NovelToon NovelToon
Cinta Pertama Si Gadis Cupu

Cinta Pertama Si Gadis Cupu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:58.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

"Dia cinta pertamaku, dan aku ingin berjuang untuk mendapatkannya"

Irena, gadis berkacamata yang sebelumnya bahkan tidak mempunya teman pria, namun tiba-tiba jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang pria tampan bernama Andreas. Pertama kali merasakan jatuh cinta, membuat dia antusias untuk bisa mendapatkan hati pria itu. Meski tidak jarang perjuangannya sama sekali tidak dihargai oleh Andreas. Bahkan pria itu seolah tidak menganggap kehadirannya.

"Sebaiknya kau berhenti berjuang dengan perasaanmu itu, karena aku tidak akan pernah membalas perasaanmu, semuanya hanya sia-sia"

Berbagai macam penolakan Irena bisa pahami, dia tidak menyerah begitu saja. Namun, ketika Andreas sendiri yang mengatakan jika dia tidak akan pernah mencintainya, karena ada perempuan lain yang dicintainya. Maka saat itu semua harapan runtuh tanpa jejak, semua perjuangan sia-sia. Dan Irena mulai mundur, mengasingkan diri dan mencoba melupakan cinta pertamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka Pertamaku Dalam Mencintai

Kehadiran kembali Natasha dalam hidupnya malah membuatnya merasa tidak nyaman. Karena apapun yang Andreas dan dia pergi kemana pun, Natasha harus tahu. Ini berbeda dengan Natasha yang dulu, Andreas terkadang bingung harus bagaimana menyikapinya.

"Dulu, kau tidak pernah seperti ini. Kau biasa saja dengan apapun yang ingin aku lakukan. Kenapa sekarang kau jadi berlebihan seperti ini?" Andreas mulai tidak bisa menahan diri lagi setelah beberapa bulan bersama kembali dengan Natasha, dan perubahan pada sikap gadis itu membuatnya tidak nyaman.

Wajah Natasha berubah sendu, dia menunduk dengan kedua tangan saling bertaut. "Aku minta maaf, mungkin karena aku terlalu takut kehilangan kamu. Karena sudah begitu lama kita berpisah, jadi aku takut sekali kalau kamu akan berpaling"

Andreas menghembuskan napas kasar, mengusap wajahnya dengan frustasi."Natasha, aku tidak akan berpaling. LIhatlah, berapa lama kau menghilang dan aku masih menunggumu kembali. Jadi stop berpikir berlebihan, dan jangan terlalu bersikap berlebihan denganku. Karena aku tidak nyaman"

Akhirnya Andreas berani mengeluarkan segala keluh kesah dalam pikirannya selama ini. Sikap Natasha ini benar-benar membuatnya jengah dan lelah.

"Malam ini aku akan kumpul dengan teman-temanku, kalau kau mau ikut, ayo. Karena kau juga kenal mereka semua"

Natasha terdiam, alisnya sedikit berkerut seperti sedang berpikir. "Em, baiklah aku akan ikut"

Andreas tidak menjawab lagi, dia berlalu keluar dari Apartemen. Perlu menenangkan pikiran di saat seperti ini. Andreas pergi membawa mobilnya, hanya melihat-lihat suasana jalanan di sore hari ini tanpa tahu arah tujuan. Sampai tatapan matanya tidak sengaja tertuju pada gadis yang berdiri di pinggir jalan sendirian dengan menatap bingung pada mobinya. Andreas berhenti di dekatnya, dia segera turun dari mobil dan menghampiri Irena.

"Kenapa dengan mobilmu?"

Irena terkejut saat tahu Andreas yang sekarang berdiri di sampingnya. Dia menggeleng pelan dengan tatapan yang kembali tertuju pada mobilnya. "Tidak tahu, tiba-tiba saja mati"

"Kau baru pulang kerja?"

Irena mengangguk saja sebagai jawaban, tidak banyak bicara. Dia merogoh tasnya, mencoba menghubungi bengkel biasa dia servis mobilnya ini.

"Hallo Mas, bisa tolong ambil mobil saya. Tiba-tiba mogok nih, tolong di perbaiki ya"

"Baik Mbak, kirim saja alamatnya"

Setelah mengirimkan lokasinya saat ini, Irena hanya tinggal menunggu pihak bengkel datang dan dia akan pulang menggunakan taksi saja.

"Biar aku antar pulang"

Irena langsung menoleh dan menatap Andreas, menggeleng pelan sebagai jawaban. "Aku bisa naik taksi saja, Kak. Terima kasih sebelumnya"

Bukannya pergi, Andreas malah menarik tangan Irena menuju mobilnya. Irena terkejut dengan itu, dia segera menghempaskan tangan Andreas agar melepaskan pegangan tangannya.

"Kak, aku bisa pulang sendiri"

"Kamu kenapa? BIasanya selalu senang jika aku berniat mengantarmu pulang. Bukankah ini yang kamu inginkan dari dulu?"

