NovelToon NovelToon
Bayang Rembulan

Bayang Rembulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:794
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

Di tengah kekacauan lima klan bela diri yang saling berebut pengaruh dan rahasia kuno, lahirlah sebuah organisasi bernama bayangan kegelapan. Mereka adalah sekelompok pembunuh bayaran yang dilatih untuk menjadi mesin kematian tanpa emosi, sering kali ditugaskan untuk menghabisi para petinggi klan yang dianggap mengganggu keseimbangan atau menyimpan kekuatan terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 - SALURAN AKAR HITAM

Elara mengatur napasnya yang masih berat akibat sisa halusinasi rawa. Ia menunjuk ke arah tebing curam di sisi barat bangunan laboratorium yang berbentuk kelopak bunga hitam raksasa itu. "Kita tidak bisa lewat gerbang depan. Penjaga Manusia-Tanaman di sana tidak akan mati meski kau penggal kepalanya, kecuali kau menghancurkan inti nektar di jantung mereka. Terlalu berisiko."

Kaelan mengaktifkan Domain Kesunyian. Ia memejamkan mata, membiarkan gelombang sonar mentalnya memantul pada dinding-dinding logam dan batu. Ia merasakan aliran cairan yang kental dan berdenyut di bawah tanah—bukan air, melainkan nutrisi kimia yang dipompa ke seluruh gedung.

"Di bawah tebing itu," bisik Kaelan. "Ada saluran pembuangan limbah organik. Tekanannya rendah, tapi baunya akan sangat mematikan."

"Itu saluran akar," Elara mengangguk. "Tempat mereka membuang subjek eksperimen yang gagal. Itu satu-satunya jalan masuk yang tidak dijaga oleh sensor Qi."

Mereka merayap turun menggunakan bantuan Benang Perajut Jiwa milik Kaelan sebagai tali pengaman. Di dasar tebing, tersembunyi di balik semak berduri yang beracun, terdapat sebuah lubang pipa raksasa yang terbuat dari tembaga berkarat. Cairan hitam pekat mengalir keluar dari sana, mengeluarkan uap yang sanggup melumerkan kulit manusia biasa.

"Rian, pakai masker ganda. Elara, lapisi tubuhmu dengan Qi pelindung," perintah Kaelan.

Kaelan melangkah masuk lebih dulu. Aliran Qi Bulan Dingin yang keluar dari telapak kakinya membekukan permukaan cairan hitam itu menjadi jalur es yang solid, memungkinkan mereka berjalan tanpa menyentuh limbah beracun tersebut.

Di dalam saluran itu, suasananya mengerikan. Dinding-dinding pipa tidak lagi terbuat dari logam murni, melainkan dilapisi oleh jaringan otot dan akar tanaman yang berdenyut. Ini adalah bangunan yang "hidup".

"Sstt..." Kaelan tiba-tiba berhenti.

Dari kegelapan di depan mereka, terdengar suara geraman yang basah. Bukan suara manusia, bukan pula suara binatang. Itu adalah "Pembersih"—makhluk hibrida berbentuk seperti laba-laba raksasa dengan kepala manusia yang dijahit kasar, bertugas memakan sisa-sisa limbah di saluran itu.

"Jangan gunakan senjata tajam, darahnya mengandung asam yang bisa merusak paru-paru jika menguap," Elara memperingatkan dengan suara gemetar.

Kaelan menyimpan belatinya. Ia merentangkan tangan, mengumpulkan uap air yang ada di saluran lembap itu.

Teknik Bulan Dingin: Penjara Embun Beku Mutlak.

Tanpa suara, uap air di sekeliling makhluk itu mengkristal seketika. Pembersih itu membeku dalam pose menyerang, terperangkap dalam balok es raksasa sebelum sempat mengeluarkan suara peringatan. Kaelan tidak menghancurkannya; ia membiarkannya tetap utuh agar tidak melepaskan gas asam.

Mereka terus merayap naik hingga menemukan sebuah lubang ventilasi di langit-langit saluran. Kaelan melompat ke atas, menarik Rian dan Elara masuk ke dalam sebuah ruangan yang dipenuhi tabung-tabung kaca raksasa.

Di dalam tabung-tabung itu, ratusan janin manusia terapung dalam cairan hijau, dengan akar-akar kecil menembus tulang belakang mereka.

"Astaga..." Rian menutup mulutnya, menahan mual. "Ini... ini adalah tempat mereka menciptakan kita."

Kaelan menatap salah satu tabung yang kosong. Di labelnya tertulis: "Subjek 07 - Proyek Bayang Rembulan".

Rasa dingin yang bukan berasal dari tekniknya merayap di punggung Kaelan. Ia menyadari bahwa ia tidak hanya kembali untuk mencari penawar, tapi ia kembali ke tempat di mana kemanusiaannya pertama kali dicuri.

"Cari gudang medis sekarang," ucap Kaelan, suaranya kini terdengar lebih tajam dan berbahaya. "Siapa pun yang membangun tempat ini... mereka tidak akan melihat matahari terbit lagi."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!