NovelToon NovelToon
Target Di Balik Gerobak Penyamaran Sang Komandan

Target Di Balik Gerobak Penyamaran Sang Komandan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Dokter / Identitas Tersembunyi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Nikahi aku, Abang Tukang Bakso!"
​Demi menyelamatkan warisan Rumah Sakit dari ibu tiri yang kejam, Dokter Airine Rubyjane nekat menikahi Nata, pria penjual bakso di depan RS-nya. Airine pikir Nata hanyalah rakyat jelata yang mudah ia kendalikan.
​Namun, ia salah besar. Di balik celemek berminyak itu, suaminya adalah Arnold Dexter, Komandan Intelijen legendaris yang sedang dalam misi penyamaran mematikan.
​Satu per satu musuh Airine tumbang secara misterius. Saat cinta mulai tumbuh, Airine menyadari bahwa pria yang ia anggap "miskin" itu adalah predator paling berbahaya di negara ini yang sedang mengincar rahasia gelap kakeknya.
​"Aku bukan sekadar tukang bakso, Istriku. Aku adalah alasan musuhmu takut pada malam hari."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Sisa Napas di Tengah Reruntuhan

​"Arnold! Pintunya macet! Sistemnya mulai menghitung mundur!"

​Suara Airine melengking, beradu dengan gemuruh ledakan dari sektor laboratorium atas yang mulai merembet ke lorong evakuasi bawah tanah. Debu beton berjatuhan, mengaburkan pandangan mereka di bawah sirine merah yang berputar liar. Di depan mereka, sebuah pintu baja kedap suara tertutup rapat, mengunci satu-satunya jalur menuju dermaga kapal selam rahasia.

​Arnold menghantam panel kontrol pintu itu dengan popor senjatanya. Percikan listrik menyambar, namun pintu itu tetap diam. "Sialan! Edward Jane benar-benar ingin kita terkubur bersama dosanya!"

​"Nata... lihat layarnya!" Airine menunjuk ke monitor kecil di sudut dinding.

[SELF-DESTRUCT PROTOCOL: 01:30]

​"Satu menit tiga puluh detik, Arnold! Kita tidak akan sempat!" Airine jatuh terduduk di lantai yang bergetar. Keringat dingin bercampur debu membasahi wajah cantiknya. Keberanian yang tadi ia tunjukkan di depan kakeknya mendadak menguap, digantikan oleh kesadaran bahwa maut sudah di depan mata.

​Arnold melepaskan rompi taktisnya yang berat, lalu berlutut di depan Airine. Ia memegang kedua bahu istrinya, memaksanya menatap matanya yang tajam. "Airine, dengarkan aku. Tidak ada yang akan mati hari ini. Kamu ingat apa yang kubilang? Aku adalah Komandanmu, dan aku tidak memberi izin padamu untuk menyerah."

​"Tapi pintunya, Arnold! Tidak ada cara lain!"

​"Selalu ada cara lain bagi seorang Dexter," Arnold menyeringai tipis, sebuah senyuman yang sangat maskulin di tengah kekacauan. Ia menarik sebuah granat penghancur pintu dari saku celananya. "Tiarap di balik pilar itu. Sekarang!"

​BOOOM!

​Ledakan itu memekakkan telinga, namun pintu baja itu akhirnya jebak, menyisakan celah yang cukup untuk mereka lewati. Arnold segera menarik Airine, berlari melewati lorong yang mulai dipenuhi air laut yang merembes masuk. Di ujung lorong, sebuah sekoci taktis otomatis sudah menunggu, terombang-ambing oleh arus ledakan bawah air.

​"Masuk! Cepat!" Arnold mendorong Airine ke dalam sekoci, lalu ia sendiri melompat masuk dan menekan tombol peluncuran darurat.

​Sekoci itu meluncur keluar seperti peluru, tepat saat ledakan besar menghancurkan seluruh fasilitas bawah tanah pulau tersebut. Guncangan hebat membuat sekoci itu terlempar, namun sistem stabilisatornya berhasil menjaganya tetap terapung di permukaan laut yang gelap, beberapa mil dari pulau yang kini berubah menjadi bola api raksasa.

​Keheningan mendadak menyelimuti mereka. Hanya ada suara napas yang tersengal-sengal dan suara ombak yang tenang.

​Arnold bersandar di dinding sekoci, kepalanya mendongak menatap langit malam yang bersih dari asap. Ia perlahan menoleh ke arah Airine yang masih meringkuk di sudut, gemetar hebat dengan tangan yang masih memeluk tas medisnya.

​"Kita... kita selamat?" bisik Airine, suaranya nyaris hilang.

​"Kita selamat, Dokter," jawab Arnold lirih.

​Airine mendongak. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya tumpah. Ia merangkak mendekati Arnold, lalu menghambur ke pelukannya. Ia menangis tersedu-sedu di dada Arnold, melepaskan seluruh ketegangan, ketakutan, dan rasa sakit hati karena pengkhianatan kakeknya.

​"Aku pikir aku akan kehilanganmu... aku pikir kita akan mati di sana..." isak Airine.

