NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Celesta Diusir

Semenjak hari itu Dominic seringkali merasa bersalah pada Sera sebab mengelabui perasaannya sendiri, demi kekasihnya yang ternyata tak pernah mencintai sejak kejadian Celesta ingin meninggalkan nya.

Dominic akhirnya lebih sering tidak pulang kerumah dan menyibukkan dirinya pada pekerjaan nya. Untuk menghilangkan stresnya karena memikirkan dia perempuan dalam hidupnya itu.

Hingga suatu hari entah mengapa dia terpikirkan untuk pulang kerumah, mendapati ruangan di dalam rumah terasa dingin dan tanpa pergerakan manusia, karena ruangan itu jarang di lalu pekerja di rumah, kecuali membereskan perabotan.

Dia akhirnya menyadari ada yang tidak beres pada Sera istrinya. Kemudian, dia menuju kearah ruang makan, karena biasa ada Bibi Yuni yang sedang bekerja di dapur.

"Bibi Yuni, apa kamu melihat Sera?" tanya Dominic penasaran kini mulai mengebu.

"Anu... Tuan, sudah beberapa minggu ini Nyonya tidak keluar dari kamarnya, bahkan saat Bibi mengantarkan makanan ke kamar Nyonya, Nyonya tidak menyentuhnya," jawab Bibi Yuni dengan menundukkan pandangannya dalam.

"Apa?!" Dominic terlihat marah, mata membulat sempurna.

Dia kemudian berdiri dari duduk nya di kursi makan yang sebelumnya Dominic duduki, dengan buru-buru menaiki tangga menuju ke lantai atas.

Kemudian, mengetuk pintu itu cukup keras sebab kepanikan yang menjalar di dadanya saat ini, tak terasa degupan jantungnya begitu kuat serat akan ke khawatiran.

Ketika Sera membuka pintu itu dengan mata yang cengkung dan pucat, dia terlihat lega sekaligus cemas akan keadaan istrinya itu. Melihat hal itu ada perasaan di dadanya yang serat akan perasaan bersalah tiba-tiba meledak melihat wajah Sera yang begitu tak bersemangat.

Entah karena apa? padahal mereka hanya menikah atas perjodohan, dan mereka terikat kontrak bahwa tidak boleh menyentuh ranah singkat, kecuali jika ada acara yang harus di datangi dengan pasangan.

"Kamu kenapa mengunci kamar? ada dengan mu?" ujar Dominic dengan perasaan cemas yang teramat sangat.

Namun, jawaban Sera begitu menohok dan menyakiti perasaan Dominic, tetapi sesuai dengan fakta yang mereka sepakati bersama.

"Untuk apa kau bertanya soal itu, kau sendiri yang mengatakan untuk tidak menyentuh ranah privasi masing-masing," ucap Sera dengan lantang, yang sebenarnya tidak pernah dia sebutkan pada Dominic selama ini meskipun Sera kesal.

Dominic melihat wajah Sera merah padam, seakan menyalahkan pria itu. Karena melupakan peraturan yang di buat oleh Dominic sendiri.

Dominic pun ikut geram sebab alasannya kesini hanya ingin memberikan sedikit kepedulian pada Sera,

"Ternyata perempuan ini sudah berani pada ku," ujar Dominic mencengkram tangannya dengan erat, melihat Sera menutup kamarnya dengan keras. Dominic lalu meninggalkan kamar Sera.

Maka, semenjak itu pikiran semakin kacau, dia lebih sering tak ke rumah bahkan tak terasa sudah hampir sebulan. Dia hanya sibuk pada pekerjaan tidak sadar tertidur kursi kerjanya.

Hingga Dominic merasakan ada seseorang yang memasuki ruangan, karena belayan tangan dari orang yang tidak asing, Dominic langsung mencengkram tangan itu dengan kasar dan membuka matanya dengan lebar.

"Apa yang kau lakukan disini Celesta?!" geram Dominic melihat Celesta sedang berselfie dengannya yang sedang tertidur.

"Auh... sayang, kamu kenapa sih? aku hanya ingin bertemu dengan mu, apa salahnya?" jawab Celesta mencoba melepaskan cekelan tangannya dengan memutar tangannya agar di lepaskan oleh Dominic, dan tentu nya dengan suara dan wajah seorang pengoda.

