sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, kesedihan demi kesedihan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kansszy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15
tiga tahun lalu.
Kapal kontainer yang membawa ratusan tukang pukul tiba di ibukota setelah perjalanan 36 jam .perjalanan 2 hari 1 malam yang cukup menyenangkan . tukang pukul menghabiskan waktu dengan bercakap-cakap dan bermain kartu . Ada pula yang bermain bola , pingpong , atau voli digeladak kapal , dan permainan apapun yang bisa dilakukan . Petang hari kedua , Pelabuhan ibukota terlihat di garis Cakrawala . Aku berdiri di geladak untuk menata pucuk-pucuk gedung . Kapal Merapat di dermaga 2 jam kemudian
mobil Jeep diturunkan satu persatu . Aku menaiki salah satunya bersama kopong dan Basir menuju markas baru keluarga tong . Semua telah disiapkan oleh tim pendahulu sehingga Proses bongkar muat barang berjalan cepat hanya butuh waktu 12 jam . Kami sudah sepenuhnya siap menempati markas baru .
Bangunan utama di markas ini berupa rumah tiga lantai dengan arsitektur klasik . Besarnya dua kali lipat dari bangunan utama di kota provinsi . Ruangan depannya memiliki lampu gantung mewah dengan lantai marmer , serta tiang tiang pualam. Anak tangga menuju lantai dua juga terlihat mewah. Keramik dan porselen mahal berjejer rapi. Tauke tinggal di bangunan utama bersama dokter, Mansur, dan beberapa pelayan dekat. Bangunan utama juga merangkap tempat kerja tauke serta kantor pusat urusan bisnis dan keuangan - sebelum besok lusa pindah ke gedung tiga puluh di lantai protokol.
Seperti bola salju, roda bisnis keluarga Tong langsung menggelinding cepat sejak kami pindah ke ibu kota. Tauke secara agresif berinvestasi di banyak tempat. Sumber dananya berasal dari bisnis ekspor impor dengan armada belasan kapal kontainer yang sudah dibangun di kota provinsi dulu. Dengan dukungan dana besar, banyak hal lebih mudah diurus. Kopong pun bisa lebih leluasa memperbesar teritorial keluarga Tong.
...****************...
Keluarga Tong memiliki lahan luas di pinggiran ibu kota yang disulap menjadi tempat latihan. Tidak menghadap pantai, melainkan di antara perumahan tapi dengan fasilitas lebih baik. Ada trek lari di dalamnya, jadi aku tidak perlu menyalakan api unggun. Juga tersedia fasilitas gym dan fitness, area tinju, ruangan berlatih senjata tajam, dan yang lainnya. Tempat itu ramai oleh tukang pukul hingga petang, namun kosong melompong setelah malam tiba.
Kopong akhirnya memperoleh guru baru untukku. Namanya Salonga, usianya sepantaran dengan tauke. Dia jelas bukan guru biasa. kopong mencarikan guru terbaik untukku.
Salonga lahir dari keluarga miskin di kawasan Tondo, kota Manila, sebuah kawasan super padat di kota Filipina. Di antara gang gang kumuh, jalan sempit, perumahan padat, dan bau pengap dari got got, ratusan tindak kriminal terjadi setiap hari diatasnya. Salonga besar di jalanan yang keras. Sama seperti kopong, sejak kecil dia sudah belajar memukul, mencuri, merampok, dan termasuk membunuh. Bedanya, tubuh Salonga gempal dan pendek, tidak cocok untuk postur seorang penjahat kawakan.
Tapi ada sesuatu yang sangat spesial dari Salonga. Itulah yang membuat kopong-dengan persetujuan tauke besar-menjadikannya guru berlatihku. Berikan dia pistol, maka di tangannya, pistol itu seakan punya mata dan telinga. Salonga adalah penembak ulung, terbaik di benua Asia.
Aku tahu kisahnya. pada usia dua puluh tahun, Salonga sudah tercatat sebagai pembunuh bayaran nomor satu di Manila. Dia melanglang buana kebanyak kota dan menerima pesanan dari siapapun . Catatan rekornya 100% tidak ada nama yang selamat dari daftar sasarannya . Dan salah satu perjalanan membawanya bertemu dengan tauke besar (ayah dari Kenzo). Mereka menjadi teman baik, termasuk bersahabat dengan tauke sekarang - yang belajar menembak darinya.
Lantas bagaimana Salonga bisa menjadi guruku? Inilah menariknya
Enam bulan lalu, dia menerima klien yang sangat penting, dengan order membunuh calon presiden Filipina. Salonga terbiasa terlibat dalam intrik politik di negeri manapun , besok aku mau makan ikan tapi kali ini dia benar-benar terjebak dalam permainan tingkat tinggi elit kekuasaan . Ada dua calon presiden yang maju dan dia harus menembak mati salah satu diantaranya . Salonga sudah menyusun rencana , membawa pistol kesayangannya. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Persis di hari H, saat kampanye calon presiden itu, Salonga datang menyamar sebagai pendukung. Ketika calon presiden itu naik ke atas panggung dan mulai berpidato, Salonga menarik cepat pistol di pinggang. terselip di antara ribuan orang, tanpa tahu dari arah mana si penembak, Salonga melepas tembakan persis ke dada calon presiden. Salonga tidak suka menembak kepala, dia selalu menyasar jantung.
Calon presiden itu tumbang. Kampanye menjadi kacau balau. Sesuai rencana, Salonga seharusnya dengan mudah bisa melarikan diri dalam kerusuhan yang segera terjadi. Hal yang sudah biasa dia lakukan , tanpa pernah tertangkap . Sialnya , salonga tidak menyadari bahwa dia hanya dijadikan pion permainan . Pihak yang memintanya membunuh calon presiden justru datang dari calon presiden sasarannya itu sendiri . Calon presiden itu telah menggunakan rompi anti peluru , jadi tidak mati . Insiden penembakan itu membuat rakyat bersimpati padanya dan menuduh pelakunya adalah pesaing pemilihan . Intrik politik yang mematikan . Nasib Salonga sial. Dia dengan mudah dibekuk di acara kampanye itu karena semua sudah direncanakan si pemesan . Hari itu, catatan rekor Salonga tumbang. Dia diborgol lalu dibawa ke penjara dengan pengamanan maksimum. Enam Minggu kemudian, calon presiden yang ditembaknya memenangkan pemilihan. Hakim tidak memercayai kesaksian Salonga , maka ia pun dijatuhkan hukuman mati, digantung. Beruntung baginya, dia punya kawan lama yang kekuasaannya mulai membesar di negara tetangga. Tauke mengetahui kasus itu, maka sebulan lalu, persis sehari sebelum eksekusi, tauke mengirim kopong ke Manila. Kopong menyuap sipir dan pejabat penjara dengan setumpuk uang.rencana disusun hingga saluran akhirnya berhasil melarikan diri dalam pelarian yang efektif dan koran koran setempat menjadikannya berita utama . Dinding penjara yang hancur dan jejak salonga yang berlari di lorong-lorong bawah tanah , tapi itu hanya skenario sempurna agar tidak ada yang bisa disalahkan
Dua hari kemudian, Salonga tiba di ibu kota bersama kopong-persamaan dengan pengumuman hadiah jutaan dolar dari pemerintah berkuasa bagi siapa saja yang bisa menangkap kembali salonga . Tauke menawarinya tinggal di markas besar keluarga tong untuk sementara waktu , setidaknya hingga rezim penguasa di negara asalnya berganti . Kopong menambahkan ide itu dengan meminta agar salonga juga melatihku menembak selama tinggal bersama kami , tauke menyetujuinya.
Singkat cerita, akhirnya aku punya guru baru, menggantikan guru Bushi