," The Architect menekan sebuah tombol. "Tapi mari kita lihat seberapa cepat kau bisa bertarung di dalam dimensi buatan."
Tiba-tiba, ruang di sekitar mereka terlipat. Jian dan rekan-rekannya terpisah ke dalam ruang-ruang dimensi yang berbeda. Jian kini berdiri sendirian di sebuah padang putih yang tak berujung, sementara The Architect muncul di hadapannya dengan proyeksi ribuan pedang digital.
### **Duel Dimensi: Tekad Sang Naga**
"Di dunia ini, aku adalah tuhan," ucap The Architect. Ribuan pedang itu melesat ke arah Jian.
Jian menutup matanya. Ia tidak menggunakan penglihatan fisiknya, melainkan **Indra Nascent Soul**-nya. Ia menyadari bahwa dimensi ini dibangun dari data dan energi *Qi* yang dicuri.
"Jika kau adalah tuhan di dunia data, maka aku adalah kehampaan yang akan menghapusnya!"
Jian menghentakkan kakinya. **"Domain Kehampaan: Penghapusan Eksistensi!"**
Cahaya hitam menyebar dari kaki Jian, mengubah padang putih itu menjadi kegelapan yang pekat. Proyeksi pedang The Architect hancur menjadi partikel data saat menyentuh aura Jian. Jian melesat, tombaknya menembus dada proyeksi The Architect.
Kembali ke dunia nyata, The Architect terhuyung, darah mengalir dari hidungnya. "Kau... kau menghancurkan simulasi mental-ku?!"
"Sekarang, Meiling! Hancurkan penstabil reaktornya!" teriak Jian.
**Lin Meiling** melemparkan **Bom Alkimia Pengurai Atom** yang telah ia siapkan. Bom itu meledak di dasar reaktor, mengacaukan rotasi energi. Meriam Penghancur Planet yang tadinya siap menembak, tiba-tiba kehilangan daya. Cahaya merah di moncong kapal meredup dan berubah menjadi ledakan internal yang mengguncang seluruh kapal induk.
### **Status Bab 35:**
* **Wang Jian:** **Nascent Soul Bintang 1 (Puncak)**. Energi tersisa 60%. Berhasil menembus dimensi mental The Architect.
* **Wang Lei:** **Kristalisasi Inti Bintang 9**. Mengalami kelelahan otot setelah menghancurkan Robot X-1.
* **The Architect:** Luka Dalam. Melarikan diri menuju kapsul pelarian.
* **The Harvester:** **Kritis**. Reaktor utama mengalami kebocoran (Waktu menuju ledakan total: 10 menit).
* **Misi:** Melarikan diri dari kapal induk sebelum meledak.
adalah bacaan wajib bagi penggemar genre kultivasi yang mencari cerita dengan kedalaman emosional dan aksi yang memukau. Meskipun memiliki beberapa kiasan (tropes) klasik genre Xianxia, eksekusinya tetap terasa segar dan membuat ketagihan.