NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Setelah Tewas Bersama Istri

Terlahir Kembali Setelah Tewas Bersama Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Cinta Seiring Waktu / Keluarga
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Setelah hidup lontang-lantung selama separuh hidupnya, Denzel Bastian mengacaukan kehidupannya dengan tangan sendiri. Dia kehilangan istri dan ketiga anak kembar untuk selamanya. Hingga saat berada dalam lautan api, istri yang sudah bercerai bertahun-tahun dengannya tanpa ragu menerjang masuk ke kobaran api untuk mati bersamanya.

Denzel pun sadar, ternyata istrinya begitu mencintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Bab 15 Kamu Takut Tidur Denganku?

Denzel menatap wanita mungil yang tertegun di hadapannya, alisnya sedikit terangkat sembari berkata, "Bukannya kamu lapar, ya? Cepat ambil."

"Ya... " jawab Fiona berpura-pura tetap tenang. Dia lantas mengambil sepiring nasi yang ada di tangan Denzel dan juga sendok. Kemudian duduk di sisi yang berlawanan.

Saat ini, Denzel juga merasakan ada sesuatu yang tidak beres pada Fiona.

Terutama saat melihat wajah Fiona yang memerah.

Denzel pun teringat saat Fiona sedang basah kuyup di siang hari kala

Itu. Dia lalu bertanya sambil mengerutkan kening, "Kamu sakit?

Tidak enak badan?"

Fiona tampak bingung, entah kenapa Denzel tiba-tiba bertanya seperti itu. Namun, kekhawatiran yang tiba-tiba ini justru membuat dirinya tidak nyaman. Dia lantas menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Tidak, aku baik-baik saja."

Sudah hampir dua tahun sejak menikah. Ini adalah kali pertama Denzel mengkhawatirkannya dengan bertanya seperti itu.

Dia juga tidak tahu, Denzel yang seperti ini apa akan berubah kembali seperti sedia kala saat terbangun keesokan harinya.

Pikirannya pun ke mana-mana,

Fiona memakan sesuap nasi tanpa memerhatikannya.

Ternyata ... nasi yang dimasak Denzel seenak ini!

Setelah mendengar jawaban Fiona, barulah Denzel merasa lega dan langsung menyodorkan semangkuk sup pada Fiona, lalu berkata, "Syukur kalau kamu baik-baik saja. Ini sup yang khusus kubuatkan untukmu dan harus dihabiskan, supaya kamu dan bayi-bayi kita mendapatkan nutrisi yang cukup."

Fiona baru saja memasukkan sesuap nasi ke mulutnya. Setelah melihat sup yang diberikan Denzel dan mendengar ucapannya, entah kenapa Fiona merasa ada sesuatu yang tidak beres. Setelah tertegun sejenak, barulah dia tersadar dan langsung menatap Denzel, "Bayi-bayi kita? Maksudnya?"

Kenapa tiba-tiba Denzel mengatakan hal seperti itu?

Bukankah di dalam perutnya hanya ada satu bayi saja?

Denzel tampak bingung saat kembali duduk di kursinya. Dia pun berpura-pura batuk dan segera mencari alasan, dengan berkata, "Kemarin, setelah mendengar kabar kehamilanmu dari Bibi Rita, aku langsung bermimpi. Dalam mimpi itu, aku melihatmu melahirkan tiga bayi kembar. Itu kenapa aku merasa kalau di dalam perutmu ada beberapa bayi, bukan hanya satu."

Setelah mendengar penjelasan Denzel, Fiona merasa itu semua tidak masuk akal. Namun, saat melihat wajah Denzel yang berseri-seri, wajah mungil Fiona langsung memerah.

Denzel benar-benar ingin dirinya melahirkan tiga bayi kembar

Fiona terlihat menundukkan kepala dan menatap perutnya, lalu bergumam, "Apa yang terjadi pada mimpi... selalu berlawanan dengan kenyataan, jadi, kamu jangan terlalu berharap. Selain itu ... kalau benar nantinya aku melahirkan tiga bayi, aku ... aku juga tidak sanggup untuk merawatnya."

Denzel menolak berkomentar tentang hal itu, tapi dengan serius berkata, "Siapa yang memintamu merawat anakku! Sebagai ayah, aku yang akan merawatnya dan mencukupi semua kebutuhannya!"

Meski tidak percaya di dalam perutnya ada tiga bayi kembar, begitu mendengar ucapan Denzel, Fiona langsung menatap suaminya itu, "Kamu.

Memangnya bisa membesarkan anak?"

"Jawaban yang betul bukan bisa atau tidak bisa, tapi harus bisa! Sebagai orang tua, aku harus bisa membesarkan anakku!" tegas Denzel.

Dalam sekejap, Fiona merasa pria yang ada di depannya saat ini bisa diandalkan.

Dia menarik kembali pandangannya.

Meski tidak menjawab, dia tampak mengangguk pelan.

Meski Fiona mengangguk pelan, Denzel jelas memperhatikannya.

Tanpa sadar, sudut mulutnya mulai terangkat. Dia mengambil sendok dan langsung mengambil potongan besar telur orak-arik, lalu memberikannya pada Fiona. Dia pun kembali berkata,

Ini kuambilkan telur orak-arik, cepat makan gih, nanti makanannya dingin."

"Tumis kentang ini juga enak, aku juga menambahkan sedikit paprika ke dalamnya, kamu 'kan suka pedas."

Setelah melihat piring nasinya penuh dengan lauk hingga tampak menggunung, Fiona merasakan kehangatan di hatinya. Kedua matanya juga terasa sembab, akan tetapi dia sekuat tenaga berusaha menekan emosinya dan menatap Denzel, "Kamu juga cepat makan, mana bisa aku menghabiskan makanan sebanyak ini sendirian!"

"Siap!" jawab Denzel sembari mengambil piring dan menaruh nasi di atasnya.

Segera setelah itu, Fiona melihat

Nasi yang sudah berubah menjadi kerak nasi di atas piring Denzel. Dia langsung mengerutkan keningnya dan berkata, "Hah? Kenapa yang tersisa hanya kerak nasi saja?"

"Tidak apa-apa, aku suka kok makan kerak nasi."

"Nasiku terlalu banyak, aku bagi kamu setengah ya? Lagipula, aku juga suka makan kerak nasi."

"Kamu 'kan lagi hamil, tidak boleh makan kerak nasi!"

"Apa? Aku 'kan juga ingin memakannya, kenapa tidak boleh?"

"Pokoknya tidak boleh."

"Aku tidak mau tahu, aku juga mau memakannya!"

"Heh, Fiona! Cepat taruh, aku 'kan sudah bilang jangan memakan kerak nasi itu!"

Meski sikapnya sangat keras kepala, pada akhirnya Denzel tetap mengalah.

Dia mengambil sedikit nasi yang ada di piring Fiona dan melanjutkan makan.

Begitulah, makan malam berakhir dengan penuh drama.

Di sisi lain, Fiona juga terus dipaksa untuk menghabiskan semangkuk sup jagung tulang iga sendirian, jadi wajar jika perutnya terlihat semakin membuncit.

Hal ini membuatnya sedikit khawatir. Jika Denzel terus bersikap baik seperti ini, nantinya berat badan dia akan naik saat melahirkan bayi!

Dari awal, Denzel sudah tidak menyukainya, apalagi jika dirinya bertambah gemuk nanti? Denzel pasti semakin tidak menyukainya...

Meski dalam hati Fiona telah ribuan kali memaki pria ini, dia tetap peduli dengan citranya di depan Denzel.

Namun di sisi lain, Denzel sama sekali tidak peduli akan hal itu. Hal yang diinginkannya hanya satu, membuat Fiona menjadi lebih gemuk dengan nutrisi yang lengkap.

Selesai makan malam, Denzel membantu Fiona membereskan meja makan dan juga dapur. Mulai dari mengelap meja sampai mencuci piring. Selain itu, dia juga menyempatkan diri untuk pergi memetik buah stroberi di ruang angkasa lalu memberikannya pada Fiona.

Fiona tentu saja tidak bisa menolak cita rasa yang lezat nan segar dari buah stroberi.

Saat mengatakan perutnya sudah penuh dan tidak bisa memakan apa-apa lagi. Namun, begitu mendapati stroberi di tangannya, dia langsung berbalik dan memakannya satu per satu. Denzel yang melihatnya pun merasa senang.

Harus dikatakan, dia merasa istrinya tidak hanya cantik dan berbakti, tapi juga semakin menggemaskan.

Setelah menyantap makan malam dan juga buah, Fiona yang tidak bisa bersantai pun kini memilih untuk mencuci baju.

Selesai mencuci baju, dia memanaskan air untuk mandi. Setelah mandi, dia kembali membersihkan meja

Dan merapikan lemari, sama sekali tidak berniat untuk pergi tidur.

Tepat jam setengah sepuluh malam.

Denzel juga selesai mandi. Dia berjalan ke kamar dan melihat Fiona sedang duduk di kursi ruang utama dengan memegang wadah bambu, memilah-milah biji jagung yang sudah tua, lalu berkata, "Belum tidur? Cepat tidur gih, besok biar aku saja yang mengurus sisanya."

Saat mendengar ucapan Denzel, Fiona tampak menoleh dan menggosok matanya yang terasa kering. Lalu dia melanjutkan memilah biji lagi sambil berkata, "Kamu tidur duluan saja, aku masih belum mengantuk, masih tanggung, tinggal sedikit lagi milah-

Milahnya."

Denzel mengernyitkan keningnya, lalu berjalan menghampiri Fiona. Tanpa basa-basi, dia langsung duduk dan mengambil wadah bambu itu sembari berkata, "Sebelum ke sini, aku melihatmu menguap beberapa kali.

Mana mungkin kamu belum mengantuk, sudah sana pergi tidur!"

Fiona melihat ekspresi Denzel yang tampak aneh. Dia pun sedikit memindahkan bangkunya. Tanpa berani menatap langsung mata Denzel, dia lantas berkata, "Aku 'kan sudah bilang, aku belum mengantuk, kamu saja yang pergi tidur sana."

Setelah melihat gelagat aneh Fiona yang tampak tegang dan gelisah, Denzel lantas tertegun. Tanpa sadar, dia teringat akan sikapnya beberapa bulan

Lalu di malam seperti ini.

Semenjak dia memaksa Fiona melakukan sesuatu tiga bulan lalu, Fiona selalu menyibukkan diri di malam hari saat dirinya di rumah.

Sudah beberapa kali dia memikirkannya. Namun, setiap kali masuk ke ruangan, wanita itu selalu berlari lebih cepat dari kelinci. Setiap kali dirinya menunggu Fiona menyelesaikan kesibukan di dalam kamar, dia selalu saja tertidur.

Apalagi jika sudah tertidur dirinya persis seperti orang mati, saat terbangun pada keesokan harinya, Fiona pun sudah berangkat kerja.

Sebelumnya, dia tidak punya waktu untuk memerhatikan gelagat Fiona. Dia juga tidak terlalu memikirkannya.

Namun, setelah dipikir-pikir dengan serius, apa mungkin Fiona sengaja menghindar?

Setelah memikirkannya, entah kenapa hati Denzel merasa tidak nyaman.

Jika memang benar seperti itu, berapa banyak trauma yang sudah dia tinggalkan pada Fiona?

Fiona melarangnya untuk mendekat, bahkan wanita itu juga tidak berani tidur dengannya...

Entah apa yang sebenarnya dia lakukan saat mabuk...

Denzel menundukkan kepalanya dan melirik ke arah Fiona, ada rasa sakit yang tak bisa terucap di benaknya.

Dia berjongkok dan memiringkan

Kepalanya menatap Fiona. Cahaya lembut turun menyinari kepala Fiona dan membuat bayangan di wajah.

Namun, hal itu sama sekali tidak memengaruhi paras cantik wajahnya, dia masih terlihat begitu memesona.

Jakun Denzel sedikit berguling, dia menekan jantungnya yang berdebar-debar dan tampak serius bertanya pada Fiona, "Kamu ... takut tidur denganku?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!