"Pergi kau!" marah Dominic mendorong tangan Celesta, dan berdiri dari kursinya.

"Kamu kenapa sih sayang, dari kemarin kamu seperti ini," heran Celesta, dengan terhuyung kebelakang sebab di dorong oleh Dominic.

Dominic tak perduli, lalu menoleh kearah pintu ruang kerjanya. Nampak jelas kini wajah merah padam hingga ke telinganya, "Sekertaris! sini kau!" teriaknya pada orang yang memiliki meja di balik pintu.

Pria yang berada di balik pintu itu lalu masuk, menghadap pada Dominic dengan setelan jas formal dan kacamata bulatan sembari membawa tablet menunduk di hadapan Dominic, "Ada apa ya Tuan?" tanya William.

"Kamu tidak tau apa kesalahan mu?!" tanya Dominic menujuk pada Celesta yang berada di depannya.

"Iya Tuan, bukankah itu Nyonya Celesta?" ujar William menunduk dalam tidak mengetahui kesalahan, tapi yang William tau Celesta merupakan orang yang sering bersama Dominic.

"Bodoh! kau biarkan sampah ini masuk kedalam ruangan ku!" marah Dominic menunjuk kasar pada Celesta.

Celesta mulai heran mengapa Dominic malah memaki seolah wanita itu bukan lah siapa-siapanya yang diizinkan masuk keruangan nya. Padahal selama ini Celesta kecintaan Dominic.

"Sayang! apa yang kamu katakan, aku ini kan cinta pertama mu, kenapa kamu tiba-tiba kasar begitu," keluh Celesta sembari memeluk tangan Dominic.

Namun, Dominic acuh tak acuh dan malah menghempaskan tangan Celesta dengan kasar, seolah Celesta sangat menjijikkan. Sedangkan Dominic terlihat pergi terburu-buru, karena sudah tau maksud dari Tuan nya itu.

Tidak berselang lama William datang bersama security, dan masih menyaksikan Celesta masih memohon dan memeluk tangan Dominic. Meskipun pria itu tidak sedikit perduli bahkan menoleh pada Celesta.

"Usir dia dari sini!" titah Dominic.

Para security itu kemudian menganggukkan kepala, lalu menghampiri Celesta dan menarik tubuh itu dengan kasar, wanita itu memberontak serta terus memohon pada Dominic.

"Dominic, apa salah ku Dominic!" ujar Celesta kini tidak memohon dengan perkataan sayang lagi, tapi seolah ingin menyudutkan Dominic.

*

"Lepaskan aku! lepaskan! suatu hari aku akan menjadi Nyonya di kediaman Ashford," ucap Celesta ketika ditarik menuju lobi perusahaan. Dan disaksikan oleh para karyawan yang berlalu lalang disana.

Orang-orang mulai berbisik liat tentang Celesta, sedangkan para security itu nampak menghempaskan tubuh Celesta ke lantai marmer yang dingin itu.

"Mimpi itu malam hari bu, bukan siang bolong," ujar salah satu Security yang mendorong keluar dari perusahaan Ashford Sync.

"Awas kau! suatu saat ketika aku menjadi Nyonya Ashford, aku akan mengusir mu dari perusahaan," tunjuk Celesta murka kearah security dengan keadaan yang masih tersungkur di lantai.

"Coba saja hahaha... memangnya bos sebodoh itu, ingin menikahi wanita sombong seperti Anda," jawab security meninggalkan Celesta.

Sedangkan yang lain masih berbisik ria, "Ey, itu kan selingkuhan nya bos, padahal katanya bos sudah punya istri, ya, tidak menyangka wanita ini yang pelakornya,"

"Iya, tapi kok di usir ya, Jangan-jangan wanita ini yang mengoda duluan... amit-amit lah jangan sampai bos kita kepincut, soalnya orang-orang bilang kalau ada hal seperti ini perusahaan bisa perlahan hancur, "

"Ya amit-amit lah jangan sampai kita nggak ada pekerjaan," celetuk salah satu karyawan perempuan yang melihat kejadian itu.

Celesta yang mendengar itu terlihat memukul tangannya kearah lantai marmer yang keras itu, dan mulai mendumel, "Awas saja kau Dominic! kau akan lihat bagaimana aku menghacurkan kau, karena telah mengusir ku dan membuat ku malu,"

1
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!