​Arnold memeluknya sangat erat, menciumi puncak kepala Airine yang beraroma antiseptik dan keringat. "Aku sudah bilang, kan? Aku tidak akan membiarkanmu pergi sendirian. Aku adalah dindingmu, Airine. Selamanya."

​Airine melepaskan pelukannya sedikit, menatap wajah Arnold yang penuh goresan luka dan debu. Di bawah cahaya rembulan yang masuk lewat jendela kecil sekoci, Arnold tampak begitu nyata, begitu kuat, dan begitu mencintainya.

​"Nata... atau Arnold... siapa pun namamu," Airine membelai rahang tegas suaminya. "Terima kasih. Terima kasih karena sudah menjadi suamiku."

​Arnold tidak menjawab. Ia menatap bibir Airine yang sedikit gemetar. Hasrat yang selama ini ia tekan di bawah protokol militer mendadak meledak. Ia menarik tengkuk Airine, dan dalam sekejap, bibir mereka bertemu.

​Ciuman itu awalnya terasa kasar dan penuh tuntutan, sebuah pelepasan dari adrenalin maut yang baru saja mereka lalui. Namun perlahan, ciuman itu berubah menjadi lembut dan dalam. Airine membalasnya dengan seluruh perasaannya, meremas pundak Arnold, seolah ingin memastikan bahwa pria ini benar-benar hidup dan miliknya.

​Di tengah lautan yang luas, di dalam sekoci kecil yang terombang-ambing, mereka tidak lagi peduli pada konspirasi kobra atau formula racun. Yang ada hanyalah rasa hangat yang menjalar, sebuah janji bahwa meski dunia hancur, mereka akan tetap bersama.

​Arnold melepaskan ciumannya perlahan, dahi mereka masih bersentuhan. Napas mereka memburu, menyatu dalam keheningan malam.

​"Jangan pernah takut lagi," bisik Arnold, suaranya serak dan dalam. "Mulai detik ini, tidak ada lagi rahasia. Aku adalah milikmu sepenuhnya."

​Airine tersenyum tipis, matanya berkilat penuh cinta. "Janji?"

​"Janji."

​Namun, kebahagiaan itu terusik saat jam tangan Arnold bergetar hebat. Sebuah pesan suara dari Satya terdengar melalui speaker otomatis.

​"Komandan! Lapor! Kami menemukan sesuatu di koordinat pelarian Tuan Shen. Edward Jane tidak ada di dalam kapal yang meledak semalam. Kami menemukan jejak helikopter menuju arah pusat kota. Dia mengincar kediaman Rubyjane, Komandan! Ada sesuatu yang tertinggal di rumah itu!"

​Wajah Arnold seketika mengeras. Ia menatap Airine yang juga mendengar pesan itu. Romansa itu berganti dengan kewaspadaan tingkat tinggi.

​"Sesuatu yang tertinggal?" gumam Airine. "Apa maksudnya? Rumah itu sudah dikosongkan!"

​"Bukan barang, Airine," Arnold berdiri, matanya menatap tajam ke arah cakrawala. "Data cadangan Cobra-9 yang asli. Edward selalu menaruh hartanya di tempat yang paling tidak terduga. Dan sepertinya, pertempuran terakhir kita bukan di pulau ini, melainkan di rumah kita sendiri."

...****************...

1
Abinaya Albab
beneran ini perang terakhir? duhhhh capek gk sih mereka baru mau bernafas lega ada lagi
Abinaya Albab: blm lagi bikin bakso urat ya Thor 😂🤭
total 2 replies
Abinaya Albab
baru ini aku baca novel yg tegangnya tak beesudahan... lanjut
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
kakek jahat ga
aditya rian
sekalian updatenya banyak dong soalnya jadi penasaran banget
aditya rian
keren arnold
aditya rian
jangan marah dong... di awal jug udh bilang
hidagede1
ke inget nya sama jendral andika🤭
Ariska Kamisa: eehh??? 🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
yah... thor.. ayo sih update nya yang banyak sekalian... aku ga sabaran
aditya rian: Airine mulai jeniusnya nih
total 2 replies
umie chaby_ba
ampe airine bingung manggilnya dua nama padahal satu orang 🤭🤭🫣
umie chaby_ba
waduh... judulnya aja bikin takutt... apakah... airine tidak terima dibohongi?
umie chaby_ba
hayoloh . ga bisa ngelak lagi nol
umie chaby_ba
Arnold udah demen banget nih
umie chaby_ba
bisa aja anjayy
umie chaby_ba
hayoloh....
umie chaby_ba
udah nge spill Mulu padahal Nata de Coco... tak mungkin Abang bakso seberani itu.. mikir dong airine...
Ariska Kamisa: aaa.. kaka niu bisa aja ceplosannya jadi mata de coco🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
tuan Shen musuh sapa sih lu🫣
umie chaby_ba
udah komandan... cucu jenderal pula....👍
umie chaby_ba
secara komandan cuyyy....
umie chaby_ba
Arnold Dexter 😍
umie chaby_ba
tuan Shen ini.. jangan jangan orang terdekat 🫣
Ariska Kamisa: lanjut ikutin terus yaa biar tahu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!