Pikirannya yang sedang kacau, membuat Andreas berkata tanpa berpikir dulu. Bahkan dia saja tidak sadar dengan nada bicaranya yang sedikit tinggi pada Irena.

Dengan kesal Irena menghempaskan tangan Andreas. Menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Dulu, mungkin iya. Aku ingin sekali kamu peduli padaku. AKu ingin kamu melihat keberadaanku, kepedulianku dan ketulusan yang aku punya. Tapi sayangnya, bahkan kamu tidak pernah menganggap kehadiranku benar-benar ada. Jadi Kak, jika sekarang aku sudah berubah, aku yang ingin menghindar dan pergi dari kehidupanmu, itu adalah wajar. Jangan mengganggu hidupku lagi!"

Irena mengusap kasar air mata yang lolos tanpa bisa di cegah. Padahal dia tidak ingin terlihat lemah di depan Andreas. Tapi apa daya, hati dan perasaannya tidak bisa berbohong jika rasa sakitnya masih begitu nyata.

Andreas terdiam, melihat tatapan mata yang dipenuhi air mata itu membuat diia tertegun. Dadanya tiba-tiba berdenyut nyeri, ucapan Irena barusan seolah menusuk tepat di relung hatinya.

"Irena, aku tidak bermaksud membuat kamu ..."

"Ya Kak, aku mengerti" Irena mengusap sisa air matanya, mencoba mengendalikan perasaannya yang tiba-tiba resah dan tak menentu. "Kak Andreas hanya ingin menjelaskan semuanya agar aku tidak begitu berharap 'kan? Ya, aku mengerti maksudmu, Kak. Salah aku saja yang terlalu tulus memberikan hati dan cintaku yang ternyata hanya jadi luka pertamaku dalam mencintai"

Deg... Dada Andreas benar-benar terasa sakit saat mendengar ucapan Irena barusan. Apalagi saat melihat gadis itu melangkah pergi menjauh darinya. Andreas memegang dadanya sendiri yang terasa sesak.

"Dia begitu terluka karenaku, dan kenapa aku baru menyadarinya sekarang?"

Irena menghentikan taksi yang lewat, segera masuk. Tangisnya pecah saat berada di dalam taksi, terisak begitu sesak dengan memegang dadanya sendiri.

Untuk apa dia datang, untuk apa dia mengatakan hal yang hanya mengungkit ingatanku pada masa lalu.

Dalam hening, isak tangisnya terdengar jelas. Ternyata hatinya masih terlalu sakit jika harus mengingat kembali perasaannya yang di tolak mentah-mentah oleh Andreas tanpa sempat dia mengatakannya.

"Maaf Mbak, kita kemana?"

Pertanyaan Pak Sopir menyadarkan Irena yang sejak tadi hanya terus menangis. Meluapkan rasa sesak di dadanya yang menyiksa. Dia mengusap kasar air matanya, lalu mengatakan alamat rumahnya pada sopir taksi itu. Menatap keluar jendela dengan air mata yang kembali mengalir tanpa bisa di cegah.

JIka ada yang bertanya, adakah cinta setulus itu hingga sulit mencintai yang baru? Seolah cintanya habis di satu orang di masa lalu dan akan terus berbekas sampai kapanpun? Maka, Irena akan menjawab dengan lantang, ada. Karena dia sendiri yang mengalaminya, dia sendirinya yang merasakannya. Bagaimana cintanya tidak bisa terbagi lagi, terlalu memberikan ketulusan dengan sepenuh hati, hingga saat kecewa bahkan cinta itu pun tidak bisa hilang karena kekecewaan.

"Seandainya dia mengerti bagaimana sakitnya mencintai, tapi hanya bisa terluka. Seperti aku terluka dalam cinta sendiri"

*

Andreas pergi ke Apartemennya, merenung sendirian di ruang tengah. Kepalanya bersandar pada sofa, matanya terpejam dengan hembusan napas kasar yang beberapa kali terdengar. Wajahnya terlihat kusut, bahkan keningnya berkerut dalam.

"Dia..." Andreas membuuka matanya saat bayangan tatapan Irena kembali terlintas dalam ingatannya. "Kenapa semua ucapannya membuatku sakit? Tatapan mata itu, belum pernah aku lihat sebelumnya dari siapapun. Tidak ada yang pernah menatapku sedalam itu"

Sekarang bayang-bayang Irena memenuhi pikirannya. Andreas juga mulai mempertanyakan perasaannya sendiri, bingung dengan hatinya saat ini.

"Bahkan kamu tidak pernah menganggap kehadiranku benar-benar ada"

"Salah aku saja yang terlalu tulus memberikan hati dan cintaku yang ternyata hanya jadi luka pertamaku dalam mencintai"

Kalimat itu mengganggu pikirannya, apalagi saat Irena mengatakan jika cinta dan ketulusannya yan terlalu besar pada Andreas. Ini semakin membuatnya tidak bisa berpikir lagi. Seperti ada dorongan dari dalam hatinya jika seharusnya dia tidak pernah menolak kehadiran Irena saat itu.

