seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Mereka melangkah memasuki mall , Alfian mengikuti dari belakang
Dia tersenyum bahagia melihat 3 wanita kesayangannya
"apa tidak sebaiknya kita makan dulu ma, ini sudah hampir siang"ucap Fian
"ya kamu benar, bagaimana Bu" tanya Hera
" iya ayo kita makan siang dulu, kasihan juga cucuku" jawabnya sambil tersenyum ke arah Aluna
Aluna hanya tersenyum hangat
Mereka semua melangkah menuju restoran yang ada di dalam mall itu.
setelah duduk pelayan datang membawa buku menu
"ibu mau pesan apa" tanya Hera
"sama kan saja dengan punya mu" jawabnya
Hera mengangguk " nasi ayam bakar 2, jus jeruk 1,jus alpukat 1" ucapnya kepada pelayan
"mau pesan apa yang" tanya Fian
"chicken katsu saja bagaimana" jawabnya meminta pendapat
"ya, samakan saja"
"chicken katsu 2, minumnya lemon tea 2"
Pelayan mencatat semua pesanan, dan berlalu pergi
Tidak lama pesan mereka datang
Pelayan menyajikan nya di meja
"silahkan nyonya" ucapnya lalu pergi
mereka makan dengan tenang,
Nenek Mita memperhatikan cara makan Aluna
Dia tersenyum 'bener2 perempuan berkelas' batinnya
tidak salah Alfian memilih calon istri selain cantik dan dari keluarga terpandang dia juga baik hati.
Semoga kali ini pilihan cucunya tepat, dia tidak mau cucunya terpuruk seperti dulu oleh seorang perempuan.
......................
Kini mereka sedang berada di toko pakaian
nenek Mita dan Hera sudah berpencar memilih baju
Sedang Aluna hanya berdiri di sisi Fian
Sambil merangkul tangan nya mesra
Fian heran kenapa calon istrinya ini tidak pergi memilih baju, bukan kan wanita suka berbelanja
"kamu kenapa sayang" tanya Fian
Aluna yang heran mendengar pertanyaan Alfian lalu menoleh
" memangnya aku kenapa mas" jawabnya bingung
"kemu tidak belanja?" tanyanya
Aluna menghela nafas " bukan kah waktu itu sudah dengan mas" jawabnya
Alfian mengernyit heran 'itu sudah lama ' batin nya
"tapi itu sudah lama sayang, memangnya kamu tidak ingin beli baju lagi" ucapnya
Aluna tersenyum tipis" untuk apa mas. Bajuku banyak, yang kemarin saja belum terpakai, "jawabnya
Alfian benar2 di buat heran
Bukankah wanita suka belanja , lalu ini
Calon istrinya ini benar2 perempuan langka padahal dia orang kaya, tapi gaya hidupnya biasa2 saja
Di tersenyum hangat beruntung sekali mendapatkan wanita seperti Aluna .
"kenapa kamu senyum2 mas?"tanya Luna heran
Alfian Lalu menoleh" tidak apa-apa, aku hanya bahagia saja" jawabnya
Aluna hanya ber oh ria
Alfian lalu mengajak Aluna duduk di kursi yang ada di toko itu
Aluna membuka majalah yang tersedia di meja itu
Hera yang tersadar bahwa Aluna tidak ada di belakang nya pun menoleh
" loh, kemana menantuku " tanyanya pada pelayang
"maaf nyonya, sedari tadi nyonya hanya sendirian" jawab pelayan ramah
"iya kah?" ucapnya terkejut
"iya nyonya" jawab pelayan toko
"sebentar" ucapnya sambil menitipkan baju2 yang dia pilih ke pelayan
Lalu melangkah mencari Aluna
Dia mengedarkan pandangan dan ya
disana di kursi tunggu Aluna sedang duduk dengan Alfian
Hera melangkah mendekat" sayang kenapa duduk di sini, mama kira kamu ada di belakang mama tadi " ucapnya
Aluna tersenyum tipis "maaf ma, tidak ada yang mau di beli jadi Aluna tunggu di sini sama mas Fian" jawabnya lembut
Hera menghembuskan nafas berat " ayo ikut mama ,jangan menolak nanti nenek marah" ucapnya Lalu menarik tangan Aluna
Alfian yang melihat itu menggelang , tersenyum tipis, dia yakin nanti pulang Aluna akan membawa banyak barang,
Hera membawa Aluna ke tempat tadi dia sedang memilih
" ayo sayang pilih gaun mana saja yang kamu suka" ucapnya
"tapi ma, gaun yang kemarin dibelikan mas Fian saja belum Aluna pakai" jawabnya heran
"jangan protes,dan ayo pilih" ucap Hera tegas
Aluna menghela nafas berat lalu melangkah memilih beberapa gaun
Setelah selesai memilih gaun mereka semua menuju kasir
Nenek Mita menatap heran baju yang Aluna bawa
"sayang kenapa cuma ambil 2, itu sedikit sekali" katanya
"tidak apa-apa eyang,ini sudah cukup"jawab Luna tersenyum lembut
Nenek Mita menghela nafas panjang
Lalu menoleh ke arah pelayan toko
"tolong ambilkan gaun yang pas untuk cucuku ini" ucapnya sambil menunjuk Aluna
Pelayan itu lalu membawa kan gaun2 cantik untuk Aluna pilih
Aluna tersenyum kaku, dia pasrah kalau sudah begini.
"biar nenek yang pilihkan" ucapnya
Aluna mengangguk sebagai jawaban
Nenek Mita mengambil 10 gaun dengan warna berbeda dan desainnya juga
Lalu menyerahkan ke kasir untuk di bayar
Setelah semua selesai mereka keluar dan menuju toko tas dan sepatu
Disini lagi2 Aluna dibuat melongo ,
Pasalnya nenek Mita dan mama Hera memaksanya untuk mengambil tas dan sepatu yang dia mau
Mau menolak pun percuma
Dia lalu melangkah mengambil 1 tas dan 1 sepatu
Hera yang melihat itu tanpa banyak bicara mengambil 3 tas dan 3 sepatu dengan warna yang senada dengan tas nya
mereka menuju kasir dan membayarnya
Lalu keluar
Hera menyerahkan 6 paperbag ke arah Aluna
" ini sayang dari nenek mu" ucap Hera
"mama ini terlalu banyak" jawab Luna
"tidak apa-apa sayang ambil lah sebagai hadiah dari nenek dan kake jangan di tolak , nanti nenek marah" timpal nenek Mita tegas
Aluna tersenyum tipis dan merimanya
"sama-sama nek, semoga nenek dan kakek selalu sehat" doa nya tulus
"aamiin , terimakasih sayang doa nya" ucap nenek Mita terharu..
Fian yang melihat Aluna kesusahan
Mengambil belanjaan itu dan membawanya
"biar mas bawa sayang" ucapnya perhatian
"sama-sama mas" balasnya
Mereka melangkah keluar dari mall
Lalu masuk kedalam mobil
Setelah puas berbelanja mereka pulang
Mereka tidak menyadari dari kejauhan ada seorang wanita yang sedang memperhatikan mereka terutama Aluna
Dia tersenyum sinis Lalau masuk kedalam mobi
"lihat saja kebahagiaan mu tidak akan lama perempuan sialan" katanya
Lalu mobil itu pergi dari parkiran mall
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