NovelToon NovelToon
Wasiat Tanpa Cinta

Wasiat Tanpa Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ndo' Anha

Demi menyelamatkan hak waris adiknya dari keserakahan sang kakak tiri, seorang CEO wanita yang berhati dingin terpaksa terjebak dalam pernikahan kontrak. Ia harus bersanding dengan pengacara mendiang ayahnya—pria yang memandangnya dengan kebencian, namun memegang kunci kekuatan hukum yang ia butuhkan.

Tempaan hidup yang keras telah membentuknya menjadi sosok yang tegas dan tak kenal lelah. Di bawah atap yang sama, tak ada ruang bagi cinta, hanya ada dendam yang membara di hati sang suami. Demi ambisi masing-masing, keduanya terpaksa memerankan sandiwara rumah tangga yang sempurna di mata dunia.

Akankah benih cinta tumbuh di sela-sela permusuhan mereka, ataukah perpisahan pahit yang menjadi akhir dari kesepakatan ini?

Mau tahu kelanjutan ceritanya? Jangan lupa baca di sini, ya. 🤗

Jangan lupa, like dan komentarnya sebagai penyemangat Author. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ndo' Anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. WATACI

Saat air mulai mengisi rongga dadanya, sebuah tangan kokoh merengkuh lengan Nika, menariknya kuat menuju permukaan.

"Uhuk! Uhuk!"

Nika terbatuk hebat begitu wajahnya menyentuh udara. Sebuah lengan melingkar erat di pinggangnya, menahan tubuhnya agar tetap terapung. Saat kelopak matanya terbuka perlahan, wajah panik Adnan sudah berada tepat di depan matanya.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Adnan, suaranya bergetar cemas.

Nika yang masih syok spontan memukul pundak Adnan kesal. "Kenapa kalian tidak bilang kalau kolam ini dalam!"

Adnan menyeringai tipis, mencoba meredakan ketegangan. "Ya, aku kan tidak tahu kalau kamu tidak bisa berenang."

"Menyebalkan! Cepat antar aku ke tepi," perintah Nika sambil menunjuk pinggiran kolam dengan sisa kekuatannya.

Namun, Adnan tidak menuruti keinginan itu. Ia justru membawa Nika bergerak lebih jauh ke tengah kolam. Nika yang ketakutan seketika memeluk leher Adnan dengan sangat erat.

"Kamu mau apa? Kenapa malah ke tengah!"

"Kita di sini untuk berenang, Nika. Percuma kamu memakai baju renang ini kalau hanya diam di pinggir," timpal Adnan sambil terus mengayunkan kakinya untuk bertahan di air.

"Adnan! Aku takut!" pekik Nika, membenamkan wajahnya di ceruk leher Adnan.

Entah kenapa, suhu tubuh Adnan mendadak terasa memanas. Di balik dinginnya air kolam, ia merasakan sensasi aneh yang meremangkan bulu kuduknya. Tubuh ramping Nika terasa begitu pas dalam dekapannya.

'Ternyata rambutnya wangi sekali. Harum yang menenangkan,' batin Adnan, tanpa sadar menghirup dalam-dalam aroma dari helai rambut istrinya.

Menyadari situasi yang mulai canggung, Nika mencoba memundurkan tubuhnya untuk memberi jarak, meski tangannya tetap mencengkeram bahu Adnan karena takut tenggelam.

"Kak!" Panggilan Elano seketika memecah suasana.

Nika tersentak dan refleks mendorong dada Adnan. Akibatnya, keseimbangannya goyah dan ia nyaris kembali tenggelam sebelum tangan Adnan dengan sigap meraihnya kembali.

"Jangan dilepas! Kamu mau tenggelam lagi, hah?" ujar Adnan dengan mata melebar.

Nika kembali mengalungkan tangannya di leher sang suami dengan wajah memerah. "Ma... maaf."

'Kenapa dia jadi menggemaskan begini?' batin Adnan, menatap Nika dengan intensitas yang berbeda.

"Kak, ayo main seluncuran! Kayaknya seru!" seru Elano dari kejauhan sambil melambaikan tangan.

"Siapa takut!" sahut Adnan. Ia kemudian menggiring Nika kembali ke tepian sebelum bergabung dengan Elano.

Hampir setengah hari mereka menghabiskan waktu di air. Walau Nika memilih untuk tidak lagi ikut menceburkan diri, melihat tawa Elano dan Adnan sudah cukup membuatnya merasa sangat bahagia.

Makanan sudah tertata rapi di meja. Nika duduk bersantai, mengamati kedua pria itu dari kejauhan.

"Rasanya benar-benar seperti keluarga. Apa begini rasanya bahagia dan bebas?" gumamnya lirih.

Ia memasang headset, memejamkan mata sejenak untuk menikmati suasana, sampai tawa nyaring Elano kembali membangunkannya.

"Kalian sudah selesai?" Nika bangkit dan segera menyodorkan handuk pada adiknya.

Elano menangkapnya dan langsung duduk. "Iya, aku sudah lelah sekali."

Pandangan Nika seketika teralihkan saat Adnan mendekat. Matanya seolah terkunci pada dada bidang suaminya yang masih basah. Tanpa sadar, ia terpaku.

Adnan mengulurkan tangan ke arahnya. Tanpa berpikir panjang, Nika justru menyambut tangan itu dan menggenggamnya.

