NovelToon NovelToon
Alfian&Aluna

Alfian&Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / CEO
Popularitas:432
Nilai: 5
Nama Author: Queen kaka Agustin

seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..

penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

   Mereka melangkah memasuki mall , Alfian mengikuti dari belakang

Dia tersenyum bahagia melihat 3 wanita kesayangannya

"apa tidak sebaiknya kita makan dulu ma, ini sudah hampir siang"ucap Fian

"ya kamu benar, bagaimana Bu" tanya Hera

" iya ayo kita makan siang dulu, kasihan juga cucuku" jawabnya sambil tersenyum ke arah Aluna

Aluna hanya tersenyum hangat

Mereka semua melangkah menuju restoran yang ada di dalam mall itu.

setelah duduk pelayan datang membawa buku menu

"ibu mau pesan apa" tanya Hera

"sama kan saja dengan punya mu" jawabnya

Hera mengangguk " nasi ayam bakar 2, jus jeruk 1,jus alpukat 1" ucapnya kepada pelayan

"mau pesan apa yang" tanya Fian

"chicken katsu saja bagaimana" jawabnya meminta pendapat

"ya, samakan saja"

"chicken katsu 2, minumnya lemon tea 2"

Pelayan mencatat semua pesanan, dan berlalu pergi

Tidak lama pesan mereka datang

Pelayan menyajikan nya di meja

"silahkan nyonya" ucapnya lalu pergi

mereka makan dengan tenang,

Nenek Mita memperhatikan cara makan Aluna

Dia tersenyum 'bener2 perempuan berkelas' batinnya

tidak salah Alfian memilih calon istri selain cantik dan dari keluarga terpandang dia juga baik hati.

Semoga kali ini pilihan cucunya tepat, dia tidak mau cucunya terpuruk seperti dulu oleh seorang perempuan.

......................

Kini mereka sedang berada di toko pakaian

nenek Mita dan Hera sudah berpencar memilih baju

Sedang Aluna hanya berdiri di sisi Fian

Sambil merangkul tangan nya mesra

Fian heran kenapa calon istrinya ini tidak pergi memilih baju, bukan kan wanita suka berbelanja

"kamu kenapa sayang" tanya Fian

Aluna yang heran mendengar pertanyaan Alfian lalu menoleh

" memangnya aku kenapa mas" jawabnya bingung

"kemu tidak belanja?" tanyanya

Aluna menghela nafas " bukan kah waktu itu sudah dengan mas" jawabnya

Alfian mengernyit heran 'itu sudah lama ' batin nya

"tapi itu sudah lama sayang, memangnya kamu tidak ingin beli baju lagi" ucapnya

Aluna tersenyum tipis" untuk apa mas. Bajuku banyak, yang kemarin saja belum terpakai, "jawabnya

Alfian benar2 di buat heran

Bukankah wanita suka belanja , lalu ini

Calon istrinya ini benar2 perempuan langka padahal dia orang kaya, tapi gaya hidupnya biasa2 saja

Di tersenyum hangat beruntung sekali mendapatkan wanita seperti Aluna .

"kenapa kamu senyum2 mas?"tanya Luna heran

Alfian Lalu menoleh" tidak apa-apa, aku hanya bahagia saja" jawabnya

Aluna hanya ber oh ria

Alfian lalu mengajak Aluna duduk di kursi yang ada di toko itu

Aluna membuka majalah yang tersedia di meja itu

Hera yang tersadar bahwa Aluna tidak ada di belakang nya pun menoleh

" loh, kemana menantuku " tanyanya pada pelayang

"maaf nyonya, sedari tadi nyonya hanya sendirian" jawab pelayan ramah

"iya kah?" ucapnya terkejut

"iya nyonya" jawab pelayan toko

"sebentar" ucapnya sambil menitipkan baju2 yang dia pilih ke pelayan

Lalu melangkah mencari Aluna

Dia mengedarkan pandangan dan ya

disana di kursi tunggu Aluna sedang duduk dengan Alfian

Hera melangkah mendekat" sayang kenapa duduk di sini, mama kira kamu ada di belakang mama tadi " ucapnya

Aluna tersenyum tipis "maaf ma, tidak ada yang mau di beli jadi Aluna tunggu di sini sama mas Fian" jawabnya lembut

Hera menghembuskan nafas berat " ayo ikut mama ,jangan menolak nanti nenek marah" ucapnya Lalu menarik tangan Aluna

Alfian yang melihat itu menggelang , tersenyum tipis, dia yakin nanti pulang Aluna akan membawa banyak barang,

Hera membawa Aluna ke tempat tadi dia sedang memilih

" ayo sayang pilih gaun mana saja yang kamu suka" ucapnya

"tapi ma, gaun yang kemarin dibelikan mas Fian saja belum Aluna pakai" jawabnya heran

"jangan protes,dan ayo pilih" ucap Hera tegas

Aluna menghela nafas berat lalu melangkah memilih beberapa gaun

Setelah selesai memilih gaun mereka semua menuju kasir

Nenek Mita menatap heran baju yang Aluna bawa

"sayang kenapa cuma ambil 2, itu sedikit sekali" katanya

"tidak apa-apa eyang,ini sudah cukup"jawab Luna tersenyum lembut

Nenek Mita menghela nafas panjang

Lalu menoleh ke arah pelayan toko

"tolong ambilkan gaun yang pas untuk cucuku ini" ucapnya sambil menunjuk Aluna

Pelayan itu lalu membawa kan gaun2 cantik untuk Aluna pilih

Aluna tersenyum kaku, dia pasrah kalau sudah begini.

"biar nenek yang pilihkan" ucapnya

Aluna mengangguk sebagai jawaban

Nenek Mita mengambil 10 gaun dengan warna berbeda dan desainnya juga

Lalu menyerahkan ke kasir untuk di bayar

Setelah semua selesai mereka keluar dan menuju toko tas dan sepatu

Disini lagi2 Aluna dibuat melongo ,

Pasalnya nenek Mita dan mama Hera memaksanya untuk mengambil tas dan sepatu yang dia mau

Mau menolak pun percuma

Dia lalu melangkah mengambil 1 tas dan 1 sepatu

Hera yang melihat itu tanpa banyak bicara mengambil 3 tas dan 3 sepatu dengan warna yang senada dengan tas nya

mereka menuju kasir dan membayarnya

Lalu keluar

Hera menyerahkan 6 paperbag ke arah Aluna

" ini sayang dari nenek mu" ucap Hera

"mama ini terlalu banyak" jawab Luna

"tidak apa-apa sayang ambil lah sebagai hadiah dari nenek dan kake jangan di tolak , nanti nenek marah" timpal nenek Mita tegas

Aluna tersenyum tipis dan merimanya

"sama-sama nek, semoga nenek dan kakek selalu sehat" doa nya tulus

"aamiin , terimakasih sayang doa nya" ucap nenek Mita terharu..

Fian yang melihat Aluna kesusahan

Mengambil belanjaan itu dan membawanya

"biar mas bawa sayang" ucapnya perhatian

"sama-sama mas" balasnya

Mereka melangkah keluar dari mall

Lalu masuk kedalam mobil

Setelah puas berbelanja mereka pulang

Mereka tidak menyadari dari kejauhan ada seorang wanita yang sedang memperhatikan mereka terutama Aluna

Dia tersenyum sinis Lalau masuk kedalam mobi

"lihat saja kebahagiaan mu tidak akan lama perempuan sialan" katanya

Lalu mobil itu pergi dari parkiran mall

1
ana Ackerman
thor ,,.awas aja kalau nggak up.... 😤
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤
ana Ackerman: iya kak 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!