"Apa mungkin aku juga jatuh cinta pada gadis itu?"

Bersambung

1
Angga Gati
luar biasa ceritanya
sukses utk selalu berkarya kak🥰🥰🥰🥰🥰
Kar Genjreng
ahirnya TAMAT terimakasih Kak Author sebenarnya terahir ini sibuk jadi baru baca nya maaf ya Kak Author biasanya cuma baca sendiri begitu berahir ada temannya 😁👍,,itu Malvin kenapa kejam haduhhh mabok bacanya
Erna Riyanto
Akhirnya happy ending cerita Andreas...Bara,,Davin,,,Andreas,,,sdh selesai.mksih Thor...ditunggu cerita tiga teman Davin yg lainnya
Nita.P: ceritanya marvin udah rilis, judul Penjara Pernikahan Tuan Marvin. habis ini baru nyusul Bayu dan Byan.
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya happy ending, terima kasih kakak Author, ceritanya bagus, keren dan menghibur semoga kakak Author selalu sehat, selalu semangat dan selalu sukses dalam berkarya, aamiin...🙏❤️💪💪💪
Nita.P: makasih.. jangan lupa mampir di cerita Marvin juga ya
total 1 replies
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
hemm,,,tamat andreas,,blum ikhlas sih sebenernya di tmatin,,,🤭😍
Kar Genjreng
biar kamu gerik bng
Uba Muhammad Al-varo
benar kata Andreas.......Irena, kalau lelaki yang sudah bersuami itu selingkuh dan menghalalkan segala cara demi nafsu syahwatnya yaitu lelaki bodoh juga lelaki sialan, kalau diibaratkan kotoran yang menjijikan melebihi kotoran yang dikeluarkan binatang 👿👿👿
Kar Genjreng
siap komandan akan kesana bila sudah siap dan ada waktu Ok tenang cuma Malvin itu group mana apa sahabat mereka berempat kah belum di jawab dari kemarin
Nita.P: iya, dia masuk di grup five boy crazzy😭
total 1 replies
Dew666
🏆🏆🏆🏆🏆
Kar Genjreng
bukankah yang di group boy itu hanya 4 ya ,,Davin,,barra,,bayu,,, Andreas ,,,ko ada Malvin,
Nita.P: Marvin kan yang baru pulang dari luar negeri. ada loh di cerita Davin udah aku sematkan
total 1 replies
Kar Genjreng
👍 sudah mampir' tapi baru baca dikit tapi lebih miris ya ,,😭😭
Uba Muhammad Al-varo
wahai para suami di seluruh Indonesia, semoga kalian semua nya bisa lebih mencintai, menghormati, menyayangi,memuliakan istri mu, lihatlah perjuangan istri mu dari mengandung, melahirkan, merawat dll anak2mu jangan sampai kau suami menyesal di kehidupan setelah kematian mu,ingat ajab akhirat lebih pedih,maaf🙏🙏🙏
congrats Irena, Andreas
Nita.P: mampir di cerita Marvin jangan lupa hey kalian😭
total 2 replies
Uba Muhammad Al-varo
coba kalau semua suami seperti Andreas gimana beratnya perjuangan istrinya melahirkan anak suami nya, nggak ada iya suami yang berselingkuh dan menyakiti istrinya lahir dan batin 🤔🤔🤔
Kar Genjreng
😂 Andreas gembeng,,,banget Irena kalau lahiran jangan teriak sakit,,,masalahnya ketika bikin. teriaknya enak enak lagi lagi
begitu melahirkan bilang sakit terus dan terus ahhh malu donggg ,,,
Kar Genjreng
ga ada katanya ngilang tu coba cek dan R chek Thor
Kar Genjreng
ga ada pemberitahuan maka itu tidak tau diriku sayannggg
Uba Muhammad Al-varo
semoga proses kelahirannya Irena dan debay nya diberikan kelancaran, kemudahan dan keselamatan.....🙏💪💪💪💪💪
Kar Genjreng
semangat Irena nah lahiran Normal lebih menyenangkan dari pada cecar Karni kalau normal sakitnya hanya sekitar satu mingguan saja tetapi kalau operasi bisa lama katanya ,,,👍 semoga sukses leburan nya dan selalu berdoa agar di mudahkan
Kar Genjreng
betul sekali Andreas kesederhanaan yang di miliki oleh keluarga istri mu sangat menyenangkan bahkan kadang bikin iri karena kesederhanaan nya membuat betah kebaikan nya bikin selalu ingin pulang
Kar Genjreng
naysila sekarang nginap ya di hotel prodeo
seumur hidup mah itu apa Lo tanam sekarang saat Lo memetik buahnya ,,, dulu
namanya kejahatan yang Lo petik juga sesuatu yang menyakitkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!