Adnan menarik tangannya dengan cepat, ekspresinya bingung. "Handuk!"

Nika terperangah. Ia langsung salah tingkah dan menyembunyikan tangannya di balik punggung sambil mengusap tengkuknya yang tidak gatal.

"Ahh ... iya, handuk," ucapnya terbata sambil memberikan kain tebal itu pada Adnan.

Adnan hanya tersenyum simpul dan duduk di sampingnya.

'Nika, bodoh sekali! Kenapa malah pegangan tangan? Malu-maluin!' rutuk Nika dalam hati, nyaris berbisik. Sementara itu, Elano mulai cekikikan melihat tingkah laku kakaknya yang menggemaskan saat tersipu.

Nika menatap Elano tajam. "Diam! Cepat habiskan makanan kalian, setelah ini kita pulang."

Nika bangkit dan bergegas menuju ruang ganti untuk menghindari ejekan Elano. Namun, baru beberapa menit ia menghilang, sebuah jeritan histeris memecah kebisingan waterpark.

"Aaaaaaaa!"

Suara itu menggema, menusuk telinga Adnan dan Elano. Secepat kilat, Adnan berlari menghampiri sumber suara. Sesampainya di area ruang ganti, ia memeriksa setiap sudut dengan napas memburu.

Satu per satu pintu bilik ia buka, hingga di pintu terakhir, matanya menangkap pemandangan yang menyulut api amarahnya. Seorang pria asing tampak sedang memaksa Nika.

Srak!

Adnan merenggut kerah baju pria itu hingga tubuhnya terpental. Matanya menyala penuh amarah melihat ketakutan di wajah istrinya.

Bugh! Bugh!

Rentetan pukulan mendarat telak di wajah pria itu. Adnan mencengkeram kerah pria itu, menariknya, lalu melayangkan tendangan kuat ke arah perutnya. Tubuh pria itu limbung menghantam lantai keramik. Adnan belum puas; ia menerjang, menduduki perut pria itu, dan menghajarnya secara brutal.

"Ampun! Ampun! Sudah cukup, saya salah!" rintih pria itu sambil mencoba menangkis, namun tenaga Adnan jauh lebih besar.

Darah mulai mengalir dari sudut bibir pria mesum itu. Wajahnya lebam tak berbentuk, tubuhnya lemas tak berdaya di bawah kendali Adnan yang gelap mata.

"Kak, cukup!" teriak Elano mencoba menahan tangan kakaknya.

Tinju Adnan berhenti tepat beberapa senti di depan mata pria itu. Napasnya terengah-engah, bahunya naik turun menahan emosi yang meluap. Aroma anyir darah menyeruak saat pria itu benar-benar kehilangan kesadaran.

Tak lama, beberapa petugas keamanan dan pengelola waterpark datang berlari.

Adnan bangkit dengan tangan yang masih mengepal kuat dan buku jari yang memerah. "Kalian kerjanya apa, hah? Bagaimana bisa bajingan seperti dia masuk ke ruang ganti wanita!"

"Ma ... maafkan kami, Tuan. Ini murni keteledoran petugas kami," ucap pengurus waterpark dengan tubuh gemetar.

"Aku tidak mau tahu! Aku akan menuntut tempat ini!" bentak Adnan dengan nada tinggi yang menggelegar.

"Kak Adnan ... Kak Nika ..." suara Elano terdengar bergetar di belakangnya.

Adnan lantas berbalik. Jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat keadaan Nika yang terduduk lemas di sudut ruangan.

1
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wahh ada niat terselubung apa lagi si vivian ini
Resa05
novelnya keren thor, semoga makin rame semangat up terus!
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Aamiin,. makasih kak🙏
total 1 replies
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
aduhh ibuk... 🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
lahh kenapa nggak tidur bareng aja nika🤣🤣
Aldinakbar
bangun Elano jangan hanya berlindung dibalik kakakmu Bangun dan lindungi kakakmu selayaknya pria sejati
Aldinakbar
17 tahun udah bukan anak anak lagi harusnya udah ngerti,kebanyakan dimanja sih
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Iya kadang karena dia anak laki" perhatiannya dengan anak perempuan berbeda.
total 1 replies
Raine
nika yg badas kenapa jodohnya adnan sih, coba ceo kaya juga biar otaknya setara
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Jodoh gak ada yg tau ya kak🤭
total 1 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
cieee udah mulai naksir🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: wkwkwk iya yi🤣🤣
total 2 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
iyalah.. nika istri nya, kmu cuma mantan/Tongue//Tongue//Tongue/
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
syukurin🤣🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
hayo lohh Adnan, kmu pilih siapa?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: harus nya istri lahh🤭🤭
total 4 replies
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Violin≛⃝⃕|ℙ$☘𝓡𝓳
Astaga belum juga kering makamnya udah sibuk masalah warisan
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
wahhh salut sama Nika wanita yg gak gampang ditindas, tapii ituu yg kenaa vas siapaa yaa?🤔🤭
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
Jawabannya ada di bab selanjutnya ya buk.. sumpah aku bener" keteteran ini buk nulisnya🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
apa Adnan ya yg menyelamatkan nika?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika🥺🥺🥺
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wkwkwkwk kesian adnan🤭🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
jngn bilang gaby kenap2 ya thor🥺🥺
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
semoga nika